Cerita ini hanyalah karangan fiktif belaka, jika ada kesamaan tempat dan kejadian, berarti othor adalah cenayang yang hebat yang bisa menerawang. eyaaa ... canda kaleee.
Blurb:
"Eh ... asal loe tahu saja, mau ngambek mau nggak, gue tetep tampan kok!" kilah Rey.
"Kan kalau loe ngambek, loe nggak tampan Rey! Jadi jangan ngambek ya, biar tampan!" rayu Jihan lagi seraya mengerjapkan kedua matanya.
"Idih!! Loe bilang gue tampan juga nggak ikhlas buat apa?" timpal Rey.
"Ihh ... loe kok ngeselin sih! Kan gue udah nglakuin apa yang loe mau. Masa iya gara-gara gue salah sebut loe marah dan ga bantu gue, jahat loe!" rengek Jihan dengan mimik sedih dan kesal.
Rey yang di angkat adik oleh Julia sang mama dari Jihan, tidak pernah akur sedikitpun dengan gadis itu, bukan tak akur benci hanya tak akur karena belum saling mengerti.
Setting tempat bukan di indo ya, trus agama juga ga othor cantumin, takute nanti bertentangan dengan norma/ajaran yang ada, anggap aja ini cerita fiktif yang ada di dunia novel halu dan ga mungkin ada di dunia nyata.
Pict from Google, editing by Din Din
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon din din, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 21 Camping
Segerombol mahasiswa yang terdiri lebih dari 20 orang itupun sampai di tempat mereka akan mengadakan camping. Secara berkelompok mereka mendirikan tenda dan yang lainnya mencari kayu bakar untuk persiapan api unggun di malam hari.
Jason membantu Jihan mendirikan tenda miliknya untuk beberapa teman yang akan satu tenda dengan Jihan. Dari jauh Rey yang juga membantu Tisa bersama Arya tampak sesekali mencuri pandang memperhatikan Jihan dan Jason yang hubungan mereka tampaknya semakin membaik.
Uhuyyy, cemburu loe kan, Rey? Ngaku loe!
Apa loe, Thor? Jangan mengada-ada
Wahahahahaha ... emosi loe, Rey! Ya udah gue diem seribu bahasa biar loe nggak tambah emosi.
"Rey! Rey! Nglamun loe?" tanya Arya yang sedari tadi memanggil pemuda itu tapi tidak ada jawaban.
Rey tersadar dan segera mengalihkan pandangannya ke arah Arya.
"Apa?" tanya Rey balik.
"Sudah selesai, tinggal tenda kita. Kayaknya Jason juga sudah selesai tuh bantuin Jeje," ujar Arya melihat Jason yang sudah berbincang santai dengan Jihan.
"Terima kasih sudah di bantu," ucap Tisa.
Arya dan Rey hanya menanggapinya dengan seulas senyum. Rey dan kedua temannya itu tentu saja satu tenda, mereka segera mendirikan tenda mereka setelah selesai membantu para gadis.
Malam pun tiba, api unggun sudah menyala di tengah tenda tenda yang berdiri, para Mapala itupun duduk mengelilingi api unggun saling berbagi makanan yang mereka bawa. Salah satu dari mereka ada yang membawa gitar untuk hiburan mereka selama disana, salah satu pemuda memainkan gitar dan yang lainnya terdengar bersenandung ria.
Jihan tampak merangkul lengan Jason sambil bernyanyi bersama pemuda itu, disisi lain Tisa juga merangkul lengan Rey yang tidak mendapatkan penolakan dari pemuda itu.
Sesekali Jihan mencuri pandang ke arah Rey dan Tisa yang duduk berhadapan dengannya yang cuma terhalang oleh api unggun. Menyadari jika Jihan tengah melempar pandangan pada kekasihnya, Tisa semakin mempererat rangkulannya ke lengan Rey. Jihan yang melihat sikap Tisa menatap tajam gadis itu tapi tidak di hiraukan oleh Tisa.
"Kenapa? Sudah merasa dingin?" tanya Rey ketika merasa Tisa merangkulnya terlalu erat.
Tisa hanya mengangangguk manja, akhirnya Rey meminta izin keluar dari lingkaran api unggun untuk mengantar Tisa ke tenda miliknya. Entah kenapa Jihan merasa tidak menyukai Tisa sama sekali, terlebih dia pernah melihat sesuatu tentang Tisa yang membuatnya membenci gadis itu, akhirnya Jihan hanya bisa memandang Rey berlalu pergi dengan gadis yang seolah terus menempel pada pemuda itu.
"Tidurlah dulu, udaranya semakin dingin jangan lupa dengan kantong tidurmu dan juga pakai jaket dobel sepertinya hujan akan datang," pesan Rey mengamati langit yang tiba-tiba gelap bahkan bintang-bintang pun tidak terlihat.
Tisa hanya menganggukan kepalanya tanda mengerti, melihat Rey yang masih mengamati langit, Tisa berjinjit kemudian mengecup pipi Rey dan langsung masuk ke dalam tendanya. Rey yang mendapatkan perlakuan itupun terkejut seraya memegang pipinya.
Dari kejauhan entah kenapa Jihan yang melihat itupun merasa kesal. Ia menggenggam erat ujung jaketnya seakan geram dengan apa yang ia lihat.
"Dasar munafik!" gerutu Jihan, kemudian ia langsung masuk ke tendanya.
Rey kembali ke perapian, tapi ia tidak menjumpai Jihan disana hanya ada beberapa teman pria bersama Jason dan Arya. Rey langsung duduk di antara Jason dan Arya.
"Kopi," Jason menyodorkan cangkir miliknya pada Rey.
Karena udara yang begitu dingin, Rey langsung mengambil cangkir milik Jason dan menyesap kopi di dalamnya.
"Sepertinya cuacanya berubah," ucap Jason yang ternyata juga memperhatikan cuaca malam itu.
"Iya, kita harus bersiap jika badai juga datang," tambah Rey.
"Semoga saja tidak dengan badai," timpal Arya, pemuda itu menoleh pada satu tenda yang ada di sebelah kirinya.
Tepat pukul 11 malam semua mahasiswa yang masih duduk di dekat perapian berhamburan kembali ke tenda mereka karena hujan tiba-tiba turun mengguyur area Camping.
Rey dan kedua temannya itupun langsung masuk ke tenda mereka. Jason memperhatikan tenda milik Jihan, ia mengkhawatirkan kondisi Jihan di dalam. Rey yang menyadari jika Jason masih belum menutup sempurna tenda mereka pun duduk mendekat di sebelah pemuda itu ikut memperhatikan apa yang di lihat oleh Jason.
"Ada apa?" tanya Rey.
"Ini pertama kali Jeje ikut camping, gue khawatir kalau dia merasa takut karena hujan dan angin yang begitu kencang," ujar Jason.
Rey paham betul kondisi Jihan, ia pun mengkhawatirkannya tapi ia bisa apa. Akhirnya sepanjang malam yang di sertai hujan, Rey menemani Jason berjaga memperhatikan tenda milik Jihan.
Di dalam tenda, Jihan benar benar tidak bisa tidur pulas seperti teman setendanya. Ia yang baru pertama kali mengikuti kegiatan itu pasti terkejut ketika hujan angin datang menghantam tenda miliknya, menciptakan bunyi bunyian yang di hasilkan dari pepohonan juga air yang jatuh di atas tenda miliknya. Ponselnya berkedip, sebuah pesan chat terpampang di layar ponselnya.
[Kenapa ponsel loe tidak di matikan?]
[Cepat matikan!]
[Kalau tidak bisa tidur, dengerin aja musik. Tapi sebelum itu matikan sinyal ponsel loe]
Jihan tersenyum mendapat pesan chat itu, itu adalah pesan dari Rey, ia langsung membalas pesan itu.
[Iya, Bawel😜😜]
[Tapi makasih😁]
Jihan langsung mematikan sinyal ponselnya, membuka galeri lagu kemudian memasang earphone dan ia berbaring bersiap untuk tidur.
Rey tersenyum melihat pesan balasan dari Jihan, ia bisa melihat bayangan Jihan yang tadinya duduk kini sudah berbaring. Rey akhirnya mematikan daya ponselnya.
"Kenapa Loe senyum senyum?" tanya Jason yang sadar temannya itu senyum senyum sendiri menatap layar ponselnya.
"Tidak ada!" dusta Rey.
"Sepertinya jeje sudah tidur, loe tidur dulu saja Rey kalau mengantuk," ujar Jason.
"Oke, gue duluan,"
Rey masuk ke dalam kantong tidurnya, Arya sudah tidur sedari tadi, tinggal Jason yang masih terjaga memperhatikan tenda Jihan yang mulai tidak ada pergerakan dari dalam sana.
Akhirnya hujan pun berhenti ketika hampir fajar, beberapa mahasiswa sudah mulai bangun menyambut pagi. Mereka keluar tenda satu persatu untuk meregangkan otot tubuh mereka setelah semalaman tidur meringkuk menahan dinginnya udara disana.
Rey terbangun ketika Jason dan Arya masih terlelap, pemuda itu keluar dari tenda berdiri tegap meregangkan otot tubuhnya. Rey melihat jika Jihan ternyata sudah bangun, gadis itu terlihat berdiri di depan tenda sedang menggerak-gerakan tubuhnya kekanan dan kekiri seakan tengah melakukan olahraga ringan.
Tisa yang sudah bangun dan keluar dari tenda langsung memperhatikan Rey yang terus melihat ke arah Jihan, perasaan kesal pun menggelayuti gadis itu, Tisa berjalan mendekati Rey dengan mengepalkan tangannya. Ia berdiri tepat di belakang Rey yang masih menatap Jihan.
"Rey! Bisa kita bicara sebentar?" tanya Tisa tiba-tiba.
Rey yang baru sadar kalau Tisa sudah di belakangnya pun menoleh gadis itu.
*
*
*
*
*
*
...Bantu Like dong😓😓😓 serius othor pengen di like ma koment. pengen ngrasain dapat like berjibun kek apa. Nih terakhir Othor crejii up, jangan lupa like koment meski cuman up ya😘😘😉...
..._...
..._...
..._...
...Baca Novel Author yang lain juga ya .... nggak baca nggak pa pa seh, asal mampir di like ma koment Author udah seneng 😘😘😘...
...Thank u...