"Bukan kah diaa.....si gadis Hello Kitty?" Batin Rey, memperhatikan Alice dengan gerak mata saja.
“Waah! Mulai ribut nih!!” Seru Alice dalam hati.
“Harus cari tempat yang PEWE untuk nonton.” Batinnya sambil melemparkan pandangannya ke segala arah di dalam ruangan itu,mencari kursi yang dapat ia gunakan untuk nonton. Karena tidak mungkin dia nonton di area sofa secara semua para pemain sedang berada disana.
“Nah itu dia!” Seru Alice saat melihat kursi nganggur di depan meja kerja Rey. Alice berpikir untuk menarik kursi itu di pojokan untuk nontonin perang besar para wanita pemuja Reyfaldi Arthur. Mana tahu ini bisa menjadi inspirasi untuk novel nya di NovelToon.
“Seru nih!!!” gumam nya sambil pelan-pelan berjalan menuju kursi yang dia tuju di tengah kegaduhan itu, persis seperti seorang maling.
Alice masih tidak tahu kalau Rey tengah memperhatikan nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak UPe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#22
“Tapi bisa saja kan kalau hal itu benar-benar luput dari pengamatan Reyfal, Robert! Kau lihat sendiri kan, Reyfal terlihat sama sekali tidak peduli dengan wanita yang bernama Lusy itu.” Ujar Suryo.
“Justru karena itu!! Karena itu Sur! Tidak kah kau merasa kalau Reyfal terlihat terlalu tidak peduli.Ini benar-benar janggal. Dia membebaskan Lusy berbuat sekena nya sehingga orang asing seperti Alice saja bisa merekam perbuatan tidak senonoh Lusy." jawab Robert.
" Kalau berdasarkan analisa ku, itu arti nya dia memang sudah mempersiapkan semua nya. Reyfal itu hacker. Dia ahli meretas data. Tidak sulit bagi nya untuk melihat hal-hal yang tidak bisa kita lihat. Bahkan kalau dia mau, dia bisa melihat kapan saja cicak kentut di dinding.” Ujar Robert yang sangat yakin dengan kemampuan cucu nya.
“lantas kalau kau begitu yakin dengan kemampuan cucu mu, untuk apa kau menyimpan Alice sebagai kartu As mu?” Tanya Suryo lagi. "Kau sengaja mengikat gadis polos itu tidak bertali! Sehingga kapan pun kau bisa mengeluarkan nya sebagai kartu as mu." Tebak Suryo.
Robert menoleh pada Suryo dan berkata, ..
“Apa kau sungguh-sungguh tidak tahu apa yang sedang aku rencana kan Suryo?” tanya Robert menjawab pertanyaan Suryo dengan pertanyaan lainnya.
“kau tidak akan segila itu kan Robert sampai-sampai kau berpikir untuk menikah kan Reyfal dengan wanita yang baru satu kali bertemu dengan mu?!! Bagaimana pun kita tetap harus menyelidiki bibir bebet dan bobot nya !” Seru Suryo mengingatkan Robert.
“Apa aku ada mengatakan kalau aku akan menikahkan Reyfal dengan Alice? Heemm.. rasa aku tidak ada mengatakan hal itu.” Kilah Robert, dengan wajah lempeng nya.
“Aku sudah mengikuti mu separuh dari umur ku, Robert. Tidak mungkin aku tidak bisa membaca isi kepala mu, walaupun kepala itu sekerasa batu.” Tukas Suryo, melirik jenuh pada Robert.
“Kalau kau memang sudah mengetahui apa yang ada di dalam otak ku ini Suryo... lalu untuk apa lagi kau bertanya pada ku!!! Sungguh buang-buang waktu saja.” Sungut Robert.
“Owwwwh jadi bicara dengan ku itu adalah buang-buang waktu! Sedangkan bicara dengan Alice tidak sama sekali.” Ejek Suryo.
“Jangan mentang-mentang karena aku sudah tidak bisa memotong gaji mu sebab kau adalah suami dari sepupu ku, lantas kau bebas mengejek ku!” Peringat Robert pada Suryo, yang ternyata hanya di respon dengan sebuah ejek lainnya dari Suryo.
“Lihatlah! Aku akan katakan pada Sintia kalau seminggu lalu kau ikut pesta wine dengan ku di Brazil. Aku ingin lihat hukuman apa yang akan Sintia berikan pada mu.” Ancam Robert yang terbukti berhasil. Suryo langsung berhenti mengejek Robert dengan gerak mulut nya yang seakan-akan mengikuti apa yang Robert ucapkan.
“Good grandfa!” Seru Robert, tersenyum licik.
“Aku hanya mencoba memperingatkan mu Robert! Jangan sampai niat hati ingin keluar dari mulut buaya betina yang satu malah masuk ke mulut buaya betina yang lain. Kau harus selidiki dulu latar belakang Alice. Baru membuat keputusan.” Ujar Suryo.
“Semua yang kau katakan itu benar Suryo, kecuali satu hal.” Robert berhenti sesaat dan menatap Suryo dengan tatapan yang sudah sangat Suryo pahami. Kemudian terlihat sebuah senyum bak devil di ujung bibir kanannya lalu dia berkata, ..
“Bukan aku yang harus selidiki dulu latar belakang Alice, tapi kau! Kau kan asisten ku! Lagi pula aku ini sudah terlalu tua untuk melakukan hal-hal seperti itu.” Kilah nya sambil memasang wajah memelas.
karena dia melihat kesedihan yg dalem dari anaknnya, penghianatan dan kematian cucu nya yg tragis
dia ga mau cucu nya ngalamin lagi... karenanya sakitnya sakit bgt.
mungkin caranya salah
tapi salah satu dia ngelindungi cucu nya
tapi dia lupa,,kepala walaupun semua warnanya hitam tapi ttp kan isi pasti beda beda
yg pasti kak upe lah yg menang
apa si yg gak buat kamu 🤣🤣
tidur doank
hei..kata nenek ku
tidur bareng itu ga bahaya,yg bahaya kl ga tidur di tempat tidur🤣🤣
konsep..itu
cuman sebuah konsep sandiwara cinta 🤣
wkwkwkwk
kan ga salah sentuh disitu🤣🤣
repot cari jaminan sosial nya
kecuali babang itu yg mau jaminin,sekalian masa depan kita
eaaaaa, 🤣😘