Asisten Duda CEO Tajir Melintir
Grizella Madeline Dealova, seorang anak magang yang ambisius dan berani, tidak pernah menyangka akan terlibat dengan Galaxy Adelion Wesley, CEO kaya raya yang dingin dan terluka karena pengkhianatan masa lalu.
Pertemuan mereka dipenuhi pertengkaran, tetapi perlahan rasa benci berubah menjadi ketertarikan. Saat Galaxy memintanya menjadi asisten pribadi dan tinggal bersamanya, keduanya mulai menghadapi perasaan yang tidak bisa mereka hindari.
Namun, ketika cinta mulai tumbuh, mantan istri Galaxy kembali membawa rahasia lama yang mengancam hubungan mereka.
Akankah Grizella menjadi alasan Galaxy kembali percaya pada cinta, atau justru menjadi luka baru dalam hidup sang CEO?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Flaura Charisma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pertemuan dengan sang ayah
Suara bel pintu penthouse terdengar di tengah malam.
Ding...
Suasana yang sebelumnya tenang berubah menjadi tegang.
Galaxy berdiri di depan Grizella secara refleks.
Gerakan kecil itu tidak luput dari perhatian Grizella.
Bahkan dalam keadaan apa pun...
Galaxy selalu menempatkan dirinya sebagai pelindung.
"Jangan bergerak dulu."
Suara Galaxy rendah dan serius.
Grizella mengangguk.
Meski jantungnya berdebar, ia mencoba tetap tenang.
Di layar keamanan, terlihat seorang pria berdiri sendirian di depan pintu.
Tidak ada pengawal.
Tidak ada senjata yang terlihat.
Hanya seorang pria berusia sekitar lima puluhan dengan tatapan penuh penyesalan.
Aaron berbicara melalui alat komunikasi.
"Tuan, kami sudah memeriksa identitasnya."
"Dia benar-benar Adrian Hartwell."
Galaxy menatap layar.
Nama itu memiliki terlalu banyak arti.
Ayah kandung Grizella.
Salah satu pendiri The Black Crown.
Seseorang yang selama ini menjadi misteri.
"Jangan biarkan dia masuk."
kata Galaxy.
Grizella menoleh.
"Kenapa?"
"Karena kita tidak tahu niatnya."
Namun Grizella menatap pintu itu lama.
"Aku ingin bertemu dengannya."
Galaxy diam.
"Grizella."
"Saya tahu risikonya."
"Tapi selama hidup saya..."
"Saya selalu bertanya kenapa ayah saya tidak pernah ada."
Tatapannya melembut.
"Sekarang dia ada di depan saya."
"Saya ingin mendengar jawabannya."
Galaxy melihat mata Grizella.
Ia tahu wanita itu takut.
Tetapi ia juga tahu...
Grizella bukan tipe orang yang akan lari dari kebenaran.
Akhirnya Galaxy mengangguk.
"Baik."
"Tapi aku tetap di sisimu."
Grizella menatapnya.
"Anda selalu mengatakan itu."
"Karena memang begitu."
Pintu penthouse akhirnya terbuka.
Adrian Hartwell masuk perlahan.
Matanya langsung tertuju pada Grizella.
Dan untuk beberapa detik...
tidak ada yang berbicara.
Seorang ayah melihat putrinya.
Seorang anak melihat orang yang selama ini hanya ada dalam bayangan.
"Grizella..."
Suara Adrian bergetar.
"Aku tidak menyangka hari ini akan datang."
Grizella berdiri diam.
Tidak seperti biasanya.
Tidak ada kata-kata tegas.
Tidak ada bantahan.
Hanya kebingungan.
"Andalah ayah saya?"
Adrian menunduk.
"Ya."
Galaxy memperhatikan pria itu dengan tatapan dingin.
"Kau terlambat puluhan tahun."
Adrian menerima kalimat itu tanpa membela diri.
"Aku tahu."
"Dan aku tidak punya alasan yang cukup untuk membenarkannya."
Grizella menatap Adrian.
"Lalu kenapa?"
"Kenapa meninggalkan saya?"
Pertanyaan itu membuat Adrian terdiam lama.
"Aku tidak meninggalkanmu karena aku tidak mencintaimu."
"Aku pergi karena jika aku tetap bersamamu..."
"Orang-orang The Black Crown akan membunuhmu."
Galaxy langsung memperhatikan ekspresi Adrian.
Ia pernah mendengar alasan yang sama dari Alexander.
Semua orang berkata mereka pergi demi melindungi.
Namun akibatnya...
orang-orang yang ditinggalkan tetap terluka.
Grizella tersenyum pahit.
"Semua orang selalu mengatakan itu."
"Pergi demi melindungi."
"Tapi tidak ada yang pernah bertanya apakah saya ingin dilindungi dengan cara itu."
Kalimat itu membuat ruangan menjadi sunyi.
Adrian menunduk.
Karena ia tahu...
putrinya benar.
Tiba-tiba Adrian mengeluarkan sebuah benda dari sakunya.
Sebuah kalung lama.
Kalung yang memiliki lambang yang sama dengan kalung warisan Elena.
Galaxy langsung waspada.
"Apa itu?"
Adrian menatap Grizella.
"Ini adalah kunci terakhir."
"Kunci menuju alasan sebenarnya kenapa The Black Crown mengejarmu."
Grizella melihat kalung itu.
Namun sebelum ia mengambilnya...
alarm keamanan penthouse kembali berbunyi.
Aaron terdengar panik melalui komunikasi.
"Tuan!"
"Ada penyusup masuk ke gedung."
Galaxy langsung menatap layar.
Wajahnya berubah.
Karena orang yang muncul di kamera bukan anak buah Leonard.
Melainkan seseorang yang seharusnya tidak berada di sana.
Vanessa Laurent.
Alarm keamanan penthouse masih berbunyi.
Suara peringatan menggema di seluruh ruangan.
Galaxy menatap layar kamera dengan wajah serius.
Vanessa.
Mantan istrinya berdiri di lobi gedung dengan ekspresi penuh kekhawatiran.
Grizella yang melihat layar itu terdiam.
Bukan karena cemburu.
Tetapi karena ia merasa terlalu banyak rahasia datang bersamaan dalam satu malam.
"Kenapa Vanessa datang?"
tanya Grizella pelan.
Galaxy tidak langsung menjawab.
Ia juga tidak tahu.
Namun sebelum ia bisa berkata apa pun, komunikasi dari lobi kembali tersambung.
"Tuan Galaxy."
Suara Vanessa terdengar melalui speaker.
"Aku tahu kalian sedang bertemu Adrian."
Galaxy mengerutkan kening.
"Bagaimana kau tahu?"
Vanessa terdiam sesaat.
"Lihat saja sendiri."
Sebuah pesan masuk ke ponsel Galaxy.
Sebuah foto.
Foto Adrian Hartwell bersama Leonard.
Suasana langsung berubah.
Galaxy menatap foto itu.
Adrian dan Leonard.
Berdiri bersama.
Seolah mereka memiliki hubungan yang sudah berlangsung lama.
Grizella melihat layar ponsel Galaxy.
Wajahnya berubah.
"Jadi..."
"Dia berbohong?"
Adrian langsung menggeleng.
"Tidak."
"Foto itu benar."
Semua mata tertuju kepadanya.
"Aku pernah bekerja sama dengan Leonard."
Galaxy langsung menatap tajam.
"Kenapa?"
Adrian menarik napas.
"Karena dulu aku percaya dia ingin menghancurkan The Black Crown dari dalam."
"Tapi aku salah."
"Leonard bukan ingin menghancurkan mereka."
"Dia ingin mengambil alih."
Grizella memandang ayahnya.
"Lalu kenapa saya harus percaya kepada Anda?"
Pertanyaan itu membuat Adrian terdiam.
Karena ia tahu...
ia tidak memiliki hak meminta kepercayaan dengan mudah.
"Aku tidak meminta kau memaafkanku."
"Aku hanya ingin memberimu kesempatan mengetahui seluruh kebenaran."
Galaxy masih terlihat waspada.
"Apa hubunganmu dengan Leonard sekarang?"
Adrian menjawab,
"Dia memburuku."
"Karena aku memiliki sesuatu yang dia butuhkan."
Galaxy melihat kalung di tangan Adrian.
"Kunci itu?"
Adrian mengangguk.
"Ya."
Tiba-tiba pintu penthouse terbuka.
Vanessa masuk bersama Aaron.
Galaxy menatapnya.
"Bagaimana kau bisa masuk?"
Vanessa menunjukkan kartu akses.
"Aku masih memiliki akses darurat lama."
Grizella melihat Vanessa.
Suasana menjadi sedikit canggung.
Namun Vanessa langsung fokus kepada Adrian.
"Aku tidak datang untuk masa lalu."
"Aku datang karena kita memiliki musuh yang sama."
Adrian menatap Vanessa.
"Kau masih membantu Galaxy?"
Vanessa tersenyum tipis.
"Karena aku tahu siapa yang sebenarnya menghancurkan hidup kami dulu."
Galaxy diam.
Vanessa kemudian menatap Grizella.
"Dan sekarang dia mengincarmu."
Beberapa menit kemudian, mereka berkumpul di ruang kerja.
Untuk pertama kalinya...
orang-orang dengan masa lalu berbeda duduk dalam satu ruangan.
Galaxy.
Grizella.
Adrian.
Vanessa.
Aaron.
Mereka semua memiliki satu tujuan.
Menghentikan Leonard.
Adrian membuka sebuah kotak kecil.
Di dalamnya terdapat sebuah chip digital.
"Ini berisi daftar anggota The Black Crown."
Galaxy langsung mengambilnya.
"Kenapa kau menyimpannya?"
"Karena aku tahu suatu hari seseorang harus menghentikan mereka."
Adrian menatap Grizella.
"Dan orang itu mungkin adalah putriku."
Grizella terdiam.
"Kenapa saya?"
Adrian menjawab pelan.
"Karena Elena percaya padamu."
"Dan karena kau memiliki sesuatu yang tidak dimiliki mereka."
"Apa?"
Adrian menatapnya.
"Hati yang tidak bisa mereka kendalikan."
Namun sebelum mereka sempat membuka isi chip tersebut...
Seluruh listrik penthouse tiba-tiba mati.
Gelap.
Semua sistem keamanan berhenti.
Galaxy langsung berdiri.
"Semua tetap di sini."
Terdengar suara langkah kaki dari luar.
Seseorang memasuki penthouse.
Lalu sebuah suara terdengar dalam kegelapan.
"Menarik."
"Kalian semua berkumpul di satu tempat."
Galaxy membeku.
Karena suara itu...
milik Leonard Wesley.
Gelap menyelimuti seluruh penthouse.
Hanya cahaya kecil dari lampu darurat yang berkedip di sudut ruangan.
Semua orang terdiam.
Suara langkah kaki semakin mendekat.
Leonard Wesley muncul dari balik bayangan.
Tenang.
Percaya diri.
Seolah tempat itu adalah miliknya sendiri.
Galaxy langsung berdiri di depan Grizella.
"Kau berani datang ke sini?"
Leonard tersenyum tipis.
"Aku tidak datang untuk bertarung."
"Aku datang untuk berbicara."
Galaxy menatapnya dingin.
"Setelah semua yang kau lakukan?"
"Kau masih berpikir aku akan mendengarkan?"
Leonard tertawa kecil.
"Lucu."
"Kau selalu menganggap dirimu sebagai orang yang mengendalikan permainan."
"Padahal sejak awal..."
"kau hanya mengikuti rencana orang lain."
Grizella menatap Leonard.
"Apa maksudmu?"
Leonard mengalihkan pandangan kepadanya.
"Grizella."
"Kau ingin tahu kenapa hidupmu penuh kebohongan?"
"Karena semua orang di sekitarmu menyembunyikan sesuatu."
Tatapannya berpindah kepada Adrian.
"Termasuk ayahmu."
Adrian mengepalkan tangan.
"Jangan libatkan dia."
Leonard tersenyum.
"Masih melindungi putrimu?"
"Padahal kau tahu kebenarannya."
Grizella menatap Adrian.
"Kebenaran apa?"
Adrian terdiam.
Galaxy memperhatikan perubahan wajahnya.
"Adrian."
"Jawab."
Beberapa detik berlalu.
Akhirnya Adrian berkata,
"Aku memang menyembunyikan sesuatu."
Ruangan kembali sunyi.
Grizella menatapnya.
"Apa?"
Adrian menunduk.
"Aku bukan hanya anggota The Black Crown."
"Aku pernah menjadi pemimpin mereka."
Kalimat itu membuat semua orang terdiam.
Grizella mundur satu langkah.
Sulit baginya menerima kenyataan itu.
"Ayah..."
"Aku tahu."
Suara Adrian penuh penyesalan.
"Aku membuat banyak kesalahan."
"Tapi ketika aku mengetahui tujuan sebenarnya mereka..."
"Aku mencoba keluar."
Leonard tertawa.
"Keluar?"
"Kau pikir pengkhianatanmu bisa dilupakan begitu saja?"
Galaxy memandang Leonard.
"Jadi semua ini karena perebutan kekuasaan?"
Leonard menggeleng.
"Tidak."
"Ini tentang warisan."
"Dan tentang siapa yang pantas mengendalikan masa depan."
Leonard menunjuk Grizella.
"Dia memiliki darah yang dibutuhkan."
Grizella menatapnya tajam.
"Saya bukan benda yang bisa kalian perebutkan."
Untuk pertama kalinya...
Leonard terlihat sedikit terkejut.
Karena ia melihat sesuatu yang sama dengan Galaxy lihat.
Grizella bukan wanita yang mudah dikendalikan.
Galaxy berdiri di samping Grizella.
"Bawa aku."
Grizella langsung menoleh.
"Apa?"
Galaxy tetap menatap Leonard.
"Jika kau menginginkan seseorang untuk pertukaran, ambil aku."
"Jangan sentuh dia."
Leonard tersenyum.
"Menarik."
"Seorang Galaxy Wesley rela menyerahkan dirinya demi seorang wanita."
Vanessa memperhatikan Galaxy.
Ia mengenal pria itu.
Dulu Galaxy tidak pernah membiarkan siapa pun masuk terlalu dekat.
Namun sekarang...
ia rela mengambil risiko demi Grizella.
Leonard berjalan mendekati pintu.
"Aku tidak butuh kau sekarang."
"Aku hanya ingin memberitahu sesuatu."
Ia berhenti.
"Galaxy."
"Perempuan yang kau lindungi itu..."
"Bukan hanya pewaris terakhir Wesley."
"Dia juga memiliki hubungan dengan kehancuran keluargamu."
Galaxy langsung menatapnya.
"Apa maksudmu?"
Leonard tersenyum.
"Besok."
"Datang ke tempat asal Elena Hart."
"Dan kau akan mengetahui..."
"bahwa wanita yang kau cintai mungkin adalah alasan keluargamu hancur."
Leonard pergi.
Pintu tertutup.
Ruangan kembali sunyi.
Grizella menatap Galaxy.
Takut.
Bukan karena Leonard.
Tetapi karena ia takut kehilangan kepercayaan Galaxy.
"Galaxy..."
Pria itu diam.
Namun setelah beberapa detik...
ia berjalan mendekat.
"Aku tidak percaya perkataan Leonard."
Grizella menatapnya.
"Benarkah?"
Galaxy mengangguk.
"Karena aku mengenalmu."
"Kau bukan orang yang menghancurkan keluargaku."
Kalimat itu membuat mata Grizella berkaca-kaca.
Namun di dalam hati Galaxy...
ada satu pertanyaan yang belum terjawab.
Apa hubungan sebenarnya antara Elena Hart, Adrian, dan kehancuran keluarga Wesley?
Dan apakah cinta yang baru tumbuh di antara mereka...
akan mampu bertahan ketika seluruh kebenaran akhirnya terbuka?