NovelToon NovelToon
The Shadow Fears

The Shadow Fears

Status: tamat
Genre:Action / Misteri / Horor / Sudah Terbit / Tamat
Popularitas:345.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: Adine Indriani

Menceritakan tentang Detektif Dean sebagai seorang Kapten polisi yang memecahkan misteri pada kasus-kasus pembunuhannya. Petualangannya bersama rekannya Bima membawa mereka pada pengalaman mengungkap para pembunuh di sekitarnya. Ada kasus yang benar-benar membuat Dean akhirnya mengungkap trauma masalah lalunya. Pertemuannya dengan korban pemerkosaan di sebuah Kampung Orang menjadi titik awal bagi Dean mengulik pikiran seorang pembunuh.

Cerita ini akan membawamu ikut berpetualang dalam misteri dan aksi yang menakjubkan. Kamu akan terbawa oleh pikiran terkelam seorang pembunuh hingga tidak menyadari jika mereka ada di dekatmu. Jangan pernah lengah untuk selalu berhati-hati karena bisa jadi kamu ada dalam pikiran seorang pembunuh.

Pembunuh yang haus akan keinginan membunuhnya.

#Novel ini sarat dengan adegan horor, aksi dan misteri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adine Indriani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22 Silence Witness or Killer

Sudah beberapa kali wawancara terhadap tersangka Edgar tetapi selalu bungkam. Dirinya

bersedia untuk dihukum seberat-beratnya. Namun sebagai penyidik, pengakuan seorang pembunuh menjadi momen yang paling penting.

Jika tidak hanya akan menjadi beban pikiran meskipun bukti-bukti banyak yang mendukung. Edgar tetap saja tidak mau mengatakan bahwa dirinya telah membunuh tiga orang. Tetapi bersedia untuk menandatangani semua kesaksian yang dibacakan penyidik didepan pengacaranya.

 

Bahkan pengacaranya tidak bisa membelanya secara maksimal karena keputusan bungkam kliennya. Edgar hanya selalu menyetujui apa yang disangkakan penyidik kepadanya. Hal ini membuat Kapten Dean menjadi geram dan gusar karena sikapnya itu. Akhirnya wawancara terakhir sebelum perkara dilimpahkan ke pengadilan,

Dean mencoba untuk mengungkap yang sebenarnya terjadi.

Dean ingin tahu motifnya membunuh tiga orang itu, benarkah karena cinta atau karena Edgar memang seorang psikopat. Hari itu Dean ditemani oleh seorang ahli kejiwaan kriminal mencoba untuk mendalami kepribadian Edgar.

Dean mencari akal untuk memancing Edgar berbicara. Dan yang paling membuatnya tertarik adalah rasa ketertarikannya kepada korban Enggar. Dean menyodorkan sebuah foto dihadapannya. Foto Enggar.

Mata Edgar langsung berbinar dan ingin meraih foto itu meskipun kedua tangannya terbelenggu borgol besi yang dingin dan ketat itu. Dean tidak membiarkannya begitu saja, Dean mengambil foto itu untuk memancing emosinya. Edgar terlihat kesal merasa dipermainkan.

“Biarkan aku menyimpannya!” sembari merebut foto itu.

Namun, Dean tidak membiarkannya. Niatnya hanya ingin menggodanya dan memancingnya untuk bicara.

“Apakah kau senang disini untuk waktu sekitar dua puluh tahun hingga seumur hidup?”

Edgar menarik punggungnya kebelakang.

“Apa kau tidak rindu melihatnya kuliah .…” Sembari memperlihatkan wajah Enggar difoto

itu.

Edgar tersenyum bahagia.

“Melihatnya berjalan-jalan yang selalu kamu lalui .…”

Edgar semakin melebarkan senyumannya.

“Melihatnya menikah dengan ….”

“Tidaaaaaaaakkkkkkkkkkkkk!” tiba-tiba Edgar berteriak penuh amarah.

Mengguncang-guncangkan meja dan tempat duduknya seakan melimpahkan kemurkaan.

“Aku kira kamu tidak keberatan jika akhirnya Enggar menikah dengan ….”

“Kau akan mati ditanganku. Kau akan mati!” Edgar histeris seperti orang gila.

“Ok, tapi kenyataannya kau yang mendekam disini selamanya dan kenyataan diluar sana … hehehe”

“Apa yang kau inginkan dariku, keparat!”

Dean gusar dan menarik kepala Edgar dan memegangnya dengan kasar. Dean mengatakan

sesuatu yang membuatnya semakin kesal.

“Kau seorang pembunuh yang *****, membunuh hanya karena urusan cinta!” mengucapkan itu didepan wajahnya.

“Hahaha. Kau sendiri tidak pernah merasakan cinta, kau hanya manusia yang kesepian. Mengejar orang-orang sepertiku siang dan malam. Hingga dalam pikiranmu hanya ada aku. Hahaha. Kau yang bodoh dan melewatkan untuk jatuh cinta. Hahaha, dasar bodoh!”

“Sialan!”

“Hahaha. Benarkah? Apa yang kukatakan?” Edgar berhasil membalas Dean.

Dean kesal dan meninggalkan Edgar dengan emosi. Bisa gila kelamaan bicara dengannya.

“Hahaha ….” Edgar tertawa dengan puas.

Dean masuk keruangan gelap dan melihat Edgar diwawancara oleh seorang ahli kejiwaan.

Bima yang berada disana memandang Dean yang sedang kesal.

“Apa?”

“Beneran Kapten belum pernah jatuh cinta?”

“Bim, mau keluar dari tim ini?”

“Tidak Kapten, sorry.”

.Bisanya hanya mengancam, dasar Kapten yang kesepian.

“Hehehe ….” Bima terkekeuh sedikit.

Setelah hampir dua jam dari balik sana mereka melihat Edgar menandatangani semua berkas. Tak lama Dean mendapatkan telepon dari ruang otopsi.

“Dean, dari jejak sepatu dirumah korban Suci dan Dewa terindikasi sepatu wanita dan layangan pukulan ke korban dengan balok kayu sepertinya kidal.”

Dean melihat Edgar yang sedang menandatangani berkas itu dan memperhatikan dengan jelas, Edgar menggunakan tangan kanan dan teringat waktu dirumah sakit Enggar menandatangani berkas dengan tangan kiri.

Dean langsung berlari dan mengerahkan seluruh unit polisi untuk menuju kerumah Enggar dan meminta surat penggeledahan.

“Bim, minta surat penggeledahan rumah Enggar sekarang juga dan kerahkan beberapa unit kerumahnya.”

“Apa yang terjadi Kapten?” Bima penasaran.

“Nanti dimobil saja akan kuceritakan.” Sembari bergegas ke mobilnya.

“Siap Kapten,” ucap Bima mempercepat langkahnya.

1
Apin Zen
Nice
.
nice thor
Elina Simbolon
kubaca ulang untuk ke 4 kalinya 🤗
Ariful
nak tumpang promote cerita saya “KIUB” terima kasih
xsisih
kembali bersama ? berarti sebelumnya sudah pernah bertemu
xsisih
penasaran
xsisih
kereen banget Thor
xsisih
nyesel baru nemuin ni novel
Adinda
duh sedih...😥
Adinda
sempat mengira enggar akan bunuh diri ternyata benar
Adinda
dari awal saya menebak memang enggar pelakunya walau ada keraguan yang bunuh c abi adalah suci
Adinda
jadi tanda tanya ketika ingat dialog c abi dan perempuan yang mendatanginya. kamu sudah besar sekarang dan bertambah cantik. apakah kamu menyukainya dan ingin mengulanginya. suci kah yang membunuh c abi?
Adinda
c abi kayaknya enggar yang bunuh deh. tapi tebakan saya dari awal enggar yang bunuh semua
Adinda
mungkin kedatangan edgar dalam kehidupan enggar untuk menebus rasa bersalahnya
Adinda
nah part ini masih teka-teki
Adinda
saya berempati dengan tokoh enggar. semoga dia baik-baik saja. artinya tidak sampai di ketahui polisi kalau dia pembunuhnya.
Adinda
hahaha ada dialog kocak juga
Adinda
ternyata foto enggar tidak ada dalam file c abi y...
Adinda
geram dengan c abi. kepengen dia di hidupkan lagi dan di bunuh berulang-ulang dengan cara yang sangat menyakitkan
Adinda
semoga edgar bisa menghapuskan semua trauma enggar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!