NovelToon NovelToon
Jodoh Yang Tertukar

Jodoh Yang Tertukar

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Tamat
Popularitas:327.8k
Nilai: 5
Nama Author: RR Maesa

Karena ingin melihat putri kembarnya (Agatha & Amanda) segera menikah, Edward menjodohkan mereka dengan pria-pria pengusaha muda tampan yang kaya, putra dari relasi-relasinya.

Agatha di jodohkan dengan Jonathan.
Amanda dijodohkan dengan Vincent.

Pertentanganpun terjadi. Agatha dan Amanda juga Jonathan dan Vincent menolak dijodohkan.

Apa yang terjadi jika Agatha bertemu dengan Vincent (jodoh buat Amanda) dan Amanda bertemu dengan Jonathan (jodoh buat Agatha).

Apakah mereka akan jatuh cinta dengan pria yang dijodohkan untuk saudara kembarnya?

*****

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RR Maesa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CH-18 Fiting baju pengantin

Elsa mengetuk pintu kamarnya Agatha. Gadis itu membuka pintu kamarnya dan tampak terkejut melihat ibunya sudah berdiri disana.

“Kau sudah pulang?” tanya Elsa.

“Iya Mommy, masuklah,” jawab Agatha.

“Bagaimana dengan makan malamnya? Kau menyukainya?” tanya Elsa sambil duduk dipinggir tempat tidur, dibiarkannya pintu kamar itu terbuka.

“Iya Mommy,”jawab Agatha sambil tersenyum.

“Kau menyukai Jonathan?” tanya ibunya, menatap putri cantiknya itu.

“Iya Mommy, dia pria yang menyenangkan. Orangtuanya juga sangat baik,” jawab Agatha.

Elsa tersenyum mendengarnya, hanya saja ada sesuatu yang ganjal yang menyelimuti hatinya, dia merasa ada sesuatu yang terjadi diantara mereka berempat.

Diluar kamar, Amanda berjalan menuju kamarnya Agatha, langkahnya terhenti dekat pintu yang terbuka itu saat mendegar suara ibunya bicara dengan Agatha.

“Kami akan menemui WO pernikahan kami, kami akan melihat baju pengantin yang sudah dipesankan oleh orangtuanya Jonathan,” jawab Agatha.

“Syukurlah, semoga kau bahagia dengan pernikahanmu,” ucap Elsa. Sebenarnya dia ingin menanyakan apa yang menjadi sesuatu yang dirasanya, hanya saja melihat wajah Agatha yang berseri-berseri membuatnya ragu-ragu untuk mengatakannya, dia tidak mau kebahagiaan putrinya berubah jadi kesedihan.

Elsa kembali berfikir mungkin dia harus mencari tahu sendiri apa yang sebenarnya terjadi, atau mungkin itu hanya perasaannya saja, rasa kekahawatirannya saja, karena putri-putrinya menikah bukan atas pilihan mereka sendiri. Tapi melihat Agatha sepertinya menyukai Jonathan, sudah cukup membuatnya sedikit tenang.

Sudut mata Elsa sekilas melihat sebuah bayangan dekat pintu.  Siapa sosok bayangan itu? Dilihatnya bayangan hitam itu menjauh. Amanda? Dia menebak itu bayangan Amanda. Kenapa Amanda tidak jadi masuk ke kamarnya Agatha?

Amanda kembali ke kamarnya, matanya langsung tertuju pada boneka panda yang besar itu. Boneka panda dari Jonathan. Pria itu membawakan panda itu meskipun sedang kesal padanya karena mengira dia calon istrinya. Amandapun naik ke tempat tidur dan memeluk boneka panda besar itu.

“Kau sangat lucu,” ucapnya pada panda itu.

Teringat lagi percakapan ibunya dengan Agatha, saudara kembarnya itu sudah menyukai Jonathan, pria yang Agatha ceritakan sering dia temui dan diharapkan bisa bertemu lagi itu ternyata adalah Jonathan. Kenapa ada rasa sedih terselip dihatinya? Apakah dia menyukai Jonathan?

Dilihatnya kembali boneka panda itu, ditepuk tepuknya wajah panda itu yang empuk, dia sangat menyukai boneka itu. Kemudian muncul bayangannya Vincent, kenapa bukan Jonathan yang menjadi calon suaminya? Malah si playboy Vincent itu? Jelas jelas Vincent menyukai Agatha. Entah bagaimana nasib pernikahannya dengan Vincent.

Kalau saja Agatha menyukai Vincent, mungkin mereka bisa bicara dan bertukar pasangan, tapi Agatha menyukai Jonathan, calon suaminya sendiri. Bagaimana mungkin memintanya untuk bertukar pasangan?

Kembali terbayang di benaknya saat saat Jonathan terlihat perhatian padanya, ternyata dia bersikap perhatian itu karena mengira dirinya calon istrinya dan Jonathan berusaha mendekatinya walapun tidak suka. Pendekatan yang sia-sia.

Terdengar suara pintu kamarnya diketuk.

“Sayang, apa kau sudah tidur?” terdengar suara Elsa dibalik pintu.

“Belum Mommy, masuklah,” jawab Amanda.

Elsa membuka pintu kamar putrinya, dilihatnya putrinya itu sedang memeluk boneka panda besar yang selalu dia bawa kemanapun pergi. Sepertinya dia tidak bisa tidur dengan boneka panda itu.

“Kau selalu membawa panda itu,” ucap Elsa sambil mendekati putrinya dan duduk disamping tempat tidur.

“Iya Mommy, dia sangat lucu,” ucap Amanda, kembali menepuk-nepuk bonekanya.

Elsa terdiam, apa dia tidak salah dengar? Dia merasa putrinya sedang tidak berbahagia.

“Kau belum menceritakan acara makan malammu? Kenapa kalian begitu tertutup?” tanya Elsa.

“Makan malamnya sangat menyenangkan Mommy, kami akan melihat baju pengantin besok,” jawab Amanda, tersenyum pada ibunya.

Elsa tertegun, kenapa perasaannya semakin tidak enak? Dari wajahnya Agatha dia bisa melihat putrinya merasa bahagia, tidak dengan Amanda, meskipun dia tersenyum tapi dia merasa kalau senyum itu terasa hambar.

“Sayang, kau menyukai Vincent? Mommy lihat, dia pria yang baik,” ucap Elsa.

“Iya Mommy, dia pria yang baik,” jawab Amanda.

“Kalian akan melihat baju pengantin besok?” tanya Elsa.

“Iya Mommy,” jawab Amanda.

“Semoga kau bisa perlahan-lahan menyukai Vincent,” ucap Elsa.

“Iya Mommy, aku yakin aku akan bisa menyukainya,” ucap Amanda.

“Semoga kau bahagia sayang,” kata Elsa, tersenyum pada putrinya.

“Iya Mommy, Mommy jangan khawatir, kami akan bahagia,” ujar Amanda, bangun dari tidurnya lalu memeluk ibunya. Elsa balas memeluk putrinya. Kenapa lagi-lagi hatinya merasa tidak nyaman. Apakah perasaan seorang ibu bisa dibohongi? Apa putrinya tidak bahagia?

“Tidurlah, sudah malam. Mommy akan menemui Daddymu,” kata Elsa, balas memeluk putrinya.

“Iya Mommy, I Love U Mommy,” ucap Amanda sambil mencium pipi ibunya lalu melepas pelukannya.

Elsa keluar dari kamar Amanda sambil tersenyum lalu menghilang dari balik pintu. Saat masuk ke kamarnya, dlihatnya Edward sudah hampir terlelap.

“Kau mengaggetkanku,” ucap Edward.

Elsa menghampiri suaminya. Berdiri menatapnya tanpa bicara apa-apa.

“Ada apa?” tanya Edward melihat sikap istrinya yang seperti itu.

“Sayang, apa keputusanmu menjodohkan mereka adalah sesuatu yang benar?” tanya Elsa.

“Kenapa kau bertanya begitu? Kau lihat sendiri, mereka anak-anak yang baik dan mereka bersikap dewasa menerima perjodohan ini dengan baik, mereka juga sudah mulai membuka hati untuk pasangan masing-masing, apa kau tidak lihat itu?” tanya Edward.

“Entahlah, kenapa hatiku merasa tidak nyaman ya,” ucap Elsa, seakan pada diri sendiri.

“Tidak nyaman kenapa? Semua baik-biak saja, kau jangan khawatir,” kata Edward, diapun bangun dan menatap istrinya.

“Entahlah aku merasa sesuatu telah terjadi,” ucap Elsa.

“Honey, kau terlalu khawatir, percayalah, semua akan baik-aik saja. Jonathan dan Vincent itu tipe pria yang yang bertanggungjawab, kau tidak perlu cemas,” kata Edward lagi, kemudian kembali berbaring.

“Sebelum mereka kita pertemukan, mereka sudah saling mengenal dan Mr.Darwin dan Mr.Arthur sudah mengatakan padaku kalau putra-putra mereka menerima perjodohan ini, jadi tidak ada masalah. Kalaupun ada masalah sedikit diantara mereka wajar saja, ini masa masa transisi hubungan mereka, mereka pasti bisa melewatinya,” lanjut Edward, mencoba menenangkan istrinya, diapun memejamkan matanya lagi.

Elsa tidak bicara lagi. Dia melihat Vincent bicara dengan Agatha, entah apa yang meraka bicarakan. Dia merasa ada sesuatu, tapi putri-putrinya tidak ada yang mau bercerita keadaan sebenarnya.

Elsa menarik nafas panjang, entah kenapa dia takut putri-putrinya tidak bahagia. Sepertinya dia harus mengundang calon menantunya makan malam, dia ingin tau dan memastikan bahwa perasaannya salah, dia harus memastikan kalau putri- putrinya bahagia.

Keesokan harinya…

Mobilnya Jonathan keluar dari rumah kediaman keluaga Mr.Smith. Agatha duduk disampingnya.

“Apa kau tidak sibuk jam segini sudah menjemputku?” tanya Agatha.

“Aku menyempatkan waktu,” jawab Jonathan tanpa menoleh, matanya focus menatap kearah jalan di depannya. Setelah itu dia tidak bciara apa-apa lagi.

“Apakah tempat butiknya masih jauh?” tanya Agatha.

“Tidak begitu jauh,” jawab Jonathan.

“Pemilik butik itu teman Mommymu?” tanya Agatha.

“Ya,” jawab Jonathan, pendek.

Sepanjang jalan tidak ada yang dibicarakan. Agatha juga tidak bisa memaksa Jonathan untuk bicara banyak padanya. Mungkin bagi Jonathan perjodohan ini masalah yang sangat besar, karena mereka juga baru beberapa kali bertemu.

Sesampainya di butik, Jonathan masih tidak bicara apa-apa. Dia hanya diam dan diam. Agatha mencoba mencairkan suasana dengan bertanya sesuatu yang sebenarnya tidak begitu penting, pria itu hanya menjawabnya dengan pendek.

Seorang wanita cantik menyambut mereka dengan ramah.

“Dari WO sudah memberikan konsep konsep untuk pernikahan kalian, kalian tinggal mencoba pakaiannya, kalau ada yang tidak suka atau tidak nyaman tinggal bilang saja, tim wardrobe kami akan membantu kalian,” kata wanita itu.

“Baiklah Inez, terimakasih,” ucap Jonathan.

“Ayo,” ajak Jonathan, pada Agatha. Dengan spontan tangan Agatha memegang tangannya Jonathan.

Jonathan melirik pada tangannya yang dipegang Agatha, tapi dia tidak bicara apa-apa lagi.

“Mari ke sebelah sini,” ucap Inez. Mereka menuju sebuah ruangan yang  penuh dengan baju-baju pengantin.

“Kalian tunggu sebentar,” kata Inez saat mereka ada di sebuah ruangan yang penuh dengan pintu-pintu tempat fiting baju.

Seseorang keluar dari salah satu pintu itu. Seorang gadis menggunakan gaun pengantin warna putih yang indah.

“Bagaimana penampilanku? Cantik bukan?” tanya gadis itu sambil mengembangkan gaun pengantinnya yang lebar.

Seseorang menatapnya takjub.

“Sangat cantik,” jawab seseorang itu. Dua pasang mata menoleh pada yang bicara itu. Agatha terkejut Jonathan memuji gadis itu, dan gadis itu yang ternyata adalah Amanda tampak terkejut karena ternyata Jonathan ada diruangan itu. Dia tidak mengira kalau Jonathan akan menjawab pertanyaannya.

Jonathan menatap Amanda tidak berkedip. Gadis pecicilan itu terihat sangat cantik dengan gaunnya. Mata merekapun bertemu.

“Benarkah?” tanya Amanda, sedikit bingung.

“Tentu saja, kau sangat cantik,” ucap Jonathan. Ada perasaan tidak enak dihati Agatha saat mendengar calon suaminya memuji Amanda.

Amanda tersadar kalau Jonathan tidak sendiri, dia melihat tangan Agatha yang memegang tangan Jonathan.

“Hai, kalian juga memesan baju pengantin disini?” tanya Amanda, mencoba mencairkan suasana.

“Iya,” jawab Agatha sambil tersenyum.

“Miss. Agatha, silahkan ikut aku,” terdengar suara Inez memanggil Agatha.

“Baiklah,” jawab Agatha, sambil menoleh pada Jonathan, lalu pada Amanda dan kemudian kakinya melangkah mengikuti Inez.

“Ada beberapa pakaian yang harus kau coba, ada tema klasik dan modern,” ucap Inez, Agatha mengikutinya, hampir saja dia bertabrakan dengan seseorang. Orang itu langsung saja menatapnya membuat Agatha terkejut. Vincent, pria yang hampir bertabrakan dengannya itu adalah Vincent.

“Inez, aku pinjam Agatha sebentar,” ucap Vincent, tanpa menunggu jawaban Inez, Vincent langsung menarik Agatha menjauh dari Inez.

“Kau ini mau apa?” tanya Agatha, menepis tangannya Vincent.

“Aku harus bicara dengan Jonathan,” jawab Vincent.

“Maksudmu apa bicara dengan Jonathan?” tanya Agatha, menatap Vincent.

“Aku mau kita bertukar pasangan, aku mau kau yang menjadi istriku,” jawab Vincent.

“Kau ini selalu membahas itu terus, Jonathan calon suamiku, kau harus menerima itu,” ucap Agatha.

“Tapi aku tidak mencintai Amanda, aku jatuh cinta padamu,” ucap Vincent.

“Tapi aku tidak menyukaimu,” jawab Agatha.

Vincnet langsung meraih tangannya Agatha.

“Kau harus memberiku waktu supaya aku bisa membuktikan kalau aku benar-benar mencintaimu, aku hanya ingin menikah denganmu. Aku yakin kau akan mencintaiku, hanya tinggal masalah waktu saja,” kata Vincent.

“Kau akan membuat semuanya jadi kacau,” kata Agatha, lalu meninggalkan Vincent, buru-buru dia mencari Inez lagi. Berbicara dengan Vincent membuatnya pusing saja. Pria itu terus memaksanya untuk bertukar pasangan. Dia sama sekali tidak menyukai pria seperti Vincent, apalagi membayangkan Vincent dengan wanita-wanitanya, semoga saja Vincent dalam pernikahannya dengan Amanda nanti tidak menyakiti Amanda.

Jonahan tidak berkedip menatap gadis yang sedang memakai baju pengantin itu.Gadis pecicilan itu terlihat sangat cantik dimatanya.

“Apa menurutmu gaun ini sangat bagus?” tanya Amanda pada Jonathan.

“Tentu saja, kau sangat cantik,” jawab Jonathan sambil tersenyum.

“Ada beberapa pakaian lagi yang harus ku coba,” ucap Amanda.

“Aku yakin kau sangat cantik menggunakan semua gaun itu.,” kata Jonathan.

“Kau bisa saja,” ucap Amanda, rasanya senang mendapat pujian dari Jonathan, kenapa dia merasa senang? Bukankah seharusnya dia dipuji oleh Vincent, calon suaminya,  bukan  Jonathan?

“Coba kau berputar,” kata Jonathan.

“Kau ingin melihat semua sisi gaun ini?” tanya Amanda, menatap Jonathan.

“Ya,” Jonathan mengangguk.

Amanda berjalan memutar ke samping kiri.

“Bagaimana?” tanyanya.

“Bagus,” jawab Jonathan. Amanda berputar lagi membelakangi, kemudian kembali menghadap Jonathan.

“Bagus, sangat cocok untukmu,” ucap Jonathan.

Vincent terdiam saat Agatha meninggalkannya. Dia kecewa gadis itu terus menolaknya. Dia tidak tahu harus bagaimana meyakinkan Agatha kalau dia menyukainya, dia sangat menyukainya. Rasanya begitu frustasi melihat gadis yang disukainya mengacuhkannya. Sepertinya bagi Agatha julukan pria playboy ini benar-benar tidak berlaku, Agatha sama sekali tidak tertarik padanya.

Vincent berjalan menuju tempat Amanda fiting bajunya tadi. Langkahnya terhenti saat melihat Amanda dengan seseorang dan seseorang itu adalah Jonathan. Apakah dia tidak salah lihat Amanda berputar putar dengan gaunnya dan dinilai oleh Jonathan?

Amanda tampak berseri-seri dan tertawa-tawa dengan pria itu. Apa dia tidak salah menilai kalau Amanda menyukai Jonathan? Calon istrinya itu menyukai Jonathan, Vincent bisa melihat dari tatapan matanya yang berbinar-binar saat Jonathan mengatakan dia terlihat cantik dengan gaun itu.

Vincent terus berfikir, ada apa ini? Jadi Amanda menyukai Jonathan? Apa dia tidak salah tebak ? Dan Jonathan juga sepertinya menyukai Amanda? Benarkah itu? Apakah dia perlu menanyakannya pada Jonathan?

Vincent berjalan mendekati mereka.

“Kau sangat cantik,” ucap Vincent, membuat tawa Amanda seketika hilang saat melihat calon suaminya itu ada di dekat mereka.

“Kau pergi terlalu lama, jadi aku meminta pendapat Jonathan,” ucap Amanda. Dia terkejut Vincent tiba-tiba muncul, dia tidak mau terjadi kesalahfahaman diantara mereka.

******************

1
Pasikah CwElosbes
cerita yg bagus ga terllu berbelit Belit
Yasinta Nuriyati
1 vote & ☕
Semangat terus berkarya Kakak author 🔥😘
Yasinta Nuriyati
Kakak author sambil nunggu karya terbarunya..baca2 cerita yang ini sangat bagus juga.. Terima kasih Kakak author karyanya sangat menghibur 🤗😘
Intan Khairani AM
😍
Intan Khairani AM
😍😍😗😗
benar....lebih baik dicintai dari pada mencintai....kita sekalu merasa dijadikan ratu....karena dalam dunia nyata...aq sudah merradasakan sendiri....
ayudisa
bagusss🥰🥰🥰
AsriMaria
Alur ceritanya bagus, konflik dan penyelesaiannya bagus tidak terlalu panjang tapi mampu menggambar kan cerita dengan baikr dan happy ending. Tata bahasanya juga baik.
AsriMaria
astaga.....msh ada stok spti vincent gak thor...dilemparlah ksni 😂😂😂...ayo Agatha...km sdh liat ksesriusan vincent
AsriMaria
astaga.....msh ada stok spti vincent gak thor...dilemparlah ksni 😂😂😂...ayo Agatha...km sdh liat ksesriusan vincent
AsriMaria
senyum2 sndiri baca ceritamu thor...gokil...😂😂😂😂
Soraya
slmt y Vincent 👍
Soraya
keren 👍
Soraya
permisi numpang duduk dl ya bru singgah👍
Ratna Sari Dewi
🤣🤣🤣
Meimawati
Q puas baca karyamu thoor.,.
tatik mufidah
pdhl bagus loo ini novelnya, yg like kok cmn dikit ya, blm tau mampir sini kayak e
tatik mufidah
wuahaha, kerjakeras vincent
Patrish
lebih indah dicintai..
daripada mencintai..
karena cinta akan tumbuh seiring waktu..
karena kasih yang diberikan setiap hari akan mengikis kebekuan hati..
❤❤❤❤❤❤
Patrish
aduh Vincent.... 🙈🙈😩😩😩😩
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!