Bagaimana jadinya jika kalian tiba-tiba di jodohkan oleh kedua orang tuamu, langkah apa yang akan kalian ambil. Menerima atau menolak perjodohan tersebut!
Yuk ikuti kisah Lexa dan David yang terpaksa menerima perjodohan tersebut demi kebahagiaan kedua orang tuanya. Hingga keduanya terjerat sendiri dengan perjodohannya
Para pemeran utamanya di ambil dari sekuel cerita Mafia vs Gadis Bercadar dan Mafia Couple Love. Semoga kalian suka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alif Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
First Kiss
Habis pulang kerja, Lexa tak lupa menyempatkan waktunya untuk mampir ke toko swalayan untuk berbelanja bahan pokok kebutuhan rumah tangga nya.
Ia pun menggunakan kartu black card pemberian David untuk berbelanja segala kebutuhan rumah tangga nya. Lexa terlihat lelah membawa beberapa kantong kresek barang belanjaan nya melewati lorong apartemen, sesekali Lexa berhenti sejenak untuk menarik nafas dalam-dalam karena merasa lelah membawa barang belanjaan yang begitu banyak.
Lexa kembali berjalan menuju unit apartemen David. Ia terus berjalan hingga tiba di depan pintu apartemen David. Lexa meletakkan terlebih dahulu kantong kresek barang belanjaan nya. Lalu membuka akses pintu apartemen menggunakan beberapa digit angka yang sempat diberitahukan oleh David.
Lexa bergegas masuk ke dalam apartemen dan dengan cepat membawa barang belanjaan nya ke dapur.
"Huff, aku seperti ibu rumah tangga yang sesungguhnya" ucap Lexa yang meletakkan barang belanjaan nya di atas pantry.
Lexa kembali mengeluarkan barang belanjaan nya yang merupakan bahan pokok kebutuhan rumah tangga nya. Lexa dengan gesit membersihkan terlebih dahulu sayur-mayur dan buah-buahan di wastafel, kemudian menyusunnya di dalam kulkas bersama daging dan ikan yang sudah memenuhi freezer.
"Akhirnya beres juga. Untungnya aku tadi mampir di restoran Ziva untuk beli makanan kesukaan ku, jadi tinggal di panaskan. Semoga David juga suka. Aku butuh air dingin untuk menyegarkan tubuh ku yang sangat lelah bekerja seharian"ucap Lexa sambil meregangkan otot-otot nya.
"Saatnya bersih-bersih dulu"ucap Lexa kemudian bergegas ke kamar.
Saat di ruang tamu, Lexa berpapasan dengan David yang juga baru pulang kerja.
"Kamu pulang dengan siapa?" tanya David yang meletakkan tas kerjanya di atas meja. Lalu memilih duduk di sofa sambil melepaskan dasinya yang terasa mencekik lehernya.
"Aku pulang bersama Tom, kebetulan mobil ku masih di rumah ayah, besok Tom akan mengantarnya ke apartemen" ucap Lexa, kemudian kembali melangkahkan kakinya ke kamar.
"Bagus, aku hanya tidak ingin kamu terlalu dekat dengan lawan jenis" ucap David dingin.
Seketika itu, Lexa menghentikan langkahnya.
"Apa maksud kamu berkata seperti itu"ucap Lexa yang kembali berbalik badan menatap ke arah David.
"Ingat, sekarang status mu sebagai istri ku, jadi jangan macam-macam di luar" ucap David dingin lalu bangkit dari duduknya.
"Tak perlu mengingatkan ku seperti itu. Harus nya kamu sendiri yang menasehati diri mu, kalau perlu tobat sekalian dari kelakuan bejad mu selama ini"ucap Lexa dingin kemudian memilih berjalan ke kamar.
David hanya mampu menghembuskan nafasnya dengan kasar, ia pun memilih berjalan menuju kamarnya. Saat di dalam kamar, David membuka kesal jasnya lalu melemparnya sembarang di atas sofa.
"Ada apa dengan diriku, mengapa aku begitu kesal melihat Lexa jalan berdua dengan Tom"ucap David sambil berdengus kesal.
David kembali mengingat kejadian tadi sore...
David tengah duduk di kursi kebesarannya sambil melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan jam pulang. David tersenyum tipis yang memegangi ponselnya.
"Ini sudah jam pulang, apa aku perlu menjemput istri galak ku, tapi kalau di pikir-pikir, dia pasti tidak akan pulang bersama ku. Mengingat tadi pagi, ia lebih memilih numpang di mobil siapa lagi....aaatom" ucap David kesal.
"Sebaiknya aku jemput saja, ini langkah awal untuk menundukkan istri super galak" ucap David tersenyum tipis.
David lalu bangkit dari duduknya dan langsung menyambar tas kerja nya dan kunci mobilnya. David bergegas keluar dari ruangan nya. Ia akan menjemput wanita yang sudah berstatus sebagai istrinya.
Boby yang melihat kedatangan nya dengan cepat menghampiri nya.
"Saya mendengar kabar bahwa perusahaan Royal jatuh bangkrut dan pemilik perusahaan nya sedang di rawat di rumah sakit
karena mengalami kecelakaan, sepertinya kita tidak perlu berurusan lagi dengan perusahaan Royal tuan" ucap Boby menjelaskan.
Itulah akibatnya jika bermain-main dengan David Mayer. Aku tidak akan membiarkan orang lain menang di atas penderitaan ku. Aku sudah merelakan wanita yang pernah mengisi hati ku bersamanya dan sekarang giliran wanita **** itu yang harus mendapatkan pelajaran. Batin David tersenyum kemenangan.
"Hemm" ucap David lalu melenggang pergi.
Kini David sudah berada di area parkir perusahaan Damanik. David memilih berdiam diri di dalam mobil sambil memperhatikan pintu keluar perusahaan Damanik. Berharap bisa melihat Lexa keluar dari pintu tersebut.
David mengepalkan tangannya melihat wanita yang sedari tadi ditunggu-tunggu kehadirannya malah berjalan bersama dengan seorang lelaki, bahkan mereka terlihat akrab sambil tertawa lepas.
David mencengkeram ponselnya dengan kesal, ia sebenarnya ingin menghubungi Lexa tentang keberadaan nya di perusahaan Damanik, namun David memilih mengurungkan niatnya, karena ia pikir terlalu berlebihan. Makanya ia hanya memilih menunggu Lexa di dalam mobilnya.
"Sial, tidak sesuai dengan harapan ku" ucap David sambil berdengus kesal.
David hanya mampu melihat Lexa masuk ke dalam mobil Tom, hingga mobil Tom melaju meninggalkan perusahaan tersebut. David kembali mengikuti mobil mereka, entah mengapa pikirannya serba salah.
Ia pun seperti orang bodoh yang sedang membuntuti Lexa dengan pria lain hingga terus mengikuti mobil di depannya.
"Mengapa aku terus mengikutinya, aku seperti kurang kerjaan saja"ucap David kesal dan memilih putar balik ke sebuah kedai kopi tongkrongan nya bersama para rekan bisnisnya.
David selalu menyempatkan waktunya sehabis pulang kerja untuk ngopi bersama dengan rekan bisnisnya. Seperti yang ia lakukan saat ini duduk bersama dengan rekan bisnisnya di meja yang sama.
David tersentak kaget mendengar teriakkan Lexa dari luar. Ia pun langsung menghampiri Lexa.
"David!" teriak Lexa yang sedang berdiri di depan pintu kamar David yang tampak segar dan seksi
"Hemm, ada apa!"ucap David yang membuka pintu kamarnya dan betapa terkejutnya ia melihat penampilan Lexa saat ini.
Bagaimana tidak terkejut, Lexa hanya mengenakan handuk dan begitu seksi di depan matanya. David berusaha untuk mengontrol dirinya entah mengapa aset berharga nya langsung on hanya melihat penampilan Lexa. Maklum dirinya lelaki normal, namun tidak biasanya ia langsung bereaksi secepat ini hanya melihat wanita mengenakan handuk.
Padahal ia sering melihat mantan kekasihnya bertubuh polos, termasuk Hanum yang selalu saja menggodanya. Namun ia tidak langsung bereaksi seperti ini.
"Koper ku mana, tadi pagi aku sudah menyimpan nya di kamar sebelah, tapi sekarang sudah tidak ada lagi. Apa kamu menyembunyikan nya"ucap Lexa sambil memegangi handuk nya, takutnya melorot.
"Mungkin Bi Maya sudah menyusunnya di dalam lemari "ucap David santai.
"Lemari mana! aku sudah memeriksanya di dalam kamar yang ku tempati"ucap Lexa cepat.
"Coba cari di dalam lemari ku, menggangu saja"ucap David dan memilih meninggalkan Lexa. David tidak kuat terus-menerus berada di dekat Lexa yang hanya mengenakan handuk, bisa-bisa ia lepas kendali dan menerkam Lexa saat ini juga.
David bergegas masuk ke dalam toilet untuk membersihkan tubuhnya dan sekaligus menjernihkan pikiran kotornya. Sedangkan Lexa mulai mencari keberadaan kopernya hingga membuka satu persatu lemari pakaian David.
"Rupanya pakaian ku sudah tersusun di dalam lemari David"ucap Lexa sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar.
Lexa mengambil beberapa pakaian nya, lalu membawanya ke kamar sebelah. Ia tidak ingin memakai pakaian nya di kamar David. Kini Lexa sudah mengenakan pakaian lengkap dengan hijab yang selalu bertengger di kepalanya.
Lexa mulai memanaskan kembali makanan yang habis ia beli untuk makan malamnya kali ini. Setelah itu, Lexa kembali menata makanan di atas meja sambil menunggu kedatangan David.
"Kamu masak apa" ucap David dari arah belakang.
"Aku tidak masak, cuman beli di luar"ucap Lexa yang sudah menempati kursinya.
"Oh"ucap David, kemudian memilih duduk berhadapan dengan Lexa.
Lexa terlihat telaten mengambilkan makanan di piring David. David hanya mampu memperhatikan gerak-gerik istrinya hingga senyuman kembali menghiasi bibirnya.
"Segini saja?" ucap Lexa.
"Ya"ucap David cepat.
Kemudian mereka mulai menikmati makan malam bersama tanpa adanya obrolan, hanya sendok dan garpu yang beradu di ruangan itu. David terus saja curi-curi pandang ke arah Lexa, namun Lexa terlihat acuh sambil menikmati makanannya. Setelah selesai makan, Lexa kembali membersihkan meja makan dan mencuci piring kotor yang habis digunakan.
Sementara David memilih ke ruangan kerjanya. Kini David sudah menempati meja kerjanya dan kembali berkutat dengan laptopnya untuk memeriksa kembali email masuk.
Lexa tengah berbaring di sofa sambil bertelepon ria bersama Nisa dan Tom.
"Kalian harus melakukan persiapan sebelum acara puncak tahunan perusahaan kita di gelar. Ingat harus spektakuler dan jangan lupa kita melakukan bakti sosial terhadap para anak yatim di setiap panti asuhan"ucap Lexa tegas.
"Baik nona direktur"ucap mereka kompak.
"Nisa tolong kirim kembali laporan anggaran perusahaan yang belum sempat di revisi. Aku ingin kembali memeriksanya"ucap Lexa.
"Baik nona" ucap Nisa.
Tak berselang lama kemudian, sebuah notifikasi email masuk di ponselnya.
"Laporan nya sudah masuk, aku periksa dulu"ucap Lexa yang ingin mengakhiri sambungan telepon nya.
Nisa memilih mengakhiri sambungan telepon nya, karena ia ingin kembali menyelesaikan pekerjaan yang belum usai di kantor.
"Hei tunggu dulu, aku tidak sempat menanyakan perihal pernikahan mu"ucap Tom.
"Jangan di bahas sekarang, aku ingin memeriksa terlebih dahulu email masuk di ponsel ku"ucap Lexa.
"Bagaimana ya kira-kira hubungan kamu dengan play boy itu, apalagi sampai satu atap dengannya"ucap Tom sambil tertawa.
"Tom tak perlu mengurusi ku"ucap Lexa dingin.
"Jika play boy itu macam-macam di luar dan melakukan perselingkuhan dimana-mana, aku bersumpah tidak segan-segan untuk memotong kelaminnya"ucap Tom kesal.
"Apa-apaan kamu ini, itu bisa menghancurkan masa depan nya"ucap Lexa tersenyum.
"Dari pada dia mengkhianati mu, sebaiknya bikin apes saja hingga ia menyesal tidak akan mengulangi nya lagi"ucap Tom.
"Tom, jangan dibahas lagi, ha ha ha. Memang kamu terkenal kejam hingga detik ini"ucap Lexa tersenyum.
"Aku memang kejam tuan putri, dan tak suka yang namanya pengkhianatan. Lagian aku hanya ingin menghilangkan kelaminnya tidak sampai membunuhnya"ucap Tom tegas.
"Ha ha ha, Tom Tom, kamu banyak bicara juga"ucap Lexa tertawa terbahak-bahak hingga tawanya terdengar oleh sepasang mata yang sedang berdiri di ambang pintu kamar sambil mengepalkan tangannya.
"Sudah dulu, aku ingin mengecek laporan masuk di email ku"ucap Lexa yang memilih mengakhiri sambungan telepon nya.
Lexa beranjak dari tempatnya kemudian ia pun memilih berjalan menuju dapur untuk mengambil air minum, maklum tenggerokan kering habis bercerita dengan bawahannya.
Sementara sepasang mata ikut mengikutinya ke dapur. Lexa memilih duduk di kursi lalu meneguk air putih secara perlahan hingga tandas. Lagi-lagi Lexa terkejut melihat keberadaan David di belakangnya.
Lexa dengan cepat beranjak dari duduknya, tanpa menyapa David. Lexa berjalan santai di samping David, namun baru beberapa langkah, langkah nya terhenti karena pergelangan tangannya kembali di cekal oleh David.
"Hei ada apa ini, lepaskan tanganku"ucap Lexa ketus.
Namun David tidak bergeming di tempatnya. Ia malah menarik tangan Lexa dengan kasar lalu mendorong tubuh Lexa hingga terjebak di dinding. Lexa terlonjat kaget sambil mengepalkan tangannya. Sementara David sudah berdiri di hadapannya dengan raut wajah sulit diartikan.
"Apa-apaan kamu, main doro...."
Lexa tidak mampu melanjutkan ucapannya, bibir nya sudah di bungkam oleh bibir David. David terus mencium bibirnya dengan rakus bahkan disertai l*****. Lexa terus memberontak agar David melepaskan dirinya. Namun David begitu menggila mencium bibir yang selalu saja berkata kasar kepadanya.
David tidak akan melepaskan ciumannya, ia semakin memperdalam ciuman nya bahkan mulai menuntut untuk lebih dari sekedar ciuman. Lexa terus saja memberontak, namun usaha nya sia-sia karena David kembali mengunci pergerakan tubuhnya.
First Kiss ku, aku tidak rela di ambil oleh si play boy. Batin Lexa marah.
Bersambung.......
Jangan lupa like, love, komen dan vote ya teman-teman 🙏🙏🙏
Biar author semangat nulisnya 😊