NovelToon NovelToon
Rumah Impian Yang Retak

Rumah Impian Yang Retak

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Single Mom / Mengubah Takdir
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Eys Resa

Bagi semua orang, pernikahan Nadia dan Rian adalah gambaran kesempurnaan. Rian adalah arsitek sukses yang menopang kehidupan mereka, sementara Nadia adalah istri penurut yang melepaskan mimpi dan karirnya demi berbakti kepada suaminya. Namun di balik dinding rumah megah mereka, hubungan itu telah lama mati dingin sejak insiden keguguran dua tahun lalu.

Namun Rian yang selalu di kelilingi wanita cantik yang menggoda, membuat Nadia merasa terabaikan dengan sikap Rian yang dingin. Belum lagi menghadapi ibu mertuanya yang manipulatif, makin menyudutkan Nadia dalam fitnah dan tuduhan tak berdasar. Saat Rian lebih memilih meragukannya daripada pasang badan untuknya, Nadia akhirnya mengambil keputusan terbesar dalam hidupnya, menyerah dan pergi membawa surat cerai.
Apa yang akan terjadi selanjutnya? Yuk bantu ramaikan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eys Resa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Hari Minggu menyapa dengan langit pagi yang cerah. Setelah hari-hari yang melelahkan, Nadia dan Amira memutuskan untuk meliburkan galeri sejenak. Hari ini adalah waktu khusus untuk me time, memanjakan diri setelah segala beban dan strategi yang menguras emosi.

​"Hari ini kita puaskan bersenang-senang, Nad!" seru Amira riang saat mereka memasuki salah satu pusat perbelanjaan megah di Jakarta Pusat. "Kita nonton film, makan enak, pokoknya refreshing total!"

​Nadia tersenyum tulus, senyuman hangat yang sudah lama tak terpancar murni dari bibirnya. "Setuju, Ra. Nanti sore aku harus kembali ke rumah itu. Katanya Mas Rian juga pulang sore ini dari Puncak."

​"Bagus, biar drama besok Senin makin spektakuler," bisik Amira seraya terkekeh pelan.

​Setelah menikmati film aksi di bioskop, perut mereka mulai berbunyi. Mereka segera menuju sebuah restoran keluarga yang cukup ramai di lantai atas. Amira melangkah lebih dulu ke area kasir untuk memesan makanan dan minuman, sementara Nadia menunggu di meja yang terletak di sudut ruangan.

​Saat Nadia sedang merapikan tasnya, sebuah suara pria yang familier menyapa dari samping.

​"Nadia? Kamu Nadia, kan?"

​Nadia mendongak dan matanya membelalak kaget bercampur senang. "Angga? Ya ampun, Angga!"

​Pria tinggi berkacamata itu adalah Angga, sahabat karib Nadia semasa kuliah di jurusan seni dulu. Sudah bertahun-tahun mereka kehilangan kontak sejak Nadia menikah dan fokus menjadi ibu rumah tangga.

​"Gak nyangka banget ketemu di sini, Nad!" ujar Angga antusias. "Kamu apa kabar? Masih aktif melukis?"

​"Kabar baik, Ga! Alhamdulillah, aku baru saja buka galeri sendiri sama Amira." jawab Nadia dengan binar mata bahagia. "Kamu sendiri gimana? Sama siapa ke sini?"

​"Selamat ya buat galerinya! Aku ke sini sama tunanganku, dia lagi ikut antre pesan makanan di depan," kata Angga seraya menunjuk ke arah antrean. "Boleh aku duduk sebentar tunggu tunanganku?"

​"Boleh banget, Ga! Duduk saja, kita gabung," sahut Nadia ramah.

​Mereka berdua pun larut dalam obrolan hangat, mengenang masa-masa kuliah dan bertukar cerita tentang perkembangan dunia seni. Tawa kecil beberapa kali terdengar dari meja mereka, murni sebagai interaksi dua sahabat lama yang melepas rindu.

​Namun, tanpa Nadia sadari, dari sudut lain restoran tersebut, ada sepasang mata yang menatapnya dengan kilat penuh kedengkian.

​Sarah, yang sedang berkumpul bersama teman-temannya di meja tak jauh dari sana, membelalak kaget melihat Nadia duduk berduaan dengan seorang pria tampan. Senyum licik dan picik seketika terukir lebar di wajah Sarah.

​"Pucuk dicinta ulam pun tiba," bisik Sarah penuh kelicikan

​Dengan cepat, Sarah mengeluarkan ponsel mewahnya. Ia mengambil beberapa sudut foto yang memperlihatkan Nadia sedang tertawa lepas berhadapan dengan Angga. Sarah sengaja mengambil sudut gambar (angle) yang membuat mereka terlihat sangat dekat dan intim, seolah-olah sedang berkencan romantis.

​Sarah sama sekali tidak menunggu sampai Amira dan tunangan Angga kembali ke meja untuk bergabung berempat. Tanpa membuang waktu, ia langsung mengirimkan foto-foto provokatif itu ke nomor WhatsApp Rian, lengkap dengan pesan singkat bernada kompor:

​'Mas Rian, ini Mbak Nadia kok mesra-mesraan sama cowok lain di mal? Katanya lembur di galeri, tapi kok malah kencan? Kasihan Mas Rian banting tulang di luar.'

​Di sebuah vila di Puncak, Rian yang baru saja selesai berkemas dan hendak melangkah keluar kamar bersama Maya, merasakan ponselnya di dalam saku bergetar kencang.

​Rian merogoh ponselnya. Begitu membuka aplikasi pesan dan melihat foto-foto yang dikirimkan Sarah, wajah Rian seketika berubah merah padam. Matanya membelalak, dadanya bergemuruh hebat disulut api cemburu dan murka.

​"Ada apa, Mas?" tanya Maya heran melihat perubahan drastis pada raut wajah Rian.

​"Nadia..." geram Rian dengan rahang mengeras dan jemari mengepal erat memegang ponsel. "Dia berani-beraninya berduaan sama pria lain di belakangku!"

​"Apa?" Maya berpura-pura kaget, walau dalam hati ia bersorak gembira. "Mbak Nadia selingkuh, Mas?"

​"Aku harus pulang sekarang!" pungkas Rian tanpa memedulikan Maya lagi. Ia menyambar kunci mobilnya, melangkah lebar meninggalkan Puncak dengan emosi yang sudah membumbung tinggi hingga ke ubun-ubun.

​Rian merasa harga dirinya sebagai seorang suami dilukai, tanpa menyadari bahwa dirinya sendiri sedang berdiri di atas panggung kepalsuan yang sebentar lagi akan runtuh total.

Sore harinya, Nadia melangkah masuk ke dalam rumah dengan langkah tenang. Namun, suasana ruang tamu sudah dipenuhi tatapan sinis dari Bu Ratna dan Sarah yang duduk bersidekap di sofa.

​"Bagus ya, baru pulang jam segini!" semprot Bu Ratna tanpa basa-basi, senyum puas terukir samar di bibirnya. "Katanya lembur di galeri, tapi ternyata keluyuran! Tidak tahu malu!"

​Sarah ikut bersuara dengan nada pura-pura prihatin. "Iya nih, Mbak Nadia. Kasihan Mas Rian kerja keras di luar kota, Mbak malah asyik keluyuran."

Ia menatap Sarah dan Bu Ratna bergantian dengan senyuman dingin yang sangat tenang, seolah anggapan mereka tak lebih dari sekadar angin lalu.

"Aku mau keluar dengan siapapun dan dimanapun, itu bukan urusan kalian. Jangan ikut campur dengan urusanku. Karena aku tidak pernah ikut campur dengan urusan kalian. Jadi lebih baik, kalian urus diri kalian sendiri."

Setelah mengatakan kata-kata pedas itu, dan tanpa membuang kata lagi Nadia berbalik dan melangkah menuju kamarnya.

"Dasar wanita kurang ajar, Nggak tau malu. Bisanya cuma seneng-seneng aja ngabisin uang anakku. Lihat saja, aku pastikan Rian akan membayar semua sikap kurang ajarmu itu dan aku pastikan setelah inj kamu tidak akan hidup dengan tenang. " ucap bu Ratna penuh kekesalan.

Nadia menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah ibu mertuanya. " Tidak perlu repot-repot bu, setelah ini aku pastikan juga kalian akan bebas tanpa melihat wajahku lagi."

Setelah mengatakan itu, Nadia langsung masuk kedalam kamar dan menutup pintu rapat-rapat.

​Tak sampai lima belas menit kemudian, suara deru mesin mobil Rian terdengar berhenti kasar di garasi. Pintu depan terdorong hebat. Rian masuk dengan napas memburu, wajahnya merah padam menahan murka.

​"Rian! Kamu sudah pulang?" sapa Bu Ratna memanasi. "Nadia ada di kamar, pura-pura tidak terjadi apa-apa, malah mengancam ibu. "

​Rian mengabaikan kata-kata ibunya. Dengan langkah lebar dan berat yang menghentak tangga, ia menerobos masuk kedalam kamarnya dengan kasar. .

​Brak!

​Rian membanting pintu kamar utama hingga berguncang keras. Matanya menatap tajam ke arah Nadia yang sedang mengemas beberapa barangnya dengan tenang di dekat lemari.

​"Nadia!" bentak Rian dengan suara berat bergetar penuh amarah. "Siapa laki-laki yang sama kamu di mal tadi?! Jawab aku!"

1
Susi Yanti
semoga sarah mendapatkan balasan yg setimpal dgn kelakuannya menyiksa nadia melalui tangan rian
Heni Setiyaningsih
/Heart//Heart/
Heni Setiyaningsih
ditambah dong ka up nya
Ariany Sudjana
betul sekali, dasar pelacur murahan kamu Sarah, sudah pengangguran, eh pelacur murahan juga, sama seperti Maya
Ariany Sudjana
hahaha Rian Rian kamu bodoh, mau saja disetir sama Mak Lampir dan juga pelacur murahan kesayangan kamu itu 😂😂🤣🤣
Heni Setiyaningsih
ternyata suami dan mertua bersekongkol mengincar hartanya Nadia ciih menjijikan
Heni Setiyaningsih
gk sabar pengen lihat pembalasan Nadia
falea sezi
🤣🤣 trik laki. yg uda ketauan selingkuh ya begitu
Eys Resa: yah, begitulah🙈🌹
total 1 replies
Mefiani
datang lagi hama...hilang maya datanglah sarah...mungkinkah ini yg akan memicu perginya nadia??ditunggu..
Mefiani: siiip lah...👍
total 2 replies
Mefiani
mungkinkah perubahan itu bisa selamanya ato sesaat??ditunggu kelanjutane
Eys Resa: siap bos
total 1 replies
Heni Setiyaningsih
kurang Thor besok update nya double ya 😄💪
Eys Resa: hehehe, kalo sempet ya kak. othor lagi ngerjain 4 novel soalnya😁🙈🌹
total 1 replies
Mefiani
pergi sono nadia dan kembalilah kekehidupanmu sebelum kamu menikah...raihlah kebebadanmu..💪
Eys Resa: hooh kk
total 3 replies
falea sezi
mertua kayak lampir lanjut thor laki bego gini di cerai aja🤣
Eys Resa: 🙈🙈🙈🤭🤭
total 1 replies
falea sezi
moga bagus ampe ending q kirim bunga dehh🤭
Eys Resa: makasih kak. semoga ya, lagi mikir alurnya kak, semoga nanti suka😁
total 1 replies
Mefiani
akhirnya buat cerita baru lagi kak resa sayank..q dah meluncur nich..😘💪
Eys Resa: makasih kak Mefi, yang pertama nih. bentar lagi juga ngisi di sebelah kak. 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!