NovelToon NovelToon
Orang Ketiga

Orang Ketiga

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Duda / Balas Dendam / Cintamanis / Tamat
Popularitas:5.4M
Nilai: 5
Nama Author: violla

Bukan novel Plagiat! Kalau ditemukan isi(Alur, nama tokoh, seting tempat, waktu, sudut pandang) cerita sama dengan yang lain, silahkan report karya ini, namun kalau tuduhan itu tidak terbukti, saya yang akan balik mereport anda, seperti itu😊

Berdasarkan kisah seorang teman ditambah dengan bumbu-bumbu halu. Nama dan profesi disamarkan. Sebut saja namanya Lia, dia datang ke kota untuk mencari kerja, sampailah dia bertemu dengan Sera, yang menawarkannya untuk bekerja menjadi pengasuh anaknya, dan inilah kisahnya.

Awalnya kupikir rumah tangga yang aku jalani dengan Mas Haris selama tiga tahun ini baik-baik saja. Tapi ternyata aku salah, saat itu aku tidak sengaja membuka pesan mesra yang dikirimkan suamiku untuk wanita lain, aku bertanya-tanya, siapa wanita itu? Mungkinkah Mas Haris cuma bercanda dengan rekan kerjanya?

Tapi ternyata orang ketiga itu adalah orang terdekatku, orang yang tinggal satu atap denganku, orang yang aku perlakukan dengan baik, ternyata dia orang ketiga di dalam rumah tanggaku.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon violla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencari Kesenangan Diri (Lia)

"Lia anakmu nangis, kenapa dibiarkan saja," menantuku yang satu ini memang gak pernah becus, dia berbanding jauh sekali dengan Sera, sudah dua bulan Lia melahirkan, tapi tidak ada sisi keibuan darinya.

"Mama 'kan bisa buatkan susu untuknya, aku capek, Ma. Satu malaman bergadang jagain dia."

Lia masih terus saja berbaring, malas-malasan dengan alasan yang itu-itu saja, anak dijadikan alibi untuk menghindar dari semua tugas di rumah ini.

"Lia, anakmu butuh ASI, kenapa harus di kasih susu bantu?" kuberikan bayi Lia kepadanya, Lia mulai duduk dengan malas di tempat tidur, "anakmu ini, tidak ada mirip-miripnya sama Haris, aku ragu kalau dia anaknya Haris."

"Ya-ya me-memang anak Mas Haris, wajah bayi'kan memang seperti ini, Ma."

Kenpa dia jadi gugup? Lia sudah mulai me-nyusui anaknya, dia tidak mau melihatku. Kasihan sekali Haris kehilangan istri sebaik Sera demi wanita ini, aku juga menyesal karena dulu sudah menyiakan menantuku itu.

"Sudahlah, Mama mau istrahat, jaga dia jangan biarkan dia nangis." Aku keluar dari kamar Lia, kulihat Haris sedang uring-uringan di depan Tv, ntah rumah tangga apa yang dijalani Haris dan Lia, mereka tidak pernah tidur di dalam satu kamar yang sama. Jika aku bertanya, Haris selalu marah, dia tidak mau aku ikut campur dengan rumah tangganya.

****

HARIS

Sudah lebih dari dua bulan Lia melahirkan. Aku tidak merasa ada getaran batin dengan bayiku ini, rasanya tidak seperti perasaanku kepada Bima waktu dia lahir dulu. Diam-diam aku selalu membaca hasil DNA ini, aku berharap semua ini salah, tapi bagaimana bisa? Dokter itu sendiri yang memberikannya kepadaku, apa ada yang aku lewatkan? Apa aku harus mengulanginya sekali lagi!

Apa sih yang dilakukan Lia? Kenapa bayi itu menangis saja? Aku menghampirinya di kamar Lia, ya sampai sekarang aku tidak mau menyentuhnya, ntahlah aku sama sekali tidak tertarik dengannya, bahkan aku lebih memilih tidur di ruang TV dari pada harus satu ranjang dengannya.

"Lia, kau sedang apa?" Lia terperanjat kaget, pantas saja bayinya menangis, ternyata Lia sibuk dengan ponselnya.

"Mas, kamu mau tidur di sini?"

"Tidak, kau terlalu fokus dengan ponsel-mu. Sampai telingamu tuli tidak dengar kalau bayimu menangis," aku menggendong bayi yang masih merah ini, usianya sudah hampir tiga bulan.

"Makanya kamu kerja yang rajin, Mas. Biar bisa dapat uang untuk beli susu anak kita, uang yang kamu kasih selama ini gak cukup Mas, mana harus bayar listrik, belanja dapur, beli baju, aku gak mau pakai daster terus, Mas."

"Kau kapan bersyukurnya? Mengeluh dan terus mengeluh, uang yang aku dariku sudah lebih dari cukup, kau tidak perlu beli susu formula, cukup dengan ASI saja, seharusnya kau contoh Sera, kau kan tau seperti apa kesehariannya."

"Sera lagi! Sera lagi! Sera! Kenapa sih, Mas selalu saja bandingkan aku sama Sera, apa bagusnya dia? Kalau memang dia lebih dari segalanya dariku, seharusnya Mas milih dia! Bukan aku!"

"Kau yang menggodaku, aku tidak memilihmu, kalau bukan karena Sera, aku juga tidak mau menikah denganmu, asal kau tau saja Lia. Menikah denganmu adalah kesalahan terbesarku!"

"Sera! Sera! Selalu saja dia, kembalikan anakku, jangan lagi ke kamar ini kalau hanya untuk bandingkan aku dengan Sera!"

"Anakmu? Apa dia cuma anakmu? Apa dia bukan anakku?" aku meletakkan bayi ini di tempat tidur Lia, dia terlihat gugup.

"Jawab Lia, anak ini anakku ... atau anak laki-laki lain? Apa kau menukar hasil DNA itu?"

"Sudahlah Mas, aku lelah dengan semua ini, kamu keluar dari kamar ini. Biarkan aku sendiri!"

Lia mengusir dan mendorongku keluar dari kamar, lalu dia menutup pintu dengan kasar, wanita apa yang aku nikahi ini? Sera saja tidak pernah meninggikan suaranya kepadaku, Sera aku sangat merindukanmu. Lebih baik aku tidur, berdoa dan berharap mimpi indah tentang Sera.

****

LIA

Mas Haris masih meragukan anak ini. Biarkan saja dia menjadi gila, aku membutuhkanya hanya untuk bisa tetap tinggal di rumah ini, wanita mana yang mau hidup susah seperti ini? Jangankan harta, cinta saja tidak ada untukku.

Setelah melahirkan, berat badanku bertambah, rambutku mengusut, wajahku semakin kusam, pakaianku itu-itu saja, sudahlah lebih baik aku mencari kesenangan sendiri, aku kembali lagi membuka ponselku, membuka akun sosial mediaku, aku ingin hidup bebas seperti dulu, berteman dan bertemu dengan siapapun tanpa ada yang mengganggu.

Aku tertegun melihat foto-foto yang ada di beranda sosial mediaku, sepertinya aku kenal dengan wajah ini, laki-laki ini terasa tidak asing, tampan, gagah dan pasti dia kaya raya, walaupun sepertinya usianya lebih matang dari mas Haris, mobilnya sangat mewah, tapi di mana aku pernah melihatnya ya? Lebih baik aku kirim saja pesan untuknya.

Pesan terkirim dan tidak kusangka, secepat ini dia membalas pesan, ternyata dia majikan dari salah satu temanku dulu, dan besok dia mengajakku bertemu di salah satu cafe yang tidak jauh dari sini, baiklah aku harus bersiap, lebih baik aku tidur sekarang, agar besok bagun lebih awal dan keluar untuk mencari kesenangan yang selama ini sudah aku rindukan.

****

Pagi sudah datang lagi Mas Haris sudah pergi bekerja, aku membuka lemari pakaianku, tidak ada yang menarik di sini, semua sudah ketinggalan jaman, sudah lama sekali aku tidak beli pakaian mahal.

Pilihanku jatuh pada dress warna peach tanpa lengan, panjangnya di bawah lutut dengan aksen manik di bagian dadanya, cuma ini yang cantik, wajahku masih cantik, cukup hanya ditambahi polesan bedak tabur sedikit saja, karena cuma ini yang ada, gincu merah juga tidak ketinggalan, sempurna aku sudah cantik. Baiklah selagi anak masih tidur, lebih baik aku titipkan sama mama mertua.

"Ma, aku keluar sebentar, aku nitip anakku ya."

"Kamu mau ke mana? Kenapa pakai baju seperti itu?" Mama selalu kepo.

"Mama mau aku pakai daster seperti yang Mama pakai itu? Aku mau beli susu, sebentar saja."

"Kenapa pakai susu bantu lagi?"

"Sudahlah, Ma ... aku gak akan lama."

Aku pergi keluar rumah, kuabaikan mama mertua yang masih memanggilku.

"Iya, Mas. Aku sudah di taksi, sebentar lagi aku sampai di sana," ternyata dia sudah menunggu aku, aku tidak perduli dengan latar belakangnya, asalkan dia mau mencukupi semua kebutuhanku seperti yang sudah dijanjikannya kepadaku. Tidak seperti Mas Haris, yang sekarang sudah tidak punya apa-apa lagi.

******

Sementara itu Hakim kehabisan tiket pesawat, dia belum bisa datang lagi, ayo bang Hakim, jangan mau kalah sama Haris. Itu Lia udah buat ulah, nanti cerai ... terus....🏃🏃🏃🏃 kaburrrrrrr.

1
echa purin
/Drool//Drool//Drool/keren dah
Saras Aussie
Luar biasa
kimiatie
Haris sama Hana di isteri ketiga
kimiatie
betul juga apa kata Thor...biar aja eko yang meninggal...walau bagaimana pun kejahatan Haris di masa lalu yang penting ada niat di hati untuk berubah...pasti dia jodoh Hana👏👏
kimiatie
Haris kah pendonor nya?
kimiatie
semangat thor...semoga perjalanan Thor di bidang penulisan dipermudahkan...aamennn²🤲🤲
Vera Anzani
selalu suka dengan novel author yang satu ini,,love sebanyak2 nya buat author Violla❤️❤️❤️
Adinda
Mampus kau haris
Nur Hayati
Alur cerita nya bagus aku suka 👍👍
altanum
terus semangat berkarya thor.sangat suka dengan kemasan cerita sehari hari author yang ada di RT,tapi tidak membosankan membacanya.
scarlet
bgs
Rini Haryati
ceritanya keren
sukses
semangat
mksh
Arif Hidayatullah
..
Adelia ZahrotusShifa
ok
Jur fans ccg
lanjut terus
Syauqi Perkasa
Haris yg harusnya donorin jantung, biar dia tetap memiliki Sera dan jg anaknya.
Gamers Alay
aku udah pernah baca ini blom sihh.. prasaan udh loh tp lupa.. haaha
momOf3AdorableKiddos
dah ga apa²...bikin haris pingsan jga ga pa² kok ...kejang² atau apalah😃😃😃
Nani Hasan
jgn mau memaafkan Haris ya Sera Krn klo sdh ular tdk akan pernah bisa menjadi kelinci....lbh baik hdp menjadi janda tp bahagia drpd punya suami tp makan hati & sll di sakiti 😡😡
Tiara Tari
visual nya dong 🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!