NovelToon NovelToon
Kebangkitan Naga Astral

Kebangkitan Naga Astral

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Fantasi
Popularitas:3.5k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Seorang murid sekte luar yang dihina karena akar spiritualnya yang cacat secara tidak sengaja membangkitkan sebuah pusaka kuno di lembah terlarang. Pusaka tersebut tidak memberinya kekuatan instan, melainkan sebuah metode kultivasi purba yang memungkinkannya menyerap dan memurnikan Qi dari garis keturunan binatang buas mitologis. Untuk mencapai puncak, ia harus menempuh jalur yang penuh darah dan memburu eksistensi terkuat di langit dan bumi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akar Roh Teratai Tanah dan Sang Penjaga

​Udara di dalam lorong terasa semakin lembap dan hangat seiring langkah Lin Tian yang berhati-hati. Lorong itu menyempit, memaksa bahunya sesekali bergesekan dengan dinding tanah liat yang berembun. Ia menajamkan pendengaran, namun hanya suara tetesan air dan detak jantungnya sendiri yang bergema di keheningan.

​Setelah berjalan merunduk sejauh puluhan meter, lorong itu tiba-tiba terbuka menjadi sebuah gua bawah tanah berukuran setengah lapangan voli. Cahaya kebiruan yang sangat redup menerangi ruangan itu, berasal dari lumut yang tumbuh di langit-langit gua.

​Di tengah-tengah gua, terdapat sebuah genangan air kecil seukuran mangkuk. Di atas genangan itulah sumber aroma manis itu berasal.

​Mata Lin Tian membesar. Itu adalah sekuntum bunga kecil berwarna putih pucat, dengan akar setebal jari yang menjalar di tepi air. Daunnya memancarkan pendaran lembut.

​"Akar Roh Teratai Tanah," desis Lin Tian tanpa sadar.

​Ia pernah melihat gambarnya di buku kuno milik tetua sekte luar. Tanaman ini adalah herbal spiritual tingkat rendah, namun usianya menentukan khasiatnya. Dilihat dari ukuran akar dan tiga kelopak bunganya yang telah mekar sempurna, herbal ini pasti telah tumbuh setidaknya selama tiga puluh tahun. Bagi seorang kultivator ranah Mortal, mengonsumsinya setara dengan menelan pil spiritual berkualitas menengah. Ini adalah harta karun yang bisa mengubah nasib seorang murid luar, apalagi seorang murid pelayan sepertinya.

​Lin Tian melangkah maju, tangannya sedikit bergetar karena antusiasme. Jika ia bisa memurnikan herbal ini, fondasinya yang berat mungkin akan terisi penuh, dan ia bisa menembus tingkat kedua ranah Mortal malam ini juga.

​Namun, indranya yang dipertajam oleh energi naga tiba-tiba membunyikan alarm bahaya yang memekakkan telinga.

​Bulu kuduk Lin Tian meremang. Naluri bertahannya mengambil alih sebelum otaknya sempat mencerna apa yang terjadi. Ia melemparkan tubuhnya ke samping dengan sekuat tenaga, berguling menjauh dari arah genangan air.

​WUSHH! Brak!

​Sesuatu yang besar dan panjang menghantam posisi tempat Lin Tian berdiri sepersekian detik yang lalu. Bebatuan hancur menjadi serpihan, mengirimkan debu ke seluruh penjuru gua.

​Lin Tian bangkit dengan cepat, napasnya memburu. Dari sudut gua yang gelap, sesosok makhluk bersisik cokelat tanah perlahan merayap keluar. Itu adalah Ular Sisik Batu, binatang buas tingkat tiga. Tubuhnya sebesar paha pria dewasa, dengan panjang mencapai empat meter. Sepasang mata kuningnya menatap Lin Tian dengan tatapan membunuh, rahangnya terbuka mendesis, memperlihatkan taring yang meneteskan cairan hijau berbisa.

​Herbal spiritual alami tak pernah tumbuh tanpa penjagaan. Ular ini pasti telah menunggu puluhan tahun agar Akar Roh Teratai Tanah itu matang sepenuhnya sebelum memakannya untuk berevolusi. Kehadiran Lin Tian dianggap sebagai pencuri yang berani merampas hak miliknya.

​"Sial. Makhluk tingkat tiga," kutuk Lin Tian pelan, keringat dingin mulai mengucur di pelipisnya.

​Binatang buas tingkat tiga memiliki kecepatan dan pertahanan setara kultivator tingkat tiga atau empat, dan sisik ular ini terkenal sama kerasnya dengan zirah besi. Belati karatannya jelas tidak akan mampu menembus sisik itu. Ia terjebak di ruang sempit bersama monster yang siap mencabiknya.

​Ular itu tidak memberi waktu bagi Lin Tian untuk berpikir. Otot-ototnya menegang, dan seperti anak panah yang dilepaskan dari busur, ular raksasa itu melesat menerjang Lin Tian, rahang berbisanya mengincar lehernya.

1
Samadi Kelana
Lanjutkan ...
yos helmi
😍😍
yos helmi
ntuk semua pembaca .. mari kita bersatu.. author yg up nya satu dua bab.. jgn beri like.. komen.. dll.. cukup baca aj.. biar mampus tu author .. 🤣🤣🤣
Gege
gaasss 100k kata diluncurkan saja jangan disimpen Thor...🤭💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!