Sepahit inikah hidup?
"Lepaskan aku brengsek," teriak seorang gadis sambil meronta-ronta.
Seringai senyum ditorehkan oleh bibir manis seorang pemuda.
Cup.
Kecupan manis dia berikan pada bibir gadis yang ada di hadapannya. Tak lama kemudian kecupan itu berubah menjadi lumatan yang rakus. Tidak butuh waktu yang lama Jino mengakhiri ciuman itu dengan sebuah gigitan kasar pada bibir mungil sang gadis sampai berdarah.
Gadis itu menangis sambil memegang sudut bibirnya yang berdarah.
"Itulah balasannya jika kamu berani membentak lintangku. Aku tahu aku tak bisa menghentikan perjodohan ini. Tapi aku akan memberimu neraka sampai kau memohon pada orang tuamu supaya mengakhiri perjodohan kita,"
ucap Jino dengan tegas lalu melangkah pergi meninggalkan Kisya yang masih menangis.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Cerita tentang luka dan cinta, tentang persahabatan dan air mata, tentang Jino dan Kisya, tentang mereka yang tidak sadar arti sebuah cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Evangelin Harvey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mingguku
Setelah lelah bekerja seminggu penuh. Akhirnya Jino bisa merasakan nikmatnya bangun siang. Tapi sayangnya itu hanya angan-anganya saja. Tetap saja Jino harus bangun pagi karena si kecil Vano sudah bangun sedari jam 5 pagi.
Vano menangis kencang karena kehausan. Jino dengan badan lemasnya terbangun dan membuatkan susu. Setelah itu langsung Jino memandikan sang buah hati . Usia Vano kini sudah menginjak dua bulan. Jino turun sambil menggendong sang buah hati .
"Jino hari ini mau kemana?..
Ucap papa sambil meneguk susu vanila nya.
"Mau belanja keperluan Vano pa"
Ucap Jino sambil menidurkan Vano di strolernya.
"Baiklah papa sama Mama ikut!..
Ucap tuan Geovandra lugas.
"Hmm
Ucap Jino pelan.
Sedang Jeff hanya asik memakan roti nya.
Mama murni hanya terdiam sepertinya dia tidak nafsu makan. Papa Geovandra memperhatikan namun hanya diam. Jino mulai memakan nasi gorengnya. Setelah selesai makan Jino membawa Vano ke sebuah supermarket. Papa dan mama pun ikut dengan mobil yang berbeda.
Mereka sudah berada di pusat perbelajaan. Jino mendorong troli dengan Vano berada dalam gendongan depan. Jino memilih diapers dan beberapa kardus susu untuk si kecil.
Sampai troli nya sudah penuh dengan belanjaan.
Mama papa mengekor di belakang berbelanja beberapa makanan.
"Jino apa mau langsung pulang?..
Ucap papa Geovandra.
"Tidak pa, Jino mau ketemu teman dulu"
"Baiklah kami pulang duluan!..
Lalu papa dan mama langsung melaju dengan mobilnya.
Sedang Jino Masi sibuk memberi Vano susu. Jino terduduk di resto di dalam mall tersebut . Pundaknya mulai pegal beberapa jam menggendong Vano. Dan strolernya ada di dalam mobil. Sehingga Jino tidak bisa menidurkan bayinya. Jino meneguk jus jeruknya sampai habis. Tiba-tiba Jino melihat Kisya .
Iya kisya sedang bersama dengan Lintang selesai berbelanja beberapa baju dan sepatu. Jino terdiam dan pura-pura tidak melihat. Tetapi Kisya berteriak dan menghampiri Jino.
"Hallo kak.. hallo baby Vano"
Ucap kisya dengan senyuman manisnya.
Sedang Lintang hanya terdiam. Lintang sama sekali tidak mau menatap Jino.
"Ayo Kis kita makan !
Ajak Lintang
"Lin kita makan di sini saja bareng kak Jino..
Ucap Kisya
Jino hanya terdiam dengan senyuman ya. Jino sebenarnya sangat kikuk karena harus bertemu dengan Kisya dan Lintang.
Lintang akhirnya duduk bersama Kisya di mejanya Jino .
Mereka mulai Menesan makanan . Jino Masi sibuk dengan dot bayinya . Kisya menawarkan diri untuk menggendong Vano namun Kisya sendiri belum makan. Jadi Jino mempersilahkan Kisya untuk makan Dahulu.
Beberapa saat kemudian boy datang bersama dengan Jeff.
"Sayang "
Ucap boy sambil mengecup kening Lintang dengan sangat lembut .
Deg
Jino merasa hatinya remuk. Melihat Lintang di kecup di hadapannya . Masi tersisa sebuah rasa untuk Lintang. Bagaimana pun tidak mudah bagi Jino untuk melupakan Lintang . Hatinya kini bagai Ter iris . Melihat kedekatan Boy dan Lintang. Nafasnya terasa amat berat. Dia sebisa mungkin menahan semua beban berat dihatinya.
Jeff sedang asik berbicara dengan Kisya . Jeff bahkan menyuapi Kisya . Kisya begitu manja terhadap Jeff. Sesaat hati Jino bagaikan hancur berkeping-keping. Rasa sakitnya terasa amat melirih. Jino merasa menjadi pecundang . Amat berat rasa sesak di dadanya. Lintang dengan sengaja bermanja-manja dengan Boy. Mata Jino sudah mulai memerah. Jino mencoba untuk tegar dan bertahan. Sebenarnya dia sudah ingin pergi karena hatinya begitu sakit.
Disini Jino bagaikan kambing conge yang berada di antara dua pasangan yang saling melekat.
"Sayang cincin yang aku pilihkan baguskan?...
Ucap Boy sambil mengelus rambut Lintang dengan lembut.
"Iya sayang.. aku ingin segera memakai cincin itu sayang!..
Ucap Lintang manja.
"Sabar lah sayang cuma beberapa hari lagi kita akan menikah!..
Ucap Boy sambil mengecup kening Lintang untuk kesekian kali.
Jino merasa sangat gerah. Ingin rasanya dia beranjak dari meja itu. Namun. Dirinya seperti kaku tak bisa bergerak.
Tiba-tiba Vano menangis. Bersyukur lah ada alasan Jino untuk pergi dari sana. Kisya merasa iba melihat Jino . Kisya ingin mengejar Jino namun Jeff menahan tangan Kisya .
"Kenapa kak?..
Ucap Kisya.
"Biarkan saja ,sebaiknya kamu habiskan makanan kamu dulu sayang!..
Ucap Jeff dengan senyum manisnya.
Dan Kisya menggangguk. Kisya melanjutkan makanya.
Begitu pula Lintang dan boy. Mereka menikmati makan siang mereka.
Jino sudah berdiri jauh dari meja mereka. Tanpa terasa air mata Jino menetes pula. Rasa sakit hatinya belum hilang karena Lintang begitu berarti dihatinya.
"Aku harus segera melupakanmu lintang"
Ucap Jino dalam hatinya. Sambil menyeka air mata yang menetes.
Jino menatap sang buah hati.
"Tidak apa-apa, ada kamu dan Daddy akan bahagia bersamamu sayang!..
Ucap Jino sambil mengecup kening bayinya dengan lembut.
"Kak apa kamu menangis ?..
Suara Kisya memecah hayalan Jino. Membuat Jino terkejut. Jino menyeka air matanya. Dan mencoba tersenyum pada Kisya.
"Tidak "
Tangkas Jino menggelengkan kepalanya.
"Sini kak biar aku gendong baby Vano!..
Ucap Kisya berharap.
"Tapi Kis aku engga bisa, aku mau ke kolam renang!..
Ucap Jino dengan senyumanya.
"Oh Kaka mau berenang ya?..
"Iya Kis, aku permisi dulu!..
Ucap Jino menghindari Kisya .
"Tunggu kak!..
Kisya menarik tangan Jino yang hendak pergi meninggalkanya.
" Ada apa kis?..
Ucap Jino sambil menatap Kisya .
"Bolehkan aku ikut kak!..
Ucap Kisya memelas.
"Maap tidak bisa!..
Ucap Jino dengan senyuman manisnya.
"Aku hanya ingin bersama Vano kak!..
Ucap Kisya dengan mata yang berkaca-kaca.
Jino sungguh tidak tega melihat Kisya hampir menangis, tetapi Jino tidak mau ada masalah dengan Jeff karena jino tau Jeff pasti akan marah padanya.
"Maap Kis kakak tidak bisa!..
Ucap Jino sambil pergi tanpa menghiraukan kisya.
Kisya merasa kecewa dan kembali ke meja resto. Hati Kisya tak karuan. Dia benar-benar merindukan bayi kecil itu.
"Ada apa ini wajahmu mendung?..
Ucap Lintang .
"Lintang sebenarnya kak Jino biasa berenang di mana?...
Ucap Kisya pelan.
"Dia biasa berenang di dekat kampusnya, memangnya kenapa?..
Ucap Lintang merasa heran.
"Lihatlah dia bahkan membawa bayi kecil ke kolam renang"
Ucap Kisya dengan wajah kesal.
"Yasudah lah biarkan, itukan bayinya"
Ucap Lintang dengan senyuman manisnya.
Kisya Masi cemberut. Wajahnya benar-benar badmood.
"Sayang kamu pasti rindu pada baby Vano?...
Ucap Jeff Menggenggam tangan Kisya dengan Lembut.
"Iya"
"Yasudah Minggu depan kamu main ke rumahku dan kamu bisa bermain bersama vano sepuas nya!..
Ucap Jeff dengan Senyuman manisnya. Nisya pun tersenyum.
"Ingin Rasanya segera Minggu depan". Ucap Kisya dalam hatinya.
"Kak boleh aku pulang duluan!..
Ucap Kisya pelan.
"Ko duluan sih Kis?..
Ucap Lintang.
"Aku cuma ingin tidur saja!..
Ucap kisya dengan senyuman
"Baiklah ayo aku antar!..
Ucap Jeff.
Lalu Kisya dan Jeff pamit lebih dahulu. Jeff mengantarkan Kisya ke rumahnya .
"Sayang aku temenin ya, kan bunda tidak ada"
Ucap Jeff .
"Tidak perlu kak, kakak pulang saja kikis hanya ingin tidur"
Ucap Kisya dengan senyuman.
"Bener nih?..
"Iya kak..makasi ya dah anterin kikis!..
"Sama -sama"
Lalu Jeff segera berangkat. Kisya menatap mobil Jeff sampai tidak terlihat lagi. Kisya lalu menelepon taxi online.
Butuh waktu 10 menit sampai tadi online itu datang. Lalu Kisya segera masuk ke dalam taxi itu. Entah Kisya mau kemana sampai Kisya harus berbohong pada Jeff dan Lintang.
*******
Jino menidurkan baby Vano distroler. Menyimpan stroler di samping kolam renang. Jino sudah siap dengan. Baju renangnya. Serta kaca mata renangnya.
"Dede bobo ya, Daddy mau berenang dulu!..
Ucap Jino sambil mengelus pipi bulat sang Jino junior.
Jino mulai pemanasan. Dan datang beberapa orang temanya yaitu zack dan Alvin. Mereka adalah teman sesama atlit.
"Hi sob.. wah sudah jadi papa saja"
Ucap Zack sambil menepuk pundak Jino. Dan Jino hanya tersenyum.
"Masi siap tanding nih?..
Ucap Alvin
"Siapa takut"
Ucap Jino menyeringai.
Jino merasakan bau kolam renang kesukaanya. Suasana kolam renang yang sudah lama dia tinggalkan.
Dahulu separuh hidupnya berada di kolam ini. Tetapi semenjak kasusnya bersama Kisya sehingga Jino melupakan kolam renang untuk sementara.
Lalu ketiga pria tampan itu segera bersiap untuk berlomba. Mereka langsung nyebur dan saling berlomba menjadi yang tercepat.
Jino merasa badanya begitu fit. Jino memimpin dengan sangat keren. Padahal sudah lama tidak berenang tetapi Jino memang bukanlah tandingan Zack dan Alvin.
Di saat Jino dan yang lain sedang asyik berenang untuk menjadi yang tercepat. Seseorang datang menghampiri bayi kecil yang sedang tertidur dengan lelap.
Bersambung.
kan masih ad solusi lain .
masih berharap Jeff selamat
love you Jeff😍😍