NovelToon NovelToon
KIAMAT TIBA: BAWA KRISTAL INTI UNTUK SEWA KAMAR (APOCALYPSE LANDLORD SYSTEM)

KIAMAT TIBA: BAWA KRISTAL INTI UNTUK SEWA KAMAR (APOCALYPSE LANDLORD SYSTEM)

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Hari Kiamat / Fantasi Wanita
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Amanda Shakira

Dibuang dan dijadikan pelayan oleh keluarga angkatnya, Lin Yue tidak menyangka bahwa seminggu sebelum kiamat ia mengaktifkan Sistem Suaka di rumah tua neneknya.

​Saat Virus Genesis meletus, manusia, hewan, dan tumbuhan bermutasi menjadi monster berelemen. Di tengah kiamat yang mengerikan, rumah tua Lin Yue diubah oleh Sistem menjadi zona aman mutlak!

​Aturan Lin Yue sangat sederhana: "Mau makanan hangat, listrik, dan perlindungan? Bayar sewa pakai Kristal Inti di kepala zombie!"

​Dari kos-kosan 4 kamar sederhana, Lin Yue membangun perumahan elit hingga kota suaka terbesar di dunia, memaksa keluarga angkat yang dulu menyiksanya berlutut memohon perlindungan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Shakira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21: PERSIAPAN UPGRADE SUAKA

BAB 21: Persiapan Upgrade Suaka

Malam beranjak semakin pekat, dingin, dan kelam di atas atmosfer Distrik Jiangcheng. Angin dingin khas musim kiamat berembus kencang melintasi sudut-sudut kota, membawa serta deru aroma kebusukan bangkai yang menyengat serta gelombang suara raungan samar dari kelompok Zombie Level 1 Tipe Runner yang berkeliaran liar mencari mangsa di lorong-lorong gelap luar sana.

Namun demikian, tepat di dalam perimeter kekuasaan Suaka milik Lin Yue, pendaran hangat dari lampu-lampu LED Lobi Utama yang terang benderang serta rasa aman mutlak dari sirkuit pelindung transparan memberikan ketenangan jiwa yang amat luar biasa bagi seluruh penghuninya.

Di dalam ruangan kerjanya di lantai dua rumah tua utama, Lin Yue berdiri mematung seraya menatap lurus ke arah pendaran layar antarmuka transparan Sistem miliknya.

Setelah tiga hari berturut-turut Tim Pemburu Pertama Suaka menyetorkan batu-batu Kristal Inti Level 1 hasil perburuan taktis mereka di lorong timur, serta berjalannya arus transaksi yang amat masif dan cepat di mesin Vending Machine Makanan Otomatis, deretan angka pada panel saldo energi Sistem akhirnya secara resmi menyentuh target mutlaknya.

Bip!

Sebuah nada mekanis yang jernih, agung, dan memancarkan wibawa Sistem bergema di dalam pusat kesadaran Lin Yue.

[Bip! Notifikasi Laporan Keuangan & Saldo Energi Utama Suaka:]

Total Akumulasi Saldo Energi Murni Terkumpul: 102 Poin Energi Murni!

Status Persyaratan Upgrade Kompleks Suaka Level 3 (Kompleks Perumahan Mandiri): 100/100 Poin Energi Murni

 (PERSYARATAN TERPENUHI 100% SEMPURNA!).

Opsi Aktivasi Rekonstruksi: Sistem Siap Penuh untuk Mengeksekusi Restrukturisasi Material Berskala Besar & Perluasan Radius Domain Tuan Tanah.

Sepasang mata Lin Yue yang jernih, tajam, dan bening memancarkan pendaran kepuasan dingin yang tak terhingga. Seratus dua Poin Energi Murni kini telah terakumulasi secara utuh di dalam ruang Inventaris Sistem miliknya. Rencana ekspansi raksasa yang telah ia rancang sejak awal kini siap untuk dieksekusi dan direalisasikan menjadi nyata di atas tanah Distrik Jiangcheng.

Namun demikian, tidak seperti proses upgrade skala kecil menuju Level 2 yang hanya mengubah dan menambah area Lobi Utama, proses Upgrade Kompleks Suaka ke Level 3 (Kompleks Perumahan Mandiri) merupakan sebuah operasi restrukturisasi geologi dan fisik berskala raksasa yang amat masif.

Sistem akan secara instan merobohkan barikade pagar besi tua, memperluas radius Barrier hingga lima kali lipat melintasi area lima blok jalan raya utama, meratakan reruntuhan beton di sekitar perimeter luar, serta membangun Dinding Benteng Baja Padat setinggi enam meter secara langsung dari manipulasi molekul energi murni.

Proses rekonstruksi geologi dan spasial berskala raksasa ini dipastikan akan memicu terjadinya guncangan tanah yang dahsyat, gelombang fluktuasi energi berdaya tinggi, pergeseran matriks molekul, serta dentuman frekuensi spasial yang amat kuat di seluruh area halaman Suaka.

"Guncangan dari proses rekonstruksi spasial berskala besar ini bisa sangat membahayakan jiwa manusia biasa jika mereka berkeliaran di luar kamar saat proses manipulasi materi berlangsung," gumam Lin Yue dengan nada suara yang tenang namun dipenuhi oleh pertimbangan strategis yang amat matang.

Ia merapikan lipatan celana kargo hitamnya, memanggil tombak kayu jati rakitannya di genggaman tangan kanan, lalu melangkah turun menuruni anak tangga kayu menuju ke arah Lobi Utama.

Cklek.

Pintu tembus pandang Lobi Utama berderit pelan saat Lin Yue melangkah masuk dengan gerakan yang anggun dan penuh wibawa.

Di dalam lobi yang terang benderang dan sejuk tersebut, keenam penyewa—Lu Yan sang instruktur beladiri, Gu Ning sang veteran evakuasi taktis, Xiao Chen, pasangan suami istri paruh baya dari Kamar 102, serta satu penyewa baru—sedang duduk berkumpul di sekitar meja kayu, menikmati santapan roti gandum hangat dan daging sapi olahan hasil pembelian dari Vending Machine.

Melihat kehadiran sang Pemilik Suaka secara langsung, keenam penyewa itu seketika menghentikan aktivitas makan mereka. Sontak, mereka bangkit berdiri secara sigap, merundukkan kepala mereka secara mendalam ke arah Lin Yue dengan raut wajah yang dipenuhi oleh rasa hormat, ketundukan, dan kepatuhan mutlak.

"Selamat malam yang cerah, Saudari," sapa Lu Yan dengan suara rendah namun penuh wibawa dan rasa segan.

Lin Yue menghentikan tumpuan langkah kakinya persis di tengah-tengah Lobi Utama. Ia menatap keenam penyewanya satu per satu dengan pandangan mata yang sangat dingin, tajam, dan memancarkan dominasi mutlak dari Otoritas Tuan Tanah.

"Aku memanggil dan mengumpulkan kalian semua malam hari ini karena ada sebuah instruksi vital dan Aturan Darurat yang wajib kalian patuhi tanpa ada pengecualian sedikit pun," ujar Lin Yue dengan suara datar namun bergema sangat tegas di dalam ruangan Lobi.

Keenam penyintas yang ada di dalam lobi seketika menahan napas mereka secara mendadak. Suasana di dalam Lobi Utama yang tadinya hangat seketika berubah menjadi amat tegang, dingin, dan serius.

"Malam ini, tepat pada pukul 00.00 tengah malam nanti, kompleks Suaka ini akan mengalami proses Restrukturisasi, Rekonstruksi, & Perluasan Domain Tahap Tiga," lanjut Lin Yue tanpa basa-basi.

"Area perimeter perlindungan Suakaku akan diperluas secara masif melintasi lima blok jalanan. Dinding benteng pertahanan baja baru akan dibangun, lahan perumahan baru akan diratakan, dan sirkuit energi Suaka akan ditingkatkan menuju ke level yang jauh lebih tinggi dan tak tersentuh."

Mendengar penjelasan yang begitu mengejutkan dari mulut Lin Yue, sepasang mata Lu Yan dan Gu Ning seketika membelalak lebar dalam keterpukulan mental yang teramat sangat!

"P-Perluasan domain secara masif?! Restrukturisasi benteng pertahanan baru?!" bisik Gu Ning dengan deru napas yang tersengal, dadanya naik-turun dalam ketakjuban yang tak terbayangkan oleh akal sehatnya.

Sebagai seorang mantan anggota tim evakuasi darurat taktis, Gu Ning tahu betul bahwa untuk membangun sebuah dinding benteng pertahanan kokoh di era kiamat membutuhkan waktu berbulan-bulan, ribuan tenaga kerja, serta pasokan semen, batu bata, dan baja yang tak terbatas. Namun di tangan Lin Yue, sebuah proses rekonstruksi domain benteng raksasa dapat dieksekusi secara instan hanya dalam hitungan jam di tengah malam!

Lin Yue mengangkat sedikit gagang tombak kayu jatinya, menunjuk lurus ke arah wajah para penyewa demi menegaskan Aturan Darurat yang dicanangkannya.

"Oleh karena itu, ini adalah Instruksi Mutlak Tuan Tanah yang wajib kalian tanamkan di dalam kepala dan laksanakan tanpa ada alasan apa pun:" kata Lin Yue dengan suara dingin yang menusuk bagaikan sabetan belati es.

"Pertama: Tepat pada pukul 23.30 malam nanti, seluruh penyewa tanpa terkecuali wajib sudah melangkah masuk ke dalam unit kamar masing-masing. Pintu besi kamar wajib dikunci rapat dari dalam, dan seluruh tirai jendela tebal wajib ditutup rapat."

"Kedua: Dilarang keras bagi siapa pun untuk melangkahkan kaki keluar dari dalam kamar, membuka gagang pintu, atau mencoba mengintip melintasi celah jendela selama proses rekonstruksi berlangsung hingga pukul 06.00 pagi esok hari."

"Ketiga: Selama proses rekonstruksi berlangsung, akan terjadi guncangan geologi tanah yang cukup kuat, gelombang tekanan udara berfrekuensi tinggi, serta suara dentuman energi yang membahana dari udara. Jangan panik atau berteriak konyol. Dinding beton unit kamar kalian telah dilapisi oleh sirkuit perlindungan Sistem yang seratus persen kedap guncangan dan aman dari bahaya fisik."

Lin Yue memandang sepasang mata keenam penyewanya satu per satu dengan tatapan dingin tanpa ada kompromi sedikit pun.

"Jika ada salah satu dari kalian yang bertindak konyol, melanggar instruksi ini, dan nekad melangkahkan kaki keluar kamar di tengah malam... tubuh kalian akan tersapu oleh fluktuasi gelombang rekonstruksi spasial dan hancur meleleh menjadi debu seketika. Sistem dan diriku tidak akan bertanggung jawab atas kematian konyol akibat tindakan pembangkangan."

Mendengar ancaman eksekusi spasial yang begitu mengerikan, nyata, dan tanpa ampun tersebut, keenam penyewa itu gemetar hebat dari ujung kepala hingga ke ujung kaki. Rasa gentar, takjub, dan kepatuhan mutlak terpatri semakin dalam di dalam pusat kesadaran mereka.

"Kami memahami dan mengerti instruksi ini sepenuhnya, Saudari! Kami bersumpah demi nyawa kami bahwa tidak akan ada satu pun dari kami yang berani melangkah keluar atau mengintip dari dalam kamar malam ini!" seru Lu Yan dengan suara mantap seraya membungkukkan badannya secara mendalam, yang seketika diikuti oleh seruan ikrar patuh dari lima penyewa lainnya.

"Bagus," kata Lin Yue singkat. "Segera kembalilah ke unit kamar kalian sekarang, habiskan sisa makanan kalian, dan bersiaplah untuk menyambut wujud baru dari tempat tinggal kalian esok pagi."

Tanpa membuang waktu satu detik pun, keenam penyewa itu segera merapikan sisa-sisa makanan mereka, melangkah sangat cepat keluar dari Lobi Utama, lalu masuk ke dalam unit kamar masing-masing di halaman timur. Pintu-pintu besi tebal berbunyi brak! cklek! saat mengunci secara otomatis dari dalam. Tirai-tirai tebal ditutup rapat tanpa menyisakan celah, dan seluruh area halaman timur seketika menjadi sunyi senyap tanpa ada pergerakan.

Lin Yue membalikkan badannya, melangkah kembali ke lantai dua rumah utamanya. Ia berdiri dengan sangat tenang di tengah ruangan seraya menatap pergerakan jarum jam digital Sistem yang kian mendekati angka 00.00 tengah malam.

Seluruh persiapan logistik, penyetelan keamanan, dan instruksi pensterilan area telah selesai dilaksanakan secara sempurna seratus persen.

Di luar sana, malam kiamat terasa kian dingin, kelam, dan mencekam, namun di dalam pusat kesadaran Lin Yue, sebuah ambisi besar untuk melahirkan Kompleks Perumahan Mandiri Level 3 siap meletus dan mengubah peta sejarah Kota Jiangcheng selamanya!

Bersambung.....

.

.

.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

1
Alvaro Sebastian
overall ceritanya udah bagus banget ,menurut ku pribadi
masijacoke021205: Halo kak Alvaro, terima kasih banyak ya buat penilaian dan bintang 5-nya! ❤️ Glad to know kamu suka sama jalan ceritanya. Dukungan kaya gini bikin makin semangat lanjutin petualangan Lin Yue! Pantau terus kelanjutannya yaaa~ ✨
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!