NovelToon NovelToon
PEKA

PEKA

Status: tamat
Genre:System / Isekai / Indigo / Horor / Tamat
Popularitas:80.7k
Nilai: 5
Nama Author: oktiyan

Hanna seorang gadis indigo, terpaksa memainkan peran permainan hantu semacam bloody mary, demi mencari keberadaan raga teman baiknya dan sang guru yang tertinggal di camping bersama tanpa jejak.

Hanna dengan Ryan harus berkerja sama membantu dan mencari tahu, kenapa mereka diincar oleh arwah penasaran yang menginginkan jiwa mereka, akan tetapi melibatkan nenek tersayang Hanna hilang.

Hanna terpaksa memainkan permainan terkutuk melibatkan jin dan hantu, karena dua hal. Membantu kekasih Ryan yang hilang, dan mencari keberadaan sang nenek tersayang di waktu yang bersamaan.




Hanna dan Ryan, kembali berpetualang dengan berbagai banyak arwah negatif, sehingga akhirnya mereka mengetahui yang terjadi sebenarnya.

Yuks ikutin kisah Hanna!


Gift + Vote.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon oktiyan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

WUJUD GHAIB

Hanna pun melangkahkan kakinya, masuk ke dalam kuil. Ryan berlari karena takut, yang penasaran juga, tak tanggung-tanggung untuk melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan juga.

Sementara itu, Ryan merasa ingin buang air kecil. Dia berbalik, lalu melangkah berlawanan arah dengan sahabatnya.

"Hanna, gue cari toilet dulu." teriak Ryan.

"Hey anak muda?" Seruan itu terdengar setelah Ryan selesai buang air kecil.

Ryan sontak berbalik. "Eh buju buset kodok tipes lu-eh kodok tipes lu," celetuk Ryan latah.

Pandangan Ryan tertuju pada seorang pria berjanggut lebat, dengan kumisnya yang hampir menutupi mulut. Usianya sekitar enam puluhan.

"Sedang apa kau di sini? Di sini sangat bahaya." Lelaki itu berucap waswas.

Ryan mengerutkan dahinya. "Emang napa, Kek, eh tapi kakek manusia kan?" tanya Ryan. Perasaannya juga sudah tak tenang melihat raut wajah lelaki itu.

"Kamu sendirian saja?"

"Kagak lah. Yah kali gue sendirian. Gue sama sahabat gue. Kenapa emang? Kepo bat sih lu." Ryan berucap dengan sikapnya yang masih sama saja.

"Di mana mereka? Kenapa hanya kamu seorang?"

"Mereka di kuil sono noh," tutur Ryan menunjuk ke arah kuil yang tampak dari celah-celah semak. "Emang napa sih lu? Gua nanya tadi kagak dijawab. Malah banyak nanya lagi."

"Astaga. Ayo cepat ke sana. Jangan sampai mereka memasuki kuil." Lelaki itu memegang tangan Ryan, menarik dia agak kasar.

"Eh buset. Sakit woy. Kagak sopan bat jadi orang. Udah tua juga kagak tau tata krama," gerutu Ryan, tanpa menyadari bahwa ucapannya itu pun sama sekali tak ada tata krama kepada yang lebih tua darinya.

Sementara di dalam kuil, Hanna menjelajahkan matanya hingga ke sudut-sudut ruangan. Beberapa bilik mereka masuki, hingga di suatu tempat Hanna berpijak, membuatnya ingin berlama-lama di tempat itu.

"Eh, Kok di sini ada ranjang yah?" ucap Hanna.

Matanya disambut oleh ranjang reot beralaskan kain putih, tetapi tampak kusam dan lusuh. "Keknya bangunan ini belum lama tak ditinggali deh. Buktinya meski ranjang ini terlihat reot, tapi masih kuat buat gue duduki." Hanna berucap saat dia duduk di atas ranjang, karena lelah.

"Ta-tapi, di-dilihat dari tampilan bangunannya. Ke-keknya ini u-udah tak be-berpenghuni se-selama bertahun-tahun deh." tersenggal Hanna, karena haus.

"Ah nggak usah pikirin itu dah. Intinya gue suka tempat ini. Gimana kalo kita nginap di sini untuk malam ini. Biar besok lanjutin lagi perjalanan."

Mata Hanna sontak agak melotot. "Kok Ryan kagak seperti yang biasanya yah?" batin Hanna, melihat Ryan.

Ia segera menghampiri Ryan, yang berdiri tegap melewatinya begitu saja.

"Ryan, mau kemana jauh banget sih. Jangan naik tangga, itu tangganya terlihat ga aman." teriak Hanna, ia memberhentikan langkah Ryan tapi Ryan tak jawab sepatah katapun.

Ryan tampak memicingkan mata. Pandangannya menyambut Hanna dari jarak agak jauh, ia tersenyum menampaki gigi dan kembali pergi.

"Ryan, lo kenapa sih?" tanya Hanna mendekat ke arah tangga, tapi langkahnya dihentikan saat seseorang menepuk bahunya.

"Nah akhirnya keluar jug--aaa!" Ryan berucap, sontak Hanna berteriak dan berbalik ke arah punggungnya.

"Haaah, kok lo dibelakang gue Ryan?" panik Hanna.

"Gue cariin, lo malah disini. Gue ketemu kakek ini. Nyusul cari lo." Ryan menunjuk kebelakang punggungnya, tapi tak ada seorang pun kakek.

"Jiahaha, dia ilang." rengek Ryan.

Begitu juga Hanna, ia terdiam pucat pasi. Karena ia juga melihat Ryan berada naik diatas tangga dengan sikap aneh. Dan akhirnya Ryan asli menepuknya dan berada di depannya saat ini.

"Plaaak!" Hanna menampar Ryan.

"Adaaw,, ih kenapa lo nampar gue, Hanna?" meringis Ryan.

"Lo bilang ada kakek disamping lo, tapi ga ada. Dan gue baru lihat lo naik ke anak tangga situ, jadi mastiin lo Jin atau beneran Ryan."

"Waduh."

Mendengar hal itu, Ryan menciut dan memegang ujung baju, dilengan Hanna. Untuk segera pergi dari kuil ini.

"Hanna, sampai kapan kita kejebak dihutan gini. Mana udah laper beud, ya tuhan. Mati matilah kita sia sia, tapi aku belum nikah. Belum punya pacar, cita citaku pengen punya cewe cantik dan pemberani buat nikahinya. Aku mohon tunjukan jalan keluar dari hutan ini." rengek Ryan, membuat Hanna mengerewes muka Ryan agar diam.

"Kenapa kamu anak muda?" ucap suara itu, Hanna dan Ryan sontag mencari sumber suara.

"Kagak," ucap Ryan dengan tangan gemetar.

Bukan tanpa alasan Ryan, Hanna berteriak. Di sela langkah menyaksikan siluet hitam bertubuh sekitar tiga meter tepat di belakang Hanna. Matanya berwarna merah dengan tanduk yang memanjang ke depan.

Hanna melangkah mundur sedikit. "Maaf, Pak. Bapak siapa yah? Dari tadi saya nanya, tapi belum dijawab. Kami disini bukan tidak berniat baik, kami tersesat ingin pulang. Kami berpisah dari regu camping lain."

"Omong kosong kalian anak muda yang banyak berbohong sama saja, saya jelaskan siapa saya. Yang penting tinggalkan dulu tempat ini. Ikut saya atau tetap di sini, terserah kalian."

"Ng-ngak, Pak. Ki-kita bakal i-ikut kok," sela Ryan. Dia menatap Hanna, berisyarat untuk ikuti saja apa yang dilakukannya.

"Ssst! Ryan, lo beneran mau ikut dia?" bisik Hanna.

"Kita keluar dan pulang dulu lah, gimana caranya. Lemes, capek gue Hanna. Mau tuh orang tinggi tiga meter jin sekalipun, gue mau pulang aja deh."

Kalian ragu, tidak akan bisa pulang!! tapi jika kalian tidak pergi dari tempat ini, maka kalian akan bernasib sama dengan teman teman kalian yang tidak selamat!! ujar sosok tinggi tiga meter itu.

Hanna dan Ryan syok!!

Lelaki itu berbalik dan melajukan langkahnya, ingin cepat-cepat pergi dari tempat itu. Ryan, Hanna pun langsung mengambil langkah berlari kecil karena langkah lelaki itu begitu cepat. Disusul Hanna dengan lari kecilnya, begitu juga Ryan.

"Kira kira dia beneran nunjuk jalan ga sih Han? gue udah lemes, laper dan lelah banget nih. 3L."

"Doa, jangan ngomong aja lu. Lu cowok kudunya lindungin gue sebagai cewek." celetug Hanna.

Sudah agak jauh mereka dari kuil, langkah lelaki itu tampak diperlambat. Lelaki itu berbalik, menatap Ryan dan Hanna.

"Jadi gini. Perkenalkan, saya Arang Oro. Warg--"

"Aa-ak!" gumam Ryan, memotong ucapan lelaki itu. Tampak Ryan seperti orang tercekik, hingga napasnya terengah-engah.

"Ryan? Lu kenapa Ryan?" teriak Hanna panik.

Hanna dan lelaki bernama Arang Oro sontak terbelalak. Terkejut dengan Ryan yang tiba tiba saja seperti itu.

"Aa-ak!" tukas Ryan. Dia mengangkat tangannya dengan mata melotot, seperti ingin mengucapkan sesuatu.

Belum saja Ryan mengangkat tinggi tangannya, dia langsung tumbang dan sontak kejang-kejang.

"Ryan?" teriak Hanna sangat keras.

"Ucapkan doa dek! saya akan bantu, mengusir hantu manis mbak kunti tutup botol yang menyukai teman priamu ini. Dia mengikutinya dan membuat teman pria mu ini mati seperti yang lainnya."

"Apa, tapi kita ga berbuat aneh kek! eh, pak! maaf jika saya salah."

"Memang kalian bukan yang berbuat aneh, tapi dari peserta camping kalian. Kalian terlibat didalamnya, cari mata air kering, desa di tengah hutan mati ini. Cuci muka dan badan tanpa melepas pakaian, bersihkan diri dan berdoa. Konon bala itu akan hilang, kalian bisa menemukan bukti, teman kalian dimana dan bisa keluar dari hutan ini. Satu lagi, jangan sesekali datang ketempat ini lagi!"

"Baik kek, tapi ke- na-pa...?" sepatah Hanna ingin bertanya lagi, kakek itu sudah menghilang. Ryan pun kembali sadar, dengan kebingungan.

"Hanna, gue kenapa. Kok bisa duduk tiduran gini sih?" tanya Ryan yang bangun, sementara Hanna kembali memegang erat kalung, karena hatinya benar benar takut dan gundah.

'Petaka macam opo ini?! sudah berapa hari Hanna tersesat, Tuhan berikan jalan untuk terakhir kali. Janji Hanna, akan membantu hantu tersesat jiwa yang tidak bersalah nanti.' batin Hanna dan menangis, kali ini tidak peduli Ryan melihat, karena pertama kalinya Hanna menangis dengan panik.

1
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Aku mampir Kak😊😊semoga seru cerita'y..
mbak comel
sebenarnya hanna bahagia sih, end aslinya kenapa hanna menutup mata mungkin kebaikan hanna karena dia hamil setelah ryan benar benar pergi. asli sedih aku, tapi endingnya hanna menyusul jatuh kelautan mah wassalam atuh. nah jadi penasaran aziel anaknya hanna sama kaya dia indigo, nenek bungkuk siapa tor😣 merinding asli, tapi kepo moga ada season 2 ya
Miss GH: Tq akak😊
total 1 replies
mbak comel
duh begal pake topeng emang asli banyak daerah hutan yang sepi
cinta ariani
ending sad bener tor. aslinya ryan ada di dunia beda tengah hutan. cerita mistisnya kentel banget kaya asli kisah nyata.
Miss GH: iya, mau nambah bonchap liat nanti ya kak.
total 1 replies
cinta ariani
wah hanna kemana tor?
cinta ariani
mantan hianat eh jodohnya sama hanna yang dibenci 😆
mbak comel
sadis si black bunuh kekasih karena tak mau tanggung jawab. pelajaran bagi cewe berkarier jangan murahan😑
mbak comel
ending yang keren masuk akal serem sekali. terimakasih tor kau telah membuat cerita deg deg ser
Mery
duh serem kali .otifnya
alisa mayo
end
alisa mayo
hebat bisa horor aja aku suka alurnya loh tor.
boril
kena ketulah parah dosen pake guna guna. walah tambah dong tor
betie mboke
serius ini udah end kok aku maunya nambah ya
Maya
temen hanna udah metong aja.
Maria Ozawa
endingnya aku pengen nambah bonus dong tor
Bogor Kota
Happy bener ya .
Fadly
Kenapaalurnya keren tamat tor!aku baca lagi dari awal berasa puas dan kurang aja. Bonus bab dong
imam
Keren tiap endingnya ga ketebak dan serem asli. Dari mulai guna guna ketauan ini kaya dunia real dikampung.
Linda Motia
Kok end sih tor 🤭 lanjut dong! Part hanna lagi tor. Aku berkunjung ke new karya author. Pernikahan yang tertukar kan
Linda Motia
Pasti dosen gila nih berulah. Lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!