Leticha gadis 22 tahun harus terjebak dalam pernikahan yang dijodohkan oleh ayahnya demi menyelamatkan perusahaan. Seharusnya saudaranya yang dijodohkan, tetapi karena menurut sang ayah Leticha membutuhkan seorang pemimpin dalam keluarga, membuat sang ayah memilih untuk menjodohkannya.
Leticha berusaha dengan semampunya untuk membatalkan perjodohan dengan pria berusia 36 tahun. Pria agamis dengan segala ilmu pengetahuan, tetapi usahanya tidak berhasil yang akhirnya membuatnya menikah dengan pria tersebut.
Tidak sampai di sana, Leticha masih terus mencari cara agar bisa berpisah dari tingkah lakunya agar tidak disukai, tetapi suaminya memiliki hati dan sifat yang benar-benar sabar.
Jangan lupa terus ikuti cerita saya.
Terimakasih
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 21 Jiwa Semangat Menggebu-gebu.
Aluna ternyata benar-benar ingin menunjukkan keahliannya kepada sang suami. Saat ini Aluna duduk di atas lantai dengan buku dan pensil berada di atas meja dan tampak begitu serius dalam mendesain.
Sementara Rakash masih memakai kemeja putih dengan lengannya dilipat sampai sikunya terlihat beraktivitas di dapur. Rakash memiliki banyak keahlian sudah pasti ingin membuat makanan pada istrinya yang lupa untuk makan itu.
Jika Letisha serius maka dia benar-benar akan lupa akan perutnya yang sudah waktunya untuk diisi. Letisha bisa-bisa sakit jika mengabaikan kesehatannya dan yang repot juga Rakash, sudah tidak terbayang bagaimana jika istrinya kembali sakit.
Tidak lama untuk Rakash menyiapkan satu piring spaghetti tersebut, setelah membuatkan spesial untuk istrinya Rakash tidak lupa untuk mengambil air putih dan kemudian menghampiri Letisha dengan memberikan pada Letisha.
"Makanlah dulu!" ucap Rakash menyerahkan pada istrinya.
"Sebentar!" Letisha menahan suaminya itu sangat hendak pergi.
"Lihat dulu ini, apa cocok warna ini atau justru warnanya tetap putih?" Letisha ternyata ingin meminta pendapat suaminya saat menempatkan satu titik yang harus diberi warna.
Mata Rakash melihat ke arah desain kalung yang sedang disiapkan istrinya. Tidak masalah bagi Rakash untuk memberikan komentar membuatnya duduk dengan posisi berlutut di samping sang istri dan kembali memperhatikan desain istrinya yang belum sempurna.
"Cukup memberikan warna putih, mungkin perhiasan dengan putih sudah sangat biasa, tetapi justru putih yang berbeda mendapatkan nilai yang berbeda juga," jawab Rakash.
"Hmmmm, masuk akal juga," ucap Letisha langsung memberi tanda pada yang dia tanyakan pada sang suaminya.
"Hmmmm, menurut kamu bagaimana desain ku? Apa ini sudah pekerjaan seorang profesional?" tanya Letisha melihat serius ke arah suaminya itu.
Wajah mereka berdua bahkan sangat berdekatan dengan nafas saling menerpa dan tatapan mata saling melihat.
"Kamu belum pernah memproduksi desain sendiri dan bagaimana mungkin ini adalah desain profesional, karena biasanya apa yang diukir di atas kertas sangat berbeda dengan hasil yang nyata," jawab Rakash.
"Tapi jika tidak akan ada yang berubah dari ukiran di atas kertas dan hasil yang nyata," ucap Letisha dengan yakin.
"Kalau begitu lakukan menurut kamu yang mana yang terbaik, apapun yang ingin kamu berikan pada desain kamu, maka itu adalah hak kamu. Artinya kamu juga memberi kesempatan untuk diri kamu sendiri dan aku hanya berharap hasilnya benar-benar sempurna," ucap Rakash tidak henti-henti memberi dukungan kepada istrinya.
Letisha tersenyum mendengarnya, tetapi anehnya keduanya saling menatap satu sama lain, tatapan mereka begitu dalam dan bahkan Rakash tidak mengalihkan pandangannya sama sekali.
"Kenapa dia masih menatapku seperti itu? Apa jangan-jangan dia ingin mencium ku, gerak geriknya terlihat seperti ingin melakukan hal itu," batin Letisha dengan pikirannya yang sudah travelling kemana-mana.
Letisha bahkan terlihat begitu panik dengan kesulitan menelan ludah, wajahnya seperti mengharapkan sesuatu.
"Kamu lanjutkan pekerjaan kamu!" ucap Rakash kemudian langsung berdiri dari tempat duduknya.
Huhhhhh
Terlihat Letisha menghela nafas.
"Aku pikir dia akan melakukannya," gumam Letisha tampak begitu kesal.
Tanpa Letisha sadari ternyata Rakash sedang tersenyum tipis dan mungkin menyadari kelakuan istrinya itu.
Letisha sudah berkali-kali memancing suaminya dan ternyata suaminya tidak peka-peka.
Padahal Letisha hanya ingin memastikan benarkah suaminya itu penyuka sesama jenis sehingga tidak tertarik kepadanya.
Karena belakangan ini hubungan mereka benar-benar dekat dan Letisha juga tidak segan-segan bermanja pada Rakash.
*****
Vanila bersama dengan Liana berada di ruang tamu.
"Mama serius kalau Letisha terdaftar dalam acara pameran lelang pada bulan depan?" tanya Vanila.
"Kamu lihat saja ini!" Liana memperlihatkan layar ponsel pada peserta yang akan mengikuti acara lelang bulan depan.
"Apa dia ingin mempermalukan diri sendiri?" tanya Vanila.
"Mama juga tidak tahu kenapa dia nekat ingin mengikuti acara pameran perhiasan. Bukankah lelang perhiasan ini hanya untuk desainer profesional dan sementara dia hanya terlalu lulus kuliah saja dalam desain dan belum memiliki karya sama sekali," ucap Liana.
"Aku dengar-dengar bahwa suaminya memiliki salah satu perusahaan dalam bidang desain. Apa mungkin suaminya memberikan sponsor penuh kepadanya sehingga membuatnya bisa lolos dalam seleksi pengikutan dalam lelang bulan depan?" tanya Vanila karena memang orang yang berada dalam acara tersebut sudah pasti desainer terkenal.
"Mungkin saja," sahut Liana.
"Dia sekarang benar-benar menyombongkan dirinya, karena suaminya memiliki kekuasaan di mana-mana dan dia memanfaatkan. Apa dia ingin membuktikan kepadaku bahwa aku menyesal karena tidak menikah dengan suaminya," batin Vanila.
"Tetapi seperti yang kamu katakan, apa yang dilakukan hanya akan mempermalukan dirinya, menggunakan suaminya untuk mengikuti acara tersebut dan sudah pasti dia akan kalah dari Mama. Anak kemarin sore melompat terlalu jauh dan tidak mungkin bisa bersaing dengan Mama," ucap Liana.
Vanila tidak menanggapi apapun, ekspresi wajahnya benar-benar memperlihatkan kemarahan. Vanila melihat saudaranya itu semakin lama semakin bahagia dan bukannya menderita dalam pernikahannya.
*****
Letisha dan Rakash sama-sama berada di dalam mobil dengan Rakash terlihat menyetir dengan serius.
"Tidak apa-apa. Jika kamu ingin ke kantor terlebih dahulu dan aku bisa ke gudang untuk memilih bahanku sendiri dan meminta para produksi untuk membuat apa yang aku inginkan," ucap Letisha.
"Tidak ada kegiatan apapun yang mendadak di kantor hari ini. Saya jika kebetulan ada keperluan di perusahaan Jwell," jawab Rakash.
"Hmmmm, jika aku mengikuti acara lelang yang kamu katakan, lalu bagaimana dengan sponsor yang kamu berikan kepada ibuku dan bukankah itu akan sangat bertentangan?" tanya Letisha.
"Itu tidak berkaitan sama sekali, urusan pekerjaan adalah urusan pekerjaan dan dukungan untuk istri juga adalah urusan lain," jawab Rakash.
"Artinya aku akan bersaing ketat dengannya dan tidak tahu siapa yang akan menang selanjutnya," ucap Letisha.
"Kamu menganggap bahwa ibu kamu adalah saingan yang berat?" tanya Rakash
"Aku tidak melakukan apapun selalu dianggap saingan ibu dan anak itu," jawab Letisha.
"Ibu dan anak itu seolah-olah kamu juga bukan anak dari beliau," ucap Rakash.
"Benar! Aku memang bukan anak kandungnya dan hanya anak tiri, dia adalah ibu sambungku. Ibu kandungku sudah meninggal di saat aku masih kecil. Lalu Papa menikah lagi, tidak, mereka sudah memiliki hubungan sebelum ibuku tiada dan anaknya juga merupakan anak haram," ucap Letisha terlihat begitu kesal membuat Rakash tampak serius menanggapi istrinya dan bahkan melihat istrinya.
"Kenapa? Apa kamu pikir keluarga kami adalah keluarga yang begitu harmonis dan kamu pikir ibu yang terlihat anggun dan penyayang itu adalah wanita baik-baik, jika baik-baik maka dia tidak akan menghancurkan rumah tangga kedua orang tuaku dan membuatku menjadi seperti ini, Papa terus aja membela mereka, menyalahkanku atas kematian ibuku dan hidupku terus-terus saja diatur dan terus disalahkan dibandingkan dengan semua keinginan mereka," lanjut Letisha seolah-olah mengeluarkan semua unek-uneknya kepada sang suami.
"Huhhhh, terkadang tuhan memang tidak pernah adil, aku tidak tahu kenapa Tuhan tidak adil padaku, entahlah dosa apa yang dilakukan anak sepertiku sehingga kehidupanku seperti ini," lanjut Letisha.
Rakash sejak tadi tidak berkomentar apapun dan dia bahkan baru tahu mengenai silsilah keluarga istrinya, Rakash hanya berusaha menjadi pendengar yang baik tanpa menyanggah dan mengomentari apapun.
Bersambung.....
...Jangan lupa saya juga memberikan karya terbaru yang berjudul Kesucian Istri Kapten Arrogant. Saya sangat senang membuat cerita belakangan ini dan semoga saja cerita ini disukai para pembaca dan jangan lupa memberikan dukungan like komen subscribe dan vote sebanyak-banyaknya....
...Jangan pernah menabung bab dan bacalah dari bab 1 sampai bab akhir karena setiap bab pasti memiliki kejutan,...
...Salam cinta dari saya Author.........