NovelToon NovelToon
Mirasih

Mirasih

Status: tamat
Genre:Iblis / Horor / Tumbal / Tamat
Popularitas:298.5k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

"Cepat tutup pintu dan jendela, jangan sampai terbuka!"

Semua warga yang ada di desa Bondowoso tidak ada yang pernah berani keluar bila sudah Maghrib datang, mereka hanya berdiam diri dalam rumah sampai nanti pagi menyapa.

Dulu desa ini tidak seperti itu, namun sejak beberapa bulan terakhir maka mereka mendapat teror yang begitu mengerikan sekali, semua ini akibat kematian dari seorang gadis bernama Mirasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13. Mencari Iwan

Pak RT dengarkan dengan seksama laporan dari Bu Nung ketika tadi dia mengatakan bahwa Iwan telah hilang karena masuk ke dalam hutan, walau saat ini ada rasa takut duga di dalam hati Pak RT namun dia tidak mungkin hanya diam saja tanpa melakukan pergerakan setelah mendapat laporan dari para warga.

Mau tidak mau sebagai ketua RT yang bijak maka dia juga harus mencari di mana saat ini Iwan berada, kalau gosip sudah tersebar bahwa mungkin saja saat ini Iwan telah meninggal dunia karena di bunuh oleh arwah Mirasih yang telah gentayangan seperti Laila ketika malam kemarin mendapat kemalangan besar, tidak mereka pikirkan bagaimana saat ini perasaan Narti yang mendengar ucapan itu.

Untung Narti masih tidak memiliki tenaga untuk mendebat mereka semua dan dia beranggapan bahwa sekuat apa pun dia berdebat dengan para warga maka itu tidak akan merubah keputusan mereka, sebab di dalam pikiran telah terpatok bahwa Mirasih memang telah menjadi arwah gentayangan dan membunuh manusia lain.

Jadi ketika semua mengatakan bahwa itu memang jelas ulah Mirasih maka Narti hanya bisa terdiam dan memutuskan untuk ikut mencari keberadaan Iwan, dengan begitu nanti dia bisa membuktikan apa memang Mirasih telah menjadi arwah gentayangan atau itu semua hanya gosip belaka dari orang yang tidak menyukai kehidupan mereka sekeluarga.

Sebab saat ini hati-hati juga mulai merasa senang bila nanti ternyata Mirasih mampu bangkit dan menghantui seluruh warga yang ada di sini, malah kalau bisa Narti ingin melakukan itu kepada arwah sang anak agar dia bisa membalas rasa sakit hati yang timbul di dalam diri wanita ini.

Mau mencari tahu lewat para polisi juga itu tidak mungkin karena keluarga Narti tidak memiliki uang, jadi saat ini sudah terbersit di dalam pikiran Narti untuk membangkitkan arwah Mirasih saja agar dia bisa balas dendam kepada sang pembunuh di malam itu, jadi sekarang Narti sengaja ikut untuk mencari tahu apa memang Mirasih sudah bangkit dari alam kubur.

"Aku yakin sekali kalau itu memang arwah Mirasih karena dia ingin balas dendam." Fitri kembali berkoar.

"Jangan kebiasaan berbicara duluan seperti itu karena kita juga tidak tahu apa yang sudah terjadi." Puspita kembali menghalau ucapan Fitri.

"Otak kau itu yang bermasalah sehingga tidak bisa berpikir dengan normal, Mirasih mati dengan cara tidak normal sehingga pasti dia menjadi arwah gentayangan." Fitri dengan berani membentak Puspita.

"Setidak nya Kau pikir juga perasaan orang tua yang telah dia tinggalkan, jangan hanya langsung berbicara seperti itu dan itu sangat menyakiti hati Narti." Puspita kembali bersuara.

"Alah orang seperti dia memang pantas di gituin." kesal Fitri.

"Atas dasar apa pula kau mengatakan pantas, kau ini yang tidak punya nurani." bentak Puspita.

"Kau dan dia sama saja, manusia seperti ini kok masih saja di bela." Fitri berkata dengan sangat lantang sekali seolah tidak peduli dengan perasaan orang.

Narti memang hanya diam saja tanpa banyak bicara pada mereka, sebab dia juga berpikir kalau melawan juga akan membuat masalah, lebih baik diam dan merencanakan bagaimana nanti dia akan membuat semua orang ini merasakan derita tidak terkira akibat selalu membicarakan keburukan orang lain dan kadang juga masuk fitnah.

"Arah hutan nya mana ini, kok sudah sampai sini tapi masih belum ada." Pak RT membawa senter.

"Dia tadi ada di sini, cuma kok sudah menghilang lagi." Abdul menatap bingung.

"Mari masuk semakin dalam untuk melihat apa Iwan ada di dalam sana." ajak para warga yang baik.

"Tapi ini sudah terlalu dalam dan kita belum mendengar suara Iwan." ujar Arifin.

"Ah aku yakin sekali kalau saat ini Iwan pasti sudah meninggal dunia seperti istri mu." ujar Fitri.

"Kau ini kenapa selalu berbicara seperti itu seolah tidak memikirkan perasaan orang yang bersangkutan!" Bu Nung menjadi emosi dan menarik rambut Fitri dengan sangat geram.

"Aaaaahhh!"

Fitri menjerit keras karena dia memang kaget karena dia tidak menyangka Bu Nung akan melakukan tindakan seperti ini, sebab selama ini walau telah di hina namun ia tetap saja diam dan tidak banyak berbicara namun baru sekarang dia berani mengambil tindakan karena menurut Bu Nung ini sudah terlalu kelewat batas.

Orang tua mana yang bisa terima ketika mendengar bahwa sang anak telah di sumpahi meninggal dunia, sulit sekali menerima kenyataan ini namun dia tetap berusaha untuk tetap tegar agar berharap bahwa nanti Iwan akan tetap ada di rumah ini tanpa menghadapi kemalangan, walau dalam hati sudah bergetar hebat.

"Aku akan menuntut mu karena sudah berani menarik rambut ku!" bentak Fitri.

"Ya silahkan saja, aku tidak peduli karena aku juga sakit hati." geram Bu Nung.

"Manusia miskin tidak sadar diri ya begini, sudah tau orang miskin malah semakin banyak tingkah." Fitri juga tambah emosi karena Bu Nung berani melawan.

"Aku memang miskin namun aku tidak akan pernah mau kau pijak-pijak seperti itu, biar miskin begini tapi aku juga manusia." teriak Bu Nung.

"Bukan karena ke orang kaya sehingga bisa bersikap sesuka hati seperti itu, kami ini juga manusia dan memiliki perasaan walau kehidupan kami sangat miskin." Narti juga berbicara lantang.

"Tolong hentikan perdebatan ini karena aku juga ingin mencari keberadaan Iwan terlebih dahulu." Pak RT menghentikan perdebatan mereka.

"Sudah tidak punya uang malah juga tidak punya otak!" sinis Fitri sambil mengusap kepala dia yang terasa sakit sekali.

"Kau yang tidak punya otak, bicara sesuka hati mu saja!" geram Narti.

Arifin menarik tangan saudara nya agar tidak terbawa emosi semakin tinggi saja, sebab menurut dia ini adalah percakapan yang tidak berbobot dan sampai saat ini Arifin juga masih penasaran apa memang Mirasih telah menjadi arwah gentayangan atau itu semua hanya gosip yang ada di sekitar desa milik mereka saat ini.

Sebenarnya Arifin juga sedang sangat berduka setelah kematian sang istri, namun dia tetap berusaha terlihat begitu tegar menerima ini semua, ini malah mendengar perdebatan di antara mereka semua karena Fitri yang terus saja berpikir keras dan mengatakan bahwa Mirasih yang menjadi arwah gentayangan lalu membunuh para warga yang ada di sini.

Suasana hutan juga terlihat begitu gelap gulita dan tidak ada cahaya sama sekali karena ini memang hutan lebat, Bu Nung semakin cemas saja karena dia takut bila nanti Iwan justru akan di mangsa oleh hewan buas, takut juga karena dia sangat cemas bila sang istri semakin tidak bisa tenang.

Selamat siang besti, jangan lupa like dan komen nya ya.

1
Dewi
Nah bngini lh baik nya sprti mb pur jgn ikut2 n sprti mnduh klo semua korbh ulah atwah mirasih krn kita sendri gk tau kjdian ny..
Dewi
Alhamdulillah mb pur lgsg dtngi rumh mirasih
Dewi
Ngeri kli tiap mlm brjtuhn wrga,,klo mirasih kyke gk mngkn deh krn klo arwah dendam sm smua wrga psti kjdian ky arini kfan hitam bukn di bunuh stu prstu
Dewi
mkin pnsran kira2 ulh hntu siapa tpi curigaku buin mirasih
Dewi
😅😅sabar ya arya krn kdg kmu ngeselin mknya mb pur mles
Dewi
Smoga sgera trungkap hantu mirasih bneran atau atau hantu lain
Dewi
Haha ngakak klo arya sudh mulai brtnya dan mb pur sudh mulai emosi krn mnjawb trusan 😁😁
Dewi
Ku kira putri jdi trget hantu jg trnyta ulah nilam sm rani..
stdkny aman kmu putri
Dewi
Wlau kmu gk prcya hntu mirsih stdkny ttep wspada krn koban tiap hri brjtuhan entah ulah org misl hrusnya brfkir pk agus..
Dewi
Ngeyel skli si kmu pk agus mlah jdi korban slnjut nya kan..
Dewi
Emng brngsek kurg ajar si jrwo ini..
Dewi
Alah kmu blom ktemu sma nasibmu aja jarwo.. awas aja kmu nnti klo di hjar sm rmbongan mba pur..
Dewi
puspita org baik jdi brfkir dgn otaknya gk asl tduh krn slma ini yg jdi korban blm da yg melihat kjdian nya klo pelku mirasih
Dewi
Smoga aja bner pak RT tuh yg jdi korbn slnjut nya aja
Yani
makasih mak nov...sam gimana mak...??
Itel A70 4/128
Makasih thor 🙏
Rinie Ny Mudzakir
sangat menarik jg bagus
SENJA
makasih kak untuk kisah ini
ditunggu kisah lainnya ya🥳
SENJA
wakaakaak mirasih lagi kena sasaran 🤣
Ayuk Witanto
yah dah tamat....
terimakasih thor novelmu selalu ku suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!