NovelToon NovelToon
Kembar Beda Sifat

Kembar Beda Sifat

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Ketos / CEO
Popularitas:4.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ropha M.P

Eliza Mahendra adalah seorang gadis dengan julukan "Gadis Berhati Dingin" atau "Kulkas Berjalan" di sekolah elitnya, SMA Nusa Bangsa. Sebagai Ketua OSIS, ia menjalankan tugasnya dengan kedisiplinan tanpa kompromi, dihormati sekaligus ditakuti karena sifatnya yang misterius, irit bicara, dan tatapan tajamnya. Kehidupannya yang teratur dan dingin berbanding terbalik dengan kembarannya, Elzia, yang dua jam lebih muda. Meskipun memiliki wajah yang serupa, Elzia memancarkan kehangatan dan dikenal sebagai gadis yang lebih "bar-bar" dari gadis seusianya, bahkan diam-diam menyandang gelar "Queen Racing" di dunia balap.

Cerita ini mengandung unsur kekerasan, konflik mafia, dan ****** ******. Harap bijak dalam membaca.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ropha M.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dekapan Hangat

Amira kini masuk kedalam mansion ia mengerutkan keningnya karena rumah ini sepi

" Bi sitiii" Panggil Amira berjalan menuju dapur

" Iya nyonya ada apa " Jawab bi Siti yang tergesa-gesa dari dapur

" Dimana anak-anak bi apakah mereka belum pulang? " Tanya Amira menatap ke arah bi siti

"Tadi hanya ada Nona Eliza yang pulang Nyonya tapi Nona Eliza berpamitan lagi untuk pergi keluar " Ucap Bi Siti menjelaskan

"Keluar? " Tanya Amira sambil mengerutkan keningnya

"Iya Nyonya " Jawab Bi Siti

"Hm baiklah kau bisa kembali dan jangan lupa siapkan makan siang untuk Anak-anak ya Bi " Ucap Amira lalu pergi dari sana

Bi siti hanya mengangguk saja dan pergi menuju dapur untuk menyiapkan makan Siang

Di kediaman Biantara cukup berisik karena para inti Revloska

BRAAAKKK!

Engsel pintu malang itu hampir saja lepas saat dihantam dengan kasar. Efek kejut yang luar biasa itu sukses memancing insting terdalam dari orang-orang di dalam ruangan.

"Kodok duyung!"

"Kadal Sunda!"

"Biawak Mesir!"

"Deon benconG!"

Umpatan ajaib itu meluncur spontan dan saling bersahutan bagai paduan suara yang gagal. Suasana seketika hening. Para ibu-ibu yang hadir di sana langsung melongo, sebagian menangkup mulut dengan wajah memerah karena sadar kebun binatang tiruan baru saja lolos dari bibir mereka. Elzia sendiri sampai mengerjapkan mata berkali-kali, syok bukan karena dentuman pintu, melainkan karena absennya akal sehat dari absensi satwa tadi.

Sambil mengelus dadanya yang naik-turun, Resa—mamanya Dava—langsung melayangkan tatapan maut ke arah pelaku utama.

"Ya ampun, Dava! Kalau buka pintu itu yang benar dong!" semprotnya dengan nada melengking, berusaha menutupi rasa malunya setelah tidak sengaja mengabsen kadal dan biawak.

"Hehe maaf ma Dava gak sengaja oh iya ma mana Delon? " Tanya Dava kepada para ibu-ibu disana sedangkan Elzia hanya diam saja melihat interaksi mereka

"Delon? " Beo Resa mengerutkan keningnya

"Deon ma" Ucap Dimas menyebut nama Deon

"Kenapa bisa jadi Delon? " Tanya sarah mamanya Deon tapi setelah itu ia terkekeh pelan sudah biasa dengan kelakuan mereka

"Ada apa dengan Deon boy? " tanya Karina yang duduk di samping Elzia

"Dia ninggalin aku di atas pohon ma" Ucap Dava dan membuat muka cemberut

"Huekkkkk"

"Kamu kenapa sayang? " Tanya Alisa mamanya Dimas menatap ke arah Dimas khawatir

"Dimas mau muntah liat mukanya Dava mah"jawab Dimas sambil menunjuk ke arah Dava

Hal itu membuat mereka yang ada disana tertawa termasuk Elzia ia tidak menyangka jika para inti Revloska bercanda dan tertawa lepas

Sedangkan Rayyan hanya terkekeh saja

"Kenapa lo? " Tanya Deon melihat ke arah Dava, ia baru saja datang entah dari mana

"Sini lo " Ucap Dava mengejar Deon sedangkan Deon lebih dulu berlari sambil tertawa mengejek

"Kejar kalo bisa wleee" Ucap Deon di sela larinya

Sedangkan mereka yang sedang duduk hanya menatap malas melihat kedua manusia yang tidak bisa akur tersebut

"Oh iya Za kamu ke atas bangunkan Arkana ya buat makan siang" Ucap Karina pada Elzia

"Baik ma " Elzia langsung bangun dari tempat duduknya kemudian berjalan dan menaiki tangga menuju lantai dua

"Eh apa Elzia tau kamarnya Arkana? " Tanya Karina sambil menatap mereka yang sedang duduk

"Boy kamu susul Elzia untuk menunjukkan letak kamar Arkana " Ucap Raya mamanya Rayyan menatap ke arah Rayyan yang sedang bermain ponsel

"Baik ma" Ucap Rayyan lalu langsung pergi menuju lantai dua

Di lantai dua

Rayyan melihat ke arah Elzia yang mondar-mandir

"Ada apa? " Tanya Rayyan menatap ke arah Elzia

"Gue gak tau kamar Arkana yang mana"jawab Elzia karena buru-buru ia sampai lupa untuk bertanya dimana kamar Arkana

"Kamar Arkana paling ujung" Ucap Rayyan sambil menunjuk kamar yang paling ujung

Elzia melihat arah tunjuk Rayyan ia langsung pergi tidak lupa mengucapkan terimakasih, sedangkan Rayyan langsung ke kamarnya untuk beristirahat

Di lantai dua sudah tersedia kamar masing-masing inti Revloska kenapa mereka memiliki kamar masing-masing? Karena para inti Revloska jika main ke rumah Arkana terkadang suka malas untuk pulang dan memilih untuk tidur di rumah Arkana

Para orang tua juga kadang-kadang bisa menginap jadi tidak diherankan lagi

Elzia sudah berada di depan pintu kamar Arkana

Tok... Tok... Tok...

Hening tidak ada suara hal itu membuat Elzia mengerutkan keningnya

Tok... Tok... Tok....

Elzia memgetok sedikit menggunakannya tenaga tapi masih Hening

"Dia ini tidur apa gimana sih " Guman Elzia mulai kesal

Tok.... Tok... Tok...

ketukan pintu sudah keras ayolah ia hanya memiliki sedikit kesabaran

"Kalo lo ketuk pintu tanpa berbicara sampai lo tua juga gak bakal di bukain sama Arkana " Ucap Dimas tiba-tiba hal itu hampir membuat Elzia kaget

Disana juga ada Dava dan Deon mereka sudah dari tadi melihat Elzia yang sedang mengetok pintu

"Jadi begitu " Guman Elzia tersenyum kesal

TOKK.. TOKK.. TOK...

Habis sudah kesabaran Elzia

"Mampus ternyata pawangnya Arkana ganas juga " Ucap Deon sambil menahan tawa

"Bakal seru ni aduh perut gue sakit " Ucap Dava sambil memegang perutnya ia tidak tahan ingin tertawa ketika melihat raut wajah Elzia

"Udahlah gue masuk duluan gak kuat anjirr " Ucap Dimas dengan cepat masuk kedalam kamarnya ia juga sudah tidak tahan ingin tertawa melihat ekspresi Elzia seperti Rentenir yang sedang menagih utang

TOKKK... TOK.....

Ceklek

Tuk

Arkana memejamkan matanya ketika keningnya di ketuk

Sedangkan Elzia cukup kaget dan bahkan tidak sengaja mengetuk kening Arkana

Dava dan Deon jangan ditanya keduanya masuk kedalam kamar Deon untuk tertawa, keduanya berguling-guling di lantai karena melihat ekspresi Arkana yang kena ketuk

"Hahaha lo liat gak wajah Arkana sumpah ngakak njirrr" Ucap Deon di sela tertawa nya

Untung saja kamar itu ada kedap suara kalo nggak mungkin ketawa keduanya akan terdengar sampai ke lantai bawah

"Kenapa gak ngomong kalo itu kamu yang mengetok pintu? " Tanya Arkana menatap ke arah Elzia

"Oh jadi harus ngomong dulu gitu " Ucap Elzia kesal kemudian hendak berbalik pergi tapi...

Sett

Ceklek

"AR LO NGAPAIN? " kaget Elzia ketika Arkana menarik dan menggendong nya masuk dan menutup pintu

"Ar turunin gue " Ucap Elzia yang hendak turun

"Lo mau ngapain Ar? " Panik Elzia ketika Arkana membaringkannya di atas kasur

Arkana tak menghiraukan teriakan Elzia ia menaiki Ranjang dan mendekati Elzia hal itu membuat Elzia Bergeser

Sett

"Ar lo ngapain? " Tanya Elzia yang berusaha melepaskan pelukan Arkana

"Diam!! " Ucap Arkana datar

"Aku mau tidur " Ucap Arkana yang mulai memejamkan matanya

"Tapi mama menyuruh ku membangunkanmu untuk makan siang Ar " Ucap Elzia yang masih berada di dekapan Arkana

"Itu nanti saja lagi pula masih di persiapkan " Ucap Arkana datar tapi tidak se datar biasanya

Elzia tidak bisa lagi berkata-kata ingin melepaskan pelukan Arkana tidak bisa karena tenaga keduanya sangat jauh berbeda

Lama kelamaan matanya mulai mengantuk, Elzia mendongak menatap wajah damai Arkana

"Tidur sebentar gue rasa itu tidak menjadi masalah " Ucap Elzia kemudian memejamkan matanya dan mulai tertidur

Keduanya masuk kedalam mimpi masing-masing

Sedangkan di lantai bawah terlihat para ibu-ibu sedang memasak untuk makan siang

"Apa Elzia udah turun? " Tanya Karina menatap kearah mereka

"Aku rasa Elzia belum turun Rin " Ucap Resa

"Sudahlah seperti tidak pernah muda saja kau ini Rin " Ucap Raya terkekeh pelas

"Nanti kita bangunkan mereka jika semuanya sudah siap " Ucap sarah menyiapkan tempat alat makan

"Biar aku saja yang membangun kan mereka nanti, aku rasa mereka semua tertidur " Ucap Alisa yang sedang mengiris buah-buahan

Mereka semua tertawa karena cerita hal-hal kecil yang menurut mereka

1
Salwa Blora
kak lanjut semangat terus kak 😁😁
Ropha M.P: terimakasih kak telah menyempatkan diri membaca cerita aku, jangan lupa di like ya kak biar makin semangat nih buat cerita nya😍
total 1 replies
aytysz
Semangat yaa kak! kalau kakaknya ada waktu luang, boleh dong berkunjung ke profil ku .. di sana ada cerita sederhana yang mungkin kakaknya suka ♡
anggita
like👍 iklan☝, tiap bab cukup panjang juga🤔.👌oke lah😊.
Ropha M.P: hehe Terima kasih Kak, jangan lupa like ya kak biar makin semangat aku Update😍🙏
total 1 replies
Evi 060989
up lg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!