NovelToon NovelToon
KITAB SENJA SEMBILAN LANGIT

KITAB SENJA SEMBILAN LANGIT

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:6.4k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Seratus ribu tahun setelah Perang Senja yang memusnahkan para Dewa Asli dan Iblis Primordial, para "Penguasa Abadi" di Sembilan Langit menjadikan dunia fana sebagai ladang ternak spiritual yang dipanen setiap sepuluh ribu tahun. Lin Xuan, seorang murid yatim piatu dari Sekte Pedang Awan Biru yang dikhianati dan diambil Akar Spiritualnya demi menghidupkan putra mahkota sekte, dibuang ke dasar Jurang Tulang Iblis. Di ambang kematian, darahnya menyalakan Lentera Abu Senja—pusaka terlarang peninggalan Dewa Senja terakhir—yang membentuk kembali tubuhnya dengan Meridian Kembar Dewa-Iblis. Dengan menggenggam pedang di satu tangan dan api senja di tangan lain, Lin Xuan merangkak naik dari dasar jurang untuk menumbangkan sekte-sekte munafik, menyatukan ras Iblis dan Manusia, serta meruntuhkan takhta palsu di Sembilan Langit.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19: Pelelangan Agung & Pertemuan Kembali dengan Pengkhianat

Pagi keesokan harinya, seluruh Kota Kabut Hitam diguncang oleh kabar yang membuat setiap faksi menahan napas:

Semalam, Kediaman Cabang Klan Liu telah rata dengan tanah! Kepala Klan Liu Zhen (Ranah Pembangunan Fondasi Awal) beserta keponakannya, Liu Haoran, ditemukan tewas tanpa kepala, dan seluruh pengawal elit mereka tumpas! Semua orang di kota tahu bahwa pelaku pembantaian tunggal itu adalah pendekar misterius bertopeng perunggu—Tuan Muda Xuan!

Namun yang lebih mengejutkan lagi, pada siang hari menjelang dimulainya Pelelangan Agung Paviliun Bulan Bintang, dua sosok kultivator dengan jubah berlogo pedang biru mendarat di depan gerbang kota dengan wajah gelap penuh amarah setelah menemukan kotak berisi kepala Liu Zhen yang diletakkan di pos kurir menuju Sekte Pedang Awan Biru!

Kedua orang itu adalah Tetua Ketujuh Sekte Pedang Awan Biru, Tetua Wang (kultivator Ranah Pembangunan Fondasi Tingkat Menengah), dan gadis yang mengenakan gaun putih bersih dengan wajah pucat bercampur murka: Liu Ruyan!

Siapa pun pembunuh bertopeng yang berani membantai paman dan adik kandungku serta menulis nama Kakak Changge dan namaku di kotak itu... aku bersumpah akan meminta Tetua Wang meremukkan seluruh tulangnya hari ini!" desis Liu Ruyan dengan mata memerah saat melangkah masuk ke gedung pelelangan Paviliun Bulan Bintang untuk mencari jejak "Tuan Muda Xuan" sekaligus membeli bahan kultivasi pesanan Gu Changge.

Di dalam aula lelang raksasa Paviliun Bulan Bintang yang dihadiri oleh ratusan kultivator dari berbagai penjuru Wilayah Timur, Lin Xuan duduk dengan tenang sambil menyesap teh di Ruang VIP Nomor Tiga di lantai dua bersama Su Wan'er.

Melalui tirai kristal satu arah di balkon ruang VIP-nya, mata Lin Xuan menatap dingin ke arah Ruang VIP Nomor Satu di seberang sana—tempat Liu Ruyan dan Tetua Wang baru saja duduk.

"Lin Xuan, gadis bergaun putih di seberang itu yang dulu meracunimu?" suara Ye Linglong terdengar di dalam benaknya. "Bakat dan auranya biasa saja, bahkan tidak layak menjadi pelayan pencuci kakiku di Jurang Darah dulu. Mau kubantu membunuhnya sekarang?"

Tidak perlu terburu-buru," jawab Lin Xuan di dalam hati dengan tenang. "Kematian yang terlalu cepat adalah anugerah baginya. Hari ini kita ambil dulu bahan Pembangunan Fondasi kita dan habisi Tetua Wang di luar kota."

Di atas panggung lelang utama, Master Yan dan juru lelang utama membuka acara dengan memamerkan barang lelang pembuka yang langsung memicu keributan luar biasa:

"Hadirin sekalian! Barang istimewa pertama hari ini adalah hasil karya seorang Grandmaster Alkimia misterius: enam butir Pil Pemurnian Esensi Tingkat Puncak dengan Pola Awan Kemurnian Seratus Persen! Harga dasar: lima ribu Batu Spiritual!"

Seluruh aula lelang langsung meledak dalam kehebohan! Bahkan Tetua Wang dan Liu Ruyan di Ruang VIP Nomor Satu langsung berdiri dari kursi mereka karena terkejut melihat pil dengan Pola Awan yang biasanya hanya ada di kota-kota besar Wilayah Tengah!

Setelah persaingan harga yang menggila di antara klan-klan besar, keenam butir pil milik Lin Xuan itu terjual habis dengan total harga fantastis: delapan belas ribu keping Batu Spiritual Tingkat Rendah! Setelah dipotong harga bahan pendamping, seluruh kekayaan itu langsung masuk ke kantong Lin Xuan!

Puncak pelelangan pun tiba ketika juru lelang mengeluarkan sebuah kotak timah bersegel petir ke atas panggung:

"Barang puncak terakhir hari ini adalah harta karun alam tingkat tiga yang ditemukan di Puncak Guntur: Batu Inti Petir Langit (Heavenly Lightning Core Stone)! Mengandung esensi petir langit murni yang dapat digunakan untuk menempa senjata tingkat tinggi atau membangun Fondasi Petir! Harga dasar: sepuluh ribu Batu Spiritual!"

Mata Lin Xuan langsung menyala. Dengan Bunga Teratai Darah Seribu Tahun, Buah Sumsum Giok, Pil Esensi Fondasi Darah dari Liu Zhen, dan Batu Inti Petir Langit ini, ia memiliki seluruh elemen sempurna untuk menembus Ranah Pembangunan Fondasi Dewa-Iblis!

"Dua belas ribu Batu Spiritual!" suara angkuh Liu Ruyan terdengar lantang dari Ruang VIP Nomor Satu. "Batu Inti Petir Langit ini dibutuhkan oleh Putra Suci Sekte Pedang Awan Biru, Kakak Senior Gu Changge, untuk menempa pedang terbangnya! Saya harap rekan-rekan di Kota Kabut Hitam memberikan muka kepada Sekte Pedang Awan Biru kami!"

Mendengar nama Gu Changge dan Sekte Pedang Awan Biru dibawa-bawa sebagai ancaman halus, para penawar lain di lantai bawah langsung terdiam dan mengurungkan niat mereka. Wajah Liu Ruyan tampak puas dan sombong.

Namun tepat saat juru lelang hendak mengetukkan palu kedua—

"Dua puluh ribu Batu Spiritual."

Suara berat yang tenang dari balik Ruang VIP Nomor Tiga milik Lin Xuan menggema memenuhi seluruh aula lelang!

Wajah Liu Ruyan langsung membeku dan berubah merah padam karena dipermalukan di depan ratusan orang. "Siapa di Ruang VIP Nomor Tiga yang berani tidak memberi muka pada Sekte Pedang Awan Biru?! Aku hanya membawa lima belas ribu Batu Spiritual hari ini—batalkan tawaranmu sekarang, atau Sekte Pedang Awan Biru akan menganggapmu sebagai musuh!"

Tirai Ruang VIP Nomor Tiga terbuka sedikit, memperlihatkan sosok Lin Xuan dengan Topeng Perunggu Rubah Malam-nya.

"Tempat lelang berbicara dengan Batu Spiritual, bukan dengan gonggongan nama sekte," ucap Lin Xuan dingin. "Kalau kau tidak punya uang dan hanya bisa mengemis menggunakan nama Gu Changge... lebih baik kau keluar dari ruangan VIP itu."

"Kau—! Tuan Muda Xuan?! Jadi kau pembunuh bertopeng yang membantai paman dan adikku semalam?!" Liu Ruyan menjerit murka sambil menunjuk ke arah Lin Xuan, sementara Tetua Wang di sampingnya memancarkan niat membunuh yang pekat!

Namun karena di dalam gedung Paviliun Bulan Bintang dijaga oleh formasi tingkat tinggi dan dua Tetua Pembangunan Fondasi Puncak milik paviliun, Tetua Wang tidak berani menyerang di tempat.

TOK! TOK! TOK!

Palu lelang diketukkan! Batu Inti Petir Langit resmi jatuh ke tangan Lin Xuan!

1
Ilham Yono
lanjut thor
Ilham Yono
nice
Ilham Yono
balas dendam di mulai
Ilham Yono
keberuntungan dibalik musibah
Dan Kawan-Kawan
asyiiik cerita baru lagi
kalo bisa alur ceritax dibuat liku2 jgn baru 100 chapter sudah sampai di alam atas...buat panjang ceritax....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!