NovelToon NovelToon
Menikahi Adik Tiriku

Menikahi Adik Tiriku

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Berondong / Tamat
Popularitas:735.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Just Amel

Diusia Kania yang sudah menginjak angka 2, tepatnya 22 tahun dia dihadapkan dengan pernikahan kedua ayahnya dan yang lebih mengejutkannya lagi, ibu tirinya sendiri adalah atasan di perusahaan ayahnya bekerja.

Ibu tiri Kania mempunyai anak dari pernikahan sebelumnya yang bernama Putra Aditya Nugraha yang usianya lebih muda 5 tahun dari Kania. Berarti saat ini usia adik tiri Kania masih 17 tahun.

Bagaimana kehidupan Kania bersama keluarga baru dan adik tirinya yang mulai beranjak remaja?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Just Amel, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tak Terduga

"Aditya, kenapa kamu pura-pura sakit perut?" tanya Kania.

"Aku engga pura-pura, aku beneran sakit sakit perut."

Kania tidak begitu saja percaya dengan ucapan Aditya. Dia masih yakin kalau saat itu Aditya cuma pura-pura sakit perut.

Kenapa Kak Kania ngeliatin gue kaya gitu? Dia masih curiga ya sama gue.

"Jujur ya, aku engga percaya kalau kamu beneran sakit perut," ucap Kania tegas.

"Aku engga bohong, aku beneran sakit perut Kak."

Kania pun memakai metode untuk mengetahui seseorang berbohong atau tidak. Dia tahu dari buku novel yang pernah dia baca kalau saat seseorang berbohong biasanya orang itu akan mengalihkan pandangannya kearah lain.

Sekarang Kania sedang menerapkan metode itu ke Aditya. Dia kembali diam dan hanya memperhatikan Aditya.

Benar saja, Aditya mengalihkan pandangannya. Kania juga melihat gerak-gerik Aditya yang menandakan kalau pria itu berbohong.

"Mengaku saja, aku tahu kamu cuma pura-pura sakit perut."

"Aku cuma ingin tahu kenapa kamu melakukan hal itu, apa alasannya?" tanya Kania sambil menyandarkan punggungnya ke sandaran kursi.

"Kenapa Kak Kania engga percaya juga kalau aku beneran sakit perut...."

Aditya masih tidak mau mengaku, dia malah memasang wajah tidak bersalah dan memelas di depan Kania.

"Kalau begitu biar aku tebak sendiri, apa karena kamu tidak suka mama kamu pacaran dengan ayahku?"

...Deg!...

Koq Kak Kania bisa tahu?! Apa dia bisa baca pikiran orang?

Aditya terdiam.

"Jadi benar, karena itu kamu pura-pura sakit perut."

"A-Aku...."

"Kamu tidak suka hubungan mereka atau karena ayahku?"

"Aku tidak suka keduanya."

"Kenapa kamu tidak suka dengan ayahku? Ayahku itu orang baik, apa kamu berpikir ayahku cuma memanfaatkan mama kamu demi uang?"

"Itu--"

"Ayahku bukan orang seperti itu, ayah benar-benar tulus mencintai mama kamu dan mama kamu juga mencintai ayahku, jadi--"

"Engga! Mami cuma mencintai Papi!"

Tiba-tiba Aditya memotong ucapan Kania dengan nada sedikit emosi.

"Saat mamaku menikah lagi, reaksiku juga sama sepertimu."

Emosi Aditya yang sempat naik perlahan mereda.

"Menikah lagi?" tanya Aditya.

"Orang tuaku bercerai saat aku masih kecil dan aku dititipkan ke Nenek sedangkan ayah sibuk bekerja."

"Sejak mereka berpisah, mama beberapa kali datang ke rumah Nenek untuk bertemu denganku, aku masih bisa merasakan kasih sayang mereka tapi saat aku diberitahu kalau mama akan menikah lagi, aku sangat kecewa dan sedih."

"Aku menolak pernikahan mama, aku tidak mau ada yang merebut mama dariku tapi saat itu ayah memberiku pengertian kalau mama menikah lagi bukan berarti kasih sayang mama akan berkurang kepadaku karena tidak ada yang namanya mantan anak."

"Waktu itu aku tidak langsung setuju, aku ingin bertemu dulu dengan orang yang akan jadi papa tiri ku dan saat aku bertemu dengannya ternyata orangnya baik, jadi aku setuju mama menikah lagi dengan papa tiri ku."

"Meskipun ayah terlihat baik-baik saja saat mama menikah lagi tapi aku tahu kalau sebenarnya ayah sedih karena ayah masih mencintai mama dan terbukti selama bertahun-tahun ayah masih gak bisa move on dan lebih memilih menyibukkan dirinya dengan bekerja."

"Dan saat aku tahu ayah punya pacar, aku senang sekali karena akhirnya ayah bisa move on dan bahagia seperti mama, apalagi saat aku bertemu dengan mama kamu, aku semakin yakin kalau ayah pasti bahagia bersama mama kamu."

"Aku lihat mama kamu juga bahagia saat bersama ayahku jadi--"

"Engga, kamu salah, engga ada yang bisa buat mami bahagia kecuali papi."

"Tapi papi kamu sudah meninggal."

Mendengar itu Aditya langsung mengepalkan tangannya.

"Kamu engga boleh egois, mama kamu juga perlu pendamping hidup, aku yakin kamu juga pasti ingin mama kamu bahagia, kan?"

"Engga perlu pendamping hidup untuk bisa bahagia, aku yang akan membahagiakan mami," ucap Aditya dingin.

"Tapi--"

Tiba-tiba Aditya beranjak dari kursinya. Wajah Aditya sudah tidak seceria saat pertama Kania datang.

"Aditya, aku yakin ayahku bisa menjadi papa tiri yang baik, ayah akan menyayangimu sama sepertiku dan aku juga akan menjadi kakak yang baik untukmu."

Kepalan tangan Aditya semakin kencang.

"Engga, aku engga mau! Aku engga mau kamu jadi kakak tiri ku!"

"A-Aku janji akan jadi kakak tiri yang baik untukmu, aku akan--"

"Cukup! Aku engga mau kamu jadi kakak tiriku!"

"Kenapa? Aku pikir kamu menyukaiku."

"Justru karena aku menyukai Kak Kania makanya aku... aku engga mau Kak Kania jadi kakak tiri ku...."

"Apa maksudmu? Aku engga ngerti."

Aditya berjalan mendekati Kania lalu meraih dan menempelkan tangan Kania ke dada kirinya sehingga membuat Kania bisa merasakan detak jantung Aditya.

Tatapan emosi Aditya berubah lembut kearah Kania. Tanpa diminta Kania pun beranjak dari kursinya sehingga membuat mereka berdiri saling berhadapan.

"Sejak pertama kali aku bertemu Kak Kania, aku sudah jatuh cinta dengan Kak Kania."

...Deg! Deg! Deg!...

Jantung Kania berdegup kencang. Dia sama sekali tidak menduga Aditya akan mengatakan hal itu kepadanya.

"Ja-Ja-Jatuh cin-ta?," ucap Kania terbata-bata.

Pipinya seperti tomat, aku jadi ingin mengigitnya...

Pikir Aditya saat melihat kedua pipi Kania yang merona sangat merah.

"Iya Kak, aku sudah jatuh cinta dengan Kak Kania, aku engga mau Kak Kania jadi kakak tiri ku tapi aku mau Kak Kania jadi pacarku."

"Pa-Pacar?!" pekik Kania.

"Iya, Kak Kania mau kan jadi pacar aku?"

Kania terdiam.

Gila! Kenapa malah jadi kaya gini?! Tujuan gue kan dateng buat bujuk Aditya supaya setuju bokap gue nikah sama mamanya tapi kenapa jadi dia nembak gue?!

Histeris Kania dalam hati.

"Kak Kania masih ragu sama perasaanku? Kakak bisa merasakannya sendiri jantungku deg-degan sekarang, aku engga main-main, aku serius, aku mencintai Kak Kania."

Bagaimana ini?! Jantungnya emang deg-degan terus matanya juga kelihatan banget kalau dia serius dan gue... gue juga...

Kania masih diam mematung di depan Aditya.

"Apa aku ditolak? Apa karena aku lebih muda dari Kak Kania? Hm.. baiklah, aku tidak akan memaksa Kak Kania...."

Perlahan Aditya melepas tangan Kania yang menempel di dada kirinya dan terlihat jelas kekecewaan dari wajah Aditya.

"A-Aditya aku...."

...****************...

Hendra sudah berada di rumah. Dia sekarang sedang menyeruput teh hangat di ruang tamu sambil membaca artikel online di handphonenya.

Tak berapa lama, Hendra mendengar suara knalpot motor lalu dia pun mengintip ke luar dari jendela rumahnya.

Hendra melihat Kania berbicara dengan seorang pria yang dia kenal lalu setelah pria itu pergi Kania membuka pintu pagar dan berjalan menuju rumah.

...Cklek...

Pintu pun terbuka, Kania masuk ke dalam dengan kepala tertunduk sehingga membuatnya tidak melihat kehadiran Hendra di ruang tamu.

"Kak, baru pulang? Kenapa lemes gitu?"

Kania terperanjat mendengar suara Hendra.

"A-Ayah?! Ayah udah pulang?!" pekik Kania.

"Iya, kenapa kamu kaget kaya gitu?"

"Ka-Karena biasanya Ayah belum pulang jam segini," ucap Kania terbata-bata lalu cengengesan di depan Hendra.

"Kenapa Aditya tidak disuruh masuk dulu tadi?"

"A-Aditya? Bu-Bukan, tadi bukan Aditya Yah," jawab Kania terbata-bata.

"Kakak ke kamar ya, ada tugas kuliah."

Kania pun langsung kabur menuju kamarnya.

"Bukan Aditya? Meskipun orang tadi tidak melepas helmnya tapi motor yang dia pakai adalah motor Aditya."

"Apa mungkin motor orang tadi mirip dengan motor Aditya?"

Sementara itu Kania berusaha menenangkan jantungnya yang masih deg-degan di dalam kamar.

"Padahal Aditya gak lepas helm tapi kenapa Ayah tahu kalau yang mengantarku tadi Aditya?"

Setelah merasa lebih tenang, Kania pun berjalan ke tempat tidur lalu membaringkan tubuhnya.

"Maaf Ayah... Kakak engga bermaksud membohongi Ayah tapi semua itu Kakak lakukan agar Ayah bisa bahagia bersama Tante Permata."

...****************...

Seorang pelayan yang melihat Aditya pulang segera menuju meja makan untuk memberitahu Permata.

"Nyonya, den Aditya sudah pulang."

"Baiklah, makasi Bi."

Permata mengelap bibirnya dengan serbet lalu beranjak dari kursinya dan pergi meninggalkan meja makan.

Aditya melempar tas ranselnya ke atas meja belajar lalu duduk di sofa yang ada di depan tempat tidurnya.

Tak lama, pintu kamar Aditya terbuka. Permata masuk dan duduk di samping Aditya.

"Kenapa baru pulang? Kamu kan hari ini tidak ada ekskul? Apa ada pelajaran tambahan di sekolah?"

"Mami."

"Iya?"

"Mami boleh menikah dengan Om Hendra."

Permata sangat terkejut, dia tidak menduga Aditya akan mengatakan hal itu kepadanya karena setahu dia Aditya tidak menyukai hubungannya dengan Hendra.

"A-Apa?!"

...****************...

Author: Hai sistaaa~

Seneng deh ternyata banyak yang suka dengan cerita ini 😆

Makasii like dan dukungan kalian ❤️❤️❤️

Sampai bertemu lagi di bab selanjutnyaa~

1
V
wah gila anaknya adit sama kania benar benar kaya air. Tapi harus benar benar di jaga semakin banyak air tenang semakin juga warus waspada klau udah gede
V
pov babay aidan : ga aku diam aja pah,kasian mama nanti kesusahan, secara kan papa kelakuan melebihi Bayi . kalau aku ikut kaya krakter papa mama mungkin bisa strees jadi aku cukup diam dan calem plus cool aja deh biar gak repot. Biar papa jangan kebanyakan cemburu/Grin//Grin//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
V
iyah deh adit sekalian noh bawah alat dapur dengan makanan aja sekalian bawa ke kamar jadi saat olahraga hbs ga perlu repot repot ke dapur tinggal ambil aja makan setelah itu olahraga bila perlu gak usah bertemu orang di kamar aja terus/Smug/
. bila perlu kurung diri kalian atau sekalian cari pulau yg ga berpenghuni sekalian/Sly/
mau heran tapi yaudahlah ya
V
terkadang jadi orang juga Harus menolak orang dengan tegas klau lo benar benar ga suka meski itu menyakiti hati mereka.dari pada lu nerima dia karena rasa kasihan dan suatu saat dia sadar dia akan merasa bersalah dan itu lebih menyakitkan dari lu nolak langsung.
V
ada tipe tipe manusia yang ditolak .
1.ada Type yang dengan kita menolak perasaan dengan baik pasti dia juga akan terima dengan baik dan cepat melupakan dan menjelani hidupnya dengan baik juga tanpa menimbulkan luka untuk kedua belah pihak.

2. ada juga yang Type yang di tolak dengan tegas tapi sulit melupakan tapi tidak mengganggu mungkin salah satu yang tersakiti
3. ada juga type yang perasaan nya sama tapi menolak untuk bersama terakhir kedua bela pihak sama sam tersakiti dan sulit untuk melupakan.


Nah sekarang si kania ini termasuk type yang menolak orang kategory apa berapa ini?

1. cara kania tolaknya perasaan lawannya tidak Tegas. tegas tapi seakan memberikan harapana kepada orang tersebut.
2. Kania tolak Gani udah Tegas Tapi Masih kata TAPI aku menyanyangimu sebagai teman kecilku terus Gali Histeris + sambil nagis maafin aku gak bermaksud menyakitimu+ mau pelukan
3. udah di tolak tapi masih sempat sempatnya bawa makanan + nyariin

jadi Kania ni type menolak perasaan kategory apa sih aku bingung?
V
apaan sih ga jelas si kania ini ,terlalu banyak memberi harapan pada gali.udah omongannya gak tegas sama gali mungkin gak kaya gitu si gali sampai histeris.....is.menyebalkan si kania ini udah dewasa tapi pola pikirnya sempit.
ya lu banyangin aja gini lo suka sama seseorang trus wanita itu seakan akan jawabannya menolak tapi seakan akan iya kejar aku lagi ya. udah gitu maaf ya udah menyakitimu baru pelukan lagi,gua rasa kania ini bego atau gimana sih. lu nolak oarang tapi lu nangis,minta maaf trs mau sempatnya mau meluk. seakan akan lu punya perasaan buat dia. cara nolak kaya gitu emang bodoh. ya klau mau nolak nolak aja bila perlu biar dia ada rasa sakit jadi dengan itu dia bisa move on. suer deh kalau ada di dunia nyata udah ku gampar orangnya udah kaya cewek plin plant.
V
yuk adit aku siap ko jambak rambutnya gali bila perlu kita congkle aja matanya gali biar gk usah lihat
V
mau maju ga bisa mundur juga ga bisa. yaudah ngalah aja kania
V
dalam benak kania. aku dimana? sedang apa? kok cincin ini di jariku? sejak kapan aku jawab?
mau jawab takut nikah tapi masuk perangkap sendiri/Facepalm/ .. tiba tiba aja nanti udah sah/Grin//Facepalm/

dan baru sadar dari semuanya /Chuckle//Facepalm/
Gokil ga tuh sat set udah honeymoon aja

ngakak gw comennya/Hey//Grin//Facepalm/
V
mau kasian kania tapi ga bisa kocak benar 🤣
V
masih pacaran berasa honeymoon masih pagi loh ya
V
mbak jasmi ambil aja kok milikmu Gali itu bila perlu kurung dia aja sekalian dirantai aja biar ga ganggu adit sama kania. rela banget kita yg baca, Gpp aku ikhlas banget. jadi mba buruan deh keburu dia kumat lagi ,bila perlu seret aja dia pulang aja mba jas gpp ko
V
oohhhh so sweeetttttt bangetttt uhhhh games dehhh kalian berdua
V
gue greget juga sama ni cewek. pintar sih tapi syg ga bisa bedaan mana yang harus diutamakan
V
meskipin dulu adit playboy tapi sekaramg aku suka sikapnya to the point, ya dan tidak.
V
wahhh Gilaaa ,si Galih obsesi sama sama kania... ketemu kaya org ini mendingan pergi sejauh mungkin,karena dia akan ngelakuin hal hal yang diluar nalar ihhh ngeri....
V
ya menurut ku sih wajar aja adit marah secara kan dia pacarnya adit, siapa yang ga sakit hati coba... dan sih Kania ini plint plant tau gak gue ihhh rasanya mau ku cekik tau ga..sok mewek sok paling menyakitkan.... dia gk mikirin perasaan adit, udh tau gali itu suka dia malah fast respon Gila ga sihhh...

pantasan aja mantannya beci banget ya lu banyangin aja gimana sakit hatinya dia pas tau kalau terima dia cuman karena penyakit ga bisa menolak, yaiyalah secara u tu memberikan harapan ke orang tersebut. klau gak suka Tolak, dan juga memberikan kesempatan untuk orang lain.
V
kan udh ku bilng jangan lihat orsng dari covernya saja
V
ayo berjuang adit singkirkan para para hama yang menghalagimu..
apalagi si Gali apalah itu,sifatnya aja yang dewasa tau taunya niat menikung ihhh gak bamget, pokoknya semangat bila perlu patahkan aja mereka yang jadi hama.
V
kalau menurutku ya semuanya salah, Gali,kania maupun adit.

1. Gali udah tau kalau adit itu pacarnya kania tapi aja masih sok Caper ingat itu.
2. Kania Udah tau pacarnya posesif minta ampun tapi masih kagum Sama Gali. Klau aja Adit yang sama Ara jangan dekat udah meraung stegah mampus jadi wajar dong kalau adit juga marah Heran. Giliran aja adit posesif peduli bahkan cemburu, itu wajar * aja itu tandanya dia syg lu, karena hanya sifatnya yg kekanankan itu dia tunjukan buat orang yang benar benar dia sayang, jadi hargai itu.

3. Adit juga salah karena tidak bisa mengontrol emosinya. Tapi ya wajar aja sih adit marah Kan Gali yang Kang mancing duluan. yaelllahhhh . Hei tidak semua orang yang mempunyai mental yang emosia sama kekasinya itu bisa bersabar dan mencoba untuk tidak menyakiti. Bahkan dia saat emosi saja masih sempatnya minta maaf tdk mengukuti emosinya. bahkan disaat mapanya mintaa maaf ke rekannya tapi dia lebih meminta maaf ke GFnya. gk semua orang bisa kaya Gitu.

yang Hina adit kalau sifatnya kaya Anak Kecil. Hei dia itu baru umur belasan jadi wajar klau dia masih Labil karena itu cara dia mengungkapkan rasa Cintanya Dia .

gua mendingan Adit yang labil dan cara dia menunjukan cintanya itu dengan apa adanya.. Jangan Cuman Lihat dari Luarnya aja yang sikapnya bijak sana tapi menyembunyikan sifat aslinya.

Makanya kalau baca itu jangan matanya diplototin aja tapi baca juga harus berimajinasi juga supaya dapat kesannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!