Menceritakan seorang wanita agen mata-mata bertransmigrasi ketubuh seorang Putri kerajaan dalam novel yang dia baca.
Semenjak kematiannya ditangan musuh, wanita itu masuk ketubuh barunya menjadi seorang putri yang tertindas. Setelah dirinya masuk ketubuh putri yang sering tertindas itu, dia berusaha merubah alur cerita dan mencegah satu kejadian dimana dia meninggal mengenaskan ditangan wanita licik.
Terus simak dan mampir jika kalian berminat membaca cerita ini, maaf kalau ada kalimat atau cerita yang sama karena ini murni ide dan khayalan saya sendiri.
Terimakasih banyak yang bersedia mampir dan singgah sebentar 🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu 0325, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 4.
Cahaya sinar obor yang menyala sangat terang mengelilingi bangunan megah dan indah. Kuda yang dinaiki oleh Victoria dan Alesio berhenti didepan halaman kerajaan, kemudian mereka berdua pun lantas turun dengan bergantian.
Ketika Victoria telah turun lebih dulu, pandangannya tidak henti-hentinya menatap kerajaan yang megah ini. Bukankah ini momen langka yang begitu dia ingin lihat sebelumnya.
Dia hanya pernah membaca saja didalam buku novel, hanya mampu membayangkannya saja dipikirannya.
Tetapi sekarang dia mampu melihat dengan mata kepalanya sendiri bagaimana bentuk dan kemegahan kerajaan Langit yang diceritakan besar.
Merupakan kerajaan terkuat dan terpandang kedua yang terkenal akan ketangguhan pemimpin yang mampu berperang melawan musuh kelas tinggi bersama seribu pasukan dan yang merupakan kerajaan terkuat juga terbesar jatuh pada kerajaan Cahaya yang mewah bahkan temboknya berlapis emas yang begitu bersinar terang.
Kerajaan Cahaya adalah kerajaan paling terkuat dan hebat setiap generasi terdahulu sampai sekarang , juga termasuk kerajaan pertama kali berdiri daripada kerajaan lain. Karena itu semua orang begitu menghormati dan menjunjung tinggi atas kerajaan Cahaya yang telah berjasa dimasa perang terdahulu.
"Segera kembalilah kekamar, untuk istirahat. Karena esok hari kita semua harus hadir diacara pesta untuk menyambut kedatangan nenek."ucap Alesio menatap Victoria yang sedang membelakanginya saat ini
Mendengar perkataan kakak tirinya, Victoria memutar tubuhnya kebelakang dengan ekspresi santai. Dengan mengerti Victoria menganggukkan kepalanya pelan bahwa esok hari nenek yang merupakan ibu kandung dari kaisar datang berkunjung setiap sebulan sekali untuk bertemu semua cucu dan menantu.
Diacara pesta tersebut akan diadakan dengan sangat megah juga dihadiri oleh seluruh anggota kerajaan tanpa terkecuali.
Victoria yang mengingat betul bahwa esok hari nenek akan datang dan memiliki maksud lain, sejenak membuat Victoria terdiam ketika mengingat perbuatan adik tirinya yang berusaha merebut calon suaminya begitu saja.
Sampai-sampai berbohong dan mengatakan kalau mereka sudah kenal lama dan saling mencintai. Meskipun sebenarnya mereka sama sekali tidak pernah bertemu ataupun saling mencintai.
Sebenarnya adik tirinya berusaha merebut posisi permaisuri yang seharusnya dia miliki namun dirampas dengan mudah oleh adik tirinya yang tak berperasaan.
Tetapi diingatkan masa lalunya Victoria tidak mempermasalahkan pernikahan itu, dan sama sekali tidak tertarik dengan pria itu karena sikapnya yang sedikit arogan dan sombong itu.
Untuk kali ini Victoria akan membiarkan adik tirinya yang akan menikah dengan putra mahkota itu, tetapi saat memikirkan masa lalunya ada sesuatu yang mengganggu pikirannya.
Kenapa dia begitu teramat penasaran dengan pria yang tidak diketahui asal usulnya itu?. Kenapa putri Victoria bisa menikahi pria itu, mungkinkah mereka berdua sudah saling kenal lama, hingga pernikahan pun terjadi.
Bahkan sewaktu pertunangan mereka, pria itu dengan berani membela dan rela mati demi melindunginya.
Mungkinkah pria itu sangat mencintai pemilik tubuh ini sebelumnya hingga rela mengorbankan dirinya demi menyelamatkan pemilik tubuh ini.
"Ada apa kenapa melamun?."ucap Alesio mengangkat satu tangannya melambai tepat didepan wajah Victoria memanggil yang terlihat melamun
"Aaa.., bukan apa-apa!. Kalau begitu aku masuk kedalam sekarang."ujar Victoria dengan cepat tersadar dari lamunannya menatap kakak tirinya menjawab
"Baiklah, kalau begitu kakak pergi sekarang."ujar Alesio mengangguk mengerti lalu juga harus kembali
"Baik, hati-hati!."balas Victoria dengan tersenyum kecil sambil melambaikan tangannya pelan
Kemudian Alesio menunggangi kudanya meninggalkan kediaman Victoria dan kembali kekediamannya. Saat Alesio duduk diatas kudanya sambil memegang tali erat-erat pergi meninggalkan kediaman Victoria.
Sesaat dia merasa hal aneh terhadap Victoria hari ini, tetapi walaupun begitu Alesio mengabaikan keanehan itu dan menganggap mungkin hanya perasaannya saja.
Sementara itu, Victoria memutar tubuhnya kebelakang lalu dengan mantap dan berani melangkah masuk kedalam pemilik tubuh ini.
Pada saat Victoria melangkah masuk dan membuka pintu ruangan didepannya, dia melihat dua orang wanita dipandangannya. Satu wanita duduk dikira tua yang masih kokoh, dengan ekspresi wajah khawatir terpancar diwajahnya yang sedikit keriput.
Dan satu wanita muda berdiri disamping wanita setengah tua itu, melamun sedang memikirkan sesuatu.
Melihat kedua wanita disana, Victoria mulai mengerti siapa dua wanita didepan sana, sedari tadi menunggu kepulangannya.
"Ibu, Victoria pulang!."ucap Victoria mulai buka suara melangkah masuk dengan raut wajah tenang melambaikan tangannya membuat suasana menjadi santai
Mendengar suara familiar ditelinga mereka, sontak saja membuat wanita tua yang duduk dengan wajah panik dan khawatir, segera mengangkat kepalanya dengan cepat terkejut.
"Putriku, akhirnya kamu kembali!."ujar Ibu dengan khawatir terpancar diwajahnya beranjak dari duduknya mendekati putrinya
Memperhatikan ibu melangkah maju, Victoria dengan cepat memegang tubuh ibunya dengan hati-hati. Dengan ekspresi kesal dia langsung menegur ibunya untuk tidak banyak bergerak mengingat kesehatannya.
"Kenapa ibu sampai berdiri, cepatlah duduk ibu tidak boleh banyak bergerak dulu."tegur Victoria dengan khawatir lalu menuntun ibu duduk kembali
"Baiklah, ibu akan duduk!."sela ibu dengan patuh lalu menuruti permintaan putrinya dan duduk kembali
Ketika Ibu telah duduk ditempatnya lagi, dia batuk beberapa kali dengan perasaan tidak nyaman. Namun masih terlihat baik-baik saja karena tidak ingin membuat putrinya khawatir.
"Syukurlah kamu kembali, ibu sangat khawatir jika terjadi sesuatu padamu diluar sana. Kenapa kamu memaksa mencari hewan peliharaan adikmu sejauh itu, tadi ibu dengar kalau hewan peliharaan adikmu telah ditemukan didalam kandangnya."ucap ibu menatap Victoria dengan khawatir tetapi menjadi lega setelah melihat Victoria baik-baik saja
Ketika Victoria mendengar perkataan ibunya, sejenak Victoria terdiam menahan kesal. Sepertinya adik tirinya itu sedang merencanakan sesuatu terhadapnya, demi menyingkirkannya.
Tetapi kali ini dia tidak akan mudah terhasut atau mempercayai setiap kebohongannya itu. Diam-diam Victoria meremas ujung gaunnya kesal lalu menatap ibunya dengan tatapan tenang.
"Baguslah kalau hewan peliharaan adik sudah ditemukan, aku tidak perlu mencarinya lagi kan."ujar Victoria dengan santai sama sekali tidak terlalu menganggap penting
Mendengar perkataan yang keluar dari mulut Victoria tadi, sesaat membuat ibu dan wanita dibelakang terkejut heran. Sepertinya mereka tidak salah mendengar bukan, kenapa Victoria terlihat begitu berbeda dari biasanya.