Olivia tidak tau apa-apa tapi dia harus mengalami penderitaan ini, di bawa paksa oleh sang penguasa yang di takuti
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon yuniar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 21
"Kau?!! " menatap ke arah seseorang yang tengah duduk di hadapan nya
Arion berjalan ke arah laki-laki setengah baya itu
"Ada apa kau kemari?! " ucap Arion santai
"Hanya ingin menjenguk keponakan ku" ucapnya
"Ck!! siapa keponakan mu!! aku sudah tidak bermarga aditama!! aku Arion Mars!! " ucap Arion tegas
"Kebetulan aku juga tidak menyukai marga mu, tapi mau bagaimana lagi begini juga darahmu dan darahku terhubung" ucap nya santai
"Jangan basa-basi kau kenapa kemari? " ucap Arion tidak senang
"Apa kau pikir aku sangat senggang aku hanya mampir saja! aku lihat perusahaan mu semakin besar" ucapnya
"Jangan bertele-tele?!! kau mau apa? "
"Aku mau anak buah mu berhenti menganggu bisnis dunia bawah ku!! apa kekayaanmu sudah mulai habis?! " ucap nya mengejek Arion
Rocki dan dion sudah berada di depan pintu mendengar percakapan di dalam
Rocki berjalan masuk setelah mendengar percakapan itu
mendengar apa yang di bahas rocki tau siapa yang ada di dalam
"Paman Daniel, apakah ada anak buahku yang menyinggung bisnismu? " ucap rocki yang berperan mengawasi bisnis dunia bawah milik Arion
"Kau? oh kau cucu dari paman Justin? apa kau yang mengatur pengiriman anggur di wilayah selatan!! " ucap Daniel ya orang yang sedang berbicara dengan mereka adalah Daniel sepupu dari ayahnya Arion
"Benar, kami baru saja membangun bisnis di wilayah selatan" ucap rocki
Braaaaaakkkkkkkkkkkkkkkkkmm
Daniel menggebrak meja di hadapan nya dan berdiri
"Apa kau pikir aku sudah mati?!! aku lihat kau terlalu berani mengusik wilayah ku?!!
dengar!! persetan dengan konflik mu dan kakak sombong ku itu?! tapi jangan berani mengusik ku" ucap Daniel
"Ma.. maf paman aku akan membatalkan bisnis di wilayah selatan" ucap rocki menenangkan amarah yang terlihat dari mata Daniel
"Bagus! dan lagi kau terlalu memandang tinggi dirimu Arion!! kau pikir dia tetap diam
saat ini aku dengar ibumu tengah sakit dan seperti nya dia merindukan mu" ucap Daniel
Arion tersenyum tidak suka
"Ck! kau bilang tidak ada urusan dengan keluarga aditama tapi kau masih saja mengungkit nya?!! apakah Tuan Daniel benar-benar tidak memiliki pekerjaan "
"Benar aku tidak ada urusan hanya saja aku kasihan melihat ibumu?! hanya sebuah kasian" ucap Daniel
"kasihan? dan peduli? apa bedanya?! " sindiran Arion pada Daniel
"Terserah kau saja menganggap apa?! oh iya rocki sebagai tanda ketulusan mu aku akan menginap di rumahmu beberapa malam?! kau tidak keberatan bukan? " ucap Daniel santai
Rocki menelan kasar ludahnya dia tau saat ini Arion tengah menatap ingin membunuhnya menunggu jawaban dari mulutnya
"so.. soal itu? bagaimana jika aku menyewa kan rumah untuk paman" ucap rocki ragu-ragu
Daniel mendekat kearah rocki dan tiba-tiba mengangkat kerah baju rocki hingga membuat rocki sampai berjinjit di buatnya
"Apa kau pikir aku tidak sanggup membeli rumah untuk ku?! aku hanya ingin melihat ketulusan mu! apa kau mengerti?!! " menurun kan tangannya dari kerahasiaan rocki dan menepuk pelan pipi rocki
"Ini? " rocki memberanikan diri melihat kearah Arion
"Ck!! kau sengaja ingin menginap di rumah ku? aku khawatir kau adalah mata-mata yang dia kirim untuk berada di dekatku" Arion tersenyum getir
"Hahaha apa kau pikir ayahmu bisa menyuruhku untuk menjadi mata-mata nya?!! sudah ku bilang aku hanya ingin melihat ketulusan dari kecerobohan anak buah tuan Arion ini"
"Terserah saja! apa yang kau bilang tapi jika menganggu pekerjaan ku?! aku tidak segan berduel dengan laki-laki tua" Arion meremehkan Daniel yang memang sudah setengah baya
"Jangan meremehkan laki-laki yang sudah dewasa!" ucap singkat Daniel yang mulai berjalan ke arah pintu
"hei rocki kau masih diam saja! tidak berencana membawaku pulang?! " ucap Daniel
rocki melihat kearah Arion, dan Arion mengangguk menyetujui permintaan Daniel
Rocki mengerti dengan isyarat itu dan langsung membawa Daniel pergi dari ruangan itu
setelah kepergian Daniel
"Ck merepotkan kenapa dia harus datang kemari!! "
"Tuan Arion mau bagaimana lagi tuan Daniel satu-satunya yang tidak bisa kita larang datang ke negara A kekuasaannya hampir menyuruh dong daerah selatan" dion menjelaskan yang dia ketahuilah
"Selama bertahun-tahun kenapa baru sekarang dia ikut campur! setahuku hubungan nya dengan pria tua itu tidak baik! kenapa aku merasa dia seperti membantu pria tua itu?!! " ucap Arion yang curiga Daniel adalah orang yang di suruh Rayyan untuk membujuknya kembali ke rumah aditama
"Tuan menurut rumor, tuan ray" ucapan dion terpotong saat Arion mengangkat tangannya
"Tidak perlu menyebutkan nama pria tua itu! aku sangat muak untuk mendengar namanya?!! " Arion mengepalkan tangannya membuat darahnya seakan mendidih pandangan nya menjadi mencekam membuat dion merinding di buatnya
"it.. itu seperti nya Tuan Daniel memang tidak dekat dengan nya tapi tuan Daniel seperti nya sangat peduli dengan nyon" Dion ragu untuk menyebut nama tiara bagaimana pun dion tau seberapa bencinya Rayyan dengan keluarga aditama
"Diam! berhenti membahasnya! kau perintah kan saja pada Rafael dan adiknya untuk mengawasinya di rumah! "
"Baik Tuan Muda aku mengerti"
Dion langsung menghubungi Rafael, Rafael adalah orang yang di percaya rocki untuk mengawasi dunia bawah
kali ini Rafael dan adiknya khusus di panggil untuk menjaga gerak-gerik Daniel di rumah utama keluarga Mars
*Apa benar harus memanggil si brut*l itu untuk menjaga kediaman Mars" ucap dion dalam hati
sampai saat ini aku memanggil suamiku dengan sebutan Bie yang artinya juga sayang....
mbk Yuniar emng is the best 👍👍
apa kau lupa☺️☺️
soalnya GK pernah bosan