NovelToon NovelToon
Pernikahan Bisnis

Pernikahan Bisnis

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Heresnanaa_

Pernikahan megapahit antara Raden Mas Arya Sena Soerjoatmodjo dan Lilianne Prameswari Djojodiningrat murni dirancang demi menyatukan kerajaan bisnis dua keluarga old money. Tanpa cinta, Arya yang dingin dan angkuh memandang ikatan ini sebatas transaksi bisnis, sementara Lilianne tumbuh sebagai putri manja yang impulsif dan gemar berfoya-foya. Tinggal di bawah satu atap justru menyulut perang dingin dan benturan ego antara tradisi serta kebebasan. Namun, saat intrik korporasi mulai mengancam dinasti mereka, Arya dan Lilianne terpaksa bersatu, perlahan meruntuhkan tembok gengsi dan membuka hati satu sama lain.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Heresnanaa_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 21

****

Keesokan harinya, suasana di mansion Soerjoatmodjo mendadak berubah sibuk. Rasa bersalah yang teramat dalam mendorong Arya Sena melakukan segala cara demi melelehkan benteng es istrinya. Mengetahui betapa Lilianne sangat menggemari shopping spree dan barang-barang edisi terbatas, Arya secara khusus mengundang perwakilan resmi dari rumah mode kelas atas dunia—Dior, Chanel, dan Hermès—untuk menggelar private trunk show eksklusif langsung di ruang tengah mansion.

Belasan manekin, gantungan busana haute couture, hingga puluhan kotak perhiasan berlian dan tas berbahan kulit eksotis berjajar rapi di atas lantai marmer. Para manajer rumah mode berjas rapi berdiri patuh, siap melayani sang nyonya besar.

Arya melangkah mendekati Lilianne yang tengah duduk bersandar di sofa beludru, menyesap teh herbalnya dengan gaun sutra berwarna soft champagne.

"Saya sengaja mendatangkan mereka ke sini, Lilianne," ujar Arya dengan suara beratnya yang sengaja dibuat selembut mungkin. Pria itu menatap istrinya dengan pendar penyesalan yang jelas. "Pilihlah apa saja yang kamu sukai. Seluruh koleksi edisi terbatas musim ini... semuanya milikmu."

Para manajer butik tersenyum penuh hormat, menyodorkan katalog dan memamerkan tas-tas langka seharga ratusan hingga miliaran rupiah. Namun, Lilianne tidak sedikit pun menunjukkan binar berbinar seperti biasanya.

Ia hanya melirik deretan barang mewah itu sekilas, lalu meletakkan cangkir porselennya tanpa menimbulkan bunyi sedikit pun. Sudut bibirnya terangkat, membentuk senyuman miring yang begitu dingin dan santai.

"Terima kasih atas usahamu yang luar biasa ini, Mas Arya," tutur Lilianne halus, suaranya tenang tanpa letupan emosi. "Tapi maaf... Lilianne yang dulu mungkin akan melompat gembira melihat semua barang ini. Namun sekarang, tidak ada satu pun model di sini yang menarik minatku."

Arya tersentak tipis. "Kamu bisa memesan rancangan khusus jika tidak ada yang kamu sukai di sini, Lilianne."

"Tidak perlu," pangkas Lilianne santai.

Ia kemudian berdiri dari sofanya, merapikan gaun sutranya seraya menoleh ke arah barisan pelayan wanita dan staf mansion yang berdiri patuh di lorong. Sebuah ide pembalasan berkelas melintas di benak sang putri Djojodiningrat.

Lilianne melambaikan jemari lentiknya, memberi isyarat agar seluruh pelayan muda mendekat. "Mbak Maya, dan kalian semua... kemarilah."

Para pelayan muda itu melangkah ragu dan canggung. "I-ibu Lilianne... Ada apa, Bu?" tanya Maya seraya membungkuk hormat.

Lilianne menyunggingkan senyum hangat—sebuah senyuman manis yang kontras seribu derajat dibanding tatapan dingin yang ia berikan pada Arya.

"Hari ini kalian sudah bekerja keras merawat mansion ini dengan sangat baik," tutur Lilianne jernih. Tangannya terulur meraih sebuah tas Hermès Birkin edisi terbatas berwarna dusty pink, lalu menyerahkannya langsung ke tangan Maya. "Ini untukmu, Maya."

Maya membelalakkan matanya sempurna, tubuhnya gemetar hebat karena kaget. "I-ibu... Tapi ini tas harga ratusan juta! Saya tidak berani menerima—"

"Ambil saja," potong Lilianne tak terbantahkan namun teramat ramah. "Ini apresiasi dariku sebagai nyonya rumah."

Tidak berhenti di situ, Lilianne melangkah membelah deretan barang mewah. Jemari lentiknya mengambil syal sutra Chanel, kalung berlian Dior, hingga beberapa tas kulit berkelas lainnya, membagikannya satu per satu kepada seluruh staf dan pelayan wanita di mansion tersebut.

Suasana ruang tengah mendadak riuh oleh gema ketakjuban dan isak tangis kegirangan para pelayan yang menerima barang-barang impian seluruh wanita di dunia. Loyalitas seluruh staf rumah tangga seketika bergeser penuh ke telapak tangan Lilianne.

Arya berdiri mematung di samping meja marmer. Dadanya bergemuruh oleh tamparan keras yang menghantam egonya. Pria itu menyadari bahwa uang, materi, dan tumpukan barang mewah tidak akan pernah bisa membeli kembali rasa percaya dan kehangatan tulus dari istrinya.

Sementara itu, dari balik pilar lorong utama, Widya menyaksikan pemandangan tersebut dengan dada yang mendidih oleh rasa terhina dan cemburu yang membakar. Matanya membelalak tak percaya tatkala melihat pelayan-pelayan muda yang biasa ia perintahkan kini memegang tas dan perhiasan berharga fantastis.

Karena tak tahan lagi melihat posisinya diabaikan, Widya melangkah keluar dari kegelapan lorong dengan raut wajah memerah padam.

"Mohon maaf melangkah masuk, Ibu Lilianne," suara Widya meluncur kaku, menahan amarah yang hampir meledak di depan Arya dan para manajer butik. "Tindakan Ibu memberikan barang-barang eksklusif ini kepada staf rendahan sungguh tidak sesuai dengan tata krama mansion. Dan lagi... kenapa hanya staf muda yang diberikan? Bukankah saya kepala pelayan terlama di sini?"

Atmosfer ruang tengah mendadak membeku. Para pelayan muda menahan napas mereka, bergeser mundur dengan takut.

Lilianne tidak terkejut. Ia memutar tubuhnya perlahan, menyilangkan kedua tangannya di dada seraya menatap Widya dari atas ke bawah dengan pandangan merendahkan yang teramat dingin.

"Tata krama?" Lilianne terkekeh sinis—suara tawa berkelas yang sanggup meruntuhkan harga diri siapa pun. "Di rumah ini, akulah yang menentukan apa itu tata krama, Mbak Widya. Bukan seorang pelayan."

"Tapi Ibu melangkahi wewenang dan mengesampingkan saya!" protes Widya nekat, matanya beralih menatap Arya dengan pandangan memohon. "Pak Arya... apakah Bapak membiarkan barang-barang mahal ini dibagikan sembarangan seperti ini?"

Arya menyipitkan netra kelamnya tajam, menatap Widya dengan aura mengintimidasi yang sangat pekat. "Diam, Widya. Apa yang dilakukan istri saya adalah hak mutlaknya."

Jawaban Arya bagai petir di siang bolong bagi Widya.

Lilianne melangkah satu digit mendekati Widya. Bau harum mawar mewahnya menguasai udara, menekan presensi Widya hingga wanita itu refleks terdorong mundur satu langkah.

"Kamu bertanya kenapa kamu tidak mendapatkan apa pun hari ini, Mbak Widya?" bisik Lilianne dengan nada suara yang begitu halus, namun setiap kata yang keluar bagai sembilu tajam yang menusuk jantung.

Lilianne menatap lurus ke dalam mata Widya yang bergetar.

"Ganjaran dan barang mewah ini... hanya diperuntukkan bagi mereka yang memiliki kesetiaan tulus pada pemilik mansion ini," tutur Lilianne menohok. "Sementara untuk orang asing yang lupa diri, yang mengular di balik selimut dan mencoba merusak rumah tangga majikannya sendiri... jangankan sebuah tas berharga, selembar benang pun kamu tidak berhak mendapatkannya dari tanganku."

Wajah Widya seketika pucat pasi bagai mayat. Pasokan udara di dadanya serasa tertahan tatkala menyadari bahwa Lilianne telah membongkar seluruh nawaitu murahannya di depan umum.

"Tahu dirilah di mana tempatmu berdiri, Widya," sambung Lilianne dingin seraya berpaling, tak lagi sudi membuang pandangannya pada wanita itu. "Sebelum aku sendiri yang memastikan kamu keluar dari pelataran ini tanpa membawa sepeser pun."

Lilianne berbalik badan, melangkah anggun kembali menuju sofa mewahnya. Sementara Arya Sena berdiri menatap Widya dengan pandangan murka yang siap meledak, menyadari bahwa hari pembalasan untuk sampah di rumahnya telah tiba.

Bersambung....

1
Mita Paramita
😍😍😍
Mita Paramita
Arya jadi suami siaga 😍😍😍
Helen@Ellen@Len'z
up byk ya 💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪💪thor 🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏🙏
Mita Paramita
lanjut Thor 🔥🔥🔥
Anonim
crazy up thor
falea sezi
sesuai janji q kirim bunga tuh🤭 lanjut banyakkk Thor
Heresnanaa_: wahhh, terimakasih Kaka, stay tune ya 🥹😚
total 1 replies
falea sezi
lanjut q kirim hadiah
Heresnanaa_: wahhh, maaciw kakak, stay tune ya beb🙏😚
total 1 replies
falea sezi
cantik tp otak kosong🤣 lu nyingkirin widya g mau kesaing🤣 tp lu g mau gantiin tugas dia layani laki lo🤣🤣 aneh gt ini cwek manja bisa nya apa shoping doank😒
falea sezi
nah gini🤣 aduin ke bumertua🤣 emank babu g tau diri si widya
falea sezi
harusnya di belikan buat anak yatim🤣 biar suami mu kagum 🤭
falea sezi
g suka cwek sombongnya kayak lily ini 🤣🤣 berharap dia itu lemah lembut cegil tp bukan sok jd cowok penasaran🤣
falea sezi
nyimak dlu klo bagus q krim bunga🤭
Mita Paramita
so sweet 😍😍😍
Mita Paramita
Liliane masih syok udah di unboxing paksa 😭 tinggal Arya nih yang mesti ngejar cinta Liliane
Arix Zhufa
up
Mita Paramita
akhirnya Arya unboxing Liliane 😍😍😍
Mita Paramita
Widya backstabbing 🤣🤣🤣
i got you 🔥🔥🔥
Mita Paramita
nice statement Liliane 😍
Mita Paramita
berkelas banget balasan Liliane ke ulat bulu Widya 🤣🤣🤣🤣
Mita Paramita
lanjut Thor 😍😍😍
ceritanya bagus berkelas 🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!