NovelToon NovelToon
Benih Rahasia Mafia

Benih Rahasia Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Single Mom / Anak Genius
Popularitas:25.1k
Nilai: 5
Nama Author: Senja

Tujuh tahun lalu, malam penyerangan musuh menghancurkan segalanya.

Venus terpaksa pergi membawa rahasia kehamilan yang belum sempat diungkapkan pada suaminya—Dante.

Kini, Venus harus bertahan hidup bersama Sean, putra mereka yang memiliki tatapan sedingin es milik ayahnya.

Saat takdir mempertemukan mereka kembali, dunia Venus seketika runtuh. Dante telah menikah lagi dengan wanita yang menyelamatkan nyawanya.

Meski Dante tak pernah mencintai istri barunya dan terus mencari Venus, Venus memilih bungkam. Venus tak ingin menghancurkan rumah tangga pria itu.

Namun, saat mata Dante tertuju pada sosok Sean, rahasia tujuh tahun itu terancam

Akankah Dante berhasil menemukan Venus dan mengenali Sean sebagai putranya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 21 Lepaskan Aku Dante!

"Lepaskan aku, Dante! Apa yang kau lakukan ini salah!"

Suara Venus bergetar, napasnya memburu saat punggungnya menyentuh seprai yang dingin.

Dante tidak menjawab dengan kata-kata, ia justru mengunci kedua tangan Venus di atas kepala, menatapnya dengan binar posesif yang sanggup membakar akal sehat.

"Salah?" bisik Dante serak, wajahnya hanya berjarak beberapa milimeter dari bibir Venus. "Mencintai istriku sendiri adalah kesalahan? Setelah tujuh tahun aku hidup dalam neraka karena mengira kau sudah tiada?"

"Aku bukan istrimu lagi! Kau suami Bianca!" Venus mencoba meronta, namun sentuhan Dante di lehernya, membuat seluruh tubuhnya lemas. Kerinduan itu seperti racun yang menyebar cepat, melumpuhkan logika yang selama ini ia bangun setinggi gunung.

Dante mengecup keningnya, lalu turun ke pipi, dan berakhir di ceruk leher Venus. "Status itu hanya sampah di atas kertas, Sayang. Kau tahu siapa pemilik hatiku yang sebenarnya. Jangan melawanku lagi, biarkan aku memilikimu malam ini."

Venus memejamkan mata, air mata mengalir dari sudut netranya. Ia hampir saja menyerah. Ia hampir saja membiarkan tangan Dante menelusuri lekuk tubuhnya lebih jauh.

Saat gaunnya mulai terbuka, bayangan wajah Bianca yang sombong dan peringatan Sean di rumah terlintas di pikirannya.

Dengan sisa tenaga yang ia miliki, Venus memberikan sentakan kuat. Ia mendorong dada bidang Dante hingga pria itu terhuyung mundur di atas ranjang.

Venus segera bangkit, merapikan gaunnya yang berantakan dengan tangan gemetar.

"Cukup, Dante! Cukup!" teriak Venus, suaranya pecah oleh emosi.

"Kenapa, Venus? Kau menginginkanku, aku bisa merasakannya!"

"Ya, aku merindukanmu sampai rasanya ingin mati! Tapi aku tidak akan membiarkan diriku menjadi wanita simpanan!" Venus menunjuk wajah Dante dengan telunjuk yang bergetar.

"Selama kau masih terikat pernikahan dengan wanita ular itu, jangan pernah menyentuhku lagi. Aku punya harga diri, dan aku tidak akan membiarkan Sean memiliki ibu yang menghancurkan martabatnya sendiri!" ucap Venus lagi.

Dante menggeram frustrasi, ia mengacak rambutnya dengan kasar. "Aku sedang mengurus perceraian itu! Kau tahu betapa liciknya keluarga Rodriguez, aku butuh waktu untuk mencabut akar mereka tanpa membahayakanmu!"

"Kalau begitu, selesaikan dulu urusanmu. Setelah kau benar-benar bebas, baru kau boleh mencariku. Sampai saat itu tiba, kita adalah orang asing," ucap Venus tegas. Ia menyambar tasnya dan berlari keluar kamar, meninggalkan Dante yang memukul dinding kamar hotel dengan tinjunya.

"Sialan!" umpat Dante parau. Rencananya gagal total. Ia ingin mengikat Venus malam ini, ingin menanamkan benihnya di rahim istrinya agar wanita itu tidak punya alasan lagi untuk lari darinya.

Ia ingin membuat Venus kembali ke Mansion Carson dengan alasan kehamilan, namun ketegaran Venus justru meruntuhkan segalanya.

Di luar pintu, Leo berdiri mematung dengan wajah kaku. Saat pintu kamar terbanting terbuka, ia melihat Venus keluar dengan rambut sedikit berantakan dan mata yang sembap.

"Leo, berikan topengku," ucap Venus singkat, suaranya dingin tak tersentuh.

Leo yang sejak tadi memegang topeng kulit milik kakaknya segera menyerahkannya. "Kak... kau baik-baik saja?"

Venus tidak menjawab. Ia memakai topeng itu dengan gerakan cepat, menyembunyikan kembali wajah aslinya di balik kulit buatan yang kaku. "Ayo pulang. Sekarang."

Leo mengernyitkan dahi, melirik ke arah pintu kamar yang masih tertutup rapat, lalu beralih menatap kakaknya yang berjalan cepat menuju lift. Rasa penasaran yang memuncak membuatnya tak tahan untuk bertanya.

"Tunggu, Kak!" Leo menyusul langkah Venus, lalu berbisik sangat pelan, "Apa... apa kalian sudah melakukannya? Maksudku, kalian di dalam sana cukup lama dan kak Dante nampak sangat... bersemangat."

Venus menghentikan langkahnya tepat di depan pintu lift. Ia menoleh perlahan, memberikan tatapan yang seolah sanggup membekukan darah Leo.

"Belum, bodoh!" desis Venus tajam.

Leo mengerjap, sedikit terkejut dengan nada bicara kakaknya yang ketus. "Belum? Tapi tanda di lehermu itu—"

"Leo, jika kau mengucapkan satu kata lagi soal apa yang terjadi di dalam sana, aku akan memastikan kau tidur di kandang anjing malam ini," potong Venus dengan nada mengancam yang tidak main-main.

Leo langsung mengatupkan mulutnya rapat-rapat. Ia tahu jika Venus sudah dalam mode seperti ini, nyawanya sedang dipertaruhkan. Mereka masuk ke dalam lift dalam keheningan yang mencekam.

Di dalam mobil, saat mereka melaju menembus jalanan Amsterdam, Leo kembali melirik Venus dari kaca spion. Ia melihat kakaknya itu menatap ke luar jendela dengan tatapan kosong, tangannya terus mengusap bibirnya yang mungkin masih merasakan bekas ciuman Dante.

"Kak," panggil Leo lebih lembut. "Maafkan aku. Aku hanya khawatir. Kak Dante itu pria yang berbahaya jika keinginannya tidak dituruti."

"Aku tahu," jawab Venus lirih, suaranya kini terdengar letih. "Tapi aku lebih takut kehilangan diriku sendiri daripada kehilangan dia, Leo. Aku harus kuat demi Sean. Aku tidak boleh membiarkan perasaan ini menghancurkan rencana kita untuk menjatuhkan Bianca."

Leo mengangguk paham. Ia mencengkeram setir lebih erat, berjanji dalam hati bahwa ia akan mempercepat rencana Sean untuk merayu Bianca. Jika Dante gagal mendapatkan Venus malam ini, maka ia harus memastikan Bianca kehilangan segalanya agar kakaknya bisa kembali menjadi Nyonya Carson yang sah tanpa ada bayang-bayang madu di hidupnya.

"Kita akan menyelesaikannya, Kak. Aku janji," ucap Leo mantap.

Venus hanya mengangguk pelan, memejamkan matanya di balik topeng monster itu, berusaha mengubur debaran jantung yang masih meneriakkan nama suaminya.

1
Tiara Bella
pedes bngt loh Dante kata² anakmu...
Nice1808
bacanya sambil mewek lihat sean yg menangis dlm pelukan dante😭.Ayolah sean terima dan maafkan papamu agar bianca gk ambil papamu lagi🤣
Senja: kyak Teletubbies😆
total 3 replies
Arbaati
othooor...tanggung jawab...aku mewek ini
Senja: peluk jauh kak😚
total 1 replies
Sri Rahayu
ayolah Sean maafkan papa mu...karena semuanya itu bukan keinginan Dante...lanjut Thorr😘😘😘😘😘
Senja: Siapp
total 1 replies
tinie
akhirnya mulai luluh tembok dingin itu😭😭😭
Senja: huuhuhum
total 1 replies
Sri Rahayu
baru tau kamu Dante....anak mu Sean sangat cerdas, mulutnya pedas dan pemberani...lanjut Thorr😘😘😘
tinie
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/🤣rasakan kau dantee
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
tidak bergeming = tidak diam?
Senja: Beda2 ya kak, 🤣🤭
total 4 replies
tia
nikmati benih u dante 😁😁
🇧🇬
😆😆😆
D
infooo si Venus makan apa sih waktu hamil??
sampe punya anak seJenius Sean??
Eh tapi kayaknya Anak seJenius Sean cuma ada di Novel deh 🫪
D
tau tuh si Dante, loe mau anak istri loe kembali,
tapi loe masih punya istri lain???
Huweeeeekkkkkkk, Venus gak akan sudiii Oiiiiii 😠
D
Udah didalem kamar pun masih nyaut 🥸
Tiara Bella
papahmu itu Sean....
D
bener kata Sean Ve,,,,, Suami mafia mu itu,, Oneng nya tuh Ngoneng bangettt /Scream//Scream/
D
Wkwkwkkwkwkwk
Boleh juga idenya si Leo 🤪🤣🤣
lovely_day
ayo Sean.. makan with papa🤗
D
Ttttaaapiiiii ucapan Sean bener loh 😳
D
Sayangnya suami mamamu itu adalah papamu Sean 👀👀
gimana donk??
D
Tapi elooo juga punya istri baru dante,
kata² cinta loe 7 tahun lalu itu Beneran pretttttttt pada waktunya 🙎
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!