NovelToon NovelToon
Kebangkitan Kaisar Abadi

Kebangkitan Kaisar Abadi

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Misteri
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bagus Dwi

Tahun 2042.
Manusia hidup seperti biasa dengan teknologi modern. Tidak ada yang tahu bahwa energi spiritual di Bumi mulai bangkit kembali setelah menghilang selama ribuan tahun.
Arkana Wijaya, mahasiswa berusia 20 tahun, menjalani hidup biasa hingga menemukan cincin kuno peninggalan kakeknya. Saat darahnya menyentuh cincin itu, jiwa seorang kultivator legendaris dari ribuan tahun lalu terbangun.
Namun, alih-alih mengambil alih tubuh Arkana, jiwa itu justru menghilang setelah mewariskan seluruh ingatan dan teknik kultivasinya.
Arkana menjadi satu-satunya orang yang mengetahui cara kultivasi sejati.
Sementara dunia mulai berubah, organisasi rahasia, keluarga kuno, dan makhluk yang selama ini bersembunyi juga mulai bergerak.
Bumi ternyata hanyalah dunia tingkat terendah.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bagus Dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30: Badai yang Berbenturan

​Dengung mesin motor listrik tua yang dikendarai Arkana Wijaya membelah kesunyian jalan raya perbatasan Bogor-Jakarta. Di bawah guyuran hujan malam yang mulai turun membasahi aspal tahun 2042, sepasang mata peraknya tetap menatap tajam ke depan. Di dalam benaknya, sinyal komunikasi mental yang terhubung dengan instrumen batin Cincin Kaisar Abadi terus bergetar, menangkap seuntai kecemasan yang dikirimkan oleh Dani dari markas bawah tanah Kota Tua.

​"Arka, lo harus dengerin gua," suara Dani memecah keheningan melalui sambungan earpiece siber yang terenkripsi khusus. "Biro Keamanan Khusus bener-bener panik setelah kehilangan lo di kampus tadi siang. Kapten mereka baru saja mengotorisasi pemindaian satelit termal tingkat tinggi untuk area Jakarta Barat. Lebih buruknya lagi, salah satu drone intai taktis mereka terdeteksi sedang melayang di atas area kosan lo sekarang. Mereka mulai menyisir tempat tinggal lo!"

​Arkana tidak membalas dengan kata-kata, namun akselerasi motornya langsung meningkat tajam. Fluktuasi Qi di dalam Dantian-nya bergejolak samar, siap diledakkan kapan saja jika situasi menuntut konfrontasi terbuka.

​Ancaman Ganda di Gunung Salak

​Sementara itu, jauh di dalam keheningan lembah rahasia Gunung Salak, Lisa baru saja selesai mengatur penempatan barisan pertama Divisi Bayangan Kaisar. Tiga puluh pemuda yang telah berhasil menembus ranah Body Tempering Tingkat Satu kini sedang duduk bersila di dalam gua-gua batu, menstabilkan energi baru yang mengalir di dalam tubuh mereka.

​Sreeek... sreeek...

​Suara kepakan sayap yang tidak alami mendadak memecah keheningan di atas langit-langit lembah. Lisa, yang memiliki kepekaan indra elemen kayu yang tajam semenjak pembersihan meridiannya, seketika mendongak. Matanya menyipit saat melihat seekor burung spiritual berbulu hitam legam sedang berputar-putar di antara celah kabut tebal.

​Burung itu tidak memiliki pancaran energi mekanis atau sensor silikon layaknya drone militer modern tahun 2042, melainkan membawa aura spiritual kuno yang sangat pekat—sebuah indikasi murni dari metode pelacakan mistis.

​"Burung intai klan kuno..." desis Lisa, langsung teringat pada peringatan Arkana mengenai keberadaan faksi spiritual ortodoks yang bersembunyi di pegunungan Jawa. "Mereka sudah mulai mengendus keberadaan tempat ini."

​Tanpa membuang waktu, Lisa menghentakkan kaki kanannya ke atas tanah. Energi elemen kayu murni melesat keluar, memicu pertumbuhan jalinan akar pohon rambat purba di dinding tebing untuk bergerak secepat kilat. Akar-akar tajam itu meluncur ke udara bagaikan tombak hijau tak kasat mata, langsung melilit dan meremukkan tubuh burung hitam tersebut sebelum ia sempat mengirimkan koordinat visual lebih lanjut ke arah Tetua Wirya.

​Peringatan dari Lembah: "Musuh dari masa lalu telah bangkit, dan teknologi masa depan terus mengejar. Faksi ini harus tumbuh lebih cepat dari kecepatan badai."

​Pembersihan Senyap di Gang Jakarta

​Kembali ke sudut Jakarta Barat, Arkana telah sampai di gang sempit yang berada tepat di belakang kompleks rumah kosnya. Ia mematikan mesin motornya, bergerak seringan bayangan di antara rintik hujan malam. Indra spiritualnya langsung menangkap keberadaan empat orang agen taktis berpakaian hitam tanpa atribut militer resmi yang sedang mengendap-endap di dekat pintu masuk kamarnya.

​Mereka memegang senjata api elektromagnetik berperedam suara khusus, dengan kacamata siber yang terus memancarkan gelombang pemindai biner ke arah dinding kamar Arkana.

​"Target tidak berada di dalam kamar," ucap salah satu agen melalui mikrofon tenggorokannya. "Kamar kosong, namun ada sisa aktivitas jaringan data yang mencurigakan di router lokal."

​"Mereka ingin memeriksa jejak gua?" batin Arkana yang berdiri hanya berjarak lima meter di belakang mereka, tersembunyi sempurna oleh Teknik Kamuflase Napas Kaisar.

​Arkana melangkah maju tanpa menimbulkan suara langkah kaki sedikit pun. Sebelum agen terdekat sempat menyadari adanya distorsi udara, tangan kanan Arkana yang terbungkus energi Qi Primordial telah bergerak memukul tengkuk agen tersebut dengan kecepatan yang melampaui batas tangkapan kamera siber mana pun.

​Bukk!

​Agen pertama langsung ambruk ke atas tanah tanpa sempat mengeluarkan teriakan. Tiga agen lainnya tersentak, mencoba membalikkan tubuh dan mengarahkan laras senjata mereka. Namun, di hadapan seorang kultivator ranah Spirit Gathering Tingkat Tiga, gerakan fisik manusia fana yang mengandalkan otot mekanis sekalipun tampak berjalan sangat lambat.

​Arkana memutar tubuhnya, melepaskan gelombang kejut energi spiritual murni dari telapak tangannya yang langsung menghantam dada ketiga agen tersebut secara bersamaan.

​BOOM!

​Hantaman itu tidak memecahkan tulang mereka, melainkan mengunci seluruh aliran sirkulasi darah dan melumpuhkan sistem saraf motorik mereka seketika, membuat ketiga agen elit itu jatuh berlutut dengan tubuh kaku yang tidak bisa digerakkan seolah-olah terkunci oleh mantra pembeku.

​Arkana mendekati pemimpin tim agen yang kini menatapnya dengan mata yang dipenuhi oleh rasa takut yang luar biasa. Ia menarik gawai taktis milik agen tersebut, lalu berbicara langsung ke saluran komunikasi pusat kendali militer yang masih terhubung.

​"Sampaikan pesan ini kepada Kapten kalian," ucap Arkana dengan nada suara yang berat, dingin, dan bergetar penuh ancaman spiritual yang menembus frekuensi radio siber. "Jangan pernah lagi mencoba mengusik kehidupan mahasiswa bernama Arkana Wijaya. Jika jaring laba-laba kalian kembali menyentuh area saya... maka saya sendiri yang akan datang dan menghancurkan seluruh markas besar Biro Keamanan Khusus dari dalam."

​Arkana meremukkan gawai tersebut hingga menjadi serpihan debu logam di dalam genggamannya, meninggalkan para agen yang lumpuh di bawah guyuran hujan Jakarta yang kian deras.

​Akhir dari Permulaan

​Satu jam kemudian, Arkana telah kembali berada di dalam aula bawah tanah Kota Tua bersama Dani. Proyeksi holografik dari peta Jakarta dan Gunung Salak terus berkedip di hadapan mereka, menampilkan dinamika pergerakan dua kekuatan besar yang kini resmi menjadi musuh faksi bayangan mereka: Biro Keamanan Khusus dengan teknologi kuantumnya, dan Klan Kuno Kamandaka dengan kekuatan mistis purbanya.

​Dani menoleh ke arah Arkana dengan ekspresi wajah yang penuh dengan ketegangan namun juga gairah yang menyala-nyala. "Arka... dengan lumpuhnya tim agen di kosan lo dan hancurnya burung intai di Gunung Salak, kita resmi menyatakan perang terselubung terhadap peradaban modern dan dunia kultivasi ortodoks."

​Arkana berjalan perlahan menuju altar batu di tengah aula, menatap kilauan Cincin Kaisar Abadi yang melingkar kokoh di jarinya. Fondasi telah tertanam, pasukan telah terbentuk, dan tatanan dunia lama tahun 2042 kini mulai retak di bawah kakinya.

​"Ini barulah akhir dari sebuah permulaan, Dani," ucap Arkana Wijaya, sepasang mata peraknya memancarkan tekad penguasa yang siap menaklukkan seluruh ruang dan waktu semesta. "Biarkan mereka datang dengan seluruh teknologi dan mantra kuno mereka. Di era kebangkitan ini, hanya akan ada satu nama yang berdiri di puncak tertinggi langit... Faksi Kaisar Abadi."

1
Jujun Adnin
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!