Nandini adalah seorang gadis remaja yang cantik, berkulit putih, rambut lurus hitam pekat panjang, mata yang bulat indah.
Nandini yang baru putus dengan sang pacar yang bernama Tomy karena di selingkuhi pun harus menerima kalau dirinya akan di jodohkan dengan seseorang yang bahkan tidak di kenalnya sama sekali.
Kalau pun Nandini tau, Nandini pasti bakal menolaknya karena pria ini adalah dambaan setiap kaum hawa, yang dimana nantinya Nandini akan terus merasakan sakit hati karena popularitas pria yang di jodohkan nya bertolak belakang dengannya yang hanya mahasiswi biasa. Namun dugaan nya itu salah besar!
Akankah keduanya saling jatuh cinta? Atau malah akan sebaliknya?
Hem ... jangan lupa ikuti terus kisahnya deh, karna novel ini masih ongoing ya🤗
Bantu support karyaku ini♥️
Tinggalkan jejaknya dengan mengklik love, favorit, komen and dukungannya, ya🥰
Salam santuy dari author_lemot😍
RIMU06♥️💚🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Karina the dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keguguran.
Setelah berkumpul, semua keluarga yang ada disana pun mulai menyantap makanan nya yang telah tersedia di atas meja makan.
Kebahagiaan keluarga ini semakin bertambah kala mereka mendengar kalau Nandini hamil.
Ini bukan kisah akhirnya, ya, guys. Masih banyak part-part yang lain yang menanti, apakah kalian penasaran dengan kelanjutannya?
Apakah Nandini dan Kenzy bakal hidup bahagia setelah Nandini mengandung, atau mungkin banyak masalah yang akan mereka hadapi? Ikuti terus kisahnya, ya, bye.....
Setelah beberapa bulan kemudian, kandungan Nandini pun kini telah menginjak usia tiga bulan. Selama dua bulan itu, kehidupan Nandini pun berjalan dengan lancar-lancar saja, tidak ada gangguan apapun.
Akan tetapi, semua itu tidak akan terjadi untuk selama nya, karena di luaran sana masih ada orang-orang yang gak terima dengan pernikahan nya Nandini dan Kenzy. Tentu lah kalian tahu siapa orang itu ....
Kenzy pun kini telah mengelola dengan baik perusahaan papa nya yang kini tengah berkembang pesat itu, dan Kenzy juga telah merubah rumah pemberian dari orang tua nya menjadi mension kebanggaan nya dan menjadi mension termewah di tempat nya.
Sekitar pukul sembilan, Kenzy pun sedang bersiap-siap untuk pergi ke kantor karena ada meeting di jam sepuluh nanti.
"Sayang, kamu gapapa kan aku tinggal dulu sebentar, cuman sebentar kok?" ucap nya lembut.
"Gapapa kok, kan ada Nena juga disini yang nemenin aku, kamu ke kantor aja," balas nya sambil tersenyum.
"Nena?" panggil nya sambil berteriak, dan tak lama Nena pun menghampiri.
"Iya tuan, ada yang bisa saya bantu?" balas nya sambil menunduk.
"Saya minta, kamu jagain istri saya, kalau ada hal yang mencurigakan, langsung telpon saya?" ucap nya tegas, dan Nena pun mengangguk menurut.
"Baik tuan," balas nya.
Kenzy pun mencium kening nya Nandini sebelum ia berangkat ke kantor, dan Nandini pun mencium punggung tangan suami nya itu, dan tak lama Kenzy pun berangkat ke kantor nya.
"Nena, kok rasanya saya pingin bakso, ya? Kamu kalau saya suruh beli bakso di ujung jalan sana, gapapa kan?" titah nya dengan sopan nan lembut.
"Bisa kok nona, ya sudah kalau gitu nona baik-baik di rumah, biar saya langsung pergi ke tempat nya sekarang juga," balas nya dan Nandini pun mengangguk.
Setelah itu Nena pun pergi ke ujung jalan mension nya Kenzy dengan menggunakan motor yang telah di sediakan untuk Nena bepergian.
...****************...
Nena pun mulai memberikan sebungkus bakso itu kepada Nandini, dan Nandini pun mulai menuangkan bakso itu ke dalam mangkok, dan malah menyuruh Nena untuk memakan nya.
"Kenapa jadi saya yang makan, nona? Bukan nya nona yang mau bakso ini?" tanya nya dengan heran.
Nandini pun tersenyum kecil. "Iya, memang saya yang mau, tapi saya mau nya kamu yang makan, kalau enggak saya marah nih sama kamu!" balas nya sambil cemberut.
"Baik nona, saya akan memakan nya, tapi saya mau minta maaf untuk sebelum nya,"
"Maaf buat apa? Kamu tidak punya salah dengan saya."
"Iya nona, tapi ini nona meminta saya menghabiskan bakso ini, karena nona mengidam?"
"Mungkin begitu, ayo makan, aku sudah sangat ingin melihat nya?"
Nena pun mengangguk, dan mulai memakan bakso itu sampai habis, setelah selesai Nandini pun kembali tersenyum.
Nena pun berniat untuk menyimpan mangkok kotor bekas bakso itu, dan meminta izin untuk ke dapur, Nandini pun mengangguk, dan tersenyum kecil.
Keyla POV
Keyla pun baru bangun dari tidur nya, dan langsung mengambil handuk nya untuk melakukan ritual mandi nya.
Setelah selesai, Keyla pun langsung bersantai di balkon depan kamar nya.
"Mau berapa lama pun gue di luar negeri, tetap saja hati gue gak bisa melupakan kejadian dimana Nandini dan Kenzy mengaku telah menikah, dan itu membuat hati gue kembali sakit kalau mengingat nya, dan sekarang gue udah di Jakarta, mau gimana pun gue pasti ketemu sama mereka. Gue gak bisa tinggal diam terus, gue harus berbuat sesuatu!" gumam nya dengan tersenyum smirk.
Seperti nya kini Keyla ingin menemui seseorang yang sudah janjian sebelum Keyla sampai di Jakarta, Keyla pun langsung menuju taman kota dan bertemu orang itu disana.
Keyla duduk-duduk sebentar sambil menunggu kedatangan seseorang yang sudah ada janji dengan nya.
Tak lama dari itu, pria itu pun datang dan langsung berjabat tangan dengan Keyla, keduanya menyungging kan senyum kecil nya bersamaan.
"Apa yang sudah anda rencanakan, Key." tanya nya sambil menatap wajah nya Keyla yang masih datar itu.
"Kau mau mendengarnya." pria itu mengangguk, dan Keyla pun mulai memberitahukan soal rencana gilanya itu, dan membuat teman yang ada di depannya mengernyitkan dahinya tak mengerti lagi dengan rencana itu.
"Apa kamu sudah gila, itu sangat membahayakan Keyla, dan belum tentu Kenzy akan meninggalkan nya bukan." Keyla pun tersenyum menyeringai, dan tetap percaya diri kalau Kenzy bakalan mengusir Nandini nantinya.
"Sudah lah Tom, itu rencana ku, kau bisa mengambil keuntungan dari itu, dan kau bisa kembali dengan Nandini, bukan." Tomy pun berfikir sejenak, dan manggut-manggut kecil mengiyakan.
Terlihat senyum Keyla yang mengembang, Tomy pun kembali datar, dan mulai menyantap makanan yang telah di hidangkan itu.
...****************...
Hari ini, Keyla pun mulai melancarkan aksinya, dan mencari tahu soal kegiatan Nandini hari ini, ternyata hari yang di ambilnya sekarang adalah hari keberuntungan baginya, karena Nandini sedang berada diluar rumah, dan tanpa pengawasan dari siapapun.
Keyla pun menaburkan minyak di sekitar jalan arah ke toilet, dan membuat lantai itu jadi licin, Nandini yang menginjaknya pun langsung jatuh terduduk di lantai. Nandini meringis kesakitan memegangi perutnya, Nandini pun sudah berteriak meminta bantuan namun tak kunjung datang orang yang membantunya.
Tak lama dari itu ada seorang ibu yang mendengar teriakannya Nandini, dan langsung meminta tolong untuk membawa Nandini segera ke rumah sakit. Sedangkan Keyla sedang tersenyum senang di balik pintu toilet yang tertutup rapat itu.
Rencananya berhasil, dan Keyla berharap Nandini tidak bisa di tolong. Ya, itu doanya saat ini. Keyla pun keluar dari toilet setelah dirasa keadaannya aman, lalu Keyla menghubungi Tomy.
...****************...
Nandini pun masih belum sadarkan diri, sedangkan Kenzy sudah ada di rumah sakit sedari tadi, Kenzy masih kelihatan tegang, hingga akhirnya suster memanggilnya untuk ikut masuk ke ruangan dokter.
"Gimana keadaan istri saya, Dok." Kenzy pun masih tak tenang, dan kehawatiran soal keadaan istrinya masih menjadi bayang-bayang kekhawatiran nya.
"Maaf pak, kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi___,"
"Tapi apa, Dok." ucapan Dokter yang terpotong karena Kenzy yang sudah penasaran itu.
"Anda harus tenang pak. Bayi yang di kandung istri bapak tidak bisa diselamatkan, dan istri anda mengalami keguguran akibat jatuh." balasnya, dan itu sungguh membuat Kenzy menitikkan bulir bening yang merembes di pipi putih mulus nya.
Seperti tidak berguna hidup nya kini, Kenzy hanya mampu mengepalkan tangannya atas kebodohannya membiarkan Nandini pergi sendiri.
Kenzy pun mulai mengusap kasar air matanya dengan tangannya, lalu bangkit dari duduknya, dan berpamitan untuk melihat keadaan Nandini, dan Dokter itu pun mengangguk.
Kenzy pun menarik kursi yang ada di dekat berangkar, dan mendudukinya. Lalu Kenzy pun menggenggam erat tangan Nandini yang masih belum sadarkan diri itu.
Tak lama kemudian, kedua orang tua nya Kenzy pun telah sampai di ruangan nya Nandini, dan melihat putra nya sedang menangis sambil menggenggam erat tangan nya Nandini, lalu di susul Hernandang papa nya Nandini.
Mereka semua sudah berkumpul di ruangan rawat nya Nandini, Monna pun mengusap punggung putra nya dengan lembut untuk menguatkan nya, walaupun mereka belum tahu keadaan nya Nandini seperti apa.
"Ken, ada apa sebenar nya dengan istrimu." raut wajah Monna kini sudah kelihatan cemas semenjak menghampiri putra nya itu.
"Nandini___ Nandini mengalami keguguran, mah." sebelum Monna menjawab lagi, ternyata Nandini sudah bangun, dan mendengar perkataan nya Kenzy barusan.
Nandini pun memegang perut rata nya, dan mulai menangis. Kenzy yang menyadari Nandini telah sadarkan diri pun langsung bangun, dan memeluk Nandini erat, agar Nandini merasa tenang.
"Yang kamu omongin barusan, itu gak bener kan. Kandungan aku gapapa kan. Jawab aku, Ken." Nandini masih menangis di pelukan nya Kenzy, dan tak percaya kalau dirinya kini telah kehilangan si jabang bayi nya.
"Sayang, kamu yang kuat, ya, aku tahu kamu kuat kok, bayi di dalam perut kamu gak bisa di selamatkan lagi karena kamu jatuh dengan keras." Nandini pun kembali menangis di pelukan nya Kenzy.
Hernandang pun mendekati putri nya itu, dan Kenzy pun melepaskan pelukan nya Nandini, dan membiarkan Nandini untuk mengobrol dengan papa nya.
Nandini pun merasa tenang, setelah papa nya berhasil menenangkan nya, dan kini Nandini pun mulai tertidur.
...****************...
Di luaran sana mungkin sedang ada seseorang yang gembira, perihal jatuh nya Nandini tadi, memang benar-benar tak punya hati, ya. Cuman karena obsesi cinta nya, Keyla sampai tega membuat Nandini terjatuh dan kehilangan si jabang bayi.
Tomy pun telah sampai di apartemen nya Keyla, karena kini Keyla sudah tak tinggal dengan papa nya lagi.
Tomy menemui Keyla di caffe apartemen, dan mulai mengobrol disana.
"Apa rencana lo berhasil." tanya nya dengan antusias, dan langsung pada inti nya.
Keyla pun tersenyum kecil. "Seperti yang sudah gue rencanakan, semua nya berjalan lancar, tepat pada sasaran." jawab nya dengan santai, dan tanpa merasa bersalah.
Tomy pun sedikit menarik nafas nya. "Elo gak merasa tega gitu, bukan nya dia kakak sepupu lo."
Keyla pun ikut menarik nafas nya, lalu membuang nya kasar. "Gak usah bawa-bawa TEGA. Gue udah jengah mendengar nya. Bahkan dia lebih tega daripada gue,"
"Tega apaan, dia gak pernah ngapa-ngapain lu, Key." Tomy pun menyeruput kopi yang telah di pesan nya tadi oleh Keyla.
"Ya gue tahu, tapi dia udah merebut apa yang seharus nya jadi milik gue."
"Terserah lo aja. Tapi gue yakin, kalau sekarang Kenzy lagi hawatir sama keadaan istri nya, dan gak mungkin dia bakalan ninggalin istri nya itu."
"Gue udah usaha, ya, kenapa elo malah ngomong gitu. Sebenar nya lo mau Nandini kembali apa enggak sih. Gue bingung sama lo, sumpah."
"Udah lah, kalau emang lo gak niat bantuin gue, gak usah sok-sokan mau bantuin deh, ya udah sana lo pergi aja, urus sendiri cinta lo, itu." Keyla pun langsung berlalu pergi meninggalkan Tomy dengan perasaan kesal nya.
"Dasar, ya, cewek. Mau menang sendiri dalam hal apapun, heran gue." gumam nya.
Tak lama dari itu, Tomy pun mulai keluar dari apartemen nya Keyla, dan mulai mencari keberadaan nya Nandini.
...****************...
Setelah menemukan rumah sakit yang dimana Nandini di rawat, Tomy pun langsung mengendap-endap masuk ke dalam rumah sakit itu tanpa mencurigakan sedikit pun.
Saat Nandini mulai terbangun dari tidur nya, Nandini pun kembali mengingat si jabang bayi yang kata nya telah pergi meninggalkan nya. Nandini pun kembali histeris sampai berteriak-teriak, sampai Kenzy harus memanggil sang dokter, dan dokter itu langsung menyuntik kan obat penenang terhadap Nandini.
Kenzy pun kembali di buat nya menangis, karena kekhawatiran nya Kenzy dengan kondisi istri nya itu.
Monna sang mama pun kembali menghampiri sang putra, dan mengusap lembut punggung sang putra.
"Ken, kamu yang sabar, ya. Mama tahu ini terlalu berat untuk Nandini, apa lagi ini kehamilan pertama nya, kan." Monna berusaha menguatkan putra nya agar lebih sabar, dan tenang.
"Astaghfirullah ... astaghfirullah ... iya mah, ya udah kalian pulang saja, biar aku yang menjaga Nandini disini." Kenzy pun berdiri.
"Kamu saja yang pulang, bawa papa mertuamu pulang, biar Mama sama papa yang menjaga Nandini, disini." balas nya lembut.
"Enggak mah, Nandini tanggung jawab aku, mama sama papa, pulang aja ke rumah nya papa." papa Hernandang maksud nya.
"Papa mau menjaga Nandini, Ken. Papa gak mau pulang." jawab nya dengan cepat.
"Papa jangan gitu dong, kalau nanti papa sakit kasihan Nandini, papa pulang saja, ya." ucap nya dengan sopan, dan akhir nya Hernandang pun mengangguk, dan pulang bareng dengan kedua orang tua nya Kenzy.
Mereka bertiga pun mulai keluar dari ruangan inap nya Nandini, sedangkan di luar kamar sudah ada Tomy yang sudah mendengarkan percakapan mereka tadi, namun Tomy bergerak santai sehingga tidak ada orang yang mencurigai keberadaan nya itu. (Memang nya dia hantu, yang tak nampak. Ada-ada aja).
Tak selang berapa menit, Tomy pun mulai pergi dari rumah sakit itu, dan kembali memasuki mobil nya yang sudah terparkir di halaman rumah sakit.
Ternyata separah itu Keyla mencelakai Nandini, sampai Nandini histeris karena kehilangan anak yang di kandung nya. Gue rasa Keyla sudah sangat keterlaluan, dia sampai harus membunuh bayi yang sama sekali tidak tahu apa-apa. Gue gak bisa biarin Keyla berkeliaran bebas di luar sana, sedangkan Nandini menderita akibat perbuatan nya Keyla. batin nya Tomy.
Setelah itu Tomy pun langsung menancap gas, dan pergi dari area parkiran rumah sakit, untuk kembali menemui Keyla.
bersambung.....
setelah sekian lama aku kirain udah aja cerita nya....
lanjut... ...
udah mulai ada konflik ya.....💪💪💪💪💪🥰🥰
lanjutnya jangan lama" bikin kangen..