NovelToon NovelToon
Pengulangan Sang Master

Pengulangan Sang Master

Status: sedang berlangsung
Genre:Reinkarnasi / Kultivasi Modern
Popularitas:3k
Nilai: 5
Nama Author: Notdrick

Mo Tianxia pernah berdiri di puncak dunia.

Sebagai seorang kultivator yang telah mencapai Absolute Realm, tidak ada lagi lawan yang mampu menandinginya dan tidak ada lagi batas yang mampu menghalanginya. Namun, setelah mencapai segala sesuatu yang bisa dicapai, yang tersisa baginya hanyalah kebosanan.

Dalam sebuah keputusan yang tidak masuk akal bagi siapa pun, Mo Tianxia menghancurkan jiwanya sendiri dan memulai kembali kehidupannya dari nol.

Kini, ia terbangun dalam tubuh yang lemah dengan kultivasi paling dasar.

Tidak ada kekuatan absolut. Tidak ada kedudukan tinggi. Tidak ada nama besar.

Hanya pengetahuan tentang jalan yang pernah ia tempuh.

Dengan sikap tenang dan pengalaman yang jauh melampaui usianya, Mo Tianxia kembali melangkah di jalan kultivasi. Sekte, turnamen, dunia rahasia, para jenius, dan berbagai ancaman mulai muncul di hadapannya.

Namun kali ini, tujuannya bukan menjadi yang terkuat. Ia hanya ingin menikmati kembali perjalanannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Notdrick, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

"Aku bertanya," ulang Hu Biao, suaranya meninggi ketika Mo Tianxia tidak segera menjawab. "Kau tuli?"

Su Wan segera menarik lengan Mo Tianxia, wajahnya pucat. Ia tahu betul siapa keluarga Hu—satu-satunya keluarga saudagar yang memiliki hubungan dengan pejabat kecamatan. Masalah dengan mereka bisa berarti masalah besar bagi keluarga sederhana seperti mereka.

"Maafkan anak saya, Tuan Muda," kata Su Wan cepat, membungkuk sedikit. "Dia tidak bermaksud—"

"Aku tidak bertanya padamu," potong Hu Biao ketus, matanya masih terpaku pada Mo Tianxia. "Aku bertanya pada bocah ini."

Mo Tianxia menatap balik, tanpa rasa gentar, tanpa rasa marah. Hanya ketenangan yang aneh untuk anak seusianya.

'Aku bisa saja meminta maaf,' pikirnya. 'Itu akan menyelesaikan semuanya dalam sepuluh detik.'

Ia sudah melakukan penyelesaian konflik semacam ini ribuan kali dalam berbagai bentuk selama kehidupan sebelumnya—terkadang dengan diplomasi, terkadang dengan kekuatan telak yang membuat lawan tidak lagi memiliki keinginan untuk melawan.

Namun ada sesuatu di balik bagaimana Hu Biao memperlakukan anak yang tadi didorongnya yang membuat Mo Tianxia enggan untuk sekadar mengalah.

"Aku menatapmu," kata Mo Tianxia akhirnya, suaranya datar, "karena kau baru saja mendorong seorang anak yang lebih kecil darimu ke tanah tanpa alasan, terlihat seperti bocah bodoh."

Kerumunan di sekitar mereka mulai berhenti, memperhatikan.

Wajah Hu Biao memerah. "Berani sekali kau bicara begitu padaku!"

"Aku hanya menyatakan fakta," jawab Mo Tianxia, masih dengan nada yang sama tenangnya. "Kau bisa marah pada fakta itu, tapi itu tidak akan mengubahnya menjadi tidak benar."

Beberapa penduduk desa yang mendengar menahan tawa mereka. Salah satu pelayan Hu Biao terlihat panik, sadar situasi ini bisa memburuk. "Tuan muda Hu, mungkin sebaiknya kita—"

"Diam!" bentak Hu Biao pada pelayannya sendiri, sebelum kembali menatap Mo Tianxia dengan mata menyala. "Kau pikir kau siapa, berbicara seperti itu padaku? Aku bisa membuat keluargamu kehilangan ladang mereka hanya dengan satu kata pada ayahku!"

Su Wan tersentak, wajahnya semakin pucat. "Tianxia, minta maaf saja—"

Mo Tianxia melirik ibunya sejenak. Ada kekhawatiran tulus di mata Su Wan—bukan kekhawatiran akan aturan sosial yang dilanggar, melainkan kekhawatiran seorang ibu yang takut anaknya akan terluka.

Perasaan itu asing baginya. Namun entah kenapa, ia tidak ingin melihat kekhawatiran itu berubah menjadi ketakutan yang lebih besar.

'Baiklah,' pikirnya. 'Aku akan menyelesaikan ini dengan caraku sendiri.'

Hu Biao, merasa di atas angin, melangkah maju dan mendorong bahu Mo Tianxia—gerakan yang sama seperti yang ia lakukan pada anak sebelumnya.

Namun kali ini, dorongan itu tidak berhasil. Mo Tianxia tidak bergerak sedikit pun.

Bukan karena ia menahan dengan kekuatan fisik yang mencolok. Tubuhnya masih tubuh anak tujuh tahun biasa, dengan kekuatan otot yang sesuai usianya. Namun ada cara ia berdiri—distribusi berat yang sempurna, sudut tubuh yang tepat—yang membuat dorongan Hu Biao seperti membentur tembok alih-alih anak kecil.

Hu Biao terhuyung mundur sendiri, kaget dengan tenaganya yang seolah memantul balik.Keheningan sejenak menyelimuti kerumunan.

'Ups,' pikir Mo Tianxia, mempertahankan wajah datarnya meski di dalam hati ia mendesah. 'Sedikit terlalu jelas.'

Seorang pria yang kebetulan sedang mengunjungi pasar desa hari itu untuk mencari calon disciple bagi Tian Yun Sect. Dia sedang menyamar sebagai pengunjung biasa—yang berdiri di antara kerumunan, mengangkat alisnya sedikit.

Matanya, yang telah terlatih mengamati potensi kultivasi selama puluhan tahun, tidak melewatkan detail kecil itu.

'Anak itu...' pikirnya, mengamati Mo Tianxia lebih saksama. 'Bagaimana caranya berdiri seperti itu?'

Hu Biao, yang mempermalukan dirinya sendiri di depan umum, wajahnya kini merah padam karena amarah alih-alih malu.

"Kau—kau melakukan sesuatu, bukan?!" tudingnya, suaranya bergetar. "Ayahku akan mendengar tentang ini!"

Ia berbalik dan berlari, diikuti kedua pelayannya yang terburu-buru mengejar.

Su Wan menarik napas lega, meski masih terlihat cemas. "Tianxia, kita sebaiknya segera pulang—"

Namun Mo Tianxia tidak mendengarkan sepenuhnya. Ia menyadari sepasang mata sedang mengamatinya dari kejauhan—bukan mata seorang penduduk desa biasa, melainkan mata seseorang yang tahu persis apa yang baru saja ia saksikan.

Mo Tianxia menoleh, dan untuk sepersekian detik, tatapannya bertemu dengan tatapan seorang pria berjubah sederhana yang berdiri di ujung pasar.

Pria itu tersenyum tipis, lalu berbalik pergi menghilang di antara kerumunan.

'Menarik,' pikir Mo Tianxia, alisnya sedikit terangkat. 'Sepertinya seseorang baru saja melihat lebih dari yang seharusnya.'

1
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ
tekad nyaa lebih besar daripada yang lain pastiii
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ
yaaa karna jiwa nyaa dahh buyut buyut makanyaa gak gampang ditebakk
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ
mantapp kasih paham bossss 💅
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ
ternyata gak di dunia nyata gak didunia novel sama ajaa 😌
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ
anak yang terlampau pintar dan dewasa sampai orang tua yang lain pun merasa heran
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ
nama yang emang sudah ditakdirkan
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ
ternyata mc nyaa anak pungut 😌
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ: manaa adaa /Curse//Facepalm/
total 2 replies
🎁➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰ᶻᵉˡᴠᴀɴᴀ
Apakah terlahir kembali untuk menyambut masa kejayaannya lagi 😌
^_^
mo tianxia emangnya gk pernah jadi bayi dulunya sebelom jdi penguasa dunia?
^_^
ada yang hrus dibicarain justru di sini, kalen punya uang kagak buat rawat anak orang ini?
^_^
klo minta ke Dewa Othor pasti dikabulin, kalen salah aja caranya
^_^
lgi pda maen petak umpet ges
^_^
gak ngerti novelnya bahas apa, tpi gk tau pen baca aja ^_^
NNoyRe: gak apa apa sih/Joyful/
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!