NovelToon NovelToon
CEO Arogan Jatuh Cinta

CEO Arogan Jatuh Cinta

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: B.E.P

Dave merupakan CEO di perusahaan properti. ia dikenal sabagai bos yang arogan. Setiap penjualan yang tidak mencapai target, ia tidak ragu untuk memecatnya. Sudah banyak karyawan yang menjadi korbannya.

Disisi lain, ada seorang wanita pekerja keras, lembut dan baik hati. Namanya Emma. Ia seorang kurir pengantar pizza.

Emma tinggal bersama dua adiknya yang masih sekolah di SD. Ibunya sudah lama meninggal. Tepatnya saat melahirkan adiknya yang terakhir. Ayahnya adalah seorang penjudi yang selalu kalah. Hutangnya sangat banyak.

Emma memilih tinggal di sebuah apartemen dengan harga sewa yang terjangkau. Ia akan bekerja kerasa untuk memenuhi kebutuhan hidup dan ia tak peduli pada ayahnya.

Perusahaan properti, perkembangannya selalu menurun. Ayahnya Dave, langsung ambil alih pimpinan. Ia menegur keras kearoganan Dave.

Sebagai pembelajaran hidup, ayahnya membuat Dave bekerja ditempat pamannya dan disitulah ia mendapat pelajaran hidup dari Emma.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon B.E.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#Bab 21

Seminggu berlalu begitu cepat. Hari senin di minggu kedua bulan Juni, Pak Hudson akan membuat sebuah keputusan. Ia akan memindahkan Emma ke bagian kasir. Karyawannya yang berposisi dibagian itu, dua hari lalu telah mengajukan resign, kemarin adalah hari terakhir karyawannya bekerja dan hari ini mau tidak mau ia harus segera mencari penggantinya.

Melihat Dave yang sudah berkembang dan mampu berdaptasi dengan lingkungan kerja di toko pizzanya, mungkin ini saatnya untuk mengakhiri tugas tambahan Emma—membimbing pria itu sampai bisa bekerja dengan baik.

Pak Hudson turun dari ruangannya dilantai dua. Saat sampai lantai bawah, Dave dan Emma sedang menata pizza untuk pengantaran kedua siang ini. Mereka berdua sangat akrab dan dekat, seperti dua orang yang sudah lama berteman.

Pak Hudson menyunggingkan senyuman dan berhenti dekat dapur sambil terus mengawasi mereka berdua. Dave, keponakannya itu terlihat lebih bahagia, tidak seperti di hari pertama yang selalu mengeluh lelah. Begitu juga dengan Emma, di hari pertama ia tampak dingin dan cuek pada keponakannya, namun hari ini perempuan itu terlihat nyaman didekat Dave. Obrolan mereka juga mengalir dengan asyik.

Melihat kebersamaan mereka berdua, entah kenapa Pak Hudson jadi ragu untuk memisahkan Emma dari keponakannya. Hatinya serasa tak tega setelah melihat mereka kompak dan serasi. Apalagi hasil pengantaran mereka berdua selalu mendapat ulasan positif.

Tiba-tiba ponselnya bergetar didalam saku celana, Pak Hudson segera memeriksa siapa yang menelponnya. Ternyata panggilan masuk dari Pak Thomas. Ia pun segera menerima panggilan itu.

"Halo, Thomas. Ada apa ?"

"Iya, Hudson. Maaf kalau aku mengganggu waktu istirahatmu."

"Tidak, tidak. Kamu tidak menggangguku."

"Aku ingin menanyakan soal anakku. Bagaimana perkembangannya ?"

"Dia sudah banyak berkembang. Sekarang dia mampu bersikap baik pada rekan kerjanya dan aku sama sekali tidak melihat sisi arogannya. Ini hasil yang diluar dugaanku, karena aku pikir dia butuh waktu lama untuk merubah sikap, tapi kenyataannya dia hanya butuh beberapa hari saja."

"Luar biasa. Apa yang kamu lakukan kepadanya sehingga Dave bisa berubah begitu cepat ?"

"Jujur saja, aku tidak melakukan apa-apa. Aku selama ini hanya mengawasinya. Yang banyak merubah sikapnya adalah Emma."

"Emma ? Siapa dia ?"

"Dia karyawanku yang sudah bekerja selama setahun disini. Sejak aku minta dia untuk membimbing anakmu, sikap Dave perlahan berubah. Dia jauh lebih kompak, bisa menghargai teman kerjanya dan yang aku dengar dari Emma, anakmu sekarang sangat ramah dan sopan."

"Aku kagum padanya. Aku dan istriku saja belum tentu bisa merubah sikap Dave. Sepertinya dalam beberapa hari lagi dia siap kembali ke posisinya."

"Aku pikir kamu jangan terlalu terburu-buru. Lebih baik biarkan Dave bekerja disini selama tiga puluh hari sesuai kesepakatan kita. Satu hal penting yang aku ingin katakan, sepertinya Dave dan Emma tidak bisa dipisahkan. Mereka sangat dekat dan aku lihat sendiri kalau Dave selalu bahagia di dekat Emma."

"Dekat ? Memangnya Dave dan Emma sedekat apa ?"

"Intinya sangat dekat. Mereka tinggal di satu gedung apartemen yang sama, berangkat dan pulang juga selalu bersama. Mereka tampak serasi."

"Kenapa aku jadi ragu untuk meminta Dave pulang, ya ? Kalau keadaannya seperti itu, Aku titipkan Dave kepadamu dan Emma, sampai genap tiga puluh hari sesuai kesepakatan. Setelah itu, aku akan meminta Dave pulang."

"Baiklah, Thomas. Tapi kamu jangan sampai melupakan Emma. Dia yang bekerja keras untuk merubah anakmu."

"Tentu aku tidak akan melupakannya. Kalau begitu terima kasih atas kabarnya."

"Sama-sama, Thomas."

Panggilan pun berakhir. Pak Hudson akhirnya kembali ke ruangannya dilantai dua. Ia mengurungkan niatnya untuk memindahkan Emma ke bagian kasir.

...----------------...

Hari demi hari berlalu sangat cepat. Tanpa disadari hari ini tepat satu bulan Dave bekerja di toko pamannya. Saatnya untuk Dave meninggalkan pekerjaan yang ia anggap rendahan dan kembali ke posisi CEO yang nyaman.

Sore hari, Dave dan Emma sudah selesai melakukan pengantaran pizza hari ini. Mereka duduk santai di kursi panjang ruang tunggu kurir sambil membahas kejadian saat bertemu pelanggan.

Kejadian hari ini sangat lucu. Saat melakukan pengantaran pizza, Dave berhadapan dengan seorang nenek yang pikun, yang lupa kalau ia pernah memesan pizza. Awalnya obrolan nyambung, tapi ditengah-tengah nenek itu tiba-tiba lupa. Bahkan ia sempat tidak mau menerima pizza.

Melihat kejadian itu, Emma yang berdiri didekat Dave harus menahan tawa karena sikap pria itu yang berusaha menjelaskan kepada nenek didepannya, harus rela mengulangi perkataan demi nenek itu paham. Ekspresi pria itu tidak bisa bohong. Dave terlihat tertekan dan frustasi karena nenek itu juga tidak segera paham. Untungnya, tidak lama kemudian suami nenek itu datang. Suasana kocak itu pun mereda. Akhirnya pizza diterima dan mereka berdua bisa melanjutkan pengantaran.

"Aku sangat bingung kepadamu, Emma ? Saat kita mengantar pizza ke nenek yang tinggal di apartemen Rose White, kenapa kamu tidak membantuku menjelakan kepadanya ?" tanya Dave.

"Maaf, Dave. Bukan aku tidak mau membantumu. Tapi tadi itu kejadiannya benar-benar lucu," jawab Emma. Ia membayangkan kembali bagaimana ekspresi Dave yang sudah lelah menjelaskan panjang lebar kepada pelanggan tapi akhirnya hanya dijawab, "Hah ?" Dengan ekspresi nenek itu yang bingung.

"Apanya yang lucu ?" Dave kesal dengan lirikan sinis.

"Lebih baik kejadian tadi tidak perlu dibahas lagi. Setiap aku mengingatnya rasanya ingin tertawa," jawab Emma.

Dari kejauhan Pak Hudson datang menghampiri mereka.

"Dave, ada yang ingin aku bicarakan kepadamu. Ayo ikut sebentar ke ruanganku ?" ucap Pak Hudson setelah sampai didekat Dave dan Emma.

"Ingin membicarakan apa, Paman ?"

"Aku akan jelaskan nanti diruanganku. Aku tunggu disana ya," jawab Pak Hudson sambil melangkah kembali keruangannya. Tidak lama kemudian, Dave menyusulnya.

...----------------...

"Paman, ingin membicarakan apa ?" tanya Dave. Ia sudah duduk dikursi depan meja ruangan Pak Hudson dilantai dua.

"Hari ini, tepat tiga puluh hari kamu bekerja dengan paman. Artinya hari ini merupakan hari terakhirmu disini. Nanti malam, ayahmu akan menjemputmu untuk pulang. Melihat perkembanganmu sepertinya ayahmu akan mengembalikan jabatan CEO mu." jelas Pak Hudson.

"Tiga puluh hari ? Kenapa aku tidak menyadarinya ?" ucap Dave. Mungkin karena ia terlalu nyaman selalu bertemu Emma, tanpa disadari waktunya bekerja sudah berakhir.

Ada suatu beban kesedihan dihatinya saat Dave tahu akan pulang hari ini. Padahal, hari pertama ia sangat menunggu-nunggu hari ini. Seharusnya ia bahagia bisa meninggalkan pekerjaan yang melelahkan dan akhirnya juga, ia bisa meninggalkan apartemen minimalisnya yang membuat punggung selalu sakit. Namun, yang saat ini ia rasakan kebalikan dari itu semua. Entah kenapa ini semua bisa terjadi.

Dave terdiam. Ia tampak kecewa.

"Kenapa kamu seperti kecewa ? Bukankah kamu sangat menunggu hari ini," kata Pak Hudson.

"Aku tidak tahu paman. Rasanya seperti berat sekali untuk meninggalkan tempat ini."

"Paman tahu, apa yang membuat hatimu begitu berat." sahut Pak Hudson. Seketika Dave menatapnya dengan penasaran. "Kamu tidak akan bisa bertemu Emma," lanjutnya.

Benar, Emma. Aku tidak akan bisa bersamanya lagi. Batin Dave tiba-tiba berucap seperti itu. Seakan membenarkan bahwa dirinya akan kehilangan perempuan itu.

Tiba-tiba Dave berdiri. "Kamu benar paman. Aku tidak bisa jauh dari Emma," ucapnya. Ia lalu bergegas keluar ruangan. Menapaki lantai tangga dengan cepat ingin menemui Emma di ruang tunggu kurir. Namun, saat ia sampai sana, perempuan itu tidak ada.

Dave lalu berjalan keluar. Saat melihat ke halte, ada bus yang sedang berhenti. Kemungkinan Emma ada disana. Ia pun berlari, berharap perempuan itu belum masuk kedalam bus.

"Emma ! Emma ! Tunggu sebentar ! Ada yang ingin aku bicarakan !" seru Dave setengah berteriak sambil mengerahkan seluruh tenaganya berlari.

Namun, ia terlambat. Bus yang dinaiki Emma sudah bergeser meninggalkan halte persis saat ia tiba. Dave membungkuk, menopang kedua lututnya dengan napas terengah-engah dan dada naik-turun menahan lelah. Dari balik kaca jendela bus yang mulai menjauh, Emma menatapnya dengan kening berkerut penuh kebingungan.

1
Endah Lestary
ceritanya simpel ga ribet mikir dan ga kepanjangan pula.semoga semakin sukses 🥰
Putry Chan
jadi dia bos nya harus nungguin tanggapan orang ini dulu
@Semua orang
ya udh aku tinggal jejak di sini yah, semoga si author menepati yg di katakannya. semangat thor 💜💜💜
@Semua orang
ini pilihannya yg mana motor atau skuter
@Semua orang
hallow em.
@Semua orang
ala ebew
@Semua orang
PD banget om
@Semua orang
kayaknya ni org macam kayak aki mono itu ih.
@Semua orang
ho'oh
@Semua orang
hah cepet banget pak james, aneh. oh iya saran dari aku itu setelah tanda kutip hurufnya harus kapital udh itu aja.
@Semua orang
sekeras apapun cari duit org juga butuh rileksasi om
@Semua orang
dor
@Semua orang
di gw mah gerah bukan dingin, blm hujan lagi.
@Semua orang
hallow pak, salken pak.
Rumah Pena
lanjuuut
Rumah Pena
ceritanya seru dan menarik. lanjuttttt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!