NovelToon NovelToon
Samudra Di Atas Langit

Samudra Di Atas Langit

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:6k
Nilai: 5
Nama Author: puput11

Sepuluh tahun lalu, tragedi berdarah menghancurkan keluarga Samudra. Langit Bumi Samudra (7 tahun) tewas dalam sabotase kecelakaan mobil, sementara adiknya, Cakrawala Bintang Samudra (3 tahun) dinyatakan hilang dan dianggap tewas juga oleh publik. Nyatanya, Sang Kakek menyembunyikan Cakra di luar negeri dengan identitas rahasia demi melindunginya dari musuh.

Kini, Cakrawala kembali sebagai pemuda tampan dan jenius. Di bawah nama samaran Gala Putra Langit, ia menyusup ke dunianya sendiri sebagai mahasiswa biasa. Ia harus menghadapi pengkhianatan Om dan Tantenya sendiri yang haus harta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon puput11, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ruko Kosong

Malam semakin larut saat deru mesin motor trail Gala memecah keheningan jalanan di luar gerbang belakang kampus. Cahaya lampu utama motornya memotong kegelapan, menyoroti deretan ruko kosong yang mangkrak dan dipenuhi coretan grafiti. Suasana di sekitar tempat itu terasa mencekam, mati, dan sunyi. Kesunyian yang menyembunyikan bahaya.

Gala sengaja memperlambat laju motornya begitu memasuki koridor jalan yang diapit bangunan kosong tersebut. Di balik kaca helm full-face hitamnya, sepasang mata tajamnya bergerak waspada. Benar saja, baru beberapa meter ia berjalan, tiga siluet pria berbadan tegap melompat keluar dari balik pengosongan ruko, langsung menutup jalur jalannya.

"Berhenti lo, anak beasiswa sialan!" bentak salah satu preman yang memiliki tato ular di sepanjang lengan kanannya. Ia mengacungkan sebuah balok kayu tebal berujung paku.

Gala menarik rem tangan dengan tenang. Ia menurunkan standar motornya, lalu turun dengan gerakan yang sangat santai, seolah-olah ia hanya sedang menghadiri janji temu biasa. Aura slengean yang biasa ia tunjukkan di kampus menguap, digantikan oleh tekanan dingin yang mengintimidasi.

"Bramantyo cuma bisa nyewa tikus-tikus kayak kalian?" tanya Gala. Suaranya terdengar berat dan bergema dari balik helm, memicu amarah ketiga orang di depannya.

"Nggak usah banyak bacot! Tangan Lo harus patah malam ini!" teriak preman berkepala botak sambil merangsek maju, mengayunkan pipa besi lurus ke arah kepala Gala.

Gala menggeser tubuhnya beberapa sentimeter ke samping dengan refleks secepat kilat. Alunan besi itu hanya memotong angin kosong. Tanpa membuang momentum, Gala mencengkeram pergelangan tangan si botak, memutarnya dengan paksa hingga terdengar bunyi krek yang ngilu, lalu menghantam lututnya keras-keras ke perut pria itu.

" Argh!" si botak langsung tumbang, mengerang kesakitan sambil memegangi perutnya di aspal.

Melihat rekannya jatuh dalam satu gerakan, dua preman lainnya langsung maju beramaan dari arah kiri dan kanan. Si tato ular mengayunkan balok kayunya secara horizontal untuk mengincar kaki Gala, sementara preman ketiga mencoba menusukkan belati lipat arah rusuknya.

Gala melompat mundur untuk menghindari tebasan balok kayu, namun ujung belati preman ketiga sempat menggores jaket hitamnya. Merasa tertantang, Gala melepas helmnya dan melemparkannya keras-keras ke wajah pria berbelati.

 Bugh! Hantaman helm itu membuat hidung sang preman langsung mengucurkan darah segar.

Saat perhatian mereka teralih, Gala berputar dan melayangkan tendangan memutar yang telak mengenai rahang si tato ular. Kekuatan tendangan itu begitu masif hingga tubuh besar sang preman terlempar menghantam rolling door ruko di dekatnya, menimbulkan dentuman besi yang sangat nyaring.

Pria berbelati yang hidungnya berdarah mencoba bangkit dan menyerang kembali dengan kalap. "Mati lo!" teriaknya dengan urat leher yang menegang.

Gala tidak menghindar lagi. Ia maju menyongsong serangan, menangkap pergelangan tangan pria itu sebelum pisaunya menyentuh kulit, lalu membalikkan keadaan dengan bantingan judo yang sempurna. Tubuh preman itu terhempas keras ke tanah, mengakhiri permainan mereka.

Gala berdiri tegak di tengah jalan, napasnya memburu teratur di bawah lampu temaram jalan. Ketiga preman agensi 'Garis Depan' itu kini mengerang kesakitan di bawah kakinya, lumpuh total hanya hitungan menit. Identitas aslinya sebagai pewaris tunggal Samudra Group yang sengaja dirahasiakan oleh sang kakek demi melindunginya dari intrik internal, membuatnya tumbuh menjadi sosok yang tidak hanya jenius di otak, tetapi juga mematikan dalam pertarungan fisik.

Gala melangkah mendekati si tato ular yang masih sadar, lali menginjak dadanya dengan perlahan namun penuh tekanan.

"Sampaikan ke Bramantyo dan Kenzo," bisik Gala dengan tatapan mata yang berkilat kejam.

"Papan ketik gue masih utuh. Dan besok pagi, gue yang akan patahkan leher bisnis mereka."

Ia memungut helmnya, kembali menaiki motor trailnya, dan melesat pergi meninggalkan kegelapan ruko kosong, menyisakan ketakutan mendalam bagi orang-orang yang berani mengusik singa yang sedang menyamar.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!