NovelToon NovelToon
Ogah Jadi Madu, Pilih Jadi Mantu

Ogah Jadi Madu, Pilih Jadi Mantu

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikah Kontrak / CEO
Popularitas:3.8k
Nilai: 5
Nama Author: gadis bucin

Ogah jadi istri kedua aki-aki tapi tak mau rugi, Elara (22) memutar otak saat hendak dijadikan istri muda oleh Pak Broto (65). Di tengah acara lamaran yang tegang, dengan nekat dia menunjuk pria berjas hitam di seberang meja.

"Maaf Pak, saya nolak jadi istri kedua Bapak. Tapi kalau nikah sama anak Bapak yang itu... saya mau."

​Arka (30), CEO sekaligus anak tunggal Pak Broto, mendadak tersedak dan langsung mengiyakan tawaran gila itu, demi menyelamatkan perasaan ibunya. Namun, niat Arka menyelamatkan rumah tangga orang tuanya justru menjadi awal dari bencana di rumah mewahnya sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gadis bucin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Sang Penyelamat Ibu Elara

​"Bentar, Bentar!" Elara langsung menjauhkan ponsel dari telinganya dengan mata membelalak curiga. Dia menatap layar ponselnya, lalu menatap Arka dengan raut wajah horor. "Mas, ini jangan-jangan modus penipuan baru? Maksudnya Ara, dia bilang 'Akhirnya saya menemukanmu, Nak'. Terus, habis ini dia mau minta pulsa seratus ribu atau bilang Ara menang undian mobil dari bank?!"

​Arka yang semula tegang mendadak menghela napas panjang, menahan senyum tipis, melihat respons tak terduga istrinya. Dalam situasi serba mengejutkan seperti ini, Elara masih sempat-sempatnya berpikiran ke arah sana. Jiwa waspada terhadap kejahatan korporat mungkin belum sepenuhnya terbentuk pada diri Elara, namun jiwa waspada terhadap penipuan online jelas sudah melekat sempurna.

​"Sini, kasih ponselnya ke saya," ujar Arka tenang.

​Tanpa pikir panjang, Elara menyerahkan ponselnya seolah-olah benda gepeng itu bisa meledak sewaktu-waktu. Arka menempelkan ponsel itu ke telinganya, lalu berdeham pelan dengan suara berat yang dipenuhi wibawa mengintimidasi.

​"Selamat siang. Saya Arka Valora, suami dari Elara," sapa Arka tanpa basa-basi. Dia langsung memasang mode CEO yang tak tersentuh. "Sebelum Anda bicara lebih jauh, sebutkan siapa Anda dan dari mana Anda mendapatkan nomor istri saya."

​Keheningan sempat mengendap sejenak di seberang telepon, sebelum suara pria paruh baya itu kembali terdengar. Kali ini dengan nada terkekeh pelan yang tenang dan matang.

​"Arka Valora. Ternyata anak muda yang membereskan kekacauan Broto di RUPS tadi adalah suaminya Elara. Suara kamu mirip sekali dengan gaya bicaramu di berita," ujar pria di seberang sana.

Lalu, dia menghela napas lega sebelum melanjutkan. "Nama saya Hendra. Kalau kamu butuh bukti bahwa saya bukan penipu yang dicurigai istri kecilmu itu, suruh Elara menggeledah bagian bawah amplop cokelat tua milik ibunya. Ada sebuah bros perak antik berbentuk kelopak melati yang disimpan Hastuti, di sana."

​Arka melirik ke arah meja kayu kontrakan. Elara yang mengerti isyarat pandangan suaminya segera merogoh bagian bawah amplop cokelat tua. Jarinya menyentuh sesuatu yang keras dan dingin. Benar saja, di balik lipatan kertas, terselip sebuah bros perak antik berbentuk bunga melati yang sangat halus buatannya.

​"Mas, ada brosnya," bisik Elara dengan mata bulatnya yang berbinar kaget. "Demi apa, ternyata bukan penipu pulsa!"

​Raut wajah Arka memadat. Pria itu kembali memfokuskan perhatiannya ke telepon. "Baik, Pak Hendra. Saya rasa kita tidak bisa membicarakan hal sejauh ini melalui sambungan telepon."

​"Tentu. Broto mungkin sudah ditangkap polisi, tapi orang-orang suruhannya di luar sana masih bisa berkeliaran dan membahayakan kalian. Kita bertemu satu jam lagi di kedai teh tua kawasan Menteng. Datanglah berdua dengan Elara," ujar pria bernama Hendra itu, sebelum akhirnya memutus sambungan telepon secara sepihak.

​Suasana di dalam sedan mewah Arka kembali hening saat kendaraan itu melaju menembus kemacetan menuju kawasan Menteng. Elara duduk gelisah di kursi penumpang depan, mengusap-usap jemarinya sendiri seraya menatap jalanan di luar jendela. Sepatu high heels-nya sudah dipakai kembali, meski kini kakinya dipangku melipat karena cemas.

​"Mas," panggil Elara pelan, memecah kesunyian.

​Arka menoleh sedikit, lalu mengulurkan tangan kirinya untuk menggenggam jemari Elara yang terasa dingin. "Kenapa, Elara?"

​"Kalau ... kalau bapak kandung Ara ternyata orang jahat gimana, Mas? Atau gimana kalau dia ternyata buronan yang lagi dikejar-kejar polisi?" cerocos Elara seraya menyandarkan kepalanya di bahu tegap Arka. "Ara pingsan beneran deh kalau begini. Urusan Pak Broto sama Mbak Clarissa aja udah bikin otak Ara kayak digoreng dadakan, sekarang malah muncul lagi silsilah keluarga ala-ala sinetron episode seribu."

​Arka terkekeh lembut, meremas pelan jemari Elara untuk memberikan rasa hangat yang menenangkan. "Mau siapa pun dia, mau apa pun latar belakangnya, tidak ada yang berubah, Elara. Kamu adalah Elara Paramita, istri sah saya. Kalau dia orang baik yang berniat tulus, kita sambut. Tapi kalau dia punya niat buruk pada kamu atau ibu kamu, saya yang akan berdiri paling depan untuk menghadapi dia."

​Elara mendongak, menatap rahang tegas suaminya dari samping. Hatinya yang semula bergemuruh hebat mendadak terasa sangat tenang dan terlindungi.

​"Mas Arka kalau lagi mode protektif gini, tingkat kegantengannya benar-benar merusak pemandangan, tahu enggak? Bikin Ara makin betah jadi istri sah," ceplos Elara polos tanpa menyaring kata-katanya.

​Arka meliriknya dengan sudut mata yang berbinar jenaka. "Bagus kalau betah. Karena kontrak kita sudah hangus dan diganti status permanen tanpa tanggal kedaluwarsa."

​Kedai teh tua di sudut Menteng itu tampak sepi dan bernuansa klasik dengan ornamen kayu jati yang kental. Di sudut ruangan yang agak remang dan tersembunyi dari jangkauan pandangan luar, seorang pria paruh baya berberewok tipis dengan setelan kemeja kasual yang rapi, tampak sedang duduk menunggu.

​Begitu Arka dan Elara melangkah mendekat, pria itu segera berdiri. Matanya yang tajam mendadak berkaca-kaca saat menatap wajah Elara dari dekat.

​"Mirip sekali," bisik pria bernama Hendra itu dengan suara bergetar tahan emosi. "Matamu benar-benar mirip dengan Hastuti sewaktu muda."

​Elara bersembunyi sedikit di belakang lengan Arka, menatap pria itu dengan pandangan menelisik dan agak sungkan. "Bapak benar-benar orang yang nolongin Ibu dari kegenitan Pak Broto dulu?"

​Pak Hendra tersenyum haru, lalu memohon keduanya untuk duduk. Pria itu meletakkan sebuah map kulit tua di atas meja kayu.

​"Bukan cuma menolong, Nak. Saya adalah orang yang bersama ibumu menyusun rencana untuk menyelamatkan dokumen keuangan Valora dari keserakahan Broto puluhan tahun lalu," ungkap Pak Hendra pelan namun mantap.

​Pak Hendra menatap Arka dan Elara bergantian dengan raut wajah yang sangat serius. "Dan alasan kenapa ibumu, Hastuti, kemarin terpaksa menuruti permainan Broto untuk menjodohkanmu dengan dia ... adalah karena Broto menemukan keberadaan ibumu dan mengancam akan menghancurkan hidupmu jika ibumu tidak menyerahkan kamu sebagai pelampiasan dendam masa lalu."

​Elara dan Arka tersentak kaget mendengarnya.

​"Jadi, Ibu melakukan semua itu cuma buat ngelindungin Ara dari ancaman Pak Broto?" bisik Elara dengan suara tercekat, merasa bersalah karena sempat menganggap ibunya tega menjualnya demi uang.

​Pak Hendra mengangguk pelan, lalu membuka map kulit itu. "Dan sekarang, setelah Broto resmi ditangkap, giliran saya yang akan menyerahkan bukti kunci ini untuk membersihkan nama ibumu sepenuhnya dan mengembalikan apa yang menjadi hakmu."

1
Adinda
🤣🤣🤣🤣🤣
gadis bucin: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Rian Moontero
lanjooott👍😍
gadis bucin: pantengin terus updatenya, ya, kak. 🤗❤️
total 1 replies
Putry Chan
untung dia masih waras ya walaupun kaya raya tapi dia udh tua punya bini lagi , ogah lah 🤣
gadis bucin: iyaa bener 🤣🤣🤣
total 1 replies
Putry Chan
buset pria kaya tua bangka pengen nikah
gadis bucin: nikah lagi tepatnya, kak 🤭
total 1 replies
gadis bucin
Kalau suka jangan lupa like dan komen, ya. Terima kasih untuk dukungannya. 🤗❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!