NovelToon NovelToon
DEWA TAMPAN JADI REBUTAN

DEWA TAMPAN JADI REBUTAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Romansa Fantasi / Reinkarnasi
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Pelangi Suci

“Su Yang, apa sebenarnya hubunganmu dengan Tetua Lan?”

“Dia hanya pelangganku.”

“Pelanggan?!” Tang Hu membelalak. “Lalu sepuluh wanita cantik yang datang mencarimu itu?”

“Pelanggan juga.”

Dahulu, Su Yang hanyalah murid pelataran luar yang diremehkan. Namun, setelah jiwa seorang kultivator legendaris terbangun dalam tubuhnya, segalanya berubah.

Dengan teknik kultivasi yang tak tertandingi dan pesona yang sulit ditolak, ia membuat para wanita di Sekte Bunga Mendalam mulai memperebutkan perhatiannya.

“Su Yang! Kalau kau membutuhkan sesuatu, datanglah kepadaku!”

“Aku juga! Jangan lupakan aku!”

Su Yang hanya tersenyum.

“Tenang saja. Akan ada cukup banyak kesempatan bagi kalian untuk mengenalku.”

Di tengah rayuan, kecemburuan, dan rahasia masa lalunya, Su Yang kembali menapaki jalan menuju keabadian. Namun kali ini, perjalanan kultivasinya mungkin akan jauh lebih ramai daripada yang ia bayangkan.

🙏🙏🙏❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pelangi Suci, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 — Seseorang Mengincarnya

Setelah Zhang Xiu Ying berhasil menenangkan diri, Su Yang kembali pada urusannya dengan Wang Shuren.

“Seluruh Inti Binatangmu terjual seharga seribu delapan puluh dua Batu Roh,” kata Wang Shuren. “Setelah dikurangi bagian rumah lelang dan dua ratus lima puluh Batu Roh untuk Cincin Penyimpanan, sisanya tujuh ratus dua puluh empat Batu Roh.”

Ia menyerahkan sebuah cincin perak.

Su Yang langsung memasukkannya ke jari.

Begitu kesadaran spiritualnya menyentuh cincin tersebut, sebuah ruang berbentuk persegi muncul dalam pikirannya. Ratusan Batu Roh berwarna biru tersusun di salah satu sudut.

“Tidak buruk.”

Dengan cincin ini, ia tidak perlu lagi membawa barang menggunakan kantong.

“Sekarang giliran janjiku.”

Su Yang memandang Wang Shuren.

“Mendekatlah.”

Wang Shuren menurut.

“Berikan dahimu.”

“Apa?”

“Cepat.”

Meski bingung, Wang Shuren mendekatkan wajahnya.

Ketika dahi mereka bersentuhan, cahaya keemasan samar muncul.

Ledakan informasi memasuki pikirannya.

Tubuh Wang Shuren langsung membeku.

Sebuah teknik alkimia lengkap muncul dalam benaknya. Bukan hanya itu, Su Yang juga memberikan resep Pil Penembus Roh serta beberapa resep pil lain.

“Ini…”

Napas Wang Shuren tercekat.

Teknik tingkat Abadi!

Harta seperti ini dapat menimbulkan pertumpahan darah jika diketahui dunia luar.

Ketika proses pemindahan pengetahuan selesai, Wang Shuren masih terpaku.

Kemudian ia tiba-tiba berlutut.

“Murid Wang memberi hormat kepada Guru!”

Su Yang mengangkat alis.

“Sejak kapan aku menjadi gurumu?”

Wang Shuren terdiam.

Baginya, seseorang yang memberikan teknik sehebat itu layak dianggap sebagai guru. Namun Su Yang jelas memiliki pemikiran berbeda.

“Bangun. Aku memberikan teknik itu karena kesepakatan kita.”

Wang Shuren berdiri dengan wajah sedikit kecewa.

“Jangan melupakan janjimu,” lanjut Su Yang. “Dan jangan mengecewakanku.”

“Baik.”

Barulah Wang Shuren menyadari sesuatu.

“Ngomong-ngomong… siapa namamu?”

Su Yang memandangnya aneh.

Mereka sudah membuat kesepakatan sebesar ini, tetapi wanita itu bahkan belum mengetahui namanya.

“Su Yang.”

“Su Yang…”

Wang Shuren dan Zhang Xiu Ying mengulang nama tersebut hampir bersamaan.

“Jika membutuhkan sesuatu, cari aku di Sekte Bunga Mendalam. Tetapi jangan menggangguku untuk masalah kecil.”

“Aku mengerti.”

Sebelum pergi, Su Yang mengambil segenggam Batu Roh dan memberikannya kepada Zhang Xiu Ying.

Wanita itu terkejut.

“Ini terlalu banyak!”

“Ambil.”

Su Yang menutup tangannya di atas Batu Roh tersebut.

“Gunakan untuk berkultivasi. Kau sudah tahu seperti apa dunia ini memperlakukan orang yang tidak memiliki kekuatan.”

Mata Zhang Xiu Ying kembali memerah.

Hubungan mereka mungkin hanya berlangsung singkat, tetapi Su Yang tidak berniat mengabaikan wanita yang telah mempercayainya.

“Jadilah lebih kuat,” katanya. “Jika suatu hari kau benar-benar membutuhkan bantuan, kau boleh mencariku.”

“Terima kasih…”

Su Yang menyentuh dahinya dengan lembut sebelum berbalik meninggalkan Rumah Lelang Teratai Membara.

Wang Shuren memperhatikan punggungnya sampai menghilang.

Semakin lama mengenal pria itu, semakin banyak pertanyaan yang muncul di pikirannya.

Namun, ada satu hal yang pasti.

Su Yang bukan orang biasa.

Pada saat yang sama, jauh di dalam Lembah Petir, sesosok wanita berambut perak melayang di udara.

Ia tidak menggunakan pedang terbang.

Tidak pula terlihat mengerahkan banyak tenaga.

Tubuhnya hanya mengambang seolah langit sendiri menopangnya.

Mata peraknya menatap sebuah lubang kecil di tanah.

Tempat Bunga Yin Ekstrem sebelumnya tumbuh.

“Tidak ada…”

Wanita itu turun perlahan.

Bertahun-tahun lalu, dialah yang menanam Bunga Yin Ekstrem di tempat tersebut. Sesekali ia datang untuk melihat perkembangannya.

Ia tidak pernah khawatir bunga itu dicuri.

Cara memetik Bunga Yin Ekstrem sangat sulit. Dengan tingkat kultivasi orang-orang di dunia ini, hampir mustahil seseorang dapat mengambilnya tanpa memicu serangan balik.

Namun sekarang bunga itu benar-benar hilang.

Anehnya, ia tidak marah.

Ia justru penasaran.

“Siapa yang melakukannya?”

Alam Roh Surgawi sudah dianggap puncak bagi kebanyakan kultivator di dunia ini. Memang ada segelintir orang yang berhasil mencapai tingkat lebih tinggi, tetapi bahkan mereka seharusnya tidak mampu memetik Bunga Yin Ekstrem dengan mudah.

Kecuali…

Wanita itu menyipitkan mata.

“Apakah orang itu memahami teknik tersebut?”

Semakin dipikirkan, semakin besar rasa penasarannya.

Daripada terus menebak, lebih baik mencari orangnya langsung.

Ia menutup mata.

Beberapa saat kemudian, mata peraknya kembali terbuka.

Tatapannya mengarah jauh ke kejauhan.

Ke arah Sekte Bunga Mendalam.

“Menaruhnya dalam ruang penyimpanan tidak akan membuatmu bisa bersembunyi dariku.”

Tubuhnya melesat ke langit.

Dalam sekejap, wanita berambut perak itu menghilang menuju arah yang sama dengan perjalanan Su Yang.

Beberapa waktu kemudian, Su Yang akhirnya kembali ke Sekte Bunga Mendalam.

Kedatangannya segera diketahui Tetua Zhao.

“Dia sudah kembali?”

Tetua Zhao yang semula duduk santai di Paviliun Mutiara Putih langsung bangkit.

“Di mana?”

“Aula Misi.”

Tanpa menunggu penjelasan lebih jauh, Tetua Zhao bergegas pergi.

Sementara itu, Su Yang baru saja menyerahkan beberapa ekor Kucing Petir sebagai bukti penyelesaian tugas.

“Empat Kucing Petir sendirian?” Tetua yang bertugas tersenyum puas. “Tidak buruk. Dua puluh dua Poin Prestasi telah ditambahkan.”

“Terima kasih.”

Su Yang baru mencapai pintu ketika Tetua Zhao menghadangnya.

“Su Yang. Ikut denganku.”

Su Yang tersenyum.

“Masalah Bunga Yang Murni?”

Tetua Zhao tertegun.

“Kau sudah tahu?”

“Aku tahu seseorang terus mengawasiku sejak aku membelinya.”

Wajah Tetua Zhao berubah.

Pemuda ini ternyata menyadarinya sejak awal.

Mereka kemudian menuju sebuah ruangan pribadi di Paviliun Mutiara Putih.

Begitu duduk, Tetua Zhao langsung bertanya, “Bagaimana kau bisa mengonsumsi Bunga Yang Murni tanpa mati? Kultivasimu bahkan melonjak dari Alam Roh Dasar menuju Alam Roh Mendalam.”

Su Yang menyesap teh dengan tenang.

“Pertanyaan itu berasal darimu atau orang lain?”

Tetua Zhao menyipitkan mata.

“Jawab saja.”

“Aku menggiling bunganya menjadi bubuk lalu mengonsumsi sedikit.”

“Hanya sedikit?”

“Benar.”

“Lalu sisanya?”

“Aku membuangnya.”

“Apa?!”

Tetua Zhao hampir membalik meja.

“Itu harta yang sangat berharga!”

“Aku sudah membayarnya dengan Poin Prestasi. Apa yang kulakukan dengannya adalah urusanku.”

Tetua Zhao menunjuknya dengan jari gemetar.

“Kau pikir aku percaya?”

Su Yang menghela napas.

“Bunga itu memiliki efek samping yang sangat merepotkan bagi pria. Sedikit saja membuat energi Yang dalam tubuhku kacau selama berhari-hari. Setelah mengalami itu, aku tidak berniat menyentuh sisanya.”

Tetua Zhao berkeringat.

Ia memang mengetahui efek Bunga Yang Murni terhadap tubuh pria.

“Jadi kau benar-benar membuangnya?”

“Percaya atau tidak, itu urusanmu.”

Su Yang bangkit.

“Aku sudah menjawab semuanya.”

Sebelum ia keluar, Tetua Zhao bertanya, “Kau akan mengikuti ujian Pelataran Dalam?”

“Tentu saja.”

Su Yang meninggalkannya sendirian.

Tetua Zhao hanya bisa menatap pintu dengan kesal.

Ia tahu pemuda itu menyembunyikan sesuatu.

Masalahnya, ia tidak punya bukti.

Dari Paviliun Mutiara Putih, Su Yang langsung menuju Aula Pengobatan.

Begitu masuk, para murid wanita segera mengerumuninya.

“Su Yang!”

“Ke mana saja kau selama seminggu?”

“Tempat ini jadi sepi sejak kau pergi!”

Su Yang tersenyum menghadapi sambutan mereka.

“Aku mencari Tetua Lan. Di mana dia?”

Suasana mendadak berubah.

Salah seorang murid menjawab pelan, “Sejak menemui Patriak, Guru mengunci diri di kamar. Dia tidak mau keluar.”

Tatapan Su Yang menjadi serius.

“Aku akan menemuinya.”

Ia menuju kamar Lan Liqing.

Di dalam, Lan Liqing sedang berkultivasi ketika pintunya tiba-tiba terbuka.

“Siapa?!”

Ia langsung mengambil pedang.

Namun ketika melihat siapa yang masuk, kemarahan di wajahnya lenyap.

“Su Yang!”

Pedangnya jatuh.

Lan Liqing berlari dan memeluknya.

Su Yang menerima tubuhnya ke dalam pelukan.

Namun senyumnya segera menghilang.

Tubuh wanita itu terasa lebih ringan.

“Kau kehilangan berat badan.”

Lan Liqing terdiam.

Su Yang langsung memahami bahwa sesuatu telah terjadi selama dirinya pergi.

Tangannya mengusap punggung Lan Liqing dengan lembut, tetapi tatapannya berubah dingin.

“Ceritakan kepadaku.”

Lan Liqing mengangkat wajah.

“Apa?”

“Apa yang terjadi selama aku pergi?”

Suara Su Yang tetap tenang.

Namun ketenangan itu justru terasa lebih mengerikan daripada kemarahan.

“Katakan siapa yang membuatmu seperti ini.”

Ia menatap Lan Liqing lurus.

“Dan aku akan mengurusnya.”

......................

Bersambung...

1
septian arista
sangat seru dan menarik
Syeh Fahru
manta;bbbbbbs
Syeh Fahru
lanjut..biar lebih seru
Syeh Fahru
semangat..lnjtksn👍💪
Syeh Fahru
lumayan runtut ceritanya
Pelangi SUCI: mksih bosku 🙏 sehat selalu dan banyak rezekinya 🤲🙏
total 1 replies
Syeh Fahru
mantab..lanjut💪
Syeh Fahru
lanjut👍
septian arista
tapi sepertinya akan bagus kalau jadi partner kultivasi ganda🤭🤭🤭🤣🤣🤣
septian arista
kenapa setelah menghabisi lawannya tidak mengambil cincin penyimpanannya siapa tahu ada sumber daya ataupun sesuatu yang berharga di dalamnya
septian arista
👍👍👍
septian arista
aduh tokoh utamanya agak jail juga orangnya
udah tahu wajahnya saja bisa membuat para lelaki iri hati malah dengan sengaja mengajak semua wanita di rumah makan untuk bergabung dengan dia🤭🤭🤭🤣🤣🤣
septian arista
Terus semangat kakak
semoga dalam beberapa hari dekat ini akan ada lebih banyak atensi dan juga apresiasi untuk semua karyamu👍👍👍
Pelangi SUCI: mksih 🙏
total 1 replies
septian arista
ini Amankah🤔🤔🤔
karena sebelum ini ada beberapa novel yang seperti dihapus karena mungkin terdapat adegan yang tergolong vulgar
Aku berharap ini akan terus berlanjut sampai ceritanya benar-benar tamat
septian arista
semakin menarik👍👍👍👍👍👍👍
septian arista
benar-benar wanita yang keras kepala terlalu angkuh dan arogan serta tidak tahu berterima kasih
septian arista
ayo lanjut terus👍👍👍
Pelangi SUCI: Asiiaaaap, mksih bosku 🙏 jangan lupa share ke teman-teman 🙏
total 1 replies
septian arista
menarik👍👍👍
septian arista
sepertinya cucu dari ketua Sun yang akan jadi pasangan pertamanya
septian arista
kultivasi ganda🤔🤔🤔🤭🤭🤭😀😀😀
𝓐𝓡 𝓐𝓾𝓽𝓱𝓸𝓻 𝓘𝓼𝓽𝓲𝓶𝓮
hlo KA bisa berikan ulasan dengan jujur ke novel ku . semoga semoga KK suka hingga sampe jadi untuk favorit 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!