NovelToon NovelToon
MAHAR 1 MILIAR: AKU JUAL DIRI, TAPI AKU TIDAK JUAL HARGADIRI

MAHAR 1 MILIAR: AKU JUAL DIRI, TAPI AKU TIDAK JUAL HARGADIRI

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Romantis / Aksi
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: wiwi

Saat keluarganya menjualnya demi uang, Lin Qingyan diselamatkan oleh pria misterius bernama Gu Beichen dan dipaksa menikah dengannya.
Ia mengira itu hanya pernikahan palsu.
Sampai ia tahu suaminya adalah pria paling berbahaya di dunia.
Ketika putri mereka lahir membawa darah kuno yang diincar seluruh dunia, perang besar pun dimulai.
Dan siapa pun yang berani menyentuh keluarganya... akan lenyap.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon wiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Orang yang Mengambil Masa Laluku

📖 BAB 18: Orang yang Mengambil Masa Laluku

Ruang kerja Madam Qin masih dipenuhi ketegangan saat Qingyan membaca pesan itu untuk ketiga kalinya.

Mereka terlambat. Aku sudah ambil duluan.

Jika ingin tahu siapa dirimu, datang sendiri.

Jangan bawa Gu Beichen. Dia sudah terlalu dekat dengan kebenaran.

Alamat gereja tua itu berada di pinggir kota, kawasan yang sudah lama ditinggalkan pembangunan.

Tangannya mendingin.

Seseorang baru saja mencuri berkas kelahirannya.

Seseorang tahu ia sedang berada di mansion Qin.

Seseorang tahu hubungannya dengan Gu Beichen.

Dan yang paling mengganggu—

orang itu terdengar yakin Qingyan akan datang.

Madam Qin masih berbicara dengan kepala keamanan, tak sadar bahwa jawaban atas pencurian mungkin sedang bergetar di tangan gadis yang ia curigai.

Armand sedang memeriksa brankas kosong.

Serin memutar-mutar pena seperti sedang menonton drama favoritnya.

Qingyan menyimpan ponsel perlahan.

Belum saatnya memberi tahu siapa pun.

“Semua pintu diperiksa ulang!” bentak Madam Qin.

“Ya, Madam.”

“Tak ada staf keluar mansion sampai pagi.”

“Ya, Madam.”

Ia menoleh tajam ke Qingyan.

“Kau punya sesuatu untuk dikatakan?”

Qingyan mengangkat alis.

“Ya.”

“Bicara.”

“Brankas Anda jelek. Mudah dibobol.”

Serin menutup mulut menahan tawa.

Madam Qin nyaris meledak.

Armand malah tersenyum.

“Sepupu, bakat bertahan hidupmu luar biasa.”

“Aku dibesarkan tanpa pilihan.”

Saat semua orang sibuk, Qingyan mundur pelan menuju lorong.

Serin menangkap gerakannya.

“Kau mau ke mana?”

“Kamar. Aku lelah.”

“Kau berbohong.”

“Dan kau terlalu santai.”

Serin mendekat satu langkah.

“Aku tahu wajah orang yang baru dapat informasi penting.”

Qingyan menatapnya.

“Aku juga tahu wajah orang yang terlalu suka mengorek.”

Serin tersenyum tipis.

“Kalau kau kabur malam ini, pilih sepatu datar.”

Ia berbalik dan pergi.

Qingyan membeku sesaat.

Itu peringatan... atau izin?

Ia kembali ke kamar dan langsung mengunci pintu.

Ponsel kembali bergetar.

Nama di layar:

Gu Beichen

Ia mengangkat cepat.

“Kau tahu ada pencurian?”

“Tahu.”

“Tentu saja kau tahu.”

“Kenapa napasmu berbeda?”

Qingyan menatap kosong.

“Apa?”

“Kau gugup.”

“Kau detektor emosi sekarang?”

“Hanya untukmu.”

Ia menelan jawaban spontan yang hampir keluar.

“Ada pesan masuk,” katanya akhirnya.

Sunyi sejenak.

“Dari siapa?”

“Nomor misterius.”

“Bacakan.”

Ia membacanya perlahan.

Semakin lama, suara Beichen semakin dingin.

“Jangan pergi.”

“Kau bahkan belum dengar alamatnya.”

“Aku tak butuh.”

“Aku mungkin dapat jawaban.”

“Kau mungkin dapat peluru.”

“Aku lelah selalu disuruh diam.”

“Aku lelah selalu menyelamatkanmu dari keputusan buruk.”

Kalimat itu menusuk.

Qingyan membalas tajam,

“Aku tak pernah minta diselamatkan.”

Suara di telepon hening dua detik.

Lalu Beichen berkata pelan,

“Itu bohong.”

Ia memutus sambungan.

Dadanya naik turun cepat.

Kenapa setiap bicara dengannya berakhir seperti perang?

Kenapa setiap perang itu terasa... personal?

Ia menatap cermin.

“Aku bisa pergi sendiri.”

Kalimat itu terdengar berani.

Juga bodoh.

Tiga puluh menit kemudian, dengan hoodie hitam, celana gelap, dan sepatu datar—saran Serin ternyata berguna—Qingyan keluar lewat pintu layanan belakang.

Taman mansion sunyi.

Kabut malam turun tipis.

Ia hampir berhasil melewati gerbang samping ketika suara rendah terdengar dari balik bayangan.

“Pilihan mode kaburmu mengecewakan.”

Qingyan menutup mata.

“Kenapa aku tidak terkejut?”

Gu Beichen melangkah keluar dari mobil hitam yang terparkir gelap.

Mantel panjang, tangan di saku, wajah dingin.

Ia tampak seperti masalah mahal.

“Kau mengikutiku?”

“Aku menunggumu.”

“Itu sama saja.”

“Tidak. Lebih efisien.”

“Aku bilang jangan ikut campur.”

“Kau bilang banyak hal salah malam ini.”

“Aku bisa pergi sendiri.”

“Dan aku bisa tertawa, tapi sedang tak mood.”

Ia membuka pintu mobil belakang.

“Masuk.”

“Tidak.”

“Qingyan.”

“Beichen.”

Mereka saling menatap seperti dua orang keras kepala profesional.

Akhirnya ia mendesis kesal dan masuk ke mobil.

“Suatu hari aku akan benar-benar meninggalkanmu.”

“Aku punya tim untuk mencarimu.”

“Psikopat.”

“Terima kasih.”

Mobil melaju ke pinggir kota.

Han menyetir kali ini, wajahnya datar seperti patung yang lelah.

“Saya cuti emosional setelah ini,” gumamnya.

Gereja tua itu berdiri di atas bukit kecil, dikelilingi pohon mati dan pagar besi berkarat.

Bangunan batu kusam, jendela pecah sebagian, lonceng tak lagi berbunyi.

Tempat sempurna untuk hantu, rahasia, atau mantan pasangan berbahaya.

“Romantis,” kata Qingyan.

“Murahan,” jawab Beichen.

Mereka masuk dengan senter kecil.

Aroma debu dan kayu lembap memenuhi udara.

Bangku-bangku kayu tua berjajar menghadap altar retak.

Di atas altar, sebuah kotak kayu kecil diletakkan rapi.

Qingyan melangkah mendekat.

“Jangan sentuh dulu,” kata Beichen.

“Kenapa?”

“Karena orang yang suka teka-teki biasanya juga suka bom.”

Han mengangguk serius.

“Statistik sosial yang valid.”

Beichen membuka kotak dengan alat kecil.

Di dalamnya hanya ada satu benda:

sebuah kaset video mini lama.

Dan secarik kertas.

Qingyan mengambil kertas itu.

Untuk gadis yang seharusnya mati malam itu.

Tangan Qingyan gemetar.

Tiba-tiba pintu gereja tertutup keras.

Lampu senter padam serentak.

Han mengumpat pelan.

“Pemutus sinyal.”

Suara langkah kaki bergema dari balkon atas gereja.

Seseorang bertepuk tangan perlahan.

“Indah sekali. Kalian tetap datang.”

Lampu cadangan menyala redup.

Seorang wanita berdiri di balkon.

Usia sekitar empat puluh, rambut pendek rapi, mantel gelap, mata tajam penuh luka lama.

Qingyan menatapnya tanpa sadar.

Ada sesuatu yang familiar.

Wanita itu tersenyum tipis.

“Kau tumbuh lebih keras dari dugaan saya.”

“Siapa Anda?”

Wanita itu memandang Beichen dulu, lalu kembali ke Qingyan.

“Namaku Mira.”

Ia turun satu anak tangga.

“Dan dua puluh lima tahun lalu... aku adalah orang yang membawamu keluar dari api.”

Jantung Qingyan seperti berhenti.

“Bohong,” kata Beichen dingin.

Mira menatapnya malas.

“Kau selalu seperti ayahmu. Datang dengan wajah tak menyenangkan.”

Qingyan menegang.

“Kau kenal ayahnya?”

“Sayangnya.”

Ia melangkah turun lagi.

“Gu Zhengyuan membantu Elena menyelundupkan beberapa anak keluar fasilitas malam itu.”

“Beberapa anak?” bisik Qingyan.

Mira mengangguk.

“Kau bukan satu-satunya yang selamat.”

Ruangan membeku.

Han menatap Beichen.

Beichen menatap Mira seperti sedang menghitung cara tercepat mematikan seseorang.

Qingyan hanya bisa berkata,

“Apa maksudmu... bukan satu-satunya?”

Mira tersenyum pahit.

“Artinya, gadis kecil... masih ada yang lain seperti dirimu.”

Dan dari bayangan belakang altar, terdengar langkah kaki kedua.

Seseorang keluar perlahan.

Seorang wanita muda.

Wajahnya... sangat mirip Qingyan.

BERSAMBUNG

1
Karo Karo
terus Madan gu itu siapa Thor ahhhhhhh pusing pala Barbie 🫨
Karo Karo
kamu asisten di mna2 Han 🤣
Karo Karo
lah aku kira dah mati
Karo Karo
🤣 kurang romantis Han
Karo Karo
🤣🤣🤣 antrian kemana alam baka 🤭
Karo Karo
kau membuat pembaca seperti ku mumet thor belum selesai Maslah 1 muncul lagi untung di selingi tawa 😭 serah lu lah Thor 🫰🏻
Karo Karo
sabar Han 🤣
Karo Karo
aku kira benci dulu nanti cinta 🤣🤣🤭
Karo Karo
aku juga baiming 🤣🤣🤣🤣
Karo Karo
mantap aku suka gayamu 🤭🤣
Karo Karo
🤣 gila
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!