NovelToon NovelToon
Ketika Keberuntungan Memilihku

Ketika Keberuntungan Memilihku

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Fantasi / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Not men

Seorang pemuda bernama Devan dia adalah seorang kurir paket yang hidup sederhana, tidak pernah menyangka hidupnya akan berubah setelah menemukan sebuah gelang giok misterius.

Sejak saat itu, keberuntungan mulai menghampirinya dan satu per satu wanita cantik memasuki kehidupannya.

Namun, siapa sebenarnya mereka dan mengapa semuanya terhubung dengan Devan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Not men, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21 : Saat Takdir Memilihku

Devan menatap iba kepada Vivi karena sikap ibu nya itu, Devan mencoba menenangkan Vivi yang berada di samping nya itu "Sudah lah jangan terlalu di pikirkan, aku akan membantumu" ucap Devan tanpa beban.

"Jangan Van, untuk apa kau membantuku" jawab Vivi. Devan menoleh lantas menjawab

"Untuk apa kau bilang? sudah jangan terlalu benyak memikirkan hal yang tak perlu kau pikirkan" ucap Devan, Lalu keadaan kembali hening, Devan mengantar Vivi kembali ke rumah nya setelah Vivi terlihat agak tenang, Devan memacu mobil nya pelan di tengah kegelapan malam itu, keadaan hening tanpa ada yang bersuara.

Hingga tiba di rumah Vivi terlihat Hasna sudah menunggu nya di teras, namun Vivi tak memperdulikan nya dia hanya beralu pergi menuju kamar nya.

"Mungkin besok akan kembali seperti biasanya tante, mungkin dia perlu waktu menenangkan diri" ucap Devan yang melihat Hasna ibu nya Vivi terdiam mematung.

Namun Hasna tak bergeming dia hanya berjalan gontai memasuki rumah nya, Devan pun segera kembali menuju mobil nya, Dia memacu mobil nya untuk kembali menuju kediaman nya, dia sangat miris melihat Vivi sejak dulu di perlakukan seperti itu.

Singkat waktu Devan sudah berada di kamar nya, dia membersihkan diri nya setelah seharian dia pergi keluar rumah, Saat sudah membersihkan diri dia menuju ke arah balkon saat sudah selesai berganti baju, Devan menyesap roko nya perlahan di temani segelas kopi hangat yang di buatkan oleh Malea.

"Apakah tuan akan membantu wanita itu?" tanya Malea.

"Yaa, aku akan membantunya. Untuk sedikit meringankan beban nya" jawab Devan

Devan pun berbincang banyak hal tentang Vivi kepada Malea serta yang lain nya. Mereka yang mendengar cerita Devan menyimak dengan seksama, mereka menjadi pendengar yang baik. Namun di tengah mereka berbincang suara buruk gagak memekakan pendengaran mereka.

Akkkkk!! Akkkk!!

Seekor burung gagak hinggap di sebuah atap di depan rumah Devan, dengan mata yang menyala merah seakan menandakan sesuatu, atau sedang memberi peringatan kepada Devan.

"Aku merasakan sesuatu akan terjadi!" ucap Devan

"Itu gagak pemberi pesan! Mereka sudah dekat tuan, tuan harus segera bersiap dan berlatih!" jelas Malea.

"Apa maksud mu? Siapa mereka dan pesan apa?" tanya Devan

Malea menjelaskan perihal gagak pemberi pesan dan siapa mereka yang di maksud oleh Malea. Devan termenung saat mendengar penjelasan dari Malea.

"Baiklah seperti nya aku harus melatih kembali kemampuan ku!" gumam Devan, Lalu dia segera melakukan betapa untuk memasuki alam Spiritual nya, selama satu bulan Devan meninggalkan alam nyata, dan kini terlihat perubahan tubuh nya, Devan lebih kekar tentu nya dia lebih kuat dan memiliki aura yang lebih kuat.

"Kau sekarang terlihat lebih kuat tuan!" ucap Yunsi yang berada di depan Devan

Devan memandangi dirinya di depan sebuah cermin. Kini tubuh nya terlihat lebih matang dan berotot. "ini hebat sekali,!" gumam Devan seraya memperhatikan lengan nya, lalu sebuah kabut biru menyelimuti tangan ny, hawa dingin menyelimuti nya.

"Kau sudah berhasil membuka ilmu sihir tingkat pertama Tuan, itu kekuatan es yang bisa membekukan apapun yang tuan sentuh" jelas Malea.

Mata Devan semakin berbinar saat mendengar hal itu, sungguh hal hebat baginya itu "Aku tidak boleh memakai ini sembarangan kepada manusia" ucap Devan

"Tentu saja, jika manusia terkena sentuhan mu mereka bukan hanya akan membeku tapi akan mati tak bernyawa" jelas Syafir.

Setelah perbincangan yang cukup alot seperti biasa Devan bercinta dengan para wanita nya itu, untuk meningkatkan kekuatan fisik nya itu, Esok hari nya Devan sudah kedatangan tamu yaitu Vivi.

"Tumben pagi sekali? Ada apa Vi?" tanya Devan saat Vivi sudah duduk di ruang tamu.

Kehadiran vivi disana ternyata hanya untuk meminta pekerjaan agar diri nya bisa membayar hutang Ibu nya itu.

"Bukan kah aku akan membantu mu Vi" tanya Devan saat Vivi selesai menyampai kan maksud nya itu.

"Aku tak ingin merepotkan mu Devan, sebaik nya aku menyicil nya sendiri" jawab Malea.

Setelah perdebatan kecil akhir nya Devan mengalah, dengan syarat dari Devan akan membantu melunasi hutang ibu dari Vivi, dengan Cara Vivi bekerja dengan Devan untuk melunasi hutang Vivi kepada Devan

"Lantas bagaimana pekerjaan mu di gudang?" tanya Devan

Vivi menjelaskan bahwa dia memang sengaja keluar dari sana, karena suatu hal.

"Jadi begitu, baiklah kau boleh bekerja mulai hari ini, bantulah ibuku dan gantikan dia agar dia tidak terlalu kelelahan" jelas Devan

Vivi senang akhir nya dia kembali mendapatkan pekerjaan setalah dia keluar dari pekerjaan yang sebelum nya.

"Baiklah terimakasih Devan kau sudah sering menolongku" jawab Vivi dengan senyum nya yang khas.

Vivi langsung bekerja membantu Ibu dari Devan yaitu Mariana, begitu semangat dia membantu pekerjaan disana, Yusa tersenyum saat tau satu sahabat nya ikut bekerja disana, Namun ketenangan itu tak berlangsung lama saat pakde leman datang mengacau membawa anak buah nya, menuju Toko milik Devan

"Wahh bakal kacau lagi nih" gumam Yusa saat melihat kedatangan Pakde leman.

Pakde leman berteriak memanggil Devan, Tanpa alasan dan tanpa masalah pakde Leman datang seakan mencoba mencari huru hara kembali "Aku curiga !jangan-jangan kamu selama ini pesugihan van!" teriak Pakde Leman ke pada Devan

Devan yang mendengar itu hanya mengulas senyum, jika saja semua orang tau hasil kekayaan Devan di berikan oleh Malea, maka bisa di katakan itu memang sebuah pesugihan namun. Bukan di atas sebuah perjanjian, namun karena keberuntungan Devan saja menemukan Gelang tempat Malea dan yang lain nya bersemayam.

Yusa dan pengawai laki-laki lain nya ikut memasang badan saat melihat ketegangan itu "Kurang ajar tuh pak tua!" ucap seorang pegawai Devan

"Iyaa berani nya dia gak kapok apa, Ka Devan udah pernah ngehajar anak buah nya!" timpal yang lain nya.

Yusa mendekat ke sisi Devan seraya berbisik "Sikat aja Van!" bisik yusa.

Devan hanya memberi isyarat kepada Yusa agar tetap tenang, dan melihat apa yang akan di lakukan oleh Pakde Leman "Apa maksud mu pakde?" tanya Devan

"Cihh!! Gak usah basa basi lah van kau mengotori desa ini dengan pesugihan mu itu, lama-lama bakal ada tumbal kaya nya!" timpal Pakde Leman.

Warga mulai berdatangan mendengar keributan itu.warga mulai berkumpul dan suasana mulai tak kondusif.

"Jangan sembarangan Pakde menuduh anak ku melakukan pesugihan!" sergah Mariana yang kini sudah tak bisa bersabar lagi menghadapi tuduhan Pakde nya itu.

Warga yang menyimak itu mulai menatap benci kepada Pakde Leman, tak ada satu pun orang yang terpengaruh oleh Pakde Leman, Malea dan yang lain nya menyimak hal itu memperhatikan apa yang selanjutnya akan terjadi, mereka menahan diri agar tidak ikut campur secara langsung.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!