NovelToon NovelToon
Obsesi Papa Mertua

Obsesi Papa Mertua

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Dark Romance / Cinta Terlarang
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: MissSHalalalal

Dua minggu pernikahan menjadi neraka bagi Freya Arunika. Ia baru menyadari dirinya hanya dijadikan tumbal saat memergoki perselingkuhan suaminya, Sean Ravindra, dengan Bianca—adik tirinya sendiri. Sejak rahasia itu terbongkar, hidup Freya sepenuhnya terkekang.
Namun, takdir berputar liar ketika Ravael, ayah kandung Sean sekaligus sosok penolong masa lalu Freya, kembali dari luar negeri. Jatuh cinta pada pandangan pertama tanpa tahu identitas Freya, obsesi Ravael justru semakin membara setelah mendapati wanita itu adalah menantunya.
Kini, Freya terjebak di antara dua pria sedarah: suami kejam yang membencinya, dan papa mertua berkuasa yang terobsesi memilikinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MissSHalalalal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16.

Sinar matahari pagi menerobos masuk melalui celah gorden, menerangi kamar utama yang mewah. Freya perlahan membuka matanya. Kepalanya masih sedikit pening, dan sensasi perih di punggungnya langsung menyapa kesadarannya. Namun, rasa sakit fisik itu seketika sirna digantikan oleh keterkejutan yang luar biasa saat ia merasakan sebuah beban berat di atas tubuhnya.

​Sebuah tangan kokoh dan kekar melingkar dengan erat di pinggang rampingnya.

​Freya membeku. Selama menikah dengan Sean, suaminya itu tidak pernah sekalipun memeluknya saat tidur. Jangankan memeluk, menyentuhnya dengan kelembutan pun tidak pernah.

Ini adalah kali pertama dalam hidupnya ia merasakan kehangatan pelukan seorang pria saat terbangun. Dan ketika ia menolehkan kepala dengan perlahan, jantungnya seakan merosot ke lambung.

​Pria asing yang memeluknya dengan begitu posesif adalah Rafael Ravindra—papa mertuanya sendiri.

​"Ah..." Freya memekik pelan. Ketakutan luar biasa langsung menjalar ke seluruh tubuhnya. Dengan panik, ia mencoba bergeser menjauh dan melepaskan lengan kekar itu dari pinggangnya. "P-Papa...?"

​Namun, alih-alih terlepas, gerakan Freya justru membuat Rafael terbangun. Bukannya menjauh, pria paruh baya itu justru mempererat rengkuannya, menarik tubuh mungil Freya hingga punggung wanita itu menempel erat pada dada bidangnya yang hangat.

​"Diamlah sebentar. Jangan bergerak," bisik Rafael. Suara baritonnya terdengar serak khas orang baru bangun tidur, berwibawa, dingin, namun sarat akan penekanan yang mutlak.

​"Papa, lepaskan aku, kumohon!" rintih Freya, air matanya sudah menggenang di pelupuk mata. Tubuhnya gemetar hebat karena ketakutan. "Ini salah, Papa. Ini sangat salah! Jika Sean tahu... jika suamiku tahu, dia akan membunuhku! Tolong lepaskan..."

​"Sean tidak ada di sini, Freya," sahut Rafael datar.

​Rafael membuka matanya yang tajam bak elang. Ia tidak menunjukkan riak kepanikan sedikit pun karena tertangkap basah tidur di ranjang menantunya.

Dengan tenang, ia melepaskan pelukannya, lalu duduk bersandar pada kepala ranjang. Aroma maskulin yang pekat dari tubuh Rafael seketika mengintimidasi indra penciuman Freya yang kini merangkak menjauh hingga ke tepi ranjang, mencoba menutupi tubuhnya dengan selimut.

​"Tapi tetap saja ini tidak benar! Kenapa Papa bisa tidur di sini? Keluar, Papa!" usir Freya dengan suara bergetar.

​Tanpa mengucapkan sepatah kata pun untuk menanggapi kemarahan Freya, Rafael meraih ponsel pintarnya yang tergeletak di atas nakas. Jemarinya yang kokoh menggeser layar, lalu ia menyodorkan ponsel itu tepat di hadapan wajah Freya yang pucat.

​"Lihat ini," perintah Rafael dingin.

​"Apa ini? Aku tidak mau lihat!"

​"Aku bilang, lihat, Freya." Suara Rafael merendah, menuntut kepatuhan.

​Freya menatap layar ponsel itu dengan ragu. Detik berikutnya, napasnya seolah terhenti. Layar itu menampilkan rekaman video beresolusi tinggi yang dikirimkan oleh anak buah Rafael semalam.

 Di dalam ruangan VIP sebuah klub malam, Sean dan Bianca sedang bercinta dengan begitu intim dan panas, saling melempar pujaan dan desahan maksiat.

​Air mata Freya runtuh seketika, mengalir deras membasahi pipinya. Sebenarnya, ini bukan pertama kalinya ia melihat pengkhianatan mereka. Ia bahkan pernah melihat Sean dan adik tirinya itu bercinta secara terang-terangan di rumah ini.

Namun, entah mengapa, melihat rekaman yang begitu jelas ini membuat dadanya terasa dihantam godam yang luar biasa besar. Rasa sakitnya jauh lebih menghujam.

​"Kenapa..." bisik Freya pilu, meremas selimutnya. "Kenapa Papa memperlihatkan ini padaku?"

​"Agar kau sadar seberapa tidak bergunanya kesetiaanmu itu," jawab Rafael kejam namun nyata.

​Sejak pertama kali mengenal Sean hingga terikat dalam pernikahan jahanam ini, Freya terlanjur menyerahkan seluruh hatinya. Ia teramat mencintai Sean.

Sekeras apa pun Sean memukulnya, sekejam apa pun Sean mencacinya, Freya selalu menelan rasa sakit itu sendirian karena ia memegang teguh satu janji pada dirinya sendiri: ia hanya akan menikah sekali seumur hidup.

​"Dia suamiku, Papa..." tangis Freya pecah. "Aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk menikah sekali seumur hidup. Suatu hari... suatu hari nanti Sean pasti akan berubah. Dia pasti akan mencintaiku!"

​"Dia tidak akan pernah mencintaimu, Freya! Sadarlah!" potong Rafael, suaranya menggelegar tegas. "Pria yang kau bela mati-matian ini sedang menaruh wanita lain di atas ranjangnya, sementara kau dibiarkan sekarat di atas lantai dingin!"

​"Aku tidak peduli! Aku mencintainya! Tolong keluar dari kamarku, Paa!" teriak Freya, mencoba menulikan telinganya dari kenyataan pahit itu.

​Melihat Freya yang menangis sesenggukan sambil menggelengkan kepala dalam penolakan, ego dan hasrat gelap di dalam diri Rafael justru kian bergejolak hebat.

Semenjak semalam ia memutuskan untuk naik ke ranjang ini dan tidur di samping Freya—setelah menerima video menjijikkan dari putranya—Rafael harus bersusah payah menahan sesak yang membakar di balik celananya.

​Aroma tubuh Freya yang manis bercampur aroma obat, tubuhnya yang ringkih namun memiliki prinsip hidup yang begitu kuat, justru membangkitkan gairah liar yang selama puluhan tahun ini terkunci rapat di dalam diri sang Tuan Besar.

​Rafael merangkak mendekat, mengikis jarak di antara mereka. Freya mencoba mundur, namun ia sudah berada di ujung ranjang.

 Rafael mencengkeram lembut namun kuat dagu Freya, memaksa wanita yang menangis itu untuk menatap langsung ke dalam sepasang matanya yang menghunus tajam dan penuh teka-teki.

​"Lepaskan... Paa, kumohon, jangan seperti ini," bisik Freya, ketakutan melihat kilat mata Rafael yang berubah menggelap.

​"Pria yang kau tangisi dan kau agungkan itu sedang bersenang-senang di atas penderitaanmu, Freya," desis Rafael rendah, suaranya sarat akan wibawa yang mematikan dan napasnya yang hangat menerpa wajah Freya. "Dia membuangmu, menitipkanmu padaku demi wanita lain. Jadi, berhenti bersikap bodoh dan tatap siapa pria yang sekarang ada di depanmu. Pria yang memegang penuh kendali atas hidupmu mulai detik ini."

Freya menggelengkan kepalanya kuat-kuat, mengabaikan rasa perih yang menjalar di punggungnya akibat pergerakan mendadak itu. "Tidak, Papa! Aku tidak akan pernah mengkhianati pernikahanku!"

"Kau sebut ini pernikahan?" Rafael mendengus dingin, senyum sinis terukir di wajah matangnya yang tegas. "Pernikahan adalah tentang dua orang, Freya. Sementara putraku sedang membagi tubuhnya dengan wanita lain, kau di sini mengemis kesetiaan pada bayangan yang semu."

"Biarkan saja! Biarkan aku bodoh!" Freya memukul dada Rafael dengan sisa tenaganya, namun pria itu bahkan tidak bergeser satu sentimeter pun. "Aku mohon, hargai aku sebagai menantumu, Paa. Keluar dari sini!"

Cengkeraman Rafael pada dagu Freya perlahan turun ke leher jenjangnya, tidak mencekik, melainkan mengunci pergerakan wanita itu dengan kehangatan tangannya yang besar.

Napas Rafael yang memburu terasa kian panas menerpa kulit wajah Freya. Sisi protektif yang bercampur dengan hasrat liar yang sudah tertahan sejak semalam membuat akal sehat sang Tuan Besar kian menipis.

"Penolakanmu sama sekali tidak berguna, Freya," bisik Rafael, suaranya parau dan berat, dipenuhi otoritas yang tidak bisa diganggu gugat. "Mata dan tubuhmu tidak bisa berbohong. Kau ketakutan, tapi kau juga mendambakan perlindungan yang tidak pernah diberikan oleh suamimu."

"Tidak..." ratap Freya, memejamkan mata rapat-rapat saat merasakan wajah Rafael kian mengikis jarak. "Jangan, Papa..."

"Buka matamu, Freya. Tatap aku," perintah Rafael, nadanya rendah namun begitu mengintimidasi.

Ketika Freya terpaksa membuka matanya yang basah oleh air mata, wajah Rafael sudah berada tepat beberapa milimeter di depan wajahnya.

Detik berikutnya, Rafael menundukkan kepala, memutus jarak yang tersisa di antara mereka. Rasionalitas sang Tuan Besar runtuh sepenuhnya demi mengklaim wanita yang kini resmi ia canangkan sebagai miliknya, mengabaikan fakta bahwa Sean sedang bersenang-senang di luar sana, tak tahu bahwa takhta dan istrinya sedang perlahan direbut oleh ayahnya sendiri.

*

*

*

1
MissSHalalalal
mau doubel up gak nih ... hehehe
+1: mau! tripel juga boleh!
total 1 replies
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
+1
uuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu 🌚🌚🌚 gelap malamku
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
bongkar kebusukan ibu & adik tiri Freya. . udah sabar bgt nih Freya di bully dan diselingkuhi tinggal cerai aja 🔥🔥🔥
ina
kak plss bikin freya cinta sama rafael saling mencintai
ina: semangat bikin freya rafael bucin 🤭
total 2 replies
Kamsia
kasian freya hdp sendiri dan udh hncr.bnt kak thor buat freya bisa jatuh cinta sama rafael
MissSHalalalal: sudah terlalu sakit hati kak.
total 1 replies
MissSHalalalal
siap, di tunggu ya 🙏😍
ina
up
Mita Paramita
lanjut Thor 💪💪💪
Norahsikin Ismail
lanjutkan lg🙏🙏👍
ina
bikin freya cinta sama rafael min
Fifi Afifah
👍
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
semoga aja Freya Nerima Rafael setelah dicerai sean
Mita Paramita
tragisnya nasib Freya terjebak diantara ayah dan anak yang bikin hidup nya kacau
Mita Paramita
Freya di terkam mertua nya🤣🤣🤣 gimana reaksi Sean kalo ketahuan 🤨 Thor novel nya ganti judul ya .
MissSHalalalal: iya nih. 🙏 yang kemaren kepanjangan 🤭
total 1 replies
Mita Paramita
Freya istri lemah ngapain belain suami laknat begitu 🤨jadi gemes liatnya. lanjut Thor 💪💪💪
Mita Paramita
sean keterlaluan kejamnya 🤨🤨🤨 Freya mending kabur aja
Mita Paramita
kasian banget Freya 😭
Mita Paramita
seru baru episode pertama
MissSHalalalal: terimakasih 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!