Mengisahkan hyunjin yang terobsesi pada wanita bernama eunbi, wanita yang mungkin tidak akan mencintainya karena kesalahan yang ia perbuat, ia menahan eunbi di bawah kuasanya hingga membuat gadis itu menjadi pemberontak seiring berjalan nya waktu.
Kisahnya semakin rumit saat eunbi dengan sengaja menyeret Seo-joon seorang pegulat handal namun miskin ke dalam kisah cinta mereka, mampukah eunbi terlepas dari jeratan hyunjin? dan apakah Seo-joon bisa menyelamatkan-nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yourbee Lebah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 19 : Di pihak yang lain
Brakk
Hyunjin menendang pintu kamarnya kasar setelah mendengar kabar tentang eunbi tadi.
Eunbi terhenyak kaget saat melihat kedatangan hyunjin, pria itu sedang marah, seperti biasanya.
"Apa kau gila?!" Makinya.
Eunbi berdiri, menatap angkuh sang lawan bicara tanpa takut sedikit pun.
"Sampai kapan kau akan terus begini hah?!" Bentak hyunjin tepat didepan wajah sang kekasih.
"Apa?! aku tidak melakukan apapun!" sangkalnya.
Hyunjin menyahut lengan tangan eunbi, menekan nya begitu kuat hingga menimbulkan rasa sakit.
"Ahh sakit lepaskan!" Bentak eunbi.
"Kau melakukan nya lagi?! kenapa kau membiarkan mereka menyentuhmu! kau milikku sialan!" Umpatnya.
"Aku tidak peduli bajingan! lepaskan aku!"
"Aaakkh!" Hyunjin berteriak frustasi, matanya memerah dengan urat yang menyembul di balik wajah tampan nya, ia menarik eunbi menuju kamar mandi, lagi.
"Akkh lepaskan sialan!"
"Jalang! kenapa sifat mu seperti jalang Lee eunbi!"
Hyunjin mendorong wanita itu hingga terjatuh di lantai kamar mandi, ia menyalakan shower dan mengguyur tubuh eunbi yang masih berbalut dengan pakaian.
"Aahh hentikan keparat! aku tidak melakukan apapun sialan!"
Hyunjin terus mengguyur dan menyiram tubuh eunbi tanpa mempedulikan segala teriakan dan makian nya hingga wanita itu basah kuyup di bawah sana.
Hyunjin sangat membenci mengingat fakta bahwa ada seseorang yang baru saja menyentuh wanita nya, ia berharap air yang membasahi tubuh eunbi bisa menghapus segala kebencian itu.
"hentikan!"
...****************...
"Sebenarnya ada apa?" Yuna bertanya khawatir.
"Sesuatu" Balasnya seo-joon singkat.
"Hei kau membuat nenek marah dan sekarang kau merahasiakan ini dariku ya? kejam sekali!" Cibir gadis berusia 18 tahun itu.
"Aku hanya perlu waktu untuk menceritakan semuanya"
"Ini Tidak masuk akal, kau datang kemari dan menitipkan nenek padaku, lalu aku bertanya ada apa kau tidak mau bercerita, sebenarnya ada apa denganmu kak?"
"Ini memang bukan masalah kecil, tapi setidaknya nenek akan aman berada di sini sementara waktu, dia bisa membantu bibi jeong menjaga anak anak"
"Yasudah kalau begitu, aku akan memastikan dia aman, jangan khawatir"
"Terimakasih yuna"
"Tak masalah"
...****************...
Tok tok tok....
"Masuklah!" Perintah tuan hwang.
Hyunjin membuka pintu ruangan ayahnya setelah mendengar perintah.
"Hyunjin? Kau ingin sesuatu?"
"Ayah pasti sudah mendengar keributan yang terjadi kan?"
"Ya tentu saja, lalu apa?"
"Aku ingin mencari seo-joon" Katanya.
"Kau ingin membunuh nya juga?"
"Kurasa ayah sudah tau jawaban nya"
"Kau tau ayah tetap tidak percaya bahwa seo-joon lah yang melakukan nya terlebih dahulu, kau pasti ingat bagaimana eunbi melakukan hal yang sama pada jungwoo kan?"
"Aku tidak peduli ayah, dia sudah menyetuh eunbi dan aku tidak ingin melepaskan nya, jika ayah tidak bisa mengerti tak masalah, aku akan melakukan nya sendiri"
"Sebenarnya ayah sangat menyukai seo-joon, dia handal dalam melakukan tugasnya, eunbi akan tetap begitu sepanjang waktu, dia tidak akan tulus menyukaimu hyunjin"
"Aku tidak peduli ayah, aku ingin segera menikahinya, aku harap ayah mengerti" Balas hyunjin.
Pria itu berbalik dan pergi dari ruangan ayahnya.
"Dia semakin tidak dapat di kendalikan" Gumam tuan hwang.
...****************...
"Aku harus melakukan sesuatu" Batin seo-joon dalam hati.
Ia tau bahwa hyunjin tak akan mungkin hanya diam saja setelah kejadian itu, mungkin saja kelompok mereka akan mulai mencarinya sekarang.
"Halo?" Sapa seorang wanita.
Seo-joon mengerjap beberapa kali dari lamunannya, tepat di hadapan nya jaeyi berdiri dengan senyum yang lebar.
"Kau kenapa di sini?" Tanya seo-joon.
"Apa maksudmu? ini kan tempat umum, ini adalah cafe langgananku, aku biasa menyelesaikan tugas kuliah ku di sini" Balas jaeyi.
Seo-joon mengangguk mengerti.
"Ngomong ngomong kau terlihat sedang tidak baik baik saja?"
"Apa aku terlihat begitu?"
"Ya wajahmu terlihat sendu, apa terjadi sesuatu padamu? ngomong ngomong apa aku boleh duduk di sini?"
"Duduklah"
"Terimakasih, jadi ada apa?"
"Tidak ada"
Jaeyi terlihat sangat bahagia bertemu dengan seo-joon, terlihat bagaimana wanita itu tak berhenti tersenyum sejak beberapa saat yang lalu.
"Aku menceritakan tentang pertemuan kita pada ayah, dia senang aku mengenalmu" Katanya.
"Kenapa?"
"Semua orang tau tentang kehebatanmu"
"Aku tidak sehebat itu"
"Menurutmu begitu tapi menurutku kau lebih keren daripada kakakku" Pujinya.
"Terimakasih"
"Jika kau perlu bantuan, ayahku siap akan membantumu"
Seo-joon terdiam sejenak mendengar ucapan jaeyi, bantuan? sebenarnya itu terdengar seperti apa yang ia inginkan.
"Jika aku datang pada ayahmu apa dia akan membantuku?"
"Apa Kau berfikir akan bergabung dengan ayahku? maksudku jika iya itu terdengar sangat bagus, ayahku pasti menyambutmu dengan baik"
"Ya mungkin aku ingin mendapatkan sedikit jaminan perlindungan, aku sedang ada dalam masalah"
"Masalah apa?"
"Aku tidak bisa menceritakan nya sekarang tapi aku butuh bantuan ayahmu, jika iya aku akan datang padanya"
"Dengan senang hati" Jawab jaeyi.
Jaeyi semakin merasa bahagia mendengar ucapan seo-joon, ini berarti ia akan ber-interkasi dengan laki laki tampan ini setiap hari, seo-joon mungkin akan berada di rumahnya sepanjang waktu.
"Aku senang sekali" Kata jaeyi.
"Terimakasih"
"Hari ini aku akan membawamu datang kesana, bertemu dengan ayahku"
"Baiklah"
...****************...
Jaeyi memarkirkan mobilnya di halaman luas rumah keluarga han, "Ayo seo-joon ah!" ajaknya pada seo-joon yang duduk di kursi sampingnya.
Seo-joon mengangguk samar dan membuka pintu mobil, keduanya berjalan masuk ke rumah besar itu.
"Ayah!" Teriak jaeyi kuat.
Seo-joon mengedarkan pandangan nya pada seisi rumah keluarga han, tak jauh berbeda dari rumah hyunjin, besar dan memiliki banyak penjagaan, terdapat beberapa orang yang menatapnya waspada
"Jaeyi? kenapa berteriak?" Seorang pria tua menuruni tangga di iringi oleh seorang pria di belakangnya.
"Lihatlah!" Jaeyi menunjuk seo-joon.
Pria han itu menatapnya ramah, tak terlihat gurat marah seperti apa yang sempat seo-joon pikirkan.
"Kang seo-joon? benar kan?" Tanyanya.
"Halo tuan han?" Sapanya.
Tuan han mendekat pada jaeyi dan menepuk pundak seo-joon singkat.
"Kau membawanya datang?" Tanyanya pada jaeyi.
"Dia bilang akan bergabung dengan ayah" Balas jaeyi senang.
"Apa kau bercanda? bagaimana bisa semudah ini?" tuan han terkekeh ringan.
"Ini tidak semudah yang Anda bayangkan" Balas seo-joon.
"Kau pasti memiliki pertimbangan penuh, atau membutuhkan bantuan? apa yang hwang lakukan padamu seo-joon ah?"
"Kami sedikit bersitegang" jawabnya.
"Tak masalah jika kau tidak ingin mengatakan nya sekarang, yang terpenting selamat bergabung padaku" Tuan han mengulurkan jabatan tangan nya.
Seo-joon menatap uluran tangan yang mengambang di udara tersebut, butuh beberapa waktu sebelum ia mulai mengangkat tangan dan membalas jabatan nya.
"Terimakasih tuan han" Ucapnya.
...****************...
"Kakak!" Yuna berteriak histeris sembari menangis ia berlari pada seo-joon yang baru saja datang.
"Ada apa?" Tanya seo-joon panik.
"N-nenek" Isaknya.
"Ada apa Yuna?!"
"Nenek terbunuh"