Di dunia tempat Surga mengendalikan takdir dan kekuatan menentukan segalanya, Gu Chenxiao adalah anomali yang tidak pernah tercatat dalam Kitab Surga.
Dengan bantuan Arsip Pengamat Abadi, ia menapaki Dao Iblis yang menentang hukum kosmos. Ia bukan pahlawan yang menyelamatkan dunia, melainkan manipulator yang mempermainkan takdir, memanfaatkan pengkhianatan, dan menjadikan musuh sebagai bidak dalam rencana jangka panjangnya.
Namun, ketika Fondasi Asal mulai mengoreksi keberadaannya, Gu Chenxiao menyadari bahwa dunia yang ia kenal hanyalah sebagian kecil dari rahasia kosmos.
**Jika Surga menentukan takdir semua makhluk, siapa yang berani menentukan takdir Surga?**
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bagas Hirmawan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22 — Nama di Balik Tugas yang Tertunda
Daftar tugas yang belum menerima penyelesaian administratif tidak ditemukan di rak yang tercantum dalam indeks.
Petugas arsip telah memeriksa tiga kotak penyimpanan yang berisi dokumen dari periode serupa. Mereka menemukan daftar distribusi pekerjaan, catatan penyerahan tugas, serta beberapa formulir yang tidak pernah diselesaikan. Namun, tidak satu pun memiliki nomor registrasi yang cocok dengan indeks buku lama.
Pada laporan pencarian, petugas menuliskan satu keterangan singkat:
Dokumen belum ditemukan. Lokasi penyimpanan terakhir belum dapat dikonfirmasi.
Gu Chenxiao membaca kalimat itu tanpa mengubah ekspresi.
“Apakah mereka memeriksa rak yang tercantum pada indeks?”
“Sudah,” jawab Han Yu. “Rak itu sekarang berisi dokumen pengadaan. Menurut catatan pemindahan, isinya berasal dari ruangan lain yang direnovasi enam tahun lalu.”
“Apakah ada daftar yang mencatat dokumen apa saja yang dipindahkan dari rak tersebut?”
“Ada daftar pemindahan, tetapi hanya mencantumkan jumlah kotak dan kategori umum. Tidak ada daftar isi per kotak.”
Gu Chenxiao meletakkan laporan itu.
“Berarti kita belum mengetahui apakah lampiran tersebut pernah dipindahkan bersama dokumen pengadaan.”
“Benar.”
“Dan kita belum mengetahui apakah lampiran itu masih ada.”
“Benar.”
Gu Chenxiao mengangguk.
“Baik. Periksa daftar pemindahan, lalu cocokkan jumlah kotak yang keluar dengan jumlah kotak yang diterima. Jangan mulai dengan membuka seluruh dokumen pengadaan.”
Han Yu tampak sedikit lega. Ia rupanya sudah membayangkan harus memeriksa ratusan berkas satu per satu.
Gu Chenxiao tidak tertarik membuat pekerjaan menjadi besar hanya agar terlihat menyeluruh.
Jika sebuah perpindahan meninggalkan selisih jumlah, mereka dapat mempersempit pencarian pada bagian itu. Jika jumlahnya cocok, mereka masih perlu mencari petunjuk lain, tetapi setidaknya satu kemungkinan telah diperiksa.
“Selain itu,” lanjut Gu Chenxiao, “minta salinan daftar tugas dari kelompok penyusunan keputusan untuk periode tiga bulan sebelum dan sesudah catatan penilaian tersebut dibuat.”
“Bukankah itu terlalu luas?”
“Belum. Kita belum tahu kapan tugasnya diberikan. Jika hanya mencari pada tanggal yang sama dengan catatan penilaian, kita mungkin melewatkan instruksi yang dikeluarkan lebih awal.”
Han Yu membungkuk dan pergi.
Paman Fu, yang sejak tadi mengamati percakapan mereka, bertanya, “Tuan Muda, apakah menurut Anda lampiran itu sengaja disembunyikan?”
“Menurut saya, kita belum tahu di mana lampiran itu berada.”
“Itu bukan jawaban.”
“Memang.”
Gu Chenxiao mengambil cangkir teh.
“Jawaban yang belum kita miliki tidak akan menjadi lebih benar hanya karena saya mengucapkannya dengan yakin.”
Menjelang siang, daftar pemindahan rak lama tiba.
Tiga puluh dua kotak tercatat keluar dari ruang arsip lama. Tiga puluh dua kotak juga tercatat diterima di tempat penyimpanan sementara.
Jumlahnya cocok.
Namun, catatan tersebut tidak menyebutkan apakah kotak-kotak itu diperiksa satu per satu atau hanya dihitung berdasarkan label luar.
Tidak ada pula tanda tangan petugas penerima pada salinan yang tersimpan.
Sebagai gantinya, terdapat tanda pengesahan dari supervisor pemindahan.
Gu Chenxiao membaca nama yang tercantum.
Zhou Shiming.
Supervisor penyimpanan pusat yang juga menandatangani catatan pembukaan peti dokumen pendukung wilayah barat beberapa waktu lalu.
Paman Fu melihat nama yang sama.
“Zhou Shiming lagi.”
Gu Chenxiao tidak menjawab dengan segera.
Ia mengambil dokumen pembukaan peti yang sebelumnya mereka periksa, lalu meletakkannya di samping daftar pemindahan.
Pada dokumen pertama, Zhou Shiming bertindak sebagai supervisor penyimpanan dan menandatangani catatan pembukaan peti.
Pada dokumen kedua, ia mengesahkan pemindahan tiga puluh dua kotak.
Kedua tindakan itu berada dalam lingkup pekerjaannya.
Tidak ada bukti bahwa ia mengetahui isi setiap kotak, apalagi bahwa ia memerintahkan penghilangan lampiran tertentu.
Namun, ia memiliki pengetahuan langsung mengenai prosedur pemindahan arsip lama.
Itu membuatnya relevan sebagai sumber informasi.
“Paman Fu, ajukan permintaan wawancara resmi kepada Zhou Shiming.”
“Apakah kita akan menunjukkan dokumen ini kepadanya?”
“Tidak seluruhnya.”
Gu Chenxiao mengambil salinan daftar pemindahan.
“Tanyakan bagaimana proses penerimaan dilakukan pada masa itu. Apakah petugas memeriksa isi setiap kotak atau hanya labelnya? Apakah tanda tangan supervisor menggantikan tanda tangan penerima? Dan apakah pernah ada prosedur untuk memindahkan lampiran secara terpisah.”
“Jika ia menjawab bahwa semuanya dilakukan sesuai prosedur?”
“Kita cocokkan jawabannya dengan pedoman yang berlaku saat itu.”
Gu Chenxiao menatap Paman Fu.
“Tujuan kita bukan membuatnya mengaku melakukan kesalahan. Tujuan kita adalah mengetahui apa yang sebenarnya dapat dan tidak dapat dibuktikan oleh catatan pemindahan.”
Zhou Shiming menerima permintaan tersebut pada sore hari.
Ia datang ke ruang pemeriksaan arsip dengan pakaian kerja berwarna abu-abu tua. Rambutnya telah memutih di bagian pelipis, tetapi langkahnya masih mantap.
Ia mengenali Paman Fu, lalu mengangguk kepada Gu Chenxiao.
“Tuan Muda Gu. Saya diberi tahu bahwa Anda ingin membicarakan pemindahan arsip lama.”
“Benar. Saya ingin memahami prosedur yang digunakan saat itu.”
Zhou Shiming duduk.
“Sudah cukup lama. Saya tidak dapat mengingat setiap pemindahan.”
“Saya tidak meminta Anda mengingat setiap detail. Saya ingin mengetahui prosedur umumnya, lalu membandingkannya dengan catatan yang masih ada.”
Gu Chenxiao menunjukkan salinan pedoman pemindahan yang berlaku pada periode tersebut.
Zhou Shiming membacanya.
“Ini prosedur yang biasa kami gunakan.”
“Pada pemindahan tiga puluh dua kotak dari ruang arsip lama, apakah isi setiap kotak diperiksa?”
Zhou Shiming mengamati salinan daftar pemindahan.
“Jika pemindahan dilakukan antar-ruang penyimpanan dengan label yang masih utuh, biasanya kami memeriksa jumlah dan kondisi kotak. Pemeriksaan isi dilakukan jika terdapat kerusakan, ketidaksesuaian label, atau instruksi khusus.”
“Apakah itu berarti supervisor tidak mengetahui seluruh isi kotak?”
“Benar. Tidak mungkin memeriksa seluruh isi setiap kotak pada setiap pemindahan. Jika diperlukan pemeriksaan lengkap, petugas akan membuat catatan terpisah.”
“Apakah catatan pemeriksaan lengkap itu wajib dilampirkan pada daftar pemindahan?”
“Tidak selalu. Kadang-kadang disimpan bersama dokumen pemeriksaan, bukan bersama catatan pemindahan.”
Gu Chenxiao mengangguk.
Jawaban itu menjelaskan mengapa sebuah daftar pemindahan dapat mencatat jumlah kotak yang cocok tanpa membuktikan bahwa seluruh dokumen di dalamnya telah diperiksa.
Namun, jawaban tersebut juga menimbulkan pertanyaan berikutnya.
“Apakah Anda ingat adanya instruksi khusus untuk memindahkan daftar tugas yang belum selesai pada periode itu?”
Zhou Shiming berpikir sejenak.
“Saya tidak ingat judul dokumennya. Tetapi memang ada beberapa kelompok dokumen administrasi yang dipindahkan secara terpisah karena belum memiliki kategori penyimpanan permanen.”
“Apakah kelompok tersebut biasanya memiliki daftar isi?”
“Jika pemindahannya dilakukan secara terpisah, seharusnya ada daftar pengantar. Namun, saya tidak dapat memastikan apakah setiap petugas mengikuti prosedur itu tanpa pengecualian.”
“Siapa yang mengizinkan pemindahan semacam itu?”
“Bergantung pada dokumennya. Untuk arsip administrasi aset, biasanya bagian pemilik dokumen mengajukan pemindahan dan supervisor penyimpanan mengesahkan penerimaannya.”
“Apakah supervisor penyimpanan berwenang menentukan bahwa sebuah dokumen tidak lagi diperlukan?”
“Tidak. Itu bukan kewenangan kami. Kami menerima dan menyimpan dokumen berdasarkan instruksi yang sah.”
Gu Chenxiao tidak menunjukkan reaksi.
Ia hanya mencatat jawaban Zhou Shiming, kemudian mengajukan satu pertanyaan lagi.
“Jika jumlah kotak yang dikirim dan diterima sama, tetapi daftar isinya tidak lengkap, apa yang dapat disimpulkan?”
Zhou Shiming menjawab dengan hati-hati.
“Bahwa jumlah kotak cocok. Bukan bahwa seluruh isi di dalamnya cocok.”
“Dan jika tidak ada laporan kerusakan?”
“Itu berarti tidak ada kerusakan yang dilaporkan dalam catatan yang tersedia. Tidak berarti tidak mungkin terjadi kerusakan.”
Gu Chenxiao tersenyum tipis.
“Jawaban yang jelas. Terima kasih.”
Wawancara itu berakhir tanpa tuduhan.
Zhou Shiming pergi setelah menandatangani catatan wawancara.
Paman Fu menunggu sampai pintu tertutup.
“Jawabannya membuat catatan pemindahan itu jauh kurang meyakinkan.”
“Tidak,” kata Gu Chenxiao. “Jawabannya menjelaskan batas kegunaan catatan itu.”
“Bukankah hasilnya sama?”
“Tidak sama.”
Gu Chenxiao meletakkan catatan wawancara di atas meja.
“Jika kita mengatakan catatan itu tidak meyakinkan, kita sedang menilai dokumennya secara umum. Jika kita mengatakan catatan itu hanya membuktikan jumlah kotak, kita tahu persis bagian mana yang masih perlu diperiksa.”
Ia mengetuk baris yang mencantumkan jumlah tiga puluh dua kotak.
“Jumlahnya cocok. Itu fakta. Isi setiap kotak belum diverifikasi secara individual. Itu juga fakta. Kita tidak perlu mengubah salah satunya untuk membuat penyelidikan ini bergerak maju.”
Malam itu, Han Yu membawa salinan daftar tugas dari kelompok penyusunan keputusan.
Ia telah menemukan dua register yang mencakup periode tiga bulan sebelum dan sesudah catatan penilaian wilayah barat dibuat.
Nama Xu Ren muncul beberapa kali.
Ia menerima tugas menyusun keputusan penghapusan aset dari wilayah lain, menyiapkan ringkasan penilaian, dan memeriksa kelengkapan dokumen pendukung.
Namun, tidak ada tugas yang secara langsung menyebut wilayah barat.
Pada salah satu halaman, terdapat catatan tentang sebuah tugas yang dikembalikan kepada bagian pemilik dokumen karena lampiran belum lengkap.
Nomor tugasnya berbeda dari nomor registrasi yang sedang mereka periksa.
Gu Chenxiao membaca catatan itu.
“Apakah ada aturan yang menyatakan bahwa tugas yang dikembalikan harus dicatat lagi ketika diserahkan kembali?”
Han Yu mengangguk.
“Biasanya, petugas mencatat tanggal pengembalian dan tanggal penyerahan ulang. Tetapi jika tugas dibatalkan, catatan pembatalan seharusnya dibuat pada register yang sama.”
“Apakah catatan pembatalan tugas ini ada?”
“Tidak ada pada halaman yang tersimpan.”
“Apakah seluruh halaman register masih utuh?”
Han Yu ragu.
“Belum semuanya. Ada dua halaman yang sulit dibaca karena tintanya memudar. Namun, nomor tugas di bagian tersebut tidak sama dengan nomor yang kita cari.”
Gu Chenxiao memeriksa salinan yang diserahkan Han Yu.
“Jangan menganggap tugas ini berhubungan dengan wilayah barat hanya karena prosedurnya serupa. Simpan sebagai contoh bagaimana tugas yang belum lengkap dicatat.”
Han Yu mengangguk.
Ia hendak mengambil kembali berkas itu ketika Gu Chenxiao menghentikannya.
“Tunggu. Pada daftar tugas yang kita cari, apakah ada kolom untuk mencatat lampiran yang belum lengkap?”
“Ada.”
“Apakah kolom itu selalu diisi?”
“Menurut pedoman, harus diisi jika kekurangan lampiran diketahui saat pemeriksaan.”
Gu Chenxiao menatapnya.
“Kalau begitu, itulah yang perlu kita cari dalam dokumen wilayah barat.”
Ia mengambil salinan catatan penilaian dan meletakkannya di samping register tugas.
Catatan penilaian menyatakan status “ditinjau”.
Daftar penghapusan menyatakan pemeriksaan telah disahkan.
Buku registrasi lama menyebut lampiran pekerjaan tertunda.
Dan kini mereka mengetahui bahwa kelompok penyusunan keputusan memiliki prosedur khusus untuk mencatat tugas yang belum lengkap.
Mereka belum menemukan tugas wilayah barat itu.
Namun, mereka telah menemukan bagaimana tugas semacam itu seharusnya terlihat jika dicatat sesuai prosedur.
Perbedaan itu penting.
Sebelumnya, mereka hanya mencari dokumen berdasarkan nama atau nomor yang tidak lengkap.
Sekarang, mereka memiliki bentuk administratif yang dapat digunakan untuk membedakan beberapa kemungkinan.
Jika tugas itu pernah dibuat dan dikembalikan karena lampiran tidak lengkap, seharusnya ada catatan penyerahan ulang atau pembatalan.
Jika tugas itu dibuat tetapi tidak pernah diselesaikan, mungkin ia muncul dalam daftar pekerjaan tertunda.
Jika tugas itu tidak pernah dibuat, mereka perlu mengetahui mengapa daftar penghapusan kemudian menyatakan bahwa pemeriksaan telah disahkan.
Dan jika dokumennya pernah dibuat tetapi catatannya hilang, mereka perlu menelusuri bagaimana dokumen tersebut disimpan.
Tidak satu pun kemungkinan itu membutuhkan mereka untuk menuduh seseorang sekarang.
Keesokan paginya, sebuah kejadian kecil mengubah arah pencarian.
Han Yu datang lebih awal dari biasanya. Ia membawa salinan daftar pemindahan lain yang ditemukan saat memeriksa catatan pengadaan.
“Dokumen ini tidak tercantum dalam indeks rak lama,” katanya. “Namun, nomor kotaknya cocok dengan salah satu kotak yang dipindahkan dari ruang arsip lama.”
Gu Chenxiao mengambil salinan tersebut.
Judul dokumen itu adalah Daftar Penyerahan Dokumen Administrasi yang Belum Memiliki Kategori Tetap.
Daftar tersebut dibuat pada periode pemindahan arsip lama.
Di bagian atas tercantum dua kelompok dokumen. Kelompok pertama berasal dari administrasi pengadaan. Kelompok kedua berasal dari administrasi aset wilayah barat.
Tidak ada daftar isi lengkap untuk kelompok kedua.
Namun, di kolom keterangan terdapat tulisan:
Dokumen sementara menunggu keputusan bagian pemilik.
Gu Chenxiao membaca kalimat itu dengan saksama.
“Apakah nomor kotak ini termasuk dalam daftar tiga puluh dua kotak yang ditandatangani Zhou Shiming?”
Han Yu memeriksa nomor registrasinya.
“Nomor kotaknya cocok dengan salah satu kotak dalam daftar pemindahan. Tetapi nomor registrasi pada dokumen ini berbeda dari nomor yang tercantum di daftar utama.”
“Apakah ada catatan yang menjelaskan perbedaan itu?”
“Belum ditemukan.”
Gu Chenxiao tidak segera menyimpulkan bahwa dokumen tersebut merupakan lampiran yang hilang.
Keterangan “dokumen sementara menunggu keputusan bagian pemilik” dapat merujuk pada berbagai jenis dokumen administrasi.
Namun, dokumen ini memberikan konteks baru.
Setidaknya satu kelompok dokumen wilayah barat pernah disimpan sementara karena belum memiliki kategori tetap dan masih menunggu keputusan dari bagian pemiliknya.
Itu sesuai dengan jenis masalah yang mereka hadapi: sebuah catatan penilaian telah dibuat, tetapi keputusan akhir belum ditemukan.
Kesesuaian tersebut belum membuktikan bahwa kedua catatan merujuk pada tugas yang sama.
Tetapi sekarang, mereka memiliki hubungan administratif yang lebih konkret untuk diperiksa.
Gu Chenxiao meminta Han Yu menelusuri nomor kotak tersebut ke daftar penerimaan, catatan pemindahan, dan inventaris terakhir.
“Jangan membuka kotak hanya karena keterangan ini terlihat cocok,” katanya. “Pastikan dulu bahwa nomor kotak dan rantai penyimpanannya dapat diverifikasi.”
Han Yu menerima instruksi itu.
Setelah ia pergi, Paman Fu bertanya, “Apakah menurut Anda kita sudah mendekati dokumen yang hilang?”
“Mungkin.”
Gu Chenxiao tidak mengalihkan pandangan dari salinan tersebut.
“Namun, ada perbedaan antara menemukan dokumen yang memiliki keterangan serupa dan menemukan dokumen yang kita cari.”
“Lalu apa yang akan kita lakukan jika nomor kotaknya cocok?”
“Kita periksa daftar isi dan riwayat penyimpanannya. Jika keduanya mendukung hubungan tersebut, barulah kita meminta pembukaan kotak secara resmi.”
Ia melipat salinan itu dan menyimpannya.
“Tidak ada gunanya menemukan sesuatu jika kita merusak kemampuan kita untuk membuktikan dari mana benda itu berasal.”
Sore harinya, Gu Chenxiao menerima kabar bahwa seseorang telah meminta salinan hasil wawancara dengan Zhou Shiming.
Permintaan itu diajukan melalui bagian administrasi pusat.
Nama pemohon tidak tercantum dalam salinan pemberitahuan yang diterima Gu Chenxiao, tetapi nomor registrasinya menunjukkan bahwa permintaan berasal dari lingkungan keluarga Gu sendiri.
Paman Fu segera memeriksanya.
“Apakah kita harus mencari tahu siapa pemohonnya?”
Gu Chenxiao berpikir sejenak.
“Ya. Tetapi jangan menuduh siapa pun hanya karena meminta salinan.”
“Bagaimana jika orang itu ingin mengetahui arah penyelidikan kita?”
“Kalau begitu, permintaannya sendiri sudah memberi kita informasi bahwa ia tertarik pada wawancara tersebut.”
“Dan jika ia hanya menjalankan tugas administrasi?”
“Maka kita tidak akan menemukan apa pun yang mencurigakan.”
Gu Chenxiao menutup pemberitahuan itu.
“Cari siapa yang mengajukan permintaan, dasar kewenangannya, dan apakah ia meminta seluruh catatan atau hanya bagian tertentu. Jangan menghalangi permintaan yang sah. Kita hanya perlu memastikan bahwa salinan diberikan sesuai prosedur.”
Paman Fu mengangguk.
Gu Chenxiao tidak merasa terancam oleh kemungkinan bahwa orang lain mengetahui sebagian hasil penyelidikan.
Informasi tidak otomatis berbahaya ketika diketahui orang lain. Yang berbahaya adalah ketika seseorang mengetahui informasi yang tidak seharusnya ia miliki, lalu menggunakan kewenangannya untuk mengubah bukti atau mengendalikan kesimpulan.
Mereka belum mengetahui apakah hal itu sedang terjadi.
Tetapi ia tidak akan mengabaikan permintaan tersebut.
Seseorang di dalam keluarga Gu mulai memperhatikan perkembangan penyelidikan secara lebih teratur.
Siapa pun orangnya, ia mungkin memiliki alasan yang sah.
Atau ia mungkin ingin memastikan bahwa dokumen tertentu tidak pernah ditemukan.
Gu Chenxiao tidak perlu memilih salah satu kemungkinan malam itu.
Ia hanya perlu memastikan bahwa setiap langkah berikutnya meninggalkan catatan yang dapat diperiksa.
Malam turun ketika Gu Chenxiao kembali ke ruang kerja.
Ia membuka buku catatannya dan menyusun ulang rangkaian temuan.
Catatan penilaian wilayah barat berstatus “ditinjau”.
Daftar penghapusan menyatakan bahwa pemeriksaan telah disahkan.
Kelompok penyusunan keputusan memiliki prosedur untuk mencatat tugas yang belum lengkap.
Buku registrasi lama mengacu pada daftar tugas yang belum menerima penyelesaian administratif.
Satu kelompok dokumen wilayah barat pernah disimpan sementara karena belum memiliki kategori tetap dan masih menunggu keputusan bagian pemilik.
Dan seseorang di lingkungan keluarga Gu telah meminta salinan wawancara dengan supervisor penyimpanan.
Tidak ada satu pun temuan yang membuktikan adanya konspirasi.
Namun, semuanya mulai membentuk pertanyaan yang lebih sempit.
Apakah catatan penilaian wilayah barat pernah diteruskan ke kelompok penyusunan keputusan?
Jika ya, apakah keputusan akhir disiapkan?
Jika keputusan akhir disiapkan, siapa yang menerimanya?
Dan jika tidak ada keputusan akhir, atas dasar apa daftar penghapusan menyatakan bahwa pemeriksaan telah disahkan?
Gu Chenxiao meletakkan pena.
Ia teringat satu prinsip yang sering diabaikan oleh orang-orang yang terlalu cepat mencari pelaku: sebuah rangkaian kejadian tidak harus direncanakan oleh satu orang untuk menghasilkan akibat yang mencurigakan.
Satu petugas dapat membuat kesalahan.
Petugas lain dapat menganggap pekerjaan sebelumnya telah selesai.
Seorang supervisor dapat mengesahkan jumlah kotak tanpa mengetahui isi setiap kotak.
Dan seorang pejabat dapat menandatangani dokumen berdasarkan laporan yang ternyata belum lengkap.
Jika semua orang hanya mengerjakan bagian mereka tanpa memeriksa hubungan antartahap, sebuah dokumen dapat hilang dari sistem tanpa seorang pun merasa telah menghilangkannya.
Sebaliknya, orang yang memahami kelemahan tersebut dapat memanfaatkannya dengan sengaja.
Kedua kemungkinan itu masih terbuka.
Gu Chenxiao tidak membutuhkan keyakinan untuk melanjutkan penyelidikan.
Ia membutuhkan bukti yang dapat membedakan keduanya.
Di luar ruang kerja, langkah Paman Fu terdengar mendekat.
“Tuan Muda, bagian arsip telah mengonfirmasi bahwa nomor kotak dalam daftar penyerahan itu masih tercatat di inventaris lama. Mereka sedang memeriksa lokasi penyimpanan terakhirnya.”
Gu Chenxiao mengangkat kepala.
“Bagus. Minta mereka mempertahankan seluruh catatan pemindahan dan memastikan tidak ada dokumen yang dikeluarkan sebelum pemeriksaan resmi.”
“Baik.”
“Dan tentang permintaan salinan wawancara?”
“Masih diperiksa. Bagian administrasi belum memberikan nama pemohon.”
Gu Chenxiao mengangguk.
“Jangan mendesak mereka melewati prosedur.”
Paman Fu membungkuk dan pergi.
Gu Chenxiao kembali menatap halaman catatannya.
Ia belum menemukan orang yang bertanggung jawab atas keputusan yang hilang.
Namun, untuk pertama kalinya, ia memiliki petunjuk mengenai tempat penyimpanan kelompok dokumen yang mungkin pernah menunggu keputusan tersebut.
Jika kotak itu masih ada, penyelidikan akan memasuki tahap baru.
Jika kotak itu tidak ada, mereka harus mengetahui kapan dan bagaimana ia keluar dari inventaris.
Apa pun hasilnya, pertanyaan berikutnya tidak lagi sekadar siapa yang menandatangani dokumen.
Melainkan siapa yang mengetahui bahwa pekerjaan itu belum selesai, tetapi membiarkannya tercatat seolah-olah telah selesai.
Gu Chenxiao memadamkan lampu.
Senyum tipis muncul di wajahnya, bukan karena ia yakin telah menemukan pelaku, melainkan karena lingkup ketidaktahuannya semakin kecil.
Dan bagi seseorang yang terbiasa melihat manusia sebagai kumpulan kepentingan, ketakutan, dan pilihan, itu sudah cukup untuk memulai langkah berikutnya.
Ia tidak perlu mengetahui siapa yang berbohong.
Ia hanya perlu menemukan siapa yang memiliki kesempatan untuk mengubah sebuah pekerjaan yang tertunda menjadi sebuah pekerjaan yang dianggap selesai.
Lalu ia akan melihat siapa yang paling diuntungkan oleh perbedaan tersebut.