NovelToon NovelToon
Adik Angkatku Bukan Manusia

Adik Angkatku Bukan Manusia

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat / Keluarga & Kasih Sayang
Popularitas:14.4k
Nilai: 5
Nama Author: Eidolon

Satu keputusan membawa Elara masuk ke keluarga Halvar. Gadis yang ditemukan di sebuah desa mati itu tidak banyak bicara. Ia hanya tahu bahwa dirinya kini memiliki rumah, keluarga, dan kehidupan yang jauh berbeda dari sebelumnya.

Namun, sejak Elara datang, sesuatu mulai terasa tidak biasa. Gadis itu terkadang mengatakan sesuatu sebelum hal itu terjadi, menghilang tanpa jejak lalu muncul tiba-tiba. Dan seolah mengetahui rahasia yang bahkan belum pernah diceritakan.

Semakin keluarga Halvar mengenalnya, semakin mereka menyadari satu hal… gadis yang mereka bawa pulang mungkin bukanlah gadis biasa.

Lalu, siapa Elara sebenarnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eidolon, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 28

Mobil hitam milik keluarga Halvar melaju tenang membelah jalan raya. Di dalamnya, suasana begitu hening.

Paman Surya sesekali melirik kaca spion tengah.

Sejak meninggalkan sekolah, Elara sama sekali tidak mengucapkan sepatah kata pun.

Gadis itu hanya menatap keluar jendela. Wajahnya terlihat jauh lebih pucat dibanding biasanya.

“Nona… apa anda baik-baik saja?” tanya Paman Surya pelan.

Elara tidak langsung menjawab, ia memejamkan mata sejenak. “Iya, Paman.”

Jawaban singkat itu membuat Paman Surya semakin khawatir.

Tatapan mata hijau itu kembali tertuju ke luar jendela, menatap pada pepohonan yang terlihat di sepanjang jalan.

Beberapa saat kemudian, bibirnya akhirnya terbuka lagi.

“Paman.”

“Iya, Nona?”

“Tolong antar aku ke hutan.”

Paman Surya langsung mengernyitkan kening. “Ke hutan?”

“Iya.”

“Tapi, Tuan Muda Leonard tadi berpesan agar saya langsung mengantar Nona pulang.”

“Aku hanya sebentar, Paman.”

Paman Surya terlihat ragu. “Maaf, Nona. Kalau boleh tahu… untuk apa ke sana?”

Elara terdiam cukup lama. Menatap pepohonan yang mereka lewati dengan dalam.

“Aku hanya ingin memastikan sesuatu.”

Jawaban itu sama sekali tidak menghilangkan rasa penasaran Paman Surya. Namun melihat tatapan Elara yang begitu meyakinkan, Paman Surya akhirnya mengangguk pelan.

“Baiklah.”

Mobil pun berbelok meninggalkan jalan utama. Semakin jauh mereka melaju, pepohonan di kanan dan kiri jalan semakin lebat.

Tak lama kemudian, mobil berhenti di tepi jurang. tempat yang beberapa waktu lalu menjadi lokasi kecelakaan Danendra dan Livia.

Paman Surya segera turun dan membukakan pintu untuk Elara.

“Nona, hati-hati.”

Elara mengangguk pelan. Tatapan matanya menyapu lebatnya hutan yang terbentang di hadapannya.

Mata hijau itu perlahan terlihat lebih terang dan kembali hidup seperti biasanya.

Entah apa yang sedang Elara rasakan. Namun ada sesuatu yang seakan terus memanggilnya.

Elara melangkah pelan. Namun baru beberapa langkah, suara Paman Surya kembali menghentikannya.

“Nona, biar saya temani saja.”

“Tidak usah, Paman.”

“Tapi hutan ini cukup berbahaya," ucapnya khawatir.

“Paman tenang saja. Aku akan kembali.”

Jawaban Elara terdengar datar, Namun begitu menyakinkan.

“Nona yakin?” Paman Surya masih terlihat ragu.

Elara mengangguk singkat. Setelah itu, ia kembali melangkah dengan pasti.

Sosoknya perlahan menghilang di balik rimbunnya pepohonan.

Paman Surya hanya bisa menghembuskan napas pelan. Ia memilih menunggu di dekat mobil.

Lima belas menit berlalu. Elara belum kembali.

Satu jam selanjutnya… Keadaan masih sama.

Langit yang semula cerah kini perlahan berubah jingga. Karena rimbunnya pepohonan suasana di sekitar semakin sunyi dan lebih gelap lantaran cahaya matahari sore tidak sepenuhnya masuk.

Paman Surya mulai berjalan mondar-mandir dengan gelisah.

“Nona Elara?”

Ia mencoba memanggil beberapa kali. Namun yang menjawab hanyalah hembusan angin dan suara dedaunan yang saling bergesekan.

Matahari hampir tenggelam. Kekhawatiran dalam hati Paman Surya semakin sulit dibendung.

Ia sempat masuk beberapa meter ke dalam hutan. Namun tidak menemukan jejak Elara sedikit pun. Ia juga mencoba menghubungi keluarga Halvar, namun tidak ada sinyal.

Pria itu menatap langit yang mulai gelap. Dengan langkah berat, ia kembali menuju mobil.

“Aku harus memberitahu Tuan Danendra.”

***

Ketegangan menyelimuti kediaman Halvar. Tak seorang pun mampu berpikir jernih. Pikiran mereka dipenuhi kemungkinan tentang keberadaan Elara. Dan alasan gadis itu menghilang.

Bahkan Faresta yang sebelumnya masih menyimpan keraguan terhadap gadis itu, kini justru merasa cemas akan kehilangannya.

“Faresta, segera kerahkan anak buah mu untuk mencari Elara ke desa itu. Kemungkinan besar Elara ada disana!” titah Danendra.

Faresta segera mengangguk tanpa membantah. Ia segera menghubungi beberapa orang kepercayaannya.

Di saat yang hampir bersamaan, Lucas melangkah masuk dengan wajah bingung melihat seluruh anggota keluarganya berkumpul dengan ekspresi yang penuh kecemasan.

“Ada apa ini?” tanya Lucas.

“Elara hilang, Kak,” jawab Lionel pelan.

Suara Lionel terdengar jauh berbeda dari biasanya. Tidak ada nada bercanda yang selalu mengiringi setiap ucapannya.

“Hilang?" Lucas mengernyit. “Bagaimana bisa?”

Leonard menarik napas panjang sebelum menjelaskan.

“Saat di sekolah tadi, Elara terlihat pucat dan lemas. Lalu aku meminta paman Surya untuk segera mengantarkannya pulang. Tapi… di tengah perjalan, Elara justru minta untuk diantar ke hutan. Setelah itu dia masuk sendirian dan tidak kembali.”

“Dia pergi dengan keadaan sakit?”

Leonard dan Lionel hanya mengangguk penuh penyesalan.

“Paman Surya, kenapa paman mengabulkan permintaan Elara? Bukankah Paman tahu kondisinya sedang tidak baik?”

“Saya sudah berusaha melarang, Tuan. Bahkan saya menawarkan diri untuk menemani Nona Elara masuk ke dalam hutan. Tapi Nona menolak. Dia mengatakan hanya pergi sebentar.”

Suara Paman Surya semakin lirih. “Maafkan saya.. ini kesalahan saya.”

“Kesalahan apa Paman?”

Suara yang sangat dikenali itu tiba-tiba terdengar hingga membuat mereka semua menoleh cepat.

“Elara?”

Gadis itu sudah berdiri tenang di ambang pintu. wajahnya yang sebelumnya pucat kini terlihat jauh lebih segar. Mata hijaunya kembali memancarkan keteduhan, tidak lagi sayu seperti saat meninggalkan sekolah.

“Elara!”

Livia bergerak lebih dulu. Wanita itu memeluk Elara dengan cukup erat. Menumpahkan segala keresahan yang ia rasakan saat mendengar bahwa anak gadisnya menghilang.

Elara hanya diam. Untuk beberapa saat ia membiarkan dirinya berada dalam pelukan Livia.

Hangat. Elara belum pernah merasakan perasaan ini sebelumnya.

Helaan nafas lega terlihat keluar hampir bersamaan. Suasana yang sebelumnya cukup tegang kini perlahan kembali tenang.

“Kamu dari mana saja, Nak? Mama cemas waktu dengar kamu tidak kembali dari hutan itu,” tanya Livia sambil mengusap kedua pipi Elara.

“Maaf, Ma.”

“Ya sudah, yang penting kamu baik-baik saja dan masih pulang.”

Livia tersenyum lembut, lalu menggandeng tangan Elara. “Ayo, kita makan malam. Kamu pasti lapar, kan?”

Elara mengangguk pelan. “Iya.”

Tanpa banyak bicara lagi, Elara mengikuti langkah Livia yang masih menggandeng lengannya menuju ruang makan.

Lucas menghembuskan napas lega. Sejak tadi, bahunya yang menegang akhirnya perlahan mengendur.

“Syukurlah,” gumamnya pelan.

Leonard mengusap wajahnya kasar. “Lain kali jangan buat kami semua panik seperti ini lagi ya, Ra.”

“Iya,” jawab Elara singkat.

Jawaban sederhana itu sudah cukup membuat Leonard tersenyum tipis.

Di sisi lain, Lionel menepuk dadanya sendiri.

“Astaga… jantungku rasanya hampir copot. Baru kali ini aku tahu rasanya hampir kehilangan seseorang.”

“Lio,” tegur Leonard pelan.

Lionel mendengus kesal, saudara kembarnya itu sudah melebihi orang tuanya dalam menegur.

“Pokoknya Lain kali kalau mau pergi, bilang dulu. Aku sampai membayangkan yang aneh-aneh tahu.”

Elara menatap Lionel beberapa detik. “Iya, Lio. Kamu cerewet sekali.”

Lionel mendengus kesal. “Aku cerewet juga karena tidak mau kamu kenapa-kenapa.”

Elara tersenyum hangat, ia tahu meski Lionel terlihat menyebalkan tapi ia yang paling menunjukkan perhatiannya.

Faresta yang sejak tadi hanya berdiri dalam diam akhirnya menghembuskan napas panjang.

Tanpa berkata apapun, ia berbalik meninggalkan ruang keluarga.

Namun sebelum benar-benar pergi, langkahnya sempat terhenti. Ia menoleh sedikit ke arah Elara. Ekspresinya lebih ringan dari sebelumnya, tidak ada ketegangan, tidak ada kekhawatiran.

Sudut bibir Danendra perlahan terangkat. Tatapannya mengikuti langkah putra sulungnya yang semakin menjauh.

Untuk pertama kalinya, ia melihat Faresta benar-benar mengkhawatirkan Elara. Dan itu berarti, perlahan putra sulungnya sebenarnya mulai menerima kehadiran Elara di keluarga mereka

1
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
akhirnya pertanyaan itu keluar juga, aku juga penasaran, siapa sebenarnya Ellara ini/Slight/
Ayu Padi
kereeen ...seru sekali ....💪💪💪💪 up nya Thor selalu di tunggu..
Ayu Padi
keren sekali cerita nya Thor...br baca langsung marathon. selalu penasaran tiap bab nya.. sebnrny siapa Elara ya Thor.. ..ditunggu up nya Thor yg rajin up ya Thor... cerita ny campe tamat Thor...ceritanya lain dari yg lain seru sekali tp Napa yg baca dikit yaaa.... Semangatt up
Nonik Anda Swl
Thank you Thor, di tunggu next nya ya kayau 💪💪🌹🌹
Nonik Anda Swl
Next Thor please 🙏,thank you 🌹
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
Ayo beri Bianca pelajaran Ellara /Determined/
Nonik Anda Swl
Thank you Thor ,kayau 💪💪💪🌹
Nonik Anda Swl
ceritanya luar biasa, membuat candu yang membaca nya.
Nonik Anda Swl
double up please Thor, serasa terlalu sedikit, maaf, but thank you buat up nya 🌹🌹 kayau 💪💪💪💪
Nonik Anda Swl
next please 🙏
Nonik Anda Swl
thank you Thor, 🌹🌹 next please 🙏di tunggu dari Hongkong
Exo L
✨✨✨✨✨
Nonik Anda Swl
thanks Thor, next please 🙏🌹
Nonik Anda Swl
next please Thor kayau 💪💪 thank you ya Thor 🌹🌹🌹
Nonik Anda Swl
Ah aku kecanduan baca ini Thor, bagaimana ini hik hik, di tunggu next nya ya, sukses selalu Thor, thank you 🙏
Nonik Anda Swl
keren Thor, thank you ya, di tunggu next nya ah ngk sabar
lily
menarik.. semoga sampai tamat
Pawon Ana
elara ini lempeng ya ekspresinya....kayak tidak punya emosi🤔
terbiasa hidup sendiri dia...jadi belum dieksplor emosinya🤔
Nonik Anda Swl
next please Thor, seru dan keren, semangat💪💪
Queen AL
👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!