Dara Kaylie Virginia, gadis muda, Cantik Dan berprestasi dibidang akademik berusia 18 tahun, mahasiswi arsitektur semester awal yang menempuh pendidikan di perguruan tinggi bergengsi di Jakarta. Ia merupakan anak tunggal dari keluarga Adiguna Wiratama seorang pengusaha, senator dan politisi ternama. Sejak umur 5 tahun ia ditinggal meninggal oleh ibunya karena menderita sakit kanker.
Keenan Aldrich William, 25 tahun, seorang CEO muda, tampan , lelaki blasteran Indo- Inggris-Turkey Dan ambisius terkenal bertangan dingin dalam dunia Bisnis. Ia merupakan pewaris Dari keluarga konglomerat terkaya di Asia William Abraham.
Awal pertemuannya dengan Dara tanpa disengaja karena ia telah menyelamatkan nyawa gadis muda korban kecelakaan maut . Sejak kejadian malam itu entah mengapa ia merasakan ada yang aneh pada dirinya. Ia selalu teringat pada wajah gadis cantik itu dan perasaan ingin selalu melindunginya.
Kisah cinta yang romantis antara Dara Keenan ditengah konspirasi dan balas dendam
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tracy Marie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5
"Saya tau kamu anak yang cerdas dan aktif dikelas, semua nilai-nilai tugas dan ujian kamu selalu mendapatkan nilai A".
"Bukan hanya mata kuliah saya tetapi semua mata kuliah dosen lain juga kamu selalu mendapatkan nilai terbaik".
"Sebagai seorang dosen dan ketua jurusan saya selalu memantau nilai-nilai mahasiswa saya" ujar Pak Angga.
Sambil menghela nafas panjang Pak Angga melanjutkan pembicaraannya.
" Saya sangat bangga kalian mahasiswa saya menjadi orang yang pintar dan berprestasi,tapi masalahnya bukan itu hal yang ingin bapak sampaikan" ujar sang dosen.
" Bapak ingin agar kalian menjadi mahasiswa yang tidak hanya berprestasi dalam akademik tetapi memiliki rasa tanggung jawab baik kepada diri kalian maupun orang lain.
"Kalian juga harus memiliki adab yang baik, saling menghargai dan Jujur".
" Di zaman sekarang bapak jarang menemui mahasiswa yang seperti itu, kebanyakan mahasiswa cuek dan tidak peka terhadap lingkungan sekitarnya" ceramah pak Angga.
Dara mendengarkan nasihat pak Angga dengan seksama dan sedikitpun tidak berani membantah, karena apa yang dikatakan Pak Angga benar adanya.
"Dara sekarang kamu bicara dengan jujur mengapa kamu terlambat datang ke mata kuliah saya" ujar pak Angga menanyai Dara yang masih duduk dibangku dihadapannya.
" Ehmm..a-nu pak sa-saya ketiduran...".
Ujar Dara sambil menundukkan kepalanya karena malu mukanya sampai memerah.
Tapi ada perasaan lega dihatinya karena sudah berkata jujur.
"Nahh..klo jujur begini kan enakk..apa susahnya kalo kamu bilang diawal kamu ketiduran".
" Dara....dara sudah bapak duga pasti kamu bangun telat, tapi saya ingin kamu jujur" ujar Pak Angga sampai geleng-geleng kepala melihat kelakuan para mahasiswanya yang merupakan kalangan Gen Z.
"Saya perhatikan dan saya sudah mendapat laporan dari dosen lain akhir-akhir ini banyak mahasiswa yang tidak disiplin , sering telat dan bolos tidak mengikuti mata kuliah" ceramah pak Angga.
"Dara minta maaf ya pak..Dara janji tidak akan terlambat lagi" ujar Dara sambil memelas.
"Ya sudah untuk kali ini bapak beri ampun kamu, besok -besok kalo saya dapat kabar dari dosen lain kalian terlambat lagi, bapak akan kasih surat teguran dan orangtua kalian akan saya panggil menghadap saya.
"Mulai sekarang saya akan menerapkan peraturan ketat dan meningkatkan kedisiplinan dikampus ini. Saya tidak mau standar kita jadi turun dan nama baik kampus kita jelek dimata masyarakat. apalagi kampus kita sudah terakreditasi A plus".
"Dara..kamu tau sendiri kan penilaian masyarakat terhadap alumni kampus ini sangat baik. Banyak alumni kita semuanya sudah diterima dan bekerja di perusahaan ternama baik didalam negeri dan luar negeri". ujar Pak Angga.
" Saya dan dosen disini berharap kalian juga menyusul kakak-kakak tingkat yang sudah berkarir dan sukses setelah tamat dari universitas ini.
"Iya pak saya sudah dengar" ucap dara dengan suara tegas.
" Ya sudah kalo begitu jangan diulangi lagi" ujar Pak Angga dengan penekanan.
" Kamu boleh pergi , kebetulan saya juga mau menghadiri seminar, gara-gara kamu saya jadi terlambat hadir" pungkas Pak Angga.
"Kalu begitu saya mohon pamit keluar ya pak" ujar Dara dengan cepat sebelum dosennya itu berubah pikiran.
Setelah bersalaman dengan dosennya itu, ia bergegas keluar ruangan dan segera menghampiri sahabatnya Kyra dan Tody yang dari tadi menunggunya di kursi tunggu ruang dosen.
coba mampir di cerita aku ya kak.
aku ga butuh like cuma butuh saran🙏🙏🙏🙏🙏