NovelToon NovelToon
Terlahir Kembali: Mengubah Takdir Cinta Kita

Terlahir Kembali: Mengubah Takdir Cinta Kita

Status: tamat
Genre:Time Travel / Mengubah Takdir / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: riri-can

Alexa Steviola mati mengenaskan bersama janinnya saat terjadi kecelakaan tunggal, saat membuka mata dia tidak percaya jika dia terbangun sebelum kecelakaan itu terjadi.

Diberikan kesempatan kedua Alexa tidak menyia-nyiakannya lagi, dia tidak akan mengejar cinta Lucas suaminya lagi, dia memilih untuk mundur mencoba menjalani hidup yang lebih tenang tanpa harus memaksa Lucas mencintainya.

Lucas sendiri adalah pria yang dia jebak hingga dirinya hamil, Lucas awalnya adalah tunangan Catherine yang merupakan bibi Alexa, hanya karena rasa cemburunya pada Catherine membuatnya gelap mata. Kehidupan kali ini dia memilih untuk mundur, tidak ada gunanya memaksakan perasaan seseorang apalagi Lucas yang dikehidupan sebelumnya sangat mencintai Catherine.

Tetapi perubahan Alexa membuat Lucas kebingungan bahkan Lucas marah saat Alexa berkata ingin bercerai dengannya, Lucas berkata sampai kapanpun dia tidak akan melepaskan Alexa.

Mampukah Alexa mengubah takdir hidupnya? Stay tune!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riri-can, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Meninggalkan Catherine Demi Alexa

Pesta ulang tahun Esmeralda berlangsung dengan sangat meriah dan megah. Gemerlap lampu hias, alunan musik yang memanjakan telinga, serta suara tawa para tamu terpandang memenuhi aula resort mewah itu. Namun, di tengah kemewahan tersebut, Lucas sama sekali tidak menikmati suasana.

​Pikirannya melayang jauh, tertinggal di dalam kamar suite di sayap kanan bangunan. Tempat di mana Alexa berada seorang diri.

​Bayangan wajah Alexa yang sembab dan penuh linangan air mata terus berputar di benaknya. Teringat bagaimana wanita itu menangis ketakutan dan memohon maaf, padahal semua ini sama sekali bukan salahnya. Maminya terlalu ikut campur dalam urusannya, memilihkan gaun yang terlalu terekspos hingga memicu emosinya.

​"Lucas? Kamu mendengarkan ku tidak, sih?" panggil Catherine manis seraya mengeratkan pelukannya di lengan tegap Lucas.

​Namun, Lucas sama sekali tidak menjawab. Pria bermata abu-abu itu tetap bungkam dengan pandangan lurus menembus kerumunan.

​Sikap dingin Lucas sukses membuat Catherine meradang. Di dalam hatinya, kekesalan membakar sampai ke ubun-ubun. Catherine yakin seratus persen jika sikap acuh Lucas ini pasti disebabkan oleh kehadiran Alexa sialan itu!.

"​Pasti karena wanita pembawa sial itu!" maki Catherine murka dalam hati.

"Berani sekali dia muncul di publik setelah berhasil merebut Lucas dariku? Dia benar-benar mencari masalah!"

​Catherine mengepalkan jemarinya kaku. Jika sampai Lucas benar-benar menaruh rasa pada Alexa, Catherine tidak akan tinggal diam. Ia bersumpah akan membuat Alexa menyesal setengah mati karena telah berani mengusik posisinya. Lagipula, selama ini ia merasa sudah terlalu sabar menahan diri.

​Sementara itu, iris mata abu-abu milik Lucas kembali bergulir menatap jauh ke arah lorong sayap kanan.

​Di dalam kamar itu, Alexa pasti sedang duduk sendirian, didera rasa takut dan kebingungan dalam situasi yang membingungkan ini. Sedangkan dirinya? Pria itu justru berdiri canggung di tengah pesta ini, membiarkan istrinya yang sedang hamil mengurung diri dalam ketakutan.

"​Suami macam apa aku ini?" batin Lucas merutuki dirinya sendiri.

​Tanpa mengucap sepatah kata pun, Lucas secara tegas menghempas dan melepaskan pelukan tangan Catherine dari lengannya. Pria itu berbalik, melangkah lebar meninggalkan Catherine begitu saja di tengah-tengah keramaian pesta.

​"Lucas! Mau ke mana?!" seru Catherine kaget.

​Namun Lucas terus berjalan tanpa melirik sedikit pun, membuat Catherine berdiri terpaku dengan wajah merah padam menahan malu dan marah yang membuncah.

"​Kurang ajar! Dia meninggalkanku begitu saja di depan semua orang?!" desis Catherine memaki dalam diam.

​Akan tetapi, sorot mata Catherine mendadak menangkap sosok kerabat jauh dari keluarga Ebera yang hadir di sudut ruangan. Sebuah senyuman licik nan culas perlahan terukir di bibirnya yang berseluncur merah.

"​Bagus... Kak Siena harus tahu soal ini. Aku akan mengadu pada Kak Siena bahwa Alexa sudah berani bertindak lancang di pesta ini. Biar Kak Siena yang memberi pelajaran pada wanita tidak berguna itu!" batin Catherine puas.

Lagipula, mencuci otak dan mengendalikan Siena agar membenci Alexa adalah keahlian utamanya sejak dulu.

​Di sisi lain, Lucas melangkah menuju area dapur khusus resort. Pria bertubuh tegap itu memegang sebuah nampan perak yang di atasnya berisi piring kecil manisan, beberapa hidangan makanan segar, serta segelas air putih hangat. Pikirannya mendadak mengira-ngira bahwa Alexa mungkin belum menyentuh makanan apa pun sejak sore tadi.

​Langkah kaku Lucas berhenti di depan pintu kamar suite. Pria itu memutar gagang pintu dan membukanya dengan amat pelan agar tidak mengejutkan penghuni di dalam.

​Suara engsel pintu yang bergeser pelan terdengar di dalam kamar yang hening.

​Di atas ranjang besar itu, dugaannya benar seratus persen. Alexa tampak sedang duduk meringkuk menundukkan kepalanya, membungkus tubuhnya dengan kemeja putih besar milik Lucas. Bahunya nampak lesu, memancarkan aura terluka dan pasrah.

​Mendengar desis pintu yang terbuka, Alexa mendongak kaget. Begitu menyadari sosok Lucas yang berdiri menjulang di ambang pintu, Alexa refleks berdiri tegak dari atas ranjang. Matanya membelalak panik, jemarinya meremas kain kemeja yang dikenakannya dengan gestur penuh rasa takut.

​"L-Lucas..." bisik Alexa pelan, tubuhnya sedikit gemetar.

​Melihat respons ketakutan yang begitu kentara dari wanita hamil di hadapannya, Lucas tersentak pelan di tempatnya berdiri. Ada rasa berdenyut nyeri yang asing menyengat dadanya. Pria itu memalingkan wajah sejenak, lalu berdehem pelan untuk menguasai kembali ekspresi wajahnya yang datar.

​"Ehem," Lucas berdehem serak, melangkah masuk lalu menutup pintu rapat di belakangnya.

"Kenapa berdiri? Duduk."

​Alexa meneguk ludahnya yang terasa pahit. Dengan gerakan sangat pelan dan ragu-ragu, ia kembali mendudukkan tubuhnya di tepi ranjang. Matanya menatap nampan makanan di tangan Lucas dengan penuh tanda tanya.

​"Aku... aku tidak melanggar perintahmu, Lucas. Aku tidak keluar dari kamar sama sekali," tutur Alexa cepat dengan suara pelan, takut jika kedatangan Lucas ini untuk menagih janji hukuman yang sempat diucapkannya tadi.

​Lucas melangkah mendekati meja kecil di samping ranjang. Ia meletakkan nampan perak itu secara perlahan di sana, memastikan tidak ada air yang tumpah.

​"Aku tahu," sahut Lucas pendek. Suaranya tidak lagi setajam saat di lorong tadi, melainkan terdengar sedikit lebih lembut meskipun tetap irit kata.

​"Lalu... itu untuk apa?" tanya Alexa ragu, menunjuk makanan di atas nampan dengan lirikan matanya.

​"Makan," perintah Lucas singkat. Pria itu menarik kursi tunggal di dekat meja dresser dan mendudukinya tepat di hadapan Alexa.

"Kamu belum makan sejak sore."

​Alexa terpaku. Ia menatap mangkuk berisi manisan buah dan piring hidangan hangat itu bergantian, lalu menatap iris abu-abu Lucas yang kini sedang memperhatikannya secara intens.

​"Kamu... membawakan ini untukku?" tanya Alexa seolah tak percaya dengan pendengarannya sendiri.

​"Ya," balas Lucas datar.

"Makan. Bayimu butuh nutrisi."

​Mendengar kata bayimu, Alexa mengelus perutnya refleks. Rasa cemas dan takut yang sempat menggunung di dadanya perlahan-lahan mengendur. Ia tidak menyangka jika pria sedingin Lucas akan berpikir hingga sejauh ini, memperhatikan apakah dirinya sudah makan atau belum di tengah pesta megah ibunya sendiri.

​"Terima kasih, Lucas..." ucap Alexa tulus. Suaranya halus dan terdengar begitu jujur.

​Alexa meraih mangkuk manisan tersebut, mengambil sendok kecil dan mulai mengunyahnya pelan. Setiap kali ia menyuap makanan, Lucas tetap bergeming di kursinya, menatap setiap pergerakan Alexa tanpa mengalihkan pandangan sedikit pun.

​Keheningan kembali menyelimuti kamar tersebut, namun kali ini terasa jauh lebih hangat dan menenangkan dibanding sebelumnya.

​"Manisannya... enak," bisik Alexa memecah kesunyian, mencoba bersikap biasa saja agar suasana tidak terlalu kaku.

​"Habiskan," tanggap Lucas ringkas.

​"Iya, aku habiskan." Alexa tersenyum tipis sebuah senyuman kecil nan tulus yang sudah sangat lama tidak disaksikan oleh Lucas.

​Melihat senyuman tipis itu mekar di bibir Alexa, dada Lucas mendesir hangat. Pria itu menyandarkan punggungnya pada sandaran kursi, membiarkan matanya terus mengunci sosok istrinya dalam diam.

​Di balik diamnya yang serba irit bicara, sebuah tekad asing perlahan terbentuk di dalam benak Lucas malam itu,vIa tidak akan membiarkan siapa pun termasuk Siena, Catherine, atau bahkan keluarganya sendiri menyakiti dan membuat wanita polos di hadapannya ini menangis lagi.

Bersambung...

Tidak mau membiarkan orang lain membuat Alexa menangis padahal dia sendiri yang buat nangis! Hadeehhhh.😒

1
Pa Muhsid
pengalaman pribadi kayaknya 🤭
Pa Muhsid
eta hanjakal sanajan sagede gunung Uhud oge anger we datang na paneuri da ari tihela mah pendaftaran akang ngarana, mamam penyesalan, tor boleh bantu pites Lukas gak soalnya geregetan mau cium pake kampak
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
di awal bab dijelaskan pke piyama handuk, trs pke celana pendek kok skr pke celana panjang? lupa ya thor 🤣
sasip
katanya lukas suami posesif, kog dari pertama mamanya mau nyelenggarain pesta ultah, enggak ada niat ngajak istri sendiri.. malah sibuk gandengan sama mantan pacar? aga aneh seh kepribadian lukas neh.. 😉🤭😅
Nita Erlina
jgn² Alexa bukan anak kandung y
Satrio Juli
sepupu kan mamanya, kala di Jawa dan Islam nasab anak ikut ayah ya ga masalah,
ga tabu juga di Jawa khusus daerah masih ada , sepupu nikah sama sepupu, kadang demi menjaga warisan agar ga jatuh keluar dari keluarga🤭
yang di maksud sepupu sedarah itu kakak adek sama laki2, itu dilarang, misalnya
kakak laki2 punya anak laki2, dan adeklaki2 punya anak perempuan,ini yang ga bisa nikah,, itu sepupu sedarah
Satrio Juli
bener banget Lucas ngeselin polll
Satrio Juli
pantes di kasih kesempatan kedua samaTuhan, biar tau betapa kejam dan jahate Lucas,
Satrio Juli
semangat alexa
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
gak masalah nikah dg sepupu yg ptg bukan sodara kandung
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
bukannya putra bungsu ya thor
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
jordan apa tdk tau klo catherin itu anaknya siena?
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
ini tinggal di London kan ya. bukan di indo? diluar negri gak ada istilah anak haram. disana sdh biasa ada anak diluar nikah.
It's me Ri🥕: Kemarin jelasin begitu ke pembaca katanya buat aja kak, agak2 emang pembaca kak, banyak maunya, tak buatin pake mata uang Pounds malah disuruh buatkan ke kurs indo😭 serba salah author, kadang ada pembaca ga ngerti hal begituan, gamau ribet. Jadi untuk mempermudah pembaca author edit lagi🙏
total 1 replies
Lucas Bradd
Good ide Thor tambah karmanya
Ida Susmi Rahayu Bilaadi
jordan kok diam aj, apa dia tdk tau klo catherin anaknya siena?
Lucas Bradd
Katanya uda nikah tapi Koq disuruh jauh in pusing deh
Lucas Bradd
Thor bukannya Alexa dulunya galak tapi di ceritanya kelihatan takut dan lemah
Ko
Apa nama bayi alexa thor? Ketinggalan ya thor namanya? 🤔😅
Ko
Tapi kan thor, knp rasa benci itu harus alexa yg menanggungnya? Jordan yg bejat itu yg memperkosa Giselle(mamanya alexa). Seharusnya benci suaminya sendiri dong..jgn anak tak berdosa itu..
Netty Netty
orlando😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!