NovelToon NovelToon
Sumur Ajaib Penghubung Dua Dunia

Sumur Ajaib Penghubung Dua Dunia

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyeberangan Dunia Lain / Pulau Terpencil
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nurul Senggrong

Xiao Luo membeli sebuah rumah tua bergaya kuno yang sudah terbengkalai. Ia terpaksa membeli rumah itu karena harganya yang murah.

Selain rumah bobrok yang tak terawat, rumah itu memiliki halaman yang luas. Entah kenapa tidak ada yang mau membeli rumah itu. Mungkin karena rumor yang beredar diluar tentang rumah itu berhantu.

Entah itu keberuntungan atau justru kesialan, Xiao Luo jatuh ke dalam sumur.

Ia pikir hidupnya sudah berakhir, namun ternyata ia muncul di dunia yang berbeda.

Sumur itu seperti lorong waktu yang menghubungkan dua dunia. Xiao Luo bisa pergi ke dua dunia itu dengan mudah melewati sumur tua itu.

Apakah Xiao Luo bisa terus seperti itu atau justru terjebak di dunia lain?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurul Senggrong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PEMBAGIAN LOGISTIK

Pagi-pagi benar, Xiao Luo sudah menjejakkan kaki di kediaman keluarga Shen. Kemarin ia memang pulang lebih awal karena harus menyusuri pasar dan membeli berbagai perbekalan. Keluarga Shen dan keluarga Xin sama-sama membutuhkan benih untuk bercocok tanam di lahan yang baru mereka buka.

​Meski keluarga Shen belum secara resmi mengolah ladang luas, pekarangan di samping rumah mereka sebenarnya sangat potensial untuk dimanfaatkan. Sementara itu, keluarga Xin yang sudah membuka lahan cukup luas sudah mulai meratakan tanah. Hanya saja, tanah tersebut belum digemburkan dan mereka sama sekali belum memiliki bibit.

​Sebagian besar tanah di pulau pengasingan ini berstruktur pasir—jenis tanah yang sangat cocok untuk tanaman dengan sistem drainase baik, tahan kekeringan, serta tidak memerlukan genangan air. Tanaman seperti semangka, nanas, wortel, lobak, ubi jalar, cabai, kentang, tomat, hingga aneka jenis kacang-kacangan akan tumbuh subur di media seperti ini.

​Sebab itulah Xiao Luo memutuskan untuk membeli benih wortel, ubi jalar, kentang, dan kacang-kacangan, lengkap dengan peralatan pertanian yang dibutuhkan.

​"Kamu membeli barang sebanyak ini... apa tidak menghabiskan banyak uang?" tanya Shen Munchen kaget. Pria itu tampak canggung sembari memangku Shen Yu Jin di lengannya.

​"Tentu saja memakan banyak biaya. Tapi tenang saja, uang hasil penjualan ginseng kemarin masih tersisa banyak," sahut Xiao Luo santai.

​Dahi Shen Munchen berkerut. "Uang ginseng apa?"

​"Tingting menemukan ginseng saat menyusuri hutan. Lalu aku membawanya ke toko obat untuk dijual. Harganya lumayan tinggi."

​"Ada apa ini?" Shen Tingting menyela penasaran. Ia baru saja melangkah keluar dari arah dapur.

​"Tuan Jenderal baru saja menanyakan soal ginseng," jawab Xiao Luo.

​Shen Tingting mengangguk-angguk. "Oh... itu memang aku yang menemukannya. Memangnya kenapa, Kak?"

​"Cuma tanya," balas Shen Munchen singkat.

​"Cuma itu?"

​"Hm."

​"Dasar hemat bicara," gerutu Shen Tingting pelan, menyindir kakaknya. Namun, saat menoleh kembali ke arah Xiao Luo, raut wajahnya langsung berubah penuh semangat. "Xiao Luo... apa kamu bisa membuat pakaian? Bisakah kamu mengajariku?"

​Xiao Luo tertawa kecil lalu menggeleng jujur. "Kalau membuat pakaian dari awal, aku tidak bisa. Tapi kalau sekadar menambal pakaian sobek, aku sanggup."

​"Aku juga sama," sahut Shen Tingting menghela napas. "Kalau cuma menjahit yang sobek atau menyulam, aku bisa. Tapi kalau memotong pola dan membuat baju baru, aku benar-benar butuh bimbingan."

​"Bibi Shen pasti bisa, kan?" tanya Xiao Luo.

​"Ibu... sepertinya bisa. Nanti kutanyakan padanya. Kalaupun Ibu tidak bisa, aku bisa berguru pada Bibi Ma."

​Shen Munchen yang sejak tadi menyimak akhirnya menginterupsi dingin. "Sudah selesai bicaranya?"

​"Kenapa sih, Kak?"

​"Gendong Yu Jin dulu. Aku harus segera pergi ke dermaga sebelum ada petugas yang curiga. Kemarin aku pergi tanpa melapor. Hari ini ada pembagian logistik, kalau tidak cepat ambil, kita bisa tidak kebagian. Nanti kamu pergi saja bersama Ibu. Ingat, aku tidak mungkin mengaku sebagai kerabat keluarga Shen di depan umum, bisa membahayakan kalian."

​Shen Tingting meraba saku bajunya dengan bingung. "Tapi kami tidak punya uang, bagaimana bisa membeli bahan makanan?"

​Tanpa banyak bicara, Shen Munchen menyerahkan Shen Yu Jin ke dalam dekapan Xiao Luo. Ia kemudian merogoh kantong kain dari balik jubahnya dan menyodorkannya pada sang adik.

​"Ini ada lima tael perak. Cukup untuk membeli dua puluh kati tepung gandum."

​Mata Shen Tingting membelalak. "Kakak dapat uang dari mana?"

​"Tidak usah banyak tanya. Cepat panggil Ibu dan berangkatlah!" gertak Shen Munchen tegas.

​"Iya, iya... baiklah."

​Shen Munchen lalu berbalik memandang Xiao Luo, raut wajahnya melunak dengan sedikit nada segan. "Nona Xiao... tolong titip jaga Yu Jin sebentar, ya."

​"Tenang saja, Tuan Jenderal. Yu Jin aman bersamaku," balas Xiao Luo mantap.

​"Terima kasih."

​Setelah Nyonya Shen, Shen Tingting dan Shen Munchen pergi, kediaman itu mendadak hening. Kini hanya tersisa Xiao Luo, Pelayan Ma, dan si kecil Shen Yu Jin. Sambil menimang Yu Jin dalam pelukannya, Xiao Luo berdiri di ambang pintu, mengamati Pelayan Ma yang mulai sibuk menanam benih sayuran di pekarangan rumah.

Suasana halaman belakang kediaman keluarga Shen mendadak terasa damai. Sembari menimang Shen Yu Jin yang mulai mengantuk di dalam gendongannya, mata Xiao Luo beralih memperhatikan Pelayan Ma.

Perempuan paruh baya itu tampak telaten mencangkul petak tanah kecil di sudut halaman, mempersiapkan lahan untuk menanam sisa bibit yang mereka bawa.

​"Bibi Ma, butuh bantuan?" tanya Xiao Luo pelan, khawatir suaranya membangunkan balita di pelukannya.

​Pelayan Ma menghentikan cangkulnya, lalu tersenyum ramah seraya menyeka peluh di kening dengan punggung tangannya. "Tidak usah, Nona Xiao. Pekerjaan ringan seperti ini sudah biasa saya kerjakan. Anda duduk saja bersama Tuan Muda Yu Jin, angin pagi di sini cukup sejuk."

​Xiao Luo mengangguk kecil. Ia membawa Yu Jin duduk di bangku kayu sederhana yang terletak di dekat beranda. Sambil memperhatikan gerakan Pelayan Ma, pikirannya melayang pada rencana bercocok tanam mereka.

Tanah berpasir di pulau pengasingan ini memang membutuhkan perhatian ekstra agar tanaman bisa tumbuh subur. Untung saja ia sudah membeli peralatan yang memadai kemarin.

​Tak lama berselang, suara langkah kaki bergegas terdengar dari arah gerbang depan.

​"Xiao Luo! Bibi Ma!"

​Shen Tingting muncul dengan napas sedikit tersengal, didampingi oleh Nyonya Shen yang berjalan di belakangnya dengan membawa keranjang rotan kosong. Wajah gadis itu tampak sumringah, sementara Nyonya Shen tersenyum lembut menyambut kedatangan mereka.

​"Syukurlah kami tidak terlambat," kata Nyonya Shen sambil mengatur napas. "Antrean di pos logistik tadi cukup panjang karena para petugas sempat mendata ulang para pengungsi baru. Tapi untungnya bagian tepung gandum kita aman."

​Shen Tingting langsung meletakkan kantong kain yang dibawanya ke atas meja kayu. Ia melirik sekilas ke arah Xiao Luo yang masih memangku Yu Jin. "Xiao Luo, tadi Kakak benar-benar pergi diam-diam sebelum petugas keliling memeriksa barak. Tapi semua berjalan lancar. Omong-omong, bahan makanan ini mau langsung kita simpan di dapur?"

​Xiao Luo berdiri perlahan, memastikan Yu Jin tidak terusik. "Bibi Shen, Bibi Ma, mari kita rapikan dulu bahan-bahannya. Setelah itu, kita bisa mulai memilah bibit tanaman mana yang paling bagus untuk ditanam di pekarangan hari ini."

​Nyonya Shen mengangguk setuju, binar kelegaan terpancar jelas dari matanya. Kehidupan di pulau pengasingan memang penuh dengan ketidakpastian, tetapi kehadiran Xiao Luo dan semangat anak-anaknya sedikit banyak memberi secercah harapan baru di tengah hari-hari berat yang harus mereka lalui.

1
kaylla salsabella
hayo jodoh xiao Lou tuan muda atau jendral muchen
Fauziah Daud
lanjuttt
kaylla salsabella
😍😍😍😍😍
Wahyuningsih
upnya jgn lma2 thor yg busnyk n hrs tiap hri sehat sellu n jga keshtn tetp 💪💪💪 n makacih tuk upnya
Wahyuningsih
💪💪💪💪 thor
Wahyuningsih
💪💪💪💪 thor
kaylla salsabella
lanjut thor
kaylla salsabella
yeeeee berhasil
kaylla salsabella
kasihan xiao Lou
Fauziah Daud
trusemangattt n lanjuttt
kaylla salsabella
aku mampir thor😍😍
Fauziah Daud
trusemangattt
Dinta Anikmah
bagus ceritanya, walaupun namanya susah banget buat nyebutinya
Wahyuningsih
💪💪💪💪 thor dlm upnya
Wahyuningsih
menarik
Wahyuningsih
thor xiao luo dpt ruang dimensi biar mkin sru
Wahyuningsih
q mampir thor
Fauziah Daud
lanjuttt
Fauziah Daud
trusemangattt n lanjuttt
Fauziah Daud
seru
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!