Naura seorang gadis yang cantik dan baik. Namun semua berubah sejak ibunya meninggal karena mengetahui perselingkuhan ayahnya dengan seorang wanita muda.
Naura yang bertengkar dengan ayahnya dan pergi dari rumah, bertemu dengan seorang pria yang membuatnya jatuh cinta karena perhatian dan kebaikannya.
Tapi tak disangka ternyata pria yang membuat Naura jatuh cinta itu adalah pria masa lalu ibu tirinya.
Apakah Naura bisa menerima kenyataan jika pria yang ia cintai merupakan pria yang juga sangat ibu tirinya cintai.
ig reni_nofita79
fb reni nofita
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab Dua puluh Dua
Naura berjalan mendekati tempat Raffa duduk. Ia lalu duduk disamping Raffa.
"Kamu apakan Santi" bisik Naura
"Nggak ada, aku cuma sedikit menasehati"
"Kamu kenapa menangis " ucap Naura ditujukan pada Santi.
Santi memandangi Naura dengan wajah yang penuh amarah.
"Jangan berpura-pura baik, kamu hanya ingin menarik simpati Raffa "
"Aku bertanya dengan baik, kenapa kamu jawabnya ketus. Buat apa aku menarik simpati Raffa. Aku bukan kamu yang bermuka dua"
"Aku tidak akan pernah membiarkan kamu bahagia diatas penderitaan yang aku alami. Aku sangat membencimu. Kenapa semua yang aku inginkan , kamu miliki. Harta, kecantikan dan cinta."
"Aku nggak mengerti apa yang kamu katakan"
Santi berdiri dari duduknya. Ia berdiri di samping Naura.
"Dengarkan baik baik, aku sudah mengorbankan masa mudaku untuk dapat menikahi ayahmu. Tapi ternyata apa yang aku inginkan, tidak bisa juga dipenuhi ayahmu. Kamu serakah, apakah harta tak cukup bagimu. Kamu bisa mencari pria yang lebih dari Raffa. Kenapa kamu masih mau menikah dengannya, kamu hanya ingin membalasku setelah tau Raffa adalah kekasih yang aku cintai"
"Aku meneima Raffa karena aku mencintainya, bukan untuk membalasmu. Kenapa sekarang jadi kamu merasa sebagai korban. Bukankah kamu yang meninggalkan Raffa. Dan jika Raffa memilihku menjadi calon istrinya, apakah itu juga salahku" ucap Naura. Ia lalu berdiri menatap Santi.
"Sekarang kamu tanyakan dengan Raffa, apakah ia masih mencintaimu. Jika iya, aku akan batalkan pernikahan ini."
Raffa berdiri dari duduknya dan memeluk Naura.
"Naura, sudahlah. Mungkin Santi sedang lelah, jadi bicaranya sedikit ngawur"
"Raffa, katakan sekarang. Apakah kamu masih mencintai Santi. Apakah kamu menikahi aku hanya untuk bisa lebih dekat dengannya "
"Santi, dengarkan baik baik. Hubungan kita telah berakhir sejak kamu memilih pergi dari hidupku. Kita bukanlah sepasang kekasih lagi. Dan saat ini dihatiku hanya ada Naura, aku sangat mencintainya"
"Kamu pasti bohong, kamu tak mungkin bisa mencintai Naura secepat ini dan melupakan aku"
"Aku rasa tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan. Aku tak mau meladeni orang kurang waras sepertimu" ujar Naura
Mendengar ucapan Naura, Santi jadi emosi dan menarik rambut Naura.
Raffa langsung mendorong tubuh Santi dengan kuat sehingga ia tersungkur dilantai.
"Raffa, kamu menyakitiku. Karena wanita ini kamu tega melakukan ini. Dulu kamu bilang tak akan pernah membiarkan seorangpun menyakiti aku, tapi apa yang kamu lakukan saat ini." ucap Santi teeisak.
"Maaf, kamu yang memulainya. Aku hanya tak suka caramu yang selalu melakukan kekerasan " gumam Raffa.
"Apakah kita jadi pergi. Aku muak lihat ratu drama ini" ucap Naura
"Kami permisi.... " ujar Raffa dan berjalan meninggalkan Santi diikuti oleh Naura.
Maafkan aku Santi, kamu harus bisa menerima kenyataan. Jika kita tak mungkin dapat bersama lagi.
..............
Setelah sore harinya, Naura pulang diantar Raffa. Mereka telah mendapatkan satu studio buat prewedding besok siang.
Naura menghempaskan tubuhnya yang lelah ke atas tempat tidur.
Baru matanya akan terpejam, ia merasakan ada sesuatu dipunggungnya.
Naura mengambilnya. Sebuah amplop. Naura duduk dan membuka amplopnya.
Ternyata isinya foto-foto Santi dan Raffa dari mereka remaja hingga mulai dewasa.
Ada foto saat berpakaian sekolah dan juga ketika mereka liburan di pantai.
Naura menarik nafasnya. Ia memasukkan kembali foto itu ke dalam amplop dan menyimpannya di laci. Naura mengambil buku harian dan menulis curahan hatinya.
"Ayah, Naura nggak tau apakah keputusan ini benar atau salah. Naura memang mencintai Raffa, tapi keputusan Naura menerima Raffa untuk menjadi suami Naura bukan hanya karena cinta, tapi juga demi ayah. Mungkin jika Naura menikah dengan Raffa, dan selalu bersamanya, tak ada kesempatan bagi Santi untuk menduakan ayah dengan Raffa. Walau sejujurnya ada rasa ketakutan pada diri Naura, jika Raffa tidak benar-benar mencintai Naura. Tapi ia menikahi Naura hanya untuk membals sakit hatinya pada Santi. Ayah, jika suatu saat ayah mengetahui tentang hubungan Raffa dan Santi, Naura berharap ayah kuat. Naura tak mau kehilangan ayah, walau cinta ayah pada Naura telah berkurang tapi cinta Naura pada ayah tetap sama. Ayah adalah cinta pertamaku. Naura akan menerima apapun takdir dihidup ini. Jika memang Naura hanyalah pelarian bagi Raffa mungkin itu sudah menjadi jalan hidupku. Semoga ayah selalu bahagia. Naura tidak bida menerima Santi sebagai ibu tiri, karena Naura tau tak ada cinta buat ayah dihatinya. Maafkan Naura yang selalu membuat ayah marah. Aku mencintaimu, ayah"
Naura menyimpan semua foto Raffa dan Santi didalam diarinya.
Ia kembali mencoba memejamkan matanya. Tak matanya tak bisa diajak kompromi.
Naura masuk kamar mandi dan membersihkan dirinya. Setelah itu ia keluar dari kamar.
Ia melihat Santi yang sedang menonton di ruang keluarga.
"Apa maksudmu memberikan semua foto-foto itu"
"Agar kamu dapat melihat seberapa dekatnya aku dan Raffa dulu."
"Aku tak peduli, aku juga telah tau kamu dan Raffa pernah pacaran. Kamu hanyalah masa lalu bagi Raffa "
"Bagaimana reaksi ayahmu jika tau semuanya" ujar Santi dengan senyum licik
"Apa kamu ingin memberitahu ayah tentang hubunganmu dan Raffa"
"Aku tak sejahat itu. Aku takut jantung ayahmu kumat, setelah tau kenyataan semua ini. Bukankah kamu tau, jika ayahmu sangat mencintaiku"
"Jika ayahku sakit karena ulahmu, aku tak akan pernah memaafkan kamu." ujar Naura dengan penuh emosi.
"Aku tak ingin pernikahanmu batal, aku akan lebih senang kamu bisa menikah dengan Raffa Karena aku akan bisa lebih dekat dengannya "
"Terserah apa yang akan kamu lakukan, aku percaya Raffa mencintaiku. Jika suatu saat ia kembali tergoda denganmu, aku tak akan pernah mempertahankan dirinya. Aku tak akan memaafkan yang namanya pengkhianat. Aku akan dengan rela melepaskan Raffa buatmu. Aku bukanlah seseorang yang akan menjadi buta hanya karena mencintai seseorang. Aku juga tak akan takut jika ditinggali. Karena aku telah terbiasa sendiri. Jangan pernah mengancam atau menakuti aku. Aku tak selemah yang kamu pikirkan. Tunggu saja kehancuran kamu, aku akan mengatakan juga kebenaran hubunganmu dan Raffa setelah kami menikah. Dan kau bersiaplah untuk menjadi gembel kembali. Karena aku yakin ayah akan mengusirmu"
Setelah mengucapkan itu, Naura berdiri dan masuk kembali ke kamar.
Naura benar, jika Reno tau hubunganku dan Raffa pasti ia tak akan memaafkan aku. Dan aku akan diusir. Aku tak akan mendapatkan apa apa. Aku harus pastikan jika butik itu atas namaku. Hanya itu yang bisa aku dapatkan. Jika saja semua harta ini milikmu Reno, mungkin aku akan tetap berusaha bertahan hidup denganmu. Tapi aku salah memilihmu, kamu tak sekaya yang aku pikirkan.
Bersambung
***************
Terima kasih
ceritanya bagus seperti biasanya..
benernya lebih suka pasangan Alesha sama Allan karena sepertinya lebih kocak gara2 kepolosan dan keluguan Alesha..
tapi sayang part mereka kurang banyak..
tapi wajar karena bukan tokoh utamanya..
(ternyata Alesha reinkarnasi di novel ini ya mam, hehe..)
nasib Santi dan Om Candra gimana mam?
udah cukup segitu aja ya, biar gak esmosi bacanya, hehe..
oke deh, lanjut novel berikutnya.. 🏃🏻♀️🏃🏻♀️🏃🏻♀️
semoga sehat selalu ya mam..
tetap semangat berkarya dan sukses terus di manapun mama berkarya..
💪🏻🙏🏻😘🥰😍🤩🤲🏻💕💕💕
semua pria di ganggu
wanita jahat itu
wajah Mandarin
sedang ceritanya orang2 Indo