"Kamu adalah budakku Radini Prastiwi Sukarna dan kamu tidak akan bisa lepas dari cengkramanku!"
"Aku adalah abdi setiamu wahai iblis..."
Radini Prastiwi Sumarna, seorang perempuan keturunan bangsawan yang menjadi pewaris sebuah tradisi keluarga, bukan tradisi sembarangan karena keluarga itu merupakan keturunan perempuan pemuja iblis dan Radini terpilih sebagai penerus keluarga untuk melanjutkan jejak leluhurnya.
Apakah dia akan tetap memegang teguh ritual keluarganya sebagai pemuja iblis atau justru dia akan bertaubat setelah dia bertemu Dirga Bintang Darmawan yang menjadi targetnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ridwan01, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
taktik Radini
"Iya memang adil, tapi kak Dimas usil hanya mulutnya saja kan, tidak mengambil makanan kamu atau mengganggu kamu kalau sedang berduaan dengan raja Gandra" ucap Kenanga
"Mulut Dimas usil, Sahara juga balas pakai mulut, makan kan pakai mulut" jawab Sahara membuat Kenanga tepuk jidat.
"Kamu bujuk Kania saja sana supaya tidak marah lagi pada kak Dimas, kak Kania pasti cemburu karena selama ini kak Dimas selalu adil pada kalian tapi sekarang kue bagiannya kamu makan, itu siapa yang salah?" tanya Kenanga
"Dimas" jawab Sahara
"Memangnya yang makan kak Dimas?" tanya Kenanga dan Sahara menggelengkan kepalanya.
"Sahara yang makan"
"Itu artinya?"
"Sahara salah dan Sahara harus minta maaf pada Kania, biar Sahara jadi manusia dulu deh supaya Kania bisa bicara dari hati ke hati dengan Sahara" jawab Sahara merubah dirinya jadi manusia berpakaian seksi.
"Astagfirullahaladzim! Kania malah jadi tambah marah kalau begitu, ganti baju kamu!" keluh Kenanga geregetan sampai membuat para teman Dimas terkekeh.
"Ish... ini yang paling bagus dan di sukai Gandra" celetuk Sahara kembali berubah jadi dirinya sendiri.
"Pakai gamis saja yang sopan atau jadi kamu yang asli saja seperti ini itu lebih baik, kak Kania tidak akan marah" ucap Kenanga
"Baiklah, Sahara pergi dulu ya sayang, kamu jangan rindu Sahara ya sayang, nanti Sahara kembali kalau urusan Sahara sudah selesai sayang" pamit Sahara melambaikan tangannya pada Dimas juga yang lain dan menghilang.
"Hahahah... astagfirullah pacar gaib Lo benar benar Dimas, gue nggak berasa udah tua kalau ada Sahara" ungkap Gibran sampai memegangi perutnya karena puas tertawa.
"Mana dia ledekin cara gue ngomong sama istri gue lagi" keluh Restu
"Tidak apa apa sayang, itu artinya kamu berhasil jadi pasangan serasi sayang" ledek Dimas mulai tersenyum karena kalau Sahara minta maaf pada Kania, itu artinya Kania tidak akan marah lagi padanya.
"Cieee... ada yang bakal basah rambutnya besok pagi nih" ledek Panji
•••••••••••••
Di rumah Radini.
"Dari mana saja kamu Roman! kenapa baru pulang di waktu suruf?" tanya Radiah
"Roman ke makam istri Roman Bu, Rani bilang semalam dia mimpi ibunya datang dan minta dia sekolah" jawab Roman.
"Sekolah? ibu sudah minta kamu menyekolahkan Rani sejak lama, kenapa giliran dia mimpi ibunya kamu baru kepikiran mau menyekolahkan Rani? tidak boleh! ibu tidak mau orang orang tahu kalau ibu punya cucu yang tuli!" ucap Radiah tegas.
"Iya kak, nanti kak Roman juga yang malu" ucap Radini
"Sekarang kan ada alat bantu dengar, aku juga sudah pesan ke dokter tadi pagi" ucap Roman
"Iya Radini.... lagipula Rani bisa bicara dengan lancar, hanya mendengar saja yang bermasalah" bujuk Hatta
"Tapi kang mas.. ini mencurigakan, bulan lalu kami meminta kak Roman untuk menyekolahkan Rani tapi dia menolak, sekarang malah ingin di sekolahkan" jawab Radini
"Di mana sekolahnya?" tanya Radiah
"Ada sekolah baru Bu, di dekat SD kampung Curug" jawab Roman
"Sekolah milik Dirga, isinya orang orang beragama dan sepertinya Roman ingin menjadikan Rani ahli agama" bisik Luca
"Jangan ijinkan Bu" bisik Radini
"Sekolah di TK dekat pasar saja supaya Radini bisa menjaga Rani di sana, ibu tidak mau kalau sampai cucu ibu hilang" ucap Radiah
"Tapi Bu, di sana Rani juga aman, dia hanya akan berada di sekolah dan pulangnya sore hari saat Roman pulang kerja dari kebun" ucap Roman
"Biarkan saja Rani keluar, aku selalu penasaran dengan anak itu, kenapa aku tidak bisa masuk ke dalam kamarnya dan juga mendekati anak tuli itu" bisik Luca
"Bu..."
Radiah mengangguk, dia juga mendengar apa yang di katakan Luca karena dia juga penasaran kenapa setiap kali dia ingin masuk ke kamar Roman, kamar itu selalu membuatnya kepanasan dan tidak betah di dalam.
"Baiklah, kamu boleh menyekolahkan Rani di sana, tapi ibu mau Rani makan malam dengan kita malam ini, tidak di dalam kamar, ibu tidak mau dia membuat keluarga kita malu saat di sekolah nanti" jawab Radiah
"Tapi Bu... Rani tidak akan nyaman" ucap Roman
"Kalau Rani tidak nyaman di sini, bagaimana Rani bisa nyaman bersama orang asing, kita keluarganya Roman dan Rani harus terbiasa dulu dengan kita!" bentak Radiah
"Baiklah Bu, Roman akan bujuk Rani" jawab Roman lalu pamit ke kamarnya.
Radini menyeringai, dia yakin kakaknya itu sedang bimbang sekarang karena dia ingin membawa Rani keluar tapi dia tidak mau Rani berinteraksi dengan keluarganya sendiri, dan Radini akan pastikan saat Rani keluar kamar nanti, itu akan jadi mimpi terburuk untuk Rani.
"Bersiaplah paduka" bisik Radini
"Tentu saja istriku" bisik Luca menjilat telinga Radini lalu terbang ke arah meja makan untuk meludahi semua makanan yang di buat asisten rumah tangga Radiah.
Di kamar Roman.
"Nak, ini demi kebaikan kita, supaya kamu bisa bertemu teman teman kamu sebelum kita bisa pergi dari rumah ini" bujuk Roman
"Tidak mau ayah, Lani pasti akan lihat dia dan Lani takut, kita akan ketahuan jadi bialkan Lani di sini saja" jawab Rani ketakutan.
"Ayah akan lindungi kamu, makanan ini yang akan kita makan dan lihat, papa sudah beli rainbow cake yang kamu mau kemarin" bujuk Roman
"Nenek tidak akan suka yah, kita pasti akan di paksa makan makanan yang ada ludah Iblis beltanduk itu" jawab Rani
"Tidak nak, dia tidak akan berpengaruh apapun untuk kamu, kita akan buat mereka kepanasan di meja makan nanti" bujuk Roman
"Calanya?" tanya Rani
Roman pergi ke arah lemari, dia mengambil satu kantung putih yang sudah dia simpan sejak tujuh tahun lalu saat kedua anak laki-lakinya lahir dan di jadikan tumbal Radini, itu adalah ari ari mereka yang di simpan Roman atas perintah mendiang ayahnya dulu.
"Ini, kamu masukkan ke saku pakaian kamu karena ini tidak akan kelihatan" jawab Roman
"Mau ya nak?" bujuk Roman
"Baiklah Lani mau tapi Lani mau makan ini dulu, ini pasti lebih enak" jawab Rani karena dia juga ingin bisa punya teman.
"Tentu saja, ini kue kamu dan untuk nasinya kita makan setelah membuat mereka tersiksa dulu dengan keberadaan kamu, supaya mereka menjauhi kamu dan tidak mengganggu kamu" jawab Roman
"Bibi Ladini pasti akan kecewa" ungkap Rani
"Kecewa kenapa?" tanya Roman
"Kalena gagal buat Lani ketakutan" jawab Rani tersenyum manis sambil memakan kue miliknya.