"Maaf nyonya, tapi bayi anda tidak bisa diselamatkan." Kata-kata itu seperti pisau yang menancap tepat di jantung nya membuat dia mati rasa.
Namun, tampaknya kematian memang mengikuti nya. "Mommy, pergilah bersama dengan bayimu. kau tidak pantas jadi mommy ku." Kata-kata itu dari bibir kecil dengan wajah yang polos namun senyuman licik terbit seiring dengan mobil yang meledak.
"Jika aku hidup kembali, aku tidak akan melakukan kesalahan yang sama."
Mata itu terbuka dengan napas yang memburu. Dia melihat keseluruh tubuhnya dan sepasang tangannya yang terbuka.
"Baguslah kau sudah bangun. bersiaplah! Pernikahan mu menghitung jam!"
"Aku? hidup kembali?"
Bagaimana kelanjutannya? Apakah akhirnya akan tetap sama atau berubah?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Nilam Sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kotak Coklat
"Kau punya tangan, lakukan sendiri!" Logan menyingkirkan kaki Athena dari pandangannya.
"Tidak bisa ... Ini perintah Kakek. Lagipula, sebagai cucu yang baik. Harus melakukan nya. Ya kan?"
"Hah? Kau berpikir mengancam ku dengan kakek begitu?" Athena menggoyangkan kakinya dengan pelan. Telunjuknya bergerak seolah memanggil suaminya.
"Apa? Aku tidak dengar? Apa yang kau katakan?" Balas Athena.
"Kau berpikir bisa mengancam ku?"
"Apa? Aku tidak dengar!" Balas Athena.
Logan mengusap wajahnya dengan kasar,. wanita yang duduk di ranjang nya ini benar-benar membuatnya kesal. Dengan langkah besar, Logan berada di hadapan Athena dan langsung mencengkram pipi nya. "Dengar! Kau pikir kau bisa mengancam ku?" Desis Logan dengan tatapan tajam yang menusuk dan semakin mencengkram pipi Athena dengan kuat.
"Jangan berpikir untuk mengancam ku!" Teriak Logan dan melepaskan cengkraman nya. Tubuhnya yang sejajar dengan wajah Athena bersiap untuk bangkit tapi... Dengan cekatan Athena menarik dasi kupu-kupunya dan membuat nya terbaring di ranjang
"Eghh, Athena.... Ka-u...."
"Apa suamiku? Aku tidak dengar?" Tanya Athena dengan senyuman tipis bertepatan dengan tubuhnya yang menduduki suaminya dengan bobot tubuhnya. Dalam keadaan terbalik, Logan berusaha bangkit. Tapi Athena sengaja menahan leher nya. Lengan kekar Logan langsung berusaha menyingkirkan tubuh yang mendudukinya.
"K-a-u.... Lep....as..."
Dari samping, Athena bisa melihat wajah Logan yang memerah seiring dengan oksigen yang berkurang. "Oh, lepas. Aku lepaskan!"
"Uhuk! Kau gila!" Balas Logan dengan tak terima.
"Tidak, aku hanya berusaha untuk mendengarkan apa yang suamiku katakan. Kasihan, wajah mu jadi merah. Kau senang aku himpit?"
"Dasar gila!" Tapi Athena tertawa, sisa merah karena amarah itu masih terlihat. Logan mengambil napas sebanyak-banyaknya. Dia benar-benar tidak paham dengan wanita yang dinikahinya ini.
"Aku hanya membalas perlukan mu padaku suamiku. Kau mencengkram pipi ku yang empuk dan pinggang ku yang ramping. Kalau kau mau aku perlakukan dengan manis. Maka lakukan hal yang sama padaku. Hmmmm?"
"Jangan harap! Kau wanita gila!"
"Hahahaha, dan wanita gila ini istrimu sayang. Daripada yang lainnya mendengar pertengkaran manis kita. Bukankah lebih baik untuk segera menyelesaikan nya?" Logan diam, dia menatap Athena dengan lekat. Tubuh kekarnya seolah tak goyah dengan yang terjadi. Mata abu-abu itu, Athena dapat melihat kemarahan dengan jelas dan juga rasa haus pembalasan untuknya.
**************
"Athena? Athena?" Suara Lucas menyadarkan lamunan Athena. Dia mengangkat wajahnya dan tersenyum manis. "Dia mengobati ku dengan baik kek. Lagipula, sebagai pernikahan karena perjodohan, menurut ku itu sudah bagus." Jelas Athena.
"Daddy jangan menuntut Logan untuk menjadi suami yang baik. Tapi sebaliknya, Athena harus menjadi istri yang baik serta ibu yang baik untuk Aurora."
"Tentu saja mommy. Jangan khawatir, aku akan memperlakukan Aurora dengan baik." Yakin Athena.
"Ya, dan Daddy yakin dengan itu." Sambung Lucas membuat Jennifer menahan bibirnya yang berkerut karena pembelaan itu.
"Semoga saja."
"Athena! Kemarilah!" Baru saja Athena bersiap ke kamar, Lucas memanggil nya. Kepalanya mengangguk mengikuti langkah pria dengan rambut yang memutih di depannya.
"Ada apa kek? Kakek butuh sesuatu?"
"Logan sungguh memperlakukan mu dengan baik?" Pertanyaan itu keluar lagi.
"Iya." Jawab Athena.
"Kalau memang begitu. Syukurlah." Tubuh tua itu duduk dengan bantuan tongkatnya.
"Dengar Athena... Aku tadinya berpikir kau akan merasa tidak nyaman dengan sikap Logan padamu. Dan mungkin juga Aurora. Jujur saja, aku bisa melihat nya."
"Aku bisa mengatasinya kek."
"Ini...." Lucas mengeluarkan sesuatu dan menggeser nya ke arah Athena. Sebuah kotak coklat yang mengkilap tertutup rapat membuat Athena bertanya-tanya.
"Untukku? Kek?" Tanya Athena memastikan.
"Ya. Bukalah." Athena masih belum menjulurkan tangannya, dia mencoba mengingat-ingat. Tapi tidak menemukan nya. Seolah adegan ini tidak ada dalam ingatan masa lalunya.
Bersambung.....
Halo semuanya mohon untuk dukungannya. Insyaallah setelah sembuh author update 2 kali sehari. Jangan lupa like komen dan favorit serta hadiahnya ya terimakasih banyak 🥰🥰🙏