NovelToon NovelToon
Balas Dendam Seorang Istri Yang Tersakiti

Balas Dendam Seorang Istri Yang Tersakiti

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Mengubah Takdir
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Jefika Isabell

Celine Wang pernah percaya bahwa cinta mampu mengubah hati seorang pria yang dingin.

Selama tiga tahun pernikahannya dengan Alexander Wu, pewaris keluarga konglomerat Wu Group, Celine berusaha menjadi istri yang sempurna. Ia merawat rumah mereka, mendampingi Alexander ketika menghadapi kesulitan, dan diam-diam membantu menyelamatkan perusahaan suaminya dari krisis keuangan.

Namun, semua pengorbanannya tidak pernah dianggap berarti.

Bagi Alexander, Celine hanyalah wanita biasa yang beruntung mendapatkan tempat di keluarga Wu. Terlebih lagi, kehadiran Evelyn Zhao, cinta pertama Alexander yang kembali ke Shanghai, perlahan menghancurkan rumah tangga mereka.

Atas hasutan Evelyn dan tekanan keluarganya, Alexander menuduh Celine sebagai wanita yang tidak tahu diri, menandatangani surat perceraian, lalu mengusirnya dari rumah tanpa memberinya kesempatan menjelaskan kebenaran.

Pada malam yang sama, Celine mengetahui bahwa sebagian besar penderitaan yang dialaminya bukanlah kebetulan. Ada

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jefika Isabell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

SETELAH PERTEMUAN

Alexander berdiri di hadapanku, sementara dokumen-dokumen tentang kematian Ayah tergeletak di atas meja. Untuk sesaat, aku melihat pria yang pernah kucintai selama tiga tahun itu. Pria yang dulu cukup tersenyum untuk membuatku melupakan semua masalahku.

Namun, kenangan itu kini terasa seperti luka yang kembali dibuka.

“Celine, tunggu.” Alexander meraih lenganku ketika aku berbalik menuju pintu.

Aku menatap tangannya sampai ia melepaskannya.

“Jangan menyentuhku.”

Rahangnya mengeras. “Aku hanya ingin bicara.”

“Kita sudah bicara. Kau memberiku dokumen, aku akan menyerahkannya kepada pengacaraku. Selesai.”

“Apakah semuanya harus seperti ini?” Suaranya meninggi. “Kita pernah menikah. Apa tiga tahun itu tidak berarti apa-apa bagimu?”

Aku tertawa kecil, tetapi tidak ada kebahagiaan di dalamnya.

“Jangan menggunakan pernikahan kita untuk membuatku merasa bersalah, Alexander. Kau yang mengakhirinya. Kau yang meletakkan surat cerai di hadapanku pada hari ulang tahun pernikahan kita. Kau bahkan tidak memberiku kesempatan untuk bertanya mengapa.”

“Aku tahu aku salah.”

“Tidak. Kau baru tahu bahwa keputusanmu memiliki konsekuensi.”

Wajahnya berubah.

Aku melanjutkan sebelum ia sempat menjawab. “Selama tiga tahun, aku selalu berusaha memahami kesibukanmu, sikap dinginmu, dan caramu menempatkanku di urutan terakhir dalam hidupmu. Aku terus meyakinkan diriku bahwa suatu hari nanti kau akan melihatku sebagai istrimu, bukan sekadar seseorang yang kebetulan tinggal di rumahmu.”

“Celine—”

“Tapi ketika Evelyn kembali, kau tidak membutuhkan waktu untuk memilih. Kau langsung memutuskan bahwa akulah orang yang harus pergi.”

Alexander terdiam. Untuk pertama kalinya, aku tidak membiarkannya menyelamatkan dirinya dengan alasan pekerjaan, tekanan keluarga, atau kesalahpahaman.

“Aku tidak pernah meminta kau mencintaiku dengan sempurna,” kataku. “Aku hanya meminta kau memperlakukanku dengan hormat. Bahkan itu pun tidak bisa kau berikan.”

“Aku bisa memperbaikinya.” Ia melangkah mendekat. “Aku bisa menjelaskan semuanya. Aku akan bicara kepada Ayah, aku akan membantumu mencari tahu apa yang terjadi pada William. Kalau kau membutuhkan bukti, sumber daya, atau perlindungan—”

“Berhenti.”

Satu kata itu membuatnya membeku.

“Dengarkan dirimu sendiri. Bahkan sekarang, kau masih berpikir bahwa kau bisa menawarkan sesuatu kepadaku, lalu aku akan memberimu kesempatan lagi.”

“Aku tidak bermaksud begitu.”

“Tapi itulah yang selalu kau lakukan. Kau mengira uangmu bisa menyelesaikan masalah, nama keluargamu bisa membuka semua pintu, dan keputusanmu harus diterima orang lain.”

Aku menatapnya lurus-lurus.

“Aku bukan salah satu aset Wu Group yang bisa kau ambil kembali setelah menyadari nilainya.”

Wajah Alexander memucat. Kalimat itu tampaknya lebih menyakitinya daripada semua tuduhanku sebelumnya.

“Apakah ada pria lain?” tanyanya tiba-tiba.

Aku terdiam, bukan karena merasa bersalah, melainkan karena sulit memercayai bahwa ia masih bisa mengajukan pertanyaan seperti itu setelah semuanya.

“Apa hubungannya?”

“Adrian Shen.” Alexander menyebut nama itu dengan nada dingin. “Apa dia alasan kau berubah seperti ini?”

Aku menatapnya dengan kecewa. “Jadi, menurutmu aku tidak mungkin meninggalkanmu kecuali ada pria lain yang menungguku?”

“Aku melihat bagaimana dia memperlakukanmu.”

“Dan kau baru menyadarinya setelah pria lain memperlakukanku dengan hormat?”

Alexander mengepalkan tangannya. “Aku tidak suka melihatmu bersamanya.”

“Itu masalahmu, bukan masalahku.”

“Dia berasal dari keluarga Shen. Kau tahu hubungan keluarga kami dengan mereka tidak sesederhana itu. Kau tidak tahu apakah dia benar-benar ingin membantumu atau hanya memanfaatkanmu untuk menjatuhkan Wu Group.”

“Kalau begitu, aku akan menilai tindakannya berdasarkan bukti. Sama seperti aku menilai dirimu sekarang.”

Ia menatapku seakan ingin membantah, tetapi tak menemukan kata-kata.

“Dan satu hal lagi,” lanjutku. “Aku bekerja dengan Adrian karena aku memilihnya sebagai rekan profesional. Bukan karena ingin membuatmu cemburu. Hidupku tidak lagi berputar di sekeliling perasaanmu.”

“Aku masih mencintaimu,” katanya.

Kalimat itu akhirnya keluar, terdengar kasar dan hampir putus asa.

Untuk sesaat, ruangan menjadi sunyi.

Dulu, aku pernah membayangkan betapa bahagianya diriku jika mendengar Alexander mengatakan hal itu. Aku pernah menunggu pengakuan tersebut dengan sabar, meyakinkan diriku bahwa cintanya hanya tersembunyi di balik sikap dinginnya.

Kini, ketika kata-kata itu akhirnya datang, hatiku tidak lagi berlari menyambutnya.

“Seandainya kau mengatakan itu tiga tahun lalu,” bisikku, “mungkin aku akan memelukmu dan menangis karena bahagia.”

Alexander menatapku dengan mata memerah.

“Tapi kau tidak mengatakannya.”

Aku menarik napas dalam-dalam. “Kau membiarkanku menghabiskan tiga tahun untuk mencintai seseorang yang bahkan tidak mau memperjuangkanku. Sekarang kau datang ketika aku sudah belajar berdiri sendiri, lalu berharap satu kalimat bisa mengembalikan semuanya.”

“Aku tidak berharap semuanya kembali seperti semula. Aku hanya meminta kesempatan.”

“Dan aku menolak.”

Kali ini, aku mengucapkannya tanpa ragu.

Alexander tampak seperti baru saja menerima pukulan. Ia mundur setengah langkah, tetapi segera kembali menegakkan bahunya. Kebanggaan yang selama ini menjadi perisainya muncul lagi.

“Baiklah,” katanya dingin. “Kalau itu yang kau inginkan, aku tidak akan memaksamu. Tapi jangan salahkan aku jika suatu hari nanti kau menyadari bahwa Shen Capital tidak seaman yang kau kira.”

Aku memandangnya lama.

“Apakah itu ancaman?”

“Peringatan.”

“Kalau kau benar-benar ingin memperingatkanku, berikan bukti. Jangan gunakan nama keluargamu untuk menakut-nakutiku.”

Aku mengambil tas dan berjalan menuju pintu.

Kali ini, Alexander tidak menghalangiku.

Namun, tepat sebelum aku keluar, suaranya terdengar lagi.

“Celine, jika kau menemukan siapa yang berada di dalam mobil bersama ayahmu malam itu, kau mungkin akan membenciku lebih dari sekarang.”

Langkahku terhenti.

Aku berbalik perlahan. “Apa maksudmu?”

Alexander menatapku, dan untuk sesaat aku melihat ketakutan yang tidak pernah ia tunjukkan sebelumnya.

“Aku tidak tahu seluruh kebenarannya,” katanya. “Tapi ada sesuatu yang tidak pernah diceritakan Ayah kepadaku. Malam kecelakaan William, seseorang datang ke rumah kami membawa pakaian yang berlumuran darah.”

Darahku seakan membeku.

“Siapa orang itu?”

“Aku masih mencari tahu.”

“Tidak,” kataku tajam. “Kau sudah cukup lama hidup di tengah rahasia keluargamu. Kalau kau tahu sesuatu, kau akan memberikannya kepada Daniel. Kalau tidak, jangan gunakan potongan informasi untuk membuatku tetap berada di dekatmu.”

Aku membuka pintu.

“Celine, aku sungguh—”

“Aku tidak akan kembali hanya karena kau akhirnya takut kehilangan aku.”

Pintu tertutup di antara kami.

Di lorong, aku baru menyadari tanganku gemetar. Bukan karena aku ingin kembali kepadanya, melainkan karena pengakuan Alexander telah membuka kemungkinan yang jauh lebih mengerikan.

Seseorang membawa pakaian berlumuran darah ke rumah keluarga Wu pada malam Ayah meninggal.

Dan Alexander, pria yang pernah menjadi suamiku, mungkin telah mengetahui lebih banyak daripada yang selama ini ia akui.

Ponselku bergetar.

Sebuah pesan masuk dari nomor tak dikenal.

“Kau sudah membuat Alexander kehilangan satu-satunya orang yang bisa melindunginya. Sekarang, lihat apakah dia masih akan membelamu ketika kau mengetahui siapa penumpang terakhir di mobil William Wang.”

Aku menatap layar, lalu menyimpan tangkapan layarnya untuk Daniel.

Aku tidak tahu apakah Alexander sedang berusaha menebus kesalahannya atau menyembunyikan sesuatu yang lebih besar.

Namun, satu hal sudah pasti.

Aku tidak akan kembali menjadi istrinya demi mendapatkan kebenaran.

Jika Alexander memang terlibat, aku akan menghadapinya sebagai orang yang harus mempertanggungjawabkan perbuatannya—bukan sebagai pria yang masih kucintai.

1
niaww
semngat kak jangan lupa mampir🥰❤
Isabell: siap kakak terimakasih 😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!