NovelToon NovelToon
Sistem Guru Legendaris: Dari Guru Buangan Menjadi Guru Terhebat

Sistem Guru Legendaris: Dari Guru Buangan Menjadi Guru Terhebat

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Idola sekolah
Popularitas:8.4k
Nilai: 5
Nama Author: Nissa Safira

Husen Alkhafi adalah seorang guru idealis dengan kemampuan mengajar luar biasa yang ditugaskan ke SMA Garuda dan memimpin Kelas XI-7 yang terkenal sebagai sarang berandalan.

Namun, di tengah keputusasaan menghadapi murid-murid bermasalah yang hobi melawan guru, Husen membangkitkan Sistem Guru Legendaris yang memungkinkannya melihat potensi tersembunyi setiap siswa beserta kelemahan mereka.

Kini, berbekal sistem misterius dan keteguhannya, Husen bertekad mengubah kelas sampah itu menjadi yang terbaik, membimbing murid-muridnya menuju masa depan yang cerah,

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Suara riuh ribuan penonton dan peserta menggema di dalam Gedung Serbaguna Kota Arunika yang megah.

Lampu sorot terang benderang menyinari panggung utama yang dihiasi spanduk raksasa Olimpiade Sains dan Debat tahunan.

Puluhan perwakilan dari berbagai sekolah menengah atas bergengsi sudah duduk rapi di tribun masing-masing.

Mereka mengenakan jas almamater yang terlihat mahal dengan lambang sekolah berkilauan di dada kiri.

Krieet.

Pintu masuk utama gedung besar itu terbuka lebar, menampilkan kelompok kecil yang sangat kontras dengan pemandangan di dalam.

Husen berjalan memimpin di depan, diikuti oleh Pak Haris, Bara, Nisa, Rico, dan beberapa murid kelas XI-7 lainnya.

Mereka hanya mengenakan kemeja seragam putih abu-abu biasa yang sudah disetrika rapi tanpa jas almamater sama sekali.

Langkah kaki mereka langsung menarik perhatian semua mata yang ada di dalam gedung tersebut.

Suara bisik-bisik yang merendahkan mulai terdengar dari tribun penonton dan kursi peserta lomba.

"Bukankah itu logo dari SMA Garuda Kelam yang mau ditutup bulan depan itu?"

"Nekat sekali mereka datang ke acara elite begini cuma pakai seragam harian begitu."

"Paling juga mereka cuma bertahan di babak penyisihan pertama terus pulang nangis."

Bara mendengus kasar mendengar cemoohan yang dengan sengaja dikeraskan volumenya agar terdengar itu.

Dia mengepalkan kedua tangannya kuat-kuat menahan emosi yang mulai memanas di dalam dada.

Husen yang berjalan di depannya perlahan menolehkan kepalanya sedikit ke belakang.

"Ingat latihan kita, Bara."

"Anggap saja suara mereka itu seperti suara sirine pengeras suara yang mengganggu konsentrasimu saat latihan."

Bara menarik napas panjang dan memejamkan matanya sejenak untuk menenangkan insting petarungnya yang terusik.

Efek buff Mental Baja dari sistem yang masih aktif di tubuhnya membuat emosinya mereda dengan sangat cepat.

Bara membuka matanya kembali dan menatap tajam ke arah tribun dengan senyum miring yang penuh percaya diri.

"Siap, Pak Husen, aku nggak akan buang-buang tenagaku buat ngeladenin pecundang yang cuma berani ngomong di belakang."

Mereka terus berjalan dengan langkah tegap menuju barisan kursi kosong yang sudah disediakan panitia di sudut ruangan.

Namun, sebelum mereka sampai di tempat duduk, sekelompok murid berseragam jas biru gelap sengaja menghalangi jalan mereka.

Reno berdiri di tengah barisan itu dengan kedua tangan di dalam saku celana, menyunggingkan senyum sombong yang sangat memuakkan.

"Selamat datang di dunia yang sebenarnya, Pak Husen."

"Saya dengar Bapak berhasil menyulap kelas rongsokan ini jadi terlihat agak sedikit pintar ya?"

Reno menatap merendahkan ke arah Husen dari atas sampai bawah seakan dia sedang melihat kotoran di sepatunya.

"Sayang sekali, keberuntungan Bapak hanya berlaku di kandang sendiri."

"Di sini, uang dan kekuasaan keluarga saya yang akan memastikan tim Bapak hancur berkeping-keping hari ini juga."

Husen menatap mantan muridnya itu dengan pandangan yang sangat tenang dan tidak terpengaruh sama sekali oleh ancaman tersebut.

"Kekuasaan ayahmu mungkin bisa membelikanmu panggung ini, Reno."

"Tapi kekuasaan itu tidak akan bisa membelikanmu otak yang pintar untuk menjawab pertanyaan dari juri nanti."

Urat leher Reno langsung menonjol keluar menahan amarah karena sindiran halus namun sangat telak dari Husen itu.

"Lu jangan sombong dulu bapak tua miskin!"

"Gue udah kasih perintah khusus ke tim lawan lu di babak pertama buat nyingkirin kalian pakai cara paling kotor sekalipun."

Reno menunjuk ke arah Bara dan Rico dengan jari telunjuk kanannya yang dihiasi cincin emas mahal.

"Kita lihat seberapa lama preman-preman jalanan ini bisa nahan emosi mereka di atas panggung debat sebentar lagi."

"Ayo kita pergi dari sini, udara di dekat mereka bau kemiskinan."

Reno dan anak buahnya tertawa keras lalu berjalan kembali ke arah tribun VIP yang disediakan khusus untuk Akademi Cakrawala.

Pak Haris terlihat sangat khawatir mendengar ancaman langsung dari anak konglomerat berpengaruh tersebut.

"Pak Husen, apakah kita harus melaporkan provokasi ini ke pihak panitia lomba sekarang juga?"

Husen menggelengkan kepalanya pelan sambil terus tersenyum penuh keyakinan.

"Tidak perlu, Pak Haris, panitia acara ini pasti sudah disuap juga oleh keluarganya untuk tutup mata."

"Kita akan menghancurkan kesombongan mereka dengan aturan main yang mereka buat sendiri di atas panggung."

Teng teng teng.

Suara bel panjang dari pengeras suara gedung menandakan acara babak penyisihan pertama akan segera dimulai.

"Mohon perhatian, untuk kategori Debat Sosial, babak penyisihan pertama akan mempertemukan perwakilan SMA Garuda Kelam melawan SMA Pelita Bangsa."

"Kepada tim perwakilan, harap segera naik ke atas panggung mimbar sekarang juga."

Bara dan Rico saling pandang sejenak lalu menganggukkan kepala mantap membulatkan tekad mereka berdua.

"Ini waktunya kita beraksi, Bos."

Rico mengepalkan tangannya ke udara memberikan semangat pada ketua gengnya itu.

Bara menepuk bahu Husen pelan dengan rasa hormat sebelum dia berjalan gagah menaiki tangga panggung.

Di atas panggung yang diterangi lampu sorot menyilaukan itu, tiga orang murid dari SMA Pelita Bangsa sudah berdiri angkuh.

Mereka adalah sekolah yang terkenal sebagai sekutu dekat dari Akademi Cakrawala dalam setiap perlombaan.

"Topik perdebatan babak pertama ini adalah: Penggusuran kawasan kumuh demi pembangunan tata kota modern."

Seorang juri berjas rapi membacakan topik tersebut dari lembaran kertas di tangannya dengan nada tegas.

"Tim SMA Pelita Bangsa sebagai pihak Pro, dan tim SMA Garuda Kelam sebagai pihak Kontra."

"Waktu argumen pembuka masing-masing tim adalah tiga menit."

"Tim Pro, silakan berikan argumen pembuka kalian sekarang."

Ketua tim SMA Pelita Bangsa langsung mengambil mikrofon dengan gaya yang sangat arogan dan merendahkan.

"Terima kasih atas waktu yang diberikan oleh dewan juri yang terhormat."

"Kawasan kumuh adalah sumber utama penyakit, kejahatan, dan kemiskinan struktural yang merusak pemandangan tata kota."

"Orang-orang yang tinggal di sana hanyalah parasit malas yang tidak mau berusaha mencari pekerjaan layak."

Murid itu sengaja menatap tajam ke arah wajah Bara sambil melanjutkan kalimat provokatifnya.

"Sama seperti tim lawan kita hari ini yang berasal dari lingkungan kumuh dan sekolah buangan."

"Mereka tidak akan mengerti betapa pentingnya modernisasi karena otak mereka sudah terbiasa hidup di dalam got yang bau."

1
Dewiendahsetiowati
hajar mereka Husein dan team buat mereka langsung koit
Dewiendahsetiowati
Bima salah lawan boz
Dewiendahsetiowati
selamat untuk kemenangan sekolah Garuda Kelam Husein dan tiga serangkai Bara, Rico dan Nisa
Nissa Safira: Terima kasih banyak kak🥰🙏
Kemenangan ini bukan cuma buat Husen, tapi buat kita semua yang udah nahan kesel lihat kelakuan Pak Surya. Akhirnya tiga serangkai Bara, Rico, Nisa bisa senyum lega juga😁
Makasih ya kak udah jadi saksi kemenangan Garuda Kelam. Ditunggu dukungan kakak di tingkat nasional ya💪🥰🥰
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
mampus kau
Nissa Safira: Mampus bener kak💪😂
akhirnya diborgol sendiri di depan wartawan. Puas banget nulisnya aku juga pas Husen colok flashdisk itu.
Makasih ya kak udah ikut puas bareng🤣🤗💪
total 1 replies
Aisyah Suyuti
seru
Nissa Safira: gasss terus kak.. ikuti keseruan cerita ini sampai akhir yaa🥰🔥
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
lawan mereka Bara dan bikin malu mereka
Nissa Safira: gaaaas kak aku juga teriak bara lawan! lawan! 😤🔥
Tapi inget latihan Husen kak "Seorang pemimpin sejati tidak perlu memukul musuh yang bodoh, cukup mempermalukannya dengan fakta tajam"🔥🔥💪
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
semakin seru ceritanya
Nissa Safira: waaaa makasih banyak kak 😭🙏
Serunya baru mulai kak.. Di Olimpiade nanti kita lawan Akademi Cakrawala lagi, Reno udah bilang "aku akan menghancurkannya sampai tak berbekas"! Bara juga udah ngamuk "aku ingin meremukkan kesombongan anak-anak kaya itu!"🔥🙏
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
Nissa Safira: Hadirrr kak dewi😁🙏🔥
Absennya aku catet paling atas nih kak😂
Makasih udah hadir pagi-pagi kak💪
total 1 replies
xebeck D ron
akhirnya GK gabut gw😄😄
Nissa Safira: up tiap hari kok kak rudi💪
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!