WARNING 21+++
Cerita kali ini berjudul “SIMPANAN DOSEN” bercerita tentang mahasiswi cantik dan seksi bernama Sisca Morena yang terjebak cinta dengan dosen muda bernama Bobby Alvenzo yang tampan namun hyperseks.
Support aku terus agar semangat buat up cerita disetiap partnya! Thank you🙏🏻
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon WEENA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mendapat restu
HAPPY READING🥰
Sudah hampir 2 minggu kepergian Sisca yang membuat hati Bobby gundah gulana namun semangatnya tidak pernah luntur sekalipun.
Dia sangat jarang menghubungi Sisca karena mengingat biaya telpon ke Amerika sangatlah mahal dan Ia harus berhemat agar bisa cepat menyusul kekasihnya itu
Kini pekerjaan Bobby cukuplah banyak namun tidak membuat dirinya merasa lelah sekalipun, Ia menyempatkan untuk mengirimkan pesan tentang kesehariannya saat bekerja sebagai dosen hingga tukang ojek online kepada Sisca melalui Emailnya namun Sisca tidak pernah membukanya.
Pundi-pundi uang sudah terkumpul dan Dia berharap minggu ini Dia bisa pergi ke Amerika.
Sedangkan Sisca mulai membiasakan diri di Amerika, Ia membantu perusahaan Ayahnya dan memaklumi jika Bobby jarang memberikan kabar namun dilubuk terdalamnya Ia sangat merindukan kekasihnya itu.
Sisca juga sering bertanya kepada Lisa tentang keadaan Bobby, semenjak Ia tinggal di Amerika Ia menceritakan semuanya kepada Lisa dan Lisa menjadi detektif rahasia Bobby dan kemudian menceritakannya kepada Sisca.
Pada suatu malam di meja makan
“Papa bangga banget, belum lama ngajarin kamu tentang perusahaan tapi kamu sudah cepat menangkap semuanya” ujar Anton sambil mengunyah makanannya
Sisca dan Irma hanya tersenyum
“Tapi Papa kasihan sama kamu.. menunggu lelaki yang sampai sekarang belum bisa datang kesini dan menjelaskan apapun ke Papa” lanjut Anton yang setiap hari selalu mengatakan hal itu dan membuat Sisca kesal
“Paa.. biaya ke Amerika itu mahal! Mas Bobby memang punya uang dan cukup kaya, tapi Ia tidak mau menggunakan uang hasil warisanAyahnya.. apalagi setelah dia tahu kebenaran tentang Ayahnya.. dia akan datang kesini dengan hasil jerih payahnya” ujar Sisca membela Bobby
Anton mengakhiri makan malamnya dan masuk ke kamarnya dan hanya Sisca dan Irma yang tersisa disana
“Mama percaya sama Mas Bobby kan?” Tanya Sisca menoleh ke Irma
Irma mengangguk “Iya Mama percaya, semoga Papamu segera memberi restu untuk kalian”
Sisca langsung memeluk Mamanya sambil menangis dan Irma mengelus rambut Anaknya.
Keesokan harinya
“Nak.. papa boleh pinjam Email kamu?” Tanya Anton menghampiri Sisca sambil membawa laptopnya
“Boleh Pa.. nanti aku kirimin username sama passwordnya ya” ujar Sisca
Setelah log in Anton melihat kotak masuk Email milik putrinya langsung merasa terenyuh melihat pesan yang banyak dan panjang dari Bobby untuk putrinya itu.
*“Setulus itukah dia kepada putriku?”*** Batinnya gemetar**
Di lain tempat Bobby sudah berhasil mengumpulkan uang untuk membeli tiket pesawat untuk pergi ke Amerika, dan Ia sangat merasa bangga pada dirinya karena bisa melangkah sejauh ini, Ia memutuskan untuk pergi ke Amerika besok tanpa memberi tahu Sisca.
Bobby juga tidak lupa memberi tahu Andi tentang perjalanannya, walaupun sedikit sedih karena tidak bisa hadir kepernikahan sahabatnya itu, tapi dia janji akan datang kerumah Andi bersama Sisca setelah mendapatkan restu.
Singkat cerita Bobby sudah sampai di Amerika, dia menelpon kekasihnya itu
“Halo” sahut Sisca mengangkat telpon yang tidak dikenalinya
“Hallo sayang” balas Bobby
“Mas Bobby? Kok pakai nomor telpon Amerika sih? Mas udah disini?” Tanya Sisca antusias
Anton mendengar pembicaraan Sisca refleks tersenyum
“Kejutan.. Mas udah disini, tapi Mas gak tau alamat rumah kamu sayang” lanjut Bobby
“Iihhh Mas aku seneng banget, bentar yaa aku share location dulu” teriak Sisca kegirangan dan menutup panggilannya
“Sisca kenapa mas?” Tanya Irma kepada Anton dia kebinggungan melihat tingkah anaknya itu
Anton hanya tersenyum
“Maa.. Paa aku seneng banget” teriak Sisca menuju ke kamarnya untuk ber rias diri
Tak lama kemudian Bobby sudah sampai di Apartemen milik Orang tua kekasihnya itu, Ia menghembuskan nafas panjang dan siap memberikan penjelasan kepada mereka
Setelah beberapa minggu tak melihat kekasihnya itu, Sisca langsung memeluk Bobby dengan sangat erat dan menangis haru, begitupun Bobby Ia juga melakukan hal yang sama.
Irma dan Anton melihat kedekatan itu merasa terenyuh.
“Nak.. silahkan masuk dan duduk” ujar Irma mempersilahkan Bobby untuk duduk
Bobby pun duduk disebelah Sisca, Sisca tak terus memegang tangan kekasihnya itu.
“Bagaimana perjalananmu?” Ucap Anton
“Sangat lancar Om, Terimakasih sudah memberikan saya kesempatan” balas Bobby dengan sopan.
Anton mengangguk
“Saya tahu kejadian itu sangat melukai Om dan Tante, bahkan itu juga menjadi alasan kesedihan kita saat ini juga, saya atas nama mendiang Ayah dan Ibu saya meminta maaf sedalam-dalamnya atas perilaku dan perbuatannya selama hidup” ujar Bobby panjang
“Kejadian itu sangat merugikan banyak pihak, saya merasa sedih karena tahu bahwa Om dan Tante adalah salah satu korbannya, Tapi niat saya datang kesini bukan hanya untuk meminta maaf namun juga ingin meminta restunya kembali untuk memberikan izin agar hubungan saya dan putri kalian bisa kembali terjalin lagi” lanjutnya
Anton tersenyum “sebenarnya saya masih kesal tapi kemarin saat saya membaca pesan mu untuk putriku melalui Email, hati saya terenyuh.. saya menyadari bahwa kamu sepertinya memang benar-benar tulus, saya akan memberikan kesempatan untuk kamu” Ujarnya
Sisca langsung memeluk papanya sambil menangis “ini serius pa?”
Anton mengangguk “kekasihmu mempunyai bakat sebagai penulis, dia bisa membuat hatiku mencair hanya dengan membaca tulisannya”
Sisca memeluk mamanya juga
Sedangkan Bobby tersenyum senang dan bahagia, Ia tidak menyangka bahwa tulisan di Email itu sangat membantunya.
“Sisca.. kamu bisa lanjutkan kuliahmu di jakarta, selesaikan kuliahmu dengan baik” lanjut Anton
Perasaan senang antara Sisca dan Bobby bertambah berlipat-lipat ganda.
Irma memeluk Anton bangga karena telah mengikhlaskan masalah yang terjadi dulu.
Ke esokan harinya perjalanan Sisca dan Bobby ke Jakarta ditanggung semua oleh Anton, bahkan mereka diantar saat menuju ke Airport. Sungguh hari yang sangat menyenangkan.
Dipesawat tangan Sisca selalu memegang erat tangan Bobby hingga Ia terlelap tidur.
Author gak tega mereka pisah lama-lama🥺
ok lah cusss🚴
gantilah kalimatnya ,jangan menggunakan kalimat seolah" Bobby tau kebenarannya.
begini lebih baik " aku gak tau sayang apa yg terjadi saat itu..apakah aku bener melakukannya atau tdk."
gitukan enak bacanya, jangan buat bobbynya seolah tau pdhl Lo aja menggambarkan Bobby mabuk berat belum lagi tanpa busana.
bukti pertama, Bobby sangat mabuk sampai gak ingat apa"
kedua.. itu adalah kesempatan Mita
ketiga Bobby tdk mekaia busana.
jadi menutur ceritanya..logika lah yg menang dan benar
gw seperti orang bodoh dengan beberapa part dinovel ini..astagaaaa/Bye-Bye/
maaf aja thor
GAK NYAMBUNG..TAU GAK?
makanya kasih klu atau penasaran jangan langsung inti kalo Bobby emng sdh melalakukannya. BUAT READERS PENASARAN BUKAN MALAH DIBUAT CERITA BOBBY SDH MELAKUKANNYA BARU DIPART SELANJUTNYA MALAH DIELAK. KELIATAN LAH GAK NYAMBUNGNYA./Facepalm//Drowsy/