Chen Khu adalah anak ke dua dari tiga bersaudara, hidup bahagia di sebuah desa terpencil dikaki gunung Wutan. Keluarga Chen merupakan keluarga petani yang terkenal ramah bagi penduduk desa. Chen Khu bocah berusia 7 tahun, yang suka membantu. Meskipun usianya terbilang masih muda, tetapi dia cukup ringan tangan untuk membantu sesamanya. Dia bercita-cita, suatu saat jika sudah besar nanti, dia ingin menjadi seorang tabib agar bisa membantu orang - orang miskin yang sakit. Akan tetapi semua tidak berjalan seperti apa yang diimpikannya, sampai suatu malam ketikan sekelompok pendekar aliran hitam datang menghancurkan desanya. kedua suadarax dibunuh dengan kejam, ayahnya di tangkap untul di jadikan budak, sedangkan ibunya tewas ketika berusaha menyelamatkan dia dan adiknya. Satu hal yang tetap ada dalam pikirannya yaitu, tato KALAJENGKING MERAH yang ada di lengan pendekar yang membunuh ibu dan saudaranya. Dengan berlinang air mata dan sekuat tenaga dia berlari kedalam hutan gunung Wutan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Khalid, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#21. Perpisahan
Pagi itu Chen Khu bangun lebih awal dari biasanya, mungkin bayangan ayahnya semalam membuatnya begitu bersemangat hari ini.. Dengan kemampuannya saat ini yang hampir mendekati pendekar level 7,dia yakin akan mampu untuk menemukan dan menyelamatkan ayahnya.
"Kamu sudah dari Lembah Harapan Khu er'..? " Lee Han bertanya pada Chen Khu yang sedang menyiapkan sarapan.
"Sudah senior.. " Jawab Chen Khu singkat sambil mempersilahkan Lee Han untuk sarapan.
"Ingat Khu er'.. jadilah orang baik, lindungilah yang lemah, dan bantulah orang yang membutuhkan " nasehat Lee Han setelah mereka berdua sarapan. Chen Khu mengangguk tanda mengerti.
"Baiklah.. sudah saatnya kita berpisah.. apa kamu sudah tau kemana tujuanmu..?"
"Belum senior, tapi aku akan mengikuti kemana angin akan membawaku..mungkin saja aku akan secepatnya menemukan ayahq. "
"Jaga dirimu baik - baik.. dan ketika kamu sudah mencapai tingkat pendekar level 7..segeralah berlatih dengan kitab Penguasa Langit" ujar Lee Han sambil memeluk erat Chen Khu, seperti merasa berat untuk melepaskan, kebersamaan mereka dalam waktu yang cukup lama memang membuat ikatan diantara mereka bagaikan ayah dan anak. Chen Khu pun tak mampu menahan air matax.. sosok Lee Han yang selama ini menemani, menjaga, dan menyiapkan segala apa yang dibutuhkannya membuatnya merasa berat untuk berpisah, tapi disisi lain dia mempunyai misi yang tidak kalah pentingnya.
"Aku harap suatu saat kita akan bertemu lagi senior.. terimakasih atas segala yang sudah senior berikan aku tidak akan melupakan jasa - jasa senior" ucap Chen Khu sambil sesegukan.
"Aku tidak berharap hal yang sama Khu er'... aku ingin segera ke khayangan.. hahahaha.. " jawab Lee Han sambil tertawa, berusaha menutupi kesedihannya..
"Aku pamit dulu senior.." ucap Chen Khu sesaat setelah Lee Han melepaskan pelukannya..
Chen Khu pun melesat ke awan dengan kecepatan tinggi.. dia belum tau ke arah mana dia akan menuju, tapi satu hal yang pasti dia harus keluar dulu dari hutan kematian. Setelah terbang cukup tinggi Chen Khu merasa menabrak sebuah dinding yang sangat keras tapi tidak terlihat, Chen Khu hampir tidak sadarkan diri akibat kerasnya benturan, ketika dia mencoba menstabilkan posisi terbangnya sebuah angin kencang yang sangat dahsyat menghantam tubuhnya sampai tidak sadarkan diri.
"Tugasmu sudah selesai.."
Lee Han terkejut dan menoleh ke arah sumber suara.
"Tuan.. sejak kapan tuan ada di sini..?? ucap Lee Han terkejut. Dia mengetahui kalau pemilik suara tersebut adalah Ang Kung.
" Aku sudah mengawasi kalian sejak tadi..ternyata para Dewa benar.. bahwa tugasmu yang terakhir akan menumbuhkan sisi baikmu yang selama ini sudah kamu hilangkan.. Aku akan memenuhi janjiku.. sekarang kamu boleh ikut aku ke khayangan" ucap Ang Kung sambil melepaskan segel yang terpasang pada leher Lee Han.
"Terima Kasih tuan " ucap Lee Han sedikit bergetar.. dia merasakan kekuatan besar bangkit dalam tubuhnya ketika segel terlepas dari lehernya.
"Kekuatanmu sudah kembali seperti semula, kita sudah bisa berangkat ke khayangan, tapi sebelum kita berangkat, aku ingin kita bermain catur lebih dulu, karena sampai pertandingan terakhir kita kamu belum pernah menang sekalipun.. hahahaha.. ucap Ang Kung sambil tertawa mengejek Lee Han yang hanya bisa tertunduk malu.
"Baiklah tuan.. kali ini aku akan mengalahkan tuan, selama ini aku kalah, karena tuan menyegel kekuatanku, akibatnya otakku juga ikut menjadi buntu.. hahaha.. " jawab Lee Han berusaha menutupi rasa malunya.
----
**Mohon maaf sebelumnya penulis sampaikan kerena semalam tidak update, soalnya ada sesuatu hal yang tidak bisa saya tinggalkan.
Terima Kasih atas dukungannya dan jangan berhenti dukung PENDEKAR PEDANG LANGIT yah..
Jangan lupa Like setelah membaca.... Semoga Allah SWT melancarkan rezkinya untuk kawan - kawan yang sudah mendukung tulisan saya**.