NovelToon NovelToon
Pesugihan Ratu Ular

Pesugihan Ratu Ular

Status: sedang berlangsung
Genre:Mata Batin / Penyelamat / Balas Dendam
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

-

Di tengah ketenangan Desa Lemah Wungu yang asri dan dikelilingi hamparan sawah hijau, Bagas hidup dalam impian sederhana bersama ibunya. Namun, penyakit parah yang menggerogoti sang ibu memaksa Bagas nekat melanggar pantangan desa: memasuki hutan keramat Sendang Manten untuk mengikat perjanjian gaib dengan Ratu Ular.

Seketika, nasibnya berubah. Kepingan sisik emas melimpah membuat Bagas menjadi pemuda terkaya di desa.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 22

🍂🍂🍂

Tiga hari telah berlalu sejak badai petir dan angin melati yang dahsyat bergulung di atas perbukitan Desa Lemah Wungu. Pagi itu, tatanan alam di desa kembali tenang, disiram sinar mentari hangat yang membiaskan warna keemasan di atas hamparan dedaunan jati. Dari kejauhan jalan desa yang berbatu halus, terdengar denting klintingan kuningan beradu merdu, diiringi derap langkah kuda yang menarik sebuah delman kayu berukir megah.

Di atas selasar rumah joglo, Mbok Sumi sedang duduk seraya merapikan lipatan kain jarik. Pendengarannya yang tajam seketika menangkap suara denting klintingan delman yang kian mendekat menuju gerbang depan.

Delman itu berhenti tepat di pelataran luas rumah joglo. Seorang pria tegap berbeskap hitam dengan senyuman hangat melangkah turun terlebih dahulu. Dialah Bagas. Pemuda itu kemudian mengulurkan tangannya dengan penuh kelembutan menuju bagian dalam delman, membimbing sosok wanita di sampingnya untuk melangkah turun.

Seorang wanita berparas jelita tiada tara melangkah turun dari atas delman. Ia mengenakan kebaya katun halus berwarna hijau muda yang membalut tubuh anggunnya dengan sangat pas, dipadu kain jarik bermotif parang yang membalut langsing pinggangnya. Sanggul sederhananya dihiasi ronce bunga melati segar yang memancarkan aroma harum alami. Kulitnya yang seputih porselen dan pipinya yang merona merah terpapar sinar mentari pagi, memancarkan pesona kesucian yang teramat menentramkan.

Mbok Sumi yang menyaksikan pemandangan itu berdiri kaku di atas selasar. Tangannya menutupi mulutnya, matanya membelalak tak percaya.

"Ibu..." panggil Bagas hangat, membimbing wanita itu mendekati selasar.

Candra Kirana melangkah anggun, menundukkan pandangannya penuh rasa hormat. Begitu menaiki tangga selasar, wanita yang dulu menjadi penguasa ghaib Sendang Manten itu seketika bersimpuh di hadapan Mbok Sumi, meraih kedua tangan tua yang keriput itu lalu mencium punggung tangannya dengan penuh kasih sayang.

"Sugeng enjang, Ibu..." tutur Candra Kirana dengan suara yang begitu halus, lembut, dan merdu, bagaikan genta emas yang menyentuh sukma. "Saya Candra Kirana... Maafkan Kirana baru bisa datang dan menghadap Ibu hari ini."

Mbok Sumi tertegun seketika. Air mata bahagia meluncur deras membasahi pipinya yang bergaris penuaan. Wanita tua itu langsung berlutut, merengkuh bahu Kirana lalu memeluk calon menantunya itu dengan sangat erat.

"Gusti Allah... Nduk... Candra Kirana..." tangis Mbok Sumi pecah, suaranya parau oleh keharuan yang luar biasa. "Mbangun ayu... cantik sekali kamu, Nduk... Santun sekali... Terimakasih sudah mau datang ke rumah joglo yang sepi ini."

Kirana membalas pelukan hangat Mbok Sumi, mengelus punggung wanita tua itu dengan kelembutan seorang anak. Kehangatan aliran darah manusia fana yang kini mengalir di pembuluh dadanya membuat Kirana merasakan kebahagiaan murni sebagai seorang wanita di dunia nyata.

"Ibu jangan menangis..." bisik Kirana lembut, mengusap air mata di pipi Mbok Sumi. "Kirana sangat bahagia bisa bertemu dengan Ibu. Mas Bagas selalu menceritakan betapa luar biasanya kasih sayang Ibu."

Mbok Sumi memegang kedua pipi Kirana, memandangi paras cantiknya yang tiada tandingan dari dekat. "Aduh, Le... Bagas! Kamu benar-benar tidak bercanda... Calon istrimu ini betul-betul seperti bidadari jatuh dari langit! Matanya teduh sekali..."

Bagas yang berdiri di samping mereka tersenyum lebar, dadanya diliputi kepuasan dan kebahagiaan yang tak ternilai harganya. "Bagas kan sudah bilang, Bu. Bagas tidak akan pernah berbohong pada Ibu."

"Ayo masuk, Nduk! Masuk! Ibu sudah siapkan teh hangat dan teh melati di dalam!" ajak Mbok Sumi antusias, memegang erat tangan Kirana seolah tak mau melepaskannya.

Kabar tentang kedatangan calon istri Bagas menyebar bagaikan kilat di seluruh pelosok Desa Lemah Wungu. Warga desa yang melintas di depan gerbang rumah joglo berbondong-bondong berhenti, berbisik-bisik takjub menyaksikan kecantikan Kirana yang sedang menyapu pelataran bersama Mbok Sumi.

"Gila! Kamu lihat calon istrinya Den Bagas?!" bisik Kang Saman pada tetangganya di pinggir jalan.

"Iya! Cantik banget, luar biasa! Kulitnya putih bersih, senyumnya ramah... Pantes saja Den Bagas selalu menolak gadis-gadis lain, calonnya ternyata kelas berat begitu!" sahut Bu Lastri dengan mata membelalak kagum.

Kirana yang kini beradaptasi penuh sebagai manusia fana menjalankan tugas-tugas rumah tangga dengan sangat cekatan dan anggun. Ia menimba air di sumur belakang, merapikan bunga-bunga melati di selasar, dan membantu Mbok Sumi meracik bumbu masakan di dapur. Tidak ada sedikit pun sisa keangkuhan seorang Ratu Ular—yang ada hanyalah kelembutan seorang wanita fana yang mengabdi pada keluarga suaminya.

Hari bergerak menjelang sore. Sinar mentari jingga membiaskan bayangan lembut di atas meja kayu jati selasar. Bagas, Mbok Sumi, dan Candra Kirana duduk bertiga menikmati cangkir teh hangat dan piring berisi kue apem rebus.

Mbok Sumi menaruh cangkir tehnya, menatap Kirana dan Bagas bergantian dengan binar mata yang memancarkan keteguhan dan kebahagiaan yang matang.

"Bagas... Kirana..." panggil Mbok Sumi lembut.

"Nggih, Bu?" sahut Bagas dan Kirana serentak.

Mbok Sumi memegang jemari Kirana di atas meja, lalu mengusapnya penuh kasih. "Ibu ini sudah tua, Nduk... Melihat Kirana begitu santun, rajin, dan sangat menyayangi Bagas, rasa-rasanya Ibu tidak mau menunggu lebih lama lagi."

Bagas mengernyitkan dahi pelan, menyunggingkan senyuman. "Maksud Ibu bagaimana?"

Mbok Sumi menatap anak tunggalnya lurus-lurus. "Ibu ingin kalian berdua segera menikah. Kalau bisa, minggu depan acara digelar di rumah joglo ini! Tidak perlu ditunda-tunda lagi. Ibu ingin seluruh warga desa menyaksikan pernikahan kalian dan resmi menyambut Kirana sebagai nyonya di rumah ini."

Bagas tersentak kaget namun bahagia, lalu menoleh menatap Candra Kirana yang duduk di sampingnya. Pipi Kirana seketika memerah merona, menundukkan pandangannya malu-malu seraya menyunggingkan senyuman manis yang memikat.

Bagas menggenggam lembut jemari Kirana di bawah meja. "Bagaimana menurutmu, Kirana? Ibu ingin pernikahan kita dipercepat minggu depan."

Candra Kirana mendongak pelan, menatap lurus ke dalam iris mata Bagas dengan pendar cinta murni manusia fana yang begitu dalam dan penuh kepatuhan.

"Saya akan mengikuti Mas Bagas saja, Bu..." tutur Candra Kirana halus dengan senyuman manis yang menentramkan jiwa. "Apa pun keputusan Mas Bagas dan Ibu, Kirana bersedia dan bahagia menjalankannya."

Mendengar jawaban yang begitu santun dan patuh itu, Mbok Sumi tertawa lebar bercampur haru, menepuk-nepuk tangannya bahagia.

"Matur nuwun, Gusti! Matur nuwun, Nduk!" pekik Mbok Sumi gembira. "Sudah diputuskan ya! Minggu depan kita gelar pesta pernikahan besar-besaran di rumah joglo ini! Ibu akan panggil perangkat desa dan seluruh tetangga untuk bantu-bantu!"

Bagas merangkul bahu ibunya dan mengusap jemari Candra Kirana dengan rasa syukur yang membuncah di dalam dadanya. Sebagai saksi keabadian cinta mereka yang kini telah berakar utuh di dunia nyata.

Bersambung...

1
Yiruma Nitya
Jadi makin penasaran, gimana adegan pas ketemu sama Ratunya
Yiruma Nitya
Aku mampir ya kak, baca pelan pelan semangat buat kknya, ceritanya bagus 👍
Yiruma Nitya: Iya kak mampirin aku juga ya masih belajar, mohon bimbingan dan koreksinya🤭👍
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!