Follow IG mommy : @Mommy_Ar29
Daniella Larasati, seorang gadis cantik yang terpaksa harus menikah dengan seorang psychopat.
Mampukah Ella bertahan hidup dengan penuh ketakutan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ingin memeluk
“Bapak, bagaimana kabar bapak hem?” tanya Ella sambil menggenggam tangan bapak nya yang kini tengah berbaring si tempat tidur.
“Pak, Alhamdulilah, Ella baik- baik saja. Bapak jangan Khawatirkan Ella yah. Pekerjaan Ella sangat mudah dan aman, sangat aman,” ucap Ella meyakinkan pak Darto.
“Dan yang tadi sempat bapak dengar itu semua tidak benar. Apa yang di katakan kakak itu salah, dia tidak tahu menahu soal pekerjaan Ella pak. Ella di sana bekerja sebagai perawat Pak, orang yang Ella rawat itu sedang sakit akibat kecelakaan, beliau juga sama seperti bapak, jadi tugas Ella hanya merawat nya dengan baik. Anak anak nya juga sangat baik pada Ella, bahkan di sana Ella sudah di anggap keluarga sendiri. Jadi bapak jangan khawatir ya Pak.” Jelas Ella panjang lebar, ia tidak ingin menambah beban pikiran pak Darto.
Sementara itu, ibu Ratih yang mendengar ucapan Ella merasa sedikit tenang, walau sebenar nya ia kurang yakin dengan ucapan Ella. Pasal nya, saat itu Anggia sudah mengatakan bahwa hutang nya sangat banyak, dan jaminan nya harus dia menjadi seorang pela-cur untuk menyicil hutang hutang nya.
Ratih sangat merasa bersalah karena sudah mengorbankan Ella, dan kini ia semakin bersalah saat menerima barang dari Ella. Rasa bersalah nya semakin besar karena secara tak langsung ia sudah menjual Ella.
Tanpa terasa, waktu yang di berikan oleh Stive sudah hampir habis. Ella sudah berpamitan dnegan bapak nya, dan kini ia sudah melihat bapak nya tengah tertidur. Ella pun merapikan selimut bapak nya, lalu ia perlahan keluar dari kamar.
“Ibu,” panggil Ella saat melihat ibu Ratih tengah duduk di depan TV, “terimakasih sudah merawat bapak dnegan baik selama Ella tak ada. Dan ini ada sedikit uang untuk membeli kebutuhan bapak dan Ibu. Juga bila ibu mau membeli sesuatu ibu beli saja. Nomor Ella sudah Ella simpan di Handphone baru Ibu, bila ada apa apa tolong kabarin Ella dan jangan sungkan untuk menghubungi Ella ya Bu,” pinta Ella dengan tulus.
“Sebenar nya apa pekerjaan kamu?” tanya bu Ratih dengan wajah datar nya.
“Bukan kah tadi ibu sudah mendengar pembicaraan Ella dan bapak?” tanya Ella mengerutkan dahinya, membuat bu Ratih seketika langsung membulatkan matanya dengan sempurna.
“Bu, Ella tahu tadi Ibu mendengar ucapan Ella. Dan apa yang Ella katakan sama bapak adalah kenyataan. Ibu tahu bahwa Ella tidak akan pernah berbohong kan, jadi Ella mohon percaya sama Ella.”
“Bagaimana bisa? Bukankah waktu itu Anggia bilang—"
“Sejujurnya Ella juga tidak tahu, tapi Ella bersyukur karena pada akhirnya pekerjaan Ella tidak seperti yang kakak katakan. Dan Ella bisa pastikan bahwa sampai saat ini Ella Masih perawan. Ella akan menjaga diri ella.”
“Baiklah, aku percaya padamu. Jaga diri baik baik dan jangan pikirkan bapak kamu.” Kata bu ratih membuat senyum di wajah Ela terbit.
“Bolehkah Ella memeluk ibu sebentar?” tanya Ella sedikit ragu.
Sejujurnya bu Ratih sejak tadi sudah sangat ingin memeluk Ella, namun karena ia tak ingin terlihat baik dan gengsi. Maka niat itu ia urungkan, walaupun Ella bukan anak kandung nya, dan biarpun ia sejak dulu tidak terlalu baik pada gadis itu, namun selama ini Ella lah yang selalu membantu nya dan berada di dekat nya. Sedangkan Anggia yang notabene anak kandung nya hanya sibuk dengan dirinya sendiri, foya foya dan tak pernah perduli padanya.
wah Ella terancam ini