NovelToon NovelToon
THE BILLIONAIRE BABY BOY

THE BILLIONAIRE BABY BOY

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Patahhati / Tamat
Popularitas:1.3M
Nilai: 5
Nama Author: Patma

Memiliki suami tampan, mapan, baik dan penyayang adalah impian semua wanita, tapi tidak bagi Bella.

Empat kriteria yang di idamkan para wanita justru menjadi musibah buat Bella. Nathan, pria yang ia nikahi, ia percaya, ternyata mengkhianatinya. Diam diam Nathan menikahi wanita lain di kota tempat ia bekerja. Kepulangan Nathan kembali ke rumah harusnya menjadi kabar yang membahagiakan Bella.

Namun, kenyataan berbicara lain, Nathan pulang bersama istri barunya.

Hancur? sudah pasti. Namun luka yang Bella terima tidak hanya sampai di situ. Nathan dan ibu mertua menuduh Bella telah selingkuh dan tidak mengakui darah dagingnya sendiri.

Nathan. "Dia bukan putraku!"

Greta. "Akhirnya rencana malam itu membuahkan hasil, akan kusimpan rencana besar ini."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Patma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kembalinya Rafka

Setelah kejadian terjebak di dalam lift kemarin. Hari ini Riko sedikit gelisah karna seharian ini ia sama sekali belum melihat Bella. Entah apa yang ia pikirkan, pekerjaannya berantakan sama sekali tidak fokus. Ia memutuskan untuk keluar dari ruangannya dan beniat berkeliling mencari Bella.

Ia memasuki lift dan turun menuju lantai satu, saat keluar tanpa sengaja ia berpapasan dengan pak Nizam. Riko hanya tersenyum dan sedikit membukukkan badan saat pak Nizam melihat ke arahnya. Setelah itu ia kembali mencari sosok Bella.

"Dimana dia?" gumam Riko kebingungan. "Ck, ngapain juga aku harus mencari perempuan itu?" Riko menautkan kedua alisnya. Dari arah belakang Rani memanggil dan menghampiri Riko.

"Ada apa?" tanya Riko.

"Bapak nyariin Bella ya? apa ada tugas baru lagi buat aku? kebetulan aku ingin membeli sesuatu dari tip nya nanti." Cerocos Rani.

"Tidak ada." Sahut Riko.

"Bapak yakin? Bella lagi membersihkan kamar mandi umum karyawan loh, dan dia hanya sendirian. Kalau bapak memintaku untuk menjailinya lagi, aku siap." Jelas Rani.

"Saya bilang tidak. Silahkan kamu pergi." Usir Riko.

"Ck, gagal mendapatkan dana dadakan deh." Gumam Rani, kemudian ia berjalan untuk meneruskan pekerjaannya yang tertunda.

Tanpa Riko sadari, ia berjalan menuju kamar mandi umum. Setelah membuka pintu ia kaget dan baru menyadari kalau dirinya memasuki kamar mandi umum.

"Kenapa aku malah kesini." Gumam Riko. Ia mendengar suara gemericik air. Ia melangkah pelan dan melihat dengan jelas kalau Bella sedang menggosok keramik kamar mandi.

"Ekhem." Riko berdehem dan sedikit mengejutkan Bella.

"Bapak? tumben bapak kesini? maksud saya enggak biasanya bapak memasuki kamar mandi umum." tanya Bella keheranan.

"Namanya juga kebelet mau bagaimana lagi." Elak Riko, ia melangkah memasuki salah satu kamar mandi dan menghidupkan kran air berpura-pura kalau dia sedang buang air kecil.

"Sial. Kenapa jadi gini?" Gumam Riko, merasa aneh dengan sifat dan sikapnya yang sedikit salah tingkah terhadap Bella.

Saat Riko keluar, Bella sudah tidak ada di tempatnya. "Kemana dia?"

"Bapak nyari saya?" tanya Bella dari arah belakang dan membuat Riko kaget.

"Si-siapa yang nyariin kamu, eh kau." Jawabnya terbata. Kemudian Riko melangkah cepat keluar kamar mandi. Ia merutuki dirinya sendiri dengan sikapnya yang sedikit gugup.

"Aneh." Bella meautkan alisnya. "Biasanya dia suka marah-marah enggak jelas tiap ketemu sama aku." Gumamnya. "Bodo amat ah." Timpalnya lagi. Kemudian Bella melanjutkan pekerjaannya lagi.

***

Seminggu berlalu. Riko semakin dibuat salah tingkah setiap bertemu dengan Bella. Entah ia sudah mulai menyukai Bella atau karna ia merasa bersalah atas apa yang sudah ia lakukan pada Bella.

Diruang kerjanya, Riko bergelut dengan pemikirannya. "Tidak mungkin aku menyukainya!" Ia mengacak-ngacak rambutnya kemudian menggebrak meja. "Tidak, sama sekali tidak mungkin. Justru aku harus terus membantu Ajeng. Tapi.... aaakkkh sial kenapa aku terus memikirkannya?" Rutuknya pada dirinya sendiri.

"Tenang Riko. Kau harus tenang, apalagi hari ini anaknya pak Nizam pulang dan akan langsung datang ke perusahaan. Kau tidak boleh terlihat berantakan seperti ini." Gumamnya. Kemudian ia berdiri merapikan rambut dan pakaiannya.

Sekitar pukul dua siang. Di depan perusahaan, Pak Nizam menyambut kedatangan anaknya. Ia tersenyum bangga akan keberhasilan Rafka yang mengelola cabang perusahaanya di luar negri.

"Akhirnya kau bisa membanggakan ku." Ucap Nizam memeluk Rafka.

"Sesuai keinginan Papa." Sahut Rafka. Setelah itu mereka memasuki perkantoran dan berjalan menuju ruangan Nizam.

***

Masih di kantor Grandratam Grup.

Rafka memanggil Juandra dan mengajaknya untuk berkeliling kantor. Sementara pak Nizam, sebenarnya ia tahu apa yang sudah Rafka perintahkan pada Juandra. Namun, tentang siapa dan yang mana orang yang sudah Rafka mata-matai ia sama sekali belum mengetahuinya.

Sesuai janjinya pada Rafka. Kali ini Nizam tidak akan ikut campur urusan Rafka selama dia tidak mempermalukan martabat keluarganya lagi.

"Apa Bos akan mencari mba Bella?" tanya Juan.

Rafka menghentikan langkahnya, ia menautkan alisnya setelah itu ia mengangkat kedua bahunya. "Aku tidak tau."

Juandra mengulum senyum saat melihat gerak gerik Rafka. Sudah terlihat jelas bahwa Rafka mencari-cari sosok Bella. Namun, Bos nya itu terus saja mengelaknya.

"Kalau Bos mau mencari mba Bella, percuma Bos. Mba Bella hari ini tidak masuk kerja, kemarin ia pulang lebih awal karna anaknya sakit, mungkin hari ini ia sedang menjaga anaknya, Bos." Jelas Juan.

Tiba-tiba Rafka menghentikan langkahnya, lalu berbalik badan menghadap ke arah Juan. "Kenapa kau tidak bilang dari tadi?" tanya Rafka kesal. "Balik arah, cepat!" Dengan malas Rafka kembali menuju ruangan di mana Papanya berada.

"Bagaimana mau bilang, Bos saja tidak tanya." ucap Juan dalam hati. "Bos, Bos. Ada-ada saja." Gumamnya sambil tersenyum memperhatikan Rafka dari arah belakang.

1
Nadia
bener bener gak ada novel yg bagus apa ya, perasaan jarang banget aku Nemu novel yg bagus
Marulak Siagian
👍👍👍👍👍
Reni Ajja Dech
Masa si Rafkah lama banget membongkar kebusukan si Arya yg menggelapkan uang perusahan.
Reni Ajja Dech
pasti jebakan mama Nathan,si Bella Ama Rafka satu kamar.
Diana Budhiarti
alhamdulillah.. thanks thorrr, akhir ceritanya happy ending.
kesabaran membawa kebahagian buat bella dan kel nya
Nur Lizza
y uda tamat aja.
pdhl ms penasarn sm papa ny bella
Nur Lizza
kasihn dimas untng aja dia bs selamt dr para pereman
Nur Lizza
akhirny mega ke tangkap polisi jg rasakn kamu mrmbusuk di penjara.
smg dimas baik3 sj
Nur Lizza
bt aja bhgi krn maslh sudh beres.ni ada og mslh br.
oh y thor kbr ayhny bella gimn ap sudh meninggl atu msi hdup
Nur Lizza
mantap
Nur Lizza
spali yg telah menolong mega
Nur Lizza
ni baru seru
Nur Lizza
😭😭😭😭
Nur Lizza
smg kalian yg nangis darah aryo cs
Nur Lizza
semg bahagia selalu.
kbr ibu margaret gimn thor
Nur Lizza
kbr ny kelurga nathan gimana
Nur Lizza
slmt y akhirny dimas punya papa.
msi adlg rhasua yg blm trbingkar tgu aja
Nur Lizza
akhirny satu persatu rahasia di bongkar
Nur Lizza
mkin seru
Nur Lizza
lnjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!