NovelToon NovelToon
Sistem Master Sekte

Sistem Master Sekte

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Ketika Jiang Chen terbangun di dunia kultivasi, ia mendapati dirinya mewarisi takhta Ketua Sekte Pedang Bintang—sebuah sekte yang dulunya agung namun kini berada di ambang kehancuran absolut. Pilar utama sekte, sang guru, telah tewas terbunuh. Para tetua berkhianat dan membawa lari seluruh harta benda, sementara musuh bebuyutan telah mendobrak gerbang depan untuk merampas wilayah mereka.
​Dengan tingkat kultivasi dasar yang sangat lemah dan hanya ditemani oleh satu adik seperguruan yang masih setia bertahan, ajal seolah sudah menanti Jiang Chen di depan mata.
​Namun, di saat maut dan keputusasaan memuncak, sebuah suara mekanis yang dingin bergema di benaknya: [Sistem Pembangunan Sekte Abadi berhasil diikat!]

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10: Kehancuran Wang Teng

​Angin di halaman Puncak Bintang Jatuh seakan berhenti berhembus. Tekanan spiritual dari seorang kultivator Ranah Pembentukan Fondasi yang murni dan tanpa cacat menguar dari tubuh Jiang Chen, menekan udara hingga terasa seberat timah.

​Wang Teng menyeka darah dari sudut bibirnya. Keterkejutan di matanya perlahan digantikan oleh kegilaan seorang petarung yang tersudut. Dia adalah Kepala Keluarga Wang! Dia telah membantai ratusan musuh untuk mencapai posisinya saat ini. Bagaimana mungkin dia mundur hanya karena gertakan seorang pemuda yang baru menetas?

​"Jangan terlalu sombong, Jiang Chen!" Wang Teng meraung, urat-urat hijau menonjol di dahi dan lehernya. "Kau mungkin jenius, tapi kau baru saja menembus Pembentukan Fondasi! Aku telah berada di Tingkat 2 selama tiga tahun. Fondasiku sedalam lautan! Mari kita lihat siapa yang akan mati hari ini!"

​Dengan jentikan pergelangan tangannya, Wang Teng memanggil senjata pamungkasnya dari cincin spasial. Sebuah tombak berwarna merah menyala dengan ukiran sisik ular muncul di genggamannya. Itu adalah senjata tingkat fana tingkat puncak, nyaris menyentuh kualitas tingkat Bumi!

​"Tombak Ular Menelan Matahari!"

​Energi spiritual Wang Teng meledak hingga titik maksimal. Dia melompat ke udara, memutar tombaknya hingga menciptakan pusaran api raksasa yang menyedot oksigen di sekitarnya. Dengan kekuatan yang mampu menghancurkan sebuah bukit kecil, tombak itu meluncur tajam tepat ke arah jantung Jiang Chen.

​Tuan Muda Wang yang bersembunyi di balik puing-puing gerbang berteriak girang, "Bunuh dia, Ayah! Jadikan dia abu!"

​Di hadapan serangan mematikan yang diiringi panas yang membakar itu, Jiang Chen tidak menghindar, tidak juga memanggil senjata. Dia hanya berdiri dengan satu tangan masih bertaut di belakang punggung.

​"Fondasimu sedalam lautan?" Jiang Chen mengangkat tangan kanannya perlahan, menggabungkan jari telunjuk dan jari tengahnya menjadi pedang jari. "Di mataku, itu hanyalah genangan air keruh."

​Seketika, Jiang Chen mengayunkan jarinya dengan santai ke depan, menggunakan teknik Tingkat Bumi, Tebasan Pemisah Awan.

​SYUUUT!!

​Tidak ada ledakan qi yang heboh atau pusaran energi yang megah. Hanya ada sebuah garis cahaya perak setipis helaian rambut yang melesat membelah udara dengan keheningan yang mematikan.

​Garis perak itu menyentuh pusaran api tombak Wang Teng... dan membelahnya menjadi dua layaknya pisau panas yang memotong mentega. Api itu seketika padam.

​"T-Tidak mungkin—"

​Mata Wang Teng membelalak ngeri saat dia melihat garis perak itu terus melaju, memotong ujung tombak kebanggaannya dengan bunyi TRANG yang renyah, sebelum akhirnya menembus dada kanannya tanpa hambatan sedikit pun.

​CRAT!

​"AAARRRGGHH!"

​Darah menyembur di udara. Lengan kanan Wang Teng, beserta sisa tombak yang digenggamnya, terputus dan jatuh ke tanah berdebu. Tubuh Kepala Keluarga Wang itu terhempas keras ke lantai halaman sekte, meninggalkan kawah kecil akibat benturan yang dahsyat.

​Hanya satu serangan santai dari dua jari!

​Keheningan total menyelimuti Puncak Bintang Jatuh. Lin Mo menelan ludah, matanya memancarkan rasa hormat yang semakin fanatik. Su Yue menutupi mulutnya yang menganga lebar.

​Tuan Muda Wang? Pemuda arogan itu sudah basah kuyup oleh air kencingnya sendiri. Kakinya bergetar hebat sebelum dia jatuh pingsan karena teror yang absolut.

​Wang Teng meronta di tanah, darah terus mengalir dari bahu kanannya yang buntung. Dia menatap pemuda berjubah putih yang berjalan mendekatinya dengan langkah santai. Kengerian yang dia rasakan saat ini jauh melampaui rasa sakit fisiknya.

​"K-Kultivasi apa yang sebenarnya kau miliki... Kau... Kau bukan Tingkat 1 Pembentukan Fondasi biasa! Energi Qi-mu terlalu murni!" Wang Teng merintih, kesombongannya telah hancur berkeping-keping.

​Jiang Chen berhenti tepat di depan Wang Teng, menatapnya dari atas.

​"Kau tidak memiliki hak untuk mengetahui seberapa tinggi langit," ucap Jiang Chen dengan nada tanpa emosi. "Kalian yang mendobrak gerbang sektemu, kalian juga yang harus membayar harganya."

​"T-Tunggu! Ketua Sekte Jiang, ampuni aku!" Wang Teng akhirnya membuang seluruh martabatnya. Dia mencoba bersujud dengan satu tangannya yang tersisa. "Keluarga Wang bersedia menyerahkan separuh harta kami... tidak, seluruh kekayaan kami! Kami akan menjadi pelayan Sekte Pedang Bintang! Tolong... lepaskan nyawa anjing ini!"

​Jiang Chen tersenyum tipis, sebuah senyuman yang lebih dingin dari es seribu tahun.

​"Sekte Pedang Bintang tidak mengoleksi sampah."

​Jiang Chen mengangkat kakinya dan menginjak dada Wang Teng.

​BAM! KRAK!

​Dada Wang Teng ambles ke dalam. Jantung dan Dantian-nya hancur seketika oleh ledakan energi spiritual Jiang Chen. Tokoh besar Kota Awan Mengambang itu memuntahkan darah hitam, tubuhnya kejang sejenak sebelum akhirnya diam tak bernyawa, menyusul penatua tamu mereka ke alam baka.

​Melihat musuh terkuat telah binasa, Jiang Chen menoleh ke arah tumpukan mayat Pengawal Darah, lalu pandangannya jatuh pada Tuan Muda Wang yang pingsan.

​"Lin Mo," panggil Jiang Chen tenang.

​"Murid siap menerima perintah!" Lin Mo segera berlutut dengan satu kaki, pedang besinya masih meneteskan darah musuh.

​"Bangunkan babi muda di sana itu. Potong kepalanya dan kirimkan bersama mayat Wang Teng ke kediaman Keluarga Wang di kota. Katakan pada mereka yang tersisa: Jika sebelum fajar besok mereka tidak menyerahkan seluruh harta dan Batu Spiritual Keluarga Wang ke Puncak Bintang Jatuh, aku sendiri yang akan turun gunung untuk mencabut nyawa mereka hingga ke akar-akarnya."

​"Sesuai kehendak Guru!" Lin Mo menyeringai haus darah, berjalan menuju Tuan Muda Wang yang masih pingsan ngompol.

​Di saat yang sama, suara mekanis yang dirindukan Jiang Chen bergema di dalam benaknya.

​[DING!]

[Misi Tersembunyi Selesai: Mengukuhkan Dominasi!]

Deskripsi: Membasmi ancaman yang datang ke sekte dan menunjukkan taring Sekte Pedang Bintang kepada dunia.

Hadiah: 500 Poin Sekte, Cetak Biru Bangunan [Paviliun Senjata Berkilau], dan 1 Buah Kesadaran Dewa (Peningkatan Jiwa Tuan Rumah).

​Jiang Chen mengangguk puas melihat panel hadiahnya. Dengan tambahan 500 poin, dia kini memiliki total 750 Poin Sekte. Selain itu, Paviliun Senjata Berkilau akan sangat berguna untuk melengkapi Lin Mo dan Su Yue dengan persenjataan yang lebih layak daripada rongsokan berkarat yang mereka pakai sekarang.

​"Su Yue," Jiang Chen beralih ke murid perempuannya yang masih tercengang.

​"Y-Ya, Ketua Sekte!" Su Yue berjengit kaget, lalu segera menunduk hormat.

​"Pergi dan lucuti semua cincin spasial dan kantung penyimpanan dari mayat-mayat berzirah merah ini. Ambil semua senjata mereka yang masih utuh. Setelah itu, buang mayat mereka ke dasar tebing di belakang gunung. Jangan biarkan darah mengotori halaman leluhur terlalu lama."

​"Baik, Ketua Sekte!" Su Yue segera bergerak melaksanakan tugasnya tanpa rasa jijik. Di dunia kultivasi, kebaikan hati pada musuh adalah kebodohan terbesar. Dia telah belajar banyak dari gurunya hari ini.

​Jiang Chen mengibaskan lengan jubahnya, berbalik, dan melangkah kembali ke dalam Aula Leluhur dengan tenang. Langkah kakinya seringan angin, seolah pertempuran berdarah barusan hanyalah kegiatan menyapu debu di pagi hari.

​Hari Itu Juga, di Kota Awan Mengambang...

​Kabar tentang kehancuran Wang Teng dan Tiga Puluh Pengawal Darahnya menyebar dengan kecepatan yang mengerikan bagaikan badai yang menyapu seluruh penjuru kota.

​Ketika sebuah kereta kuda tanpa kusir tiba di depan gerbang utama Keluarga Wang, dan para penjaga menemukan kepala Wang Teng serta putranya di dalamnya, seluruh klan langsung jatuh ke dalam kepanikan absolut. Tidak ada satu pun tetua klan yang berani menuntut balas dendam. Menghadapi ancaman Lin Mo, sisa-sisa anggota Keluarga Wang dengan panik mengemasi seluruh harta karun dan ratusan ribu Batu Spiritual mereka, mengantarkannya ke kaki gunung Puncak Bintang Jatuh sebelum fajar menyingsing, lalu membubarkan klan mereka untuk selamanya.

​Di Paviliun Bulan Perak, Manajer Su Ya duduk di ruangannya yang mewah, mendengarkan laporan dari mata-matanya. Senyum menawan mengembang di bibir merahnya.

​"Satu serangan membelah tombak tingkat fana dan membunuh Wang Teng? Menarik..." Su Ya menyesap anggur spiritualnya dengan anggun. "Sekte Pedang Bintang benar-benar telah bangkit kembali. Perintahkan bagian informasi: Naikkan status prioritas Jiang Chen dan Sekte Pedang Bintang ke Tingkat A. Sepertinya, aku harus segera mengunjunginya lagi."

1
R.A.N
💪👍
R.A.N
perasaan blum -1.000 lebih udh VVIP?? harusnya pas beli bsar
R.A.N
hoow💪👍
R.A.N
semangat🔛🔥💪
R.A.N
episode 4,pertama💪🙏👍
R.A.N
semangat ⚡🔨Thor, lanjutkan
R.A.N
novel bagus ini baru ketemu💪👍
Arinto Ario Triharyanto
yoooiiiii
Hadi Hadi
semangat💪💪
Hadi Hadi
by💪💪
Hadi Hadi
up up up😄
Hadi Hadi
mantap🤭🤭
Hadi Hadi
is good💪💪💪
Hadi Hadi
sikat💪💪💪
Hadi Hadi
bantai💪💪
Hadi Hadi
semangat💪💪💪
Arinto Ario Triharyanto
mantaapppp
Arinto Ario Triharyanto
yoyoi😎
Arinto Ario Triharyanto
mantap betul dah😎
dewa pedang
wkwkwk mampus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!