Antara mencintai atau obsesi itu beda tipis nggak sih?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon My. dark, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Maaf
“Sus, ruangan Risky Pratama dimana ya?” tanya Arina dengan wajah paniknya. Dengan wajah datarnya Jagat mengikuti Arina dari belakang.
“Anak sekolah yang kecelakaan motor itu?”
“Iya.”
“Di ruangan melati nomer 102.”
“Makasih”
“Iya, sama-sama.”
Arina segera melangkahkan kakinya, matanya sibuk mengamati petunjuk arah. Hingga beberapa saat kemudian dia sampai di kamar Risky yang saat ini ada beberapa teman sekolahnya dan keluarga Risky.
“Loh Ar,” sapa Risky dengan senyuman manisnya, tapi saat itu juga senyumannya pudar saat melihat Jagat ikut masuk ke kamar inapnya.
“Lu gapapa?” tanya Arina dengan wajah yang fokus sama luka di tubuh Risky, tangannya terlihat patah.
“Gapapa kok, santai aja.” jawab Risky sambil tersenyum.
“Lu jatuh gimana kronologinya?” saut Jagat yang terlihat sangat muak.
“Gue nabrak emak emak sein kiri, ternyata belok ke kanan sih,” jawab Risky sambil nyengir.
“Udah kan, puas sekarang?” aura mengeksekusi Jagat saat ini sangat dominan. Jagat langsung melangkah keluar tanpa pamit dan ucapan sepatah kata yang keluar dari mulutnya.
“Ja-gat.” pangil Arina panik, tapi Jagat sama sekali nggak menggubris nya.
“Ris, cepet sembuh ya, sorry ganggu,” ucap Arina terburu-buru lalu keluar dari ruangan Risky.
“Jagat, tunggu,” Arina mengejar langkah Jagat dengan sekuat tenaganya. Hingga dia berhasil meraih lengan Jagat. “Maaf.” ucapnya penuh rasa bersalah.
Jagat langsung menepis tangan Arina dari lengannya.
“Jagat aku minta maaf.”
“Udah ya cukup, gue capek.”
“Jagat please, maafin aku.” Arina terus menghalangi langkah Jagat dengan susah payah, hingga dia beranikan memeluk tubuh Jagat dari depan untuk menghentikan langkahnya. “Maafin aku.” rengeknya lagi.
Jagat menghela nafasnya dengan berat, “Gue mau pulang, Lu udah gue pesenin taxy online untuk pulang.” ucap Jagat sambil melepaskan pelukan Arina.
“Ja-gat…” teriak Arina yang terlihat frustrasi.
Jagat langsung menghidupkan motornya, kepalanya berdenyut nyeri tak tertahan, dia hanya ingin pulang dan menenangkan dirinya sendiri.
“Atas nama Arina Masayu?”
“Iya saya, Pak ikuti motor barusan ya pak,” ucap Arina panik saat melihat Jagat memukuli kepalanya saat mengendarai motornya.
Jagat berhenti di rumah minimalis itu lagi, Arina ikut turun dan langsung menyusup masuk gerbang saat Jagat memarkirkan motornya.
Wajah kesal Jagat terlihat jelas saat ini, “ Ngapain ikuti gue lagi sih Ar,” ucapnya kesal.
“Aku mau minta maaf Jagat.”
Jagat hanya diam dan membuka pintu rumahnya, “pulang Ar, gue capek,” perintahnya.
“Nggak mau, sebelum kamu maafin aku.” Kekeh Arina.
“Pulang.”
“Enggak.”
“Terserah.”
Jagat langsung masuk dan merebahkan tubuhnya di sofa, dia tidak tahan menahan rasa nyeri di kepalanya dan tubuhnya, efek telat meminum obatnya.
“Jagat, aku mau jelasin, sebenarnya…” ucapan Arina yang menguap begitu saja.
Jagat langsung bangun dan menarik Arina ke dalam pangkuannya, dia langsung menyambar bibir Arina yang menurutnya sangat berisik sejak tadi. Ciuman Jagat sangat agresif dan menuntut terus menerus. Suhu badan Jagat yang masih panas sangat terasa saat menyentuh Arina.
“Jagat, kamu masih demam?” tanya Arina saat Jagat melepaskan ciumannya, dan langsung memejamkan matanya di hadapan Arina.
“Hembs,” gumamnya.
Arina menyentuh kening Jagat, yang suhunya saat ini terasa panas. “Ma-af.” Kali ini Arina benar-benar merasa bersalah.
“Anterin ke kamar,” ucap Jagat dengan suara paraunya.
Dengan cepat Arina turun dari pangkuan Jagat, dengan sekuat tenaga dia membantu Jagat untuk berjalan ke kamarnya, dan Jagat langsung merebahkan tubuhnya saat melihat kasur di depannya, hingga membuat Arina ikut terhuyung ke dalam pelukannya.
Arina berusaha bangun tapi tangan Jagat menahannya, “Jangan tinggalin gue,” mohonnya sambil bergumam. Jagat kembali merengkuh Arina kembali masuk kedalam pelukan Jagat yang saat ini sudah memejamkan matanya.
...----------------...
...“Hai, semoga suka ya, bantu Like, koment dan Vote.”...