NovelToon NovelToon
Indahnya Jatuh Cinta

Indahnya Jatuh Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Diam-Diam Cinta / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:23.8k
Nilai: 5
Nama Author: elaretaa

Bagi Ayara, hidup hanya tentang bekerja tanpa pernah mengenal cinta. Namun, saat ia mendaki gunung bersama teman-temannya semuanya berubah. Sebuah pertemuan tak terduga dengan seorang pria di jalur pendakian menjadi awal baru baginya untuk mengenal rasa jatuh cinta.

Bagaimana cerita selanjutnya? Apa yang akan terjadi pada Ayara? Siapa pria yang ditemui Ayara?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon elaretaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Semua Ini Salah Papa

​Dengan langkah berat dan dada bergemuruh hebat, Ayara berjalan keluar dari kamar menuju ruang tamu.

​Begitu sampai di ruang tamu, ia mendapati Althaf berdiri tegak di dekat meja. Pria itu tampak sangat berantakan dari biasanya, rambut hitamnya agak basah terkena rintik hujan, kemeja kerjanya kusut dan sorot matanya yang biasanya tenang kini memancarkan kilat kepanikan bercampur kerinduan yang mendalam.

​Mendengar suara langkah kaki, Althaf langsung menoleh. Begitu netranya menangkap sosok Ayara, pria itu melangkah cepat menghampiri gadis tersebut.

​"Ayara...," panggil Althaf dengan suara baritonnya yang serak, napasnya terdengar memburu.

​Ayara menunduk, melangkah mundur selangkah untuk menjaga jarak. "Untuk apa Mas Althaf datang ke sini lagi? Aku kan sudah bilang tadi... aku menolak Mas Althaf, aku berharap Mas Althaf tidak menemuku lagi... pertemanan kita sudah selesai, Mas."

​Althaf tidak menghiraukan penolakan itu. Ia justru merangsek maju dan menggenggam kedua tangan Ayara dengan erat, seolah takut gadis itu akan melarikan diri darinya.

​"Selesai dari mana, Ayara? Kamu tidak bisa memutuskan segalanya secara sepihak hanya karena satu alasan yang belum kita selesaikan bersama!" ucap Althaf tegas namun sarat akan permohonan.

​"Alasannya sudah sangat jelas, Mas!" suara Ayara meninggi, air matanya tak lagi terbendung dan tumpah membasahi pipinya.

"Alasan apa?" tanya Althaf.

"Ayah Mas Althaf membenciku! Beliau menatapku dengan rendah dan mengusirku dari ruang kerjamu. Kalau kita tetap memaksa untuk menikah, keluarga kamu akan malu dan aku... aku tidak tahan hidup dalam tekanan seperti itu!" jawab Ayara.

​Mendengar pengakuan jujur yang penuh luka itu, ekspresi di wajah Althaf melunak seketika. Ia mengembuskan napas panjang, lalu mengangkat tangannya untuk menghapus air mata di pipi Ayara dengan sangat lembut.

​"Dengarkan aku, Ayara. Soal Papa... aku minta maaf, aku tahu sikapnya menyakitimu. Karena itu, kedatanganku malam ini ke sini membuktikan satu hal, aku tidak peduli dengan apa kata Papa atau siapa pun di luar sana. Yang aku inginkan adalah kamu, Ayara. Hanya kamu, jadi orang lain tidak berhak mengaturku, termasuk Papaku," ucap Althaf penuh kesungguhan, menatap lurus ke dalam mata gadis itu.

​Ibu Yati dan Arlan yang menyaksikan interaksi tersebut dari sudut ruangan hanya bisa terdiam bisu, terhanyut oleh ketulusan yang dipancarkan oleh seorang Althaf.

​Ayara terpaku, debar di dadanya bergemuruh hebat melawan logika dan rasa mindernya. Ia bisa melihat bayangan ketulusan yang teramat besar di balik sorot mata tajam pria di hadapannya itu.

​"Tapi... bagaimana kalau Ayah kamu tetap tidak merestui kita, Mas?" cicit Ayara lirih, suaranya terdengar sangat rapuh.

​Althaf tersenyum tipis, menggenggam jemari Ayara semakin erat. "Biarkan itu menjadi urusanku untuk meyakinkannya. Tugas kamu sekarang hanya satu... percaya sama aku dan jangan pernah berpikir untuk meninggalkanku lagi."

"Mas... aku nggak bisa, dunia kita terlalu berbeda. Mungkin Mas bisa menerima, tapi bagaimanapun juga Mas itu seorang pengacara. Bagaimana kalau karena aku status Mas Althaf sebagai pengacara di pandang rendah," balas Ayara.

"Nggak akan. Begini saja, kalau aku bisa mendapatkan restu Papa, kamu mau kan menikah denganku?" tanya Althaf.

"Walaupun Ayahnya Mas merestui kita, nanti setelah menikah bagaimana?" tanya Ayara.

"Setelah nikah, kita langsung tinggal di apartemenku. Aku nggak akan biarkan kamu tinggal di rumah orang tuaku, dan aku akan meminta Papa untuk tidak mendekati kamu, bagaimana?" tanya Althaf.

"Aku pusing, Mas. Aku akan pikirkan lagi, sekarang Mas Althaf pulang aja," jawab Ayara.

Althaf menatap Ayara lekat-lekat, menangkap sorot mata gadis itu yang masih menyiratkan ketakutan sekaligus kebimbangan yang teramat besar. Pria itu menghela napas pelan, menyadari bahwa mendesak Ayara untuk memberikan keputusannya saat ini bukanlah langkah yang bijak.

​"Baiklah," ucap Althaf akhirnya dengan suara bariton yang tenang, mengalah demi ketenangan jiwa wanita yang dicintainya.

​"Aku akan pulang seperti yang kamu minta. Tapi ingat, Ayara... jawabanku tidak akan pernah berubah, aku akan membuktikan kalau ketulusanku bukan sekadar ucapan kosong." lanjutnya.

​Althaf melepas genggaman tangannya dari tangan Ayara secara perlahan, lalu berbalik menghadap Ibu Yati dan Arlan yang berdiri tak jauh dari mereka.

​"Bu, Arlan... saya pamit dulu ya. Maaf mengganggu waktu istirahat kalian," pamit Althaf sopan seraya mencium takzim punggung tangan Ibu Yati.

​"Hati-hati di jalan, Nak Althaf. Jangan ngebut bawanya," pesan Ibu Yati tulus.

​Setelah berpamitan, Althaf melangkah keluar menuju motornya. Sebelum meninggalkan halaman, ia sempat melempar pandangan terakhir ke arah Ayara, seolah menitipkan seluruh harapannya di sana, sebelum akhirnya menyalakan mesin motor dan melaju membelah malam.

Sementara itu, setelah menempuh perjalanan sekitar empat puluh lima menit, Althaf tiba di kawasan perumahan elit kediaman keluarganya. Ia mematikan mesin motornya di garasi luas, lalu melangkah masuk melalui pintu samping rumah.

​Suasana di dalam rumah sudah tampak sangat sunyi, lampu-lampu utama di ruang tamu sudah dipadamkan dan menyisakan pencahayaan temaram dari lampu dinding koridor. Tampaknya Mama Hasna, Kak Indira dan anggota keluarga lainnya sudah beristirahat di kamar masing-masing.

​Namun, langkah kaki Althaf yang hendak menaiki tangga menuju lantai atas mendadak terhenti. Di ujung tangga, sesosok pria paruh baya berbalut piyama tidur lengkap dengan segelas air hangat di tangannya tampak berdiri tegak menunggunya, itu adalah Papa Aditya.

​Pria paruh baya itu rupanya sengaja menunggu kepulangan putranya hingga larut malam, sorot matanya tajam menatap Althaf dari atas sampai bawah dengan tangan bersilang di dada.

"Ikut Papa," perintah Papa Aditya, lalu masuk ke dalam ruang kerjanya.

Pintu ruang kerja Papa Aditya berderit pelan saat ditutup rapat dari dalam, menciptakan atmosfer ruangan yang mendadak terasa begitu tegang dan kaku.

​Papa Aditya berdiri di dekat meja kerjanya yang luas, menghadap ke arah Althaf yang baru saja masuk dengan rahang mengeras. Lampu meja menyinari separuh wajah pria paruh baya itu, memperlihatkan garis ketegasan yang diwariskannya pada sang putra.

"Jadi, bagaimana?" tanya Papa Aditya.

"Ini karena Papa, kenapa Papa harus bersikap dingin pada Ayara waktu itu? Ayara mengira Papa tidak suka dengannya," ucap Althaf.

"Papa memang kurang suka dengan perempuan itu," sahut Papa Aditya.

"Dan Althaf tidak peduli, Althaf maunya Ayara. Semua ini salah Papa," balas Althaf, menyalahkan sang Ayah.

"Walaupun Papa kurang suka perempuan itu, tapi Papa kan tidak melarang kamu menikah dengan dia. Kalau kamu suka ya kamu nikahi dia, sekarang kamu mau Papa lakuin apa?" tanya Papa Aditya.

"Temui Ayara, dan bilang kalau Papa merestui hubungan Althaf sama Ayara," ucap Althaf.

"Begini saja, kamu bawa Ayara ke rumah. Papa akan bersikap baik dan hangat ke Ayara, gimana?" saran Papa Aditya.

"Tapi, Ayara pasti nggak mau," balas Althaf.

"Kamu coba dulu," ucap Papa Aditya.

"Besok setelah Ayara pulang kerja, Althaf bakal ajak Ayara ke rumah. Awas sampai Papa bikin Ayara takut," ancam Althaf.

"Iya, Papa nggak akan buat Ayara takut," balas Papa Aditya.

.

.

.

Bersambung.....

1
lia juliati
shalat Istikharah neng ara🙏
Aidil Kenzie Zie
nyumbang 1vote tor
Felycia Fernandez
kan waktu di resto juga udah ketemu Lngsung, walaupun cuma sebentar 🤔
Felycia Fernandez
naaah sepemikiran kita Ay...
gimana menghadapi calon mertua yang ngeremehin kita
Nani Haryatiyati
Senin....voteeee
Lala_Syalala
keren Thor,, ditunggu buat kelanjutan ceritanya 💪🏻💪🏻🥰🥰🥰
elaretaa: Terima kasih atas dukungannya Kak🥰🥰🥰🥰❤️
total 1 replies
Indra Reza Zulkifli
jujur li,,,yg beginian cuma ada d dunia novel 🤭
Felycia Fernandez: bener bnget...
dimana mana sekarang orang2 pasti pilih pasangan yang setara,paling tidak setara dalam pekerjaan
total 1 replies
Aidil Kenzie Zie
si Papa pasrah saja sama pilihan anaknya 👍🏻👍🏻👍🏻
lia juliati
semangat althaf 💪
Rizky Manik
apa alasan papa gksukak sama ayara? apa cuman karena beda kasta?
Kaylaa
maksude piye to pak....katane krg suka....apa terpaksa...🤔
Felycia Fernandez: ya terpaksa kk karena takut anaknya marah,gak tulus kan 😆😆😆
total 1 replies
Felycia Fernandez
gak melarang,tapi kamu gak menerima Ayara jadi menantu sama aja boong pak...menantu mana yang mau tiap ketemu mertua tapi mertua nya jutek ke dia😠
Felycia Fernandez
ya gimana nggak minder,bapaknya aja kasar gtu ngomongnya.blom lagi ntar di pernikahan Ayara pasti bakalan sering ketemu mertua nya,pasti dia merasakan takut gak diterima
Felycia Fernandez
kasar ngomongnya,terang terangan mengusir 😠
Aidil Kenzie Zie
terima aja Yara🥰🥰🥰🥰🥰
Aidil Kenzie Zie
Ayara nyerah duluan sebelum berperang 😓😓😓😓 lagian yang mau nikah kan kalian wong Althaf baik banget lagi dimana coba mau cari cowok spek Althaf gitu😓😓😓
Nani Haryatiyati
yaaahhhhh bersambung pemirsa,besok lagiiii
lia juliati
wow..... selamat berjuang althaf
Nurminah
nggak mudah nikah beda kasta harus punya mental sekuat baja dan laki-laki pendamping kita harus jadi garda terdepan untuk membela karena kalo berdiri sendiri habis mental kita
Felycia Fernandez: bener banget KK, apalagi pernikahan bukan hanya tentang suami istri tapi ada mertua juga.sebahagia apapun kalau mertua tidak suka sama aja gak merestui hubungan kita.pasti gak akan tenang pernikahan nya.gak mungkin kan tiap ada acara kita suami istri gak hadir
total 2 replies
Valen Angelina
smuaa orang pasti akan berkcil hati..... nmnya juga kita orang miskin tiba2 ada ornag kaya melamar kita... klo dunia nyata lbih baik nikah sama orang setara sama kita....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!